Rabu, 12 Desember 2012

[FanFiction / Chapter 3] Lost in Beautiful Dream

Title : Lost in Beautiful Dream
Character : Park Ji Ra [OC], Kris Wu from EXO-M and other support cast.
Chapter : 3
Genre : ___ (fill the empty space whatever you want!) [?] -_- 
Fandom : EXOTIC
Pairing : Ji Ra x Kris
Author : Baby Krisses (~^o^)~ 
Language : Indonesia
Rating : For all creature in the world who find this FF xD

Kris Wu
 Cr : Tumblr_exotion

Aku memandangi ruang belajarku yang penuh oleh gambaran manga, buku-buku dan komik-komik yang bertuliskan namaku sebagai pengarangnya. Beberapa CD album dan foto-fotoku. Aku duduk didepan meja belajar dan meraih secarik kertas sketsa dan mulai menggoreskan pensil di atas kertas polos itu. Aku mengikuti kata hatiku untuk melukis sesuatu 'Unbelieveable' takjubku dalam hati. Sebelumnya aku tak pernah menyelesaikan gambaran dalam waktu kurang dari 5 menit. "Dia Kris" gumamku sambil memandang gambaran yang baru jadi itu. Tanpa sadar aku menggambar versi manga wajahnya.

= = = = = = = = =

Hari ini aku akan berlatih untuk koreografi MV. Sebelumnya aku belum sempat membaca tentang konsep MV ini, bahkan aku tak tau sama sekali cerita MV. Aku meminta buku konsep pada Baeji, dia memberikannya. Aku mulai membuka lembar demi lembar membaca setiap kata. Tentu saja MV ini menceritakan tentang isi lagu yang telah kutulis. Baiklah, konsep MV-nya menceritakan tentang seorang gadis yang tersesat dalam mimpi indah. Dia menemukan cinta-nya dalam mimpi dan ... 'Kenapa cerita ini gantung?' batinku saat melihat cerita dari konsep MV tidak selesai. Aku sibuk membolak-balik halaman demi mecari sambungannya. "JiRa-ah, ayo latihan" Suara Kris menyusup dalam telingaku dan menyadarku yang sedari tadi asik membaca "H-hah?" Aku menutup binder itu dan tergagap melihat kearah Kris "Kajja" Kris mengulur tangannya mengisyarakan untuk meraih tangannya. Namun aku malah terperangah melihat tangannya yang mengacung padaku.

Kesal menunggu Kris menarik tanganku hingga aku berdiri dari duduk. Kami mulai dengan pemanasan, seorang koreografer ternama di korea mengajari kami beberapa gerakan. Aku selalu berusaha mengikutinya, begitu juga dengan Kris dan para dancer lainnya. "JiRa-ssi, kau sepertinya terlalu menjaga jarak dengan Kris" Kata koreografer itu "M-mianhae, aku tak bisa dekat-dekat dengannya. A-aku malu" Aku menutup mukaku dengan kedua tangan. Tawaan kru-kru lain menyusul setelah jawabanku terbit "Kalian boleh istirahat, sejam kemudian kembalilah ke ruang practice lagi" Baeji membubarkan para kru untuk beristirahat. Semua kru mulai berangsur meninggalkan ruangan practice. "Kau harus lebih profesional" Kris duduk disampingku "Ah oppa... Aku tak bisa melakukannya! Dekat denganmu membuat aku..." Aku membungkam mulutku untuk menghentikan kalian yang hendak kuutarakan "Apa?" Tanya Kris dengan nada penasaran.

"A-ani ani... Hehe" Kris memandangku lekat dengan tatapan tak percaya. "Aku punya sesuatu buatmu" Aku mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dan membongkar isi tasku "TADAAAH!" Aku memberinya sketsa manga wajahnya yang ku gambar kemarin "Wow! Ini terlihat sama persis seperti aku. Versi manga, kau membuatnya?" Aku mengangguk "Xie xie~" , "Cheonma~ ^^ " , "Ayo berlatih lagi" Kris berdiri "Ah! Shiro..." rengekku sambil berguling-guling di lantai. Kris tak perduli, dia menarik tanganku hingga aku berdiri tegak. Dia mengambil selangkah maju medekatku, aku pun mundur selangkah. Dia mengambil langkah mendekat lagi, aku mundur lagi. "Yah! Apa yang kau lakukan oppa?" , "melatihmu supaya terbiasa berada didekatku" 

Kris merogoh kocek treningnya dan mengambil handphonenya. Dia menyetel lagu instrumen slow untuk berdansa "May i?" Tawarnya dengan accent seperti pangeran Inggris hendak mengajak sang putri derdansa. Aku meraih tangan kanannya yang sedari tadi menadah, menunggu tanganku untuk mengapainya. Kris menuntunku untuk lebih mendekat, tangannya mengunci pinggangku agar aku selalu dekat denganya. Aku mengalungkan Kris dengan tanganku. Kami bergerak pelan mengikuti alunan musik "JiRa-ah... Aku ingin kau menceritakan segala hal tentang dirimu" Pinta Kris "Untuk apa?" , "Lakukan saja" Perintahnya.

__Park JiRa POV end__

__Kris Wu POV__

Aku mengajaknya berdansa, ini cuma metode untuk membuatnya lebih dekat dan tidak canggung berada didekatku. "JiRa-ah... Aku ingin kau menceritakan segala hal tentang dirimu" , "Untuk apa?" Dia bertanya balik "Lakukan saja" Perintahku. "Cheoneun Park JiRa imnida, aku berumur 17 tahun -- bersekolah di Kirin High School. Aku seorang artis muda dari xxx Entertainment. Hobbyku bernyanyi, menggambar, menulis -- Terutama menggambar manga. Aku sangat suka Ice cream..." Dia terus menyerocos tentang dirinya sambil berdansa. Aku hanya mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Tapi anehnya, dia tak menceritakan tentang keluarganya "Kau tidak menceritakan tentang keluargamu?" Dia tak menjawab. "B-baeji bilang... Aku yatim piatu" jawabnya dengan lirih. "Mianhae~" Aku menyesal menanyakan hal itu padanya "Gwaenchana" Balasnya dengan suara pelan.

"Bisa kau nyayikan lagu Bryan Adam - Heaven?" , "Tentu~" 

And Baby you’re all that I want
When you’re lyin’ here in my arms
I’m findin’ it hard to believe
We’re in heaven
And love is all that I need
And I found it there in your heart
It isn’t too hard to see
We’re in heaven


Aku memejamkan mataku dan menikmati suara merdunya. Suaranya mengalun pelan namun penuh dengan emotional. Suaranya tetap terjaga walaupun kami masih berdansa, JiRa menyanyikkan lagu ini dengan sangat perasaan. Suaranya membawaku untuk merasakan makna lagu ini. "We're in heaven~~~" lirik terakhir dilantunkannya dengan sangat pelan nyaris tedengar seperti bisikan. Aku membuka mata dan menunduk untuk menangkap gambaran wajahnya sekarang, dia menatapku sendu "Oppa, Aku merindukan orang tua dan saudaraku" Aku tak sanggup menatap wajahnya yang polos itu. Aku menariknya kedalam pelukan, entah mengapa aku ingin sekali menghapus kesedihannya. Walaupun dia tak menangis, tapi matanya menyiratkan rasa sedih. 

__Kris Wu POV end__

__Park JiRa POV__

Dia memintaku untuk menyanyikan lagu Heaven dari Bryan Adam. Aku menyanyikannya dengan sungguh-sunguh. "We're in heaven~~~" Aku menyanyikan lirik akhir itu dengan sangat pelan. Tiba-tiba saja aku teringat umma, appa dan Minjun, aku sangat merindukan mereka. Kris menunduk dan memandangku, aku mendangahka kepala untuk melihat wajahnya "Oppa, Aku merindukan orang tua dan saudaraku" Kata-kata itu keluar tanpa tertahan dari mulutku. Dia menatapku sesaat dan menarikku kedalam pelukannya. Dia memeluku seakan-akan aku ini boneka yang rapuh menjaga ku dalam dekapannya. Aku hanya terdiam dalam pelukannya, dia tak berkata apapun. Aku melepaskan diriku dari pelukannya "I GOTTA POWER!" Pekikku seperti anak kecil yang beracting menjadi power ranger. 

Kris tertawa kecil melihat tingkahku dan menepuk kepalaku pelan "Xie xie Kris gege~!!" Aku mengopy logat chinese "Your welcome :) " Dia tersenyum tipis kepadaku. Tak lama, para Kru lain masuk kedalam ruang practice dan kami pun kembali melakukan latihan. 

Setelah selesai aku dan Baeji pulang ke apartement. Selesai mandi dan makan aku menghampiri Baeji yang sedang duduk disofa sambil santai "Onnie, ceritakan padaku tentang konsep cerita MV itu" , "Kau aneh sekali... Bukankah konsep MV itu kau sendiri yang membuatnya? Kenapa kau memintaku untuk menceritakannya" , "Aku hanya ingin mendengarkannya dari mu~~" Aku memelas dengan puppy eyes "Baiklah... Dalam MV itu menceritakan seorang gadis yang tersesat dalam mimpi indah. Dimana semua keadaan berbeda 180 derjat dari kehidupan nyatanya. Dalam mimpi indahnya dia menemukan cinta-nya, seorang namja rupawan yang selalu dia impikan dikehidupannya. Tapi, dia ingat... Semua hanyalah mimpi tidak nyata. Suatu hari dia mengalami kecelakaan dan..." Aku terus mendengar Baeji bercerita, tanpa sadar aku terhanyut dan tertidur pulas di pangkuannya.

x x x

"Tidak ada seorang pun yang akan mengerti keadaanku! Termasuk kau, oppa! Aku tidak gila! Kenapa kalian meng-claim bahwa aku gila??" Aku berteriak mengutarakan segala unek-unekku pada Kris, mataku sudah sakit karena terlalu lama menangis. Kris hanya mematung tanpa mengangkat bicara sedikitpun. "Aku hanya mau keadaan kembali seperti semula, ini semua bukan kehidupanku. Kalau ini mimpi, aku sangat berharap aku cepat terbangun dari mimpi ini" Timpahku dan berjalan keluar apartement "JiRa~ Kau mau kemana?" Kris menahan pergelangan tanganku "Kemana saja" Aku melepaskan genggamannya dari pergelangan tanganku dan berjalan cepat menuju lift. Kris mengikutiku "Jangan mengikutiku!" Pekikku sambil mendorongnya dan lekas masuk ke lift. 

Aku berlari keluar lift dan melewati ruang loby. Hujan mengguyur seoul dari sejam yang lalu, aku tak berpikir pajang. Aku berlari keluar apartement dan membiarkan hujam menyerbu tubuhku yang masih kering, aku menoleh liar ke kanan dan kekiri. Aku tak tahu harus kemana "JiRa-ah!" Kris meneriakkan namaku membuat aku terdorong untuk berlari. Aku berlari tanpa menoleh. TEEEEETT!!! Suara klakson mobil yang nyaring mengalahkan suara rintikan hujan. "JIRA!!!" Pekik Kris, dia berlari kearaku. Kakiku terasa kaku, tak mau bergerak! Sedangkan mobil itu masih melaju ke arahku.

* * *

"HHH!!!" Aku membuka mataku lebar-lebar, nafasku tersengal, buliran keringan mengucur deras di sisi-sisi bingka wajahku. 'Hanya mimpi' Ujarku dalam hati. Aku tertidur di... Ruang tengah. Tapi ini... Rumahku! Maksudku, bukan apartement yang kutempatkan bersama Baeji. "Umma, appa, Minjun" Aku berjalan pelan menuju kamar umma dan appa. Tapi, aku tak menemukan mereka -- begitu juga di kamar Minjun, aku tak menemukannya. Aku berjalan pelan meuju kamarku "JiRa sayang, bangun nak~~" Umma menangis-nangis dihadapan tubuh... KU! Aku melihat diriku terbaring kaku di atas kasurku. Apa-apaan ini?? Appa dan Minjun juga menangis. "Umma! Appa! Minjun! Aku disini!!!" Aku mencoba menggapai mereka, namun tanganku menembus tubuh mereka. Aku tak bisa menyentuh mereka. "Tidak! Tidaaak!!!" Pekikku histeris.

x x x 

"TIDAAAAAKK!!!" Pekikku sekuat tenaga. Aku tersadar dari mimpi burukku, air mata mulai turun dari pelupuk mataku dan mengalir bebas bersama keringat yang menempel di kulitku. Aku melihat keadaan sekitar yang remang, aku menatap sekitar kamarku. Masih kamar ini, kamar artis terkenal Park JiRa bukan Park JiRa seorang gadis biasa dari keluarga Park. Aku memeluk lututku erat sambil menangis terisak-isak. Kenapa Tuhan memberiku cobaan seperti ini? Aku hanya ingin semua lenyap dan aku mau aku kembali menjadi Park JiRa si gadis biasa yang menggilai Kpop.

. . . . .

Ini sudah hari ke 7 kami latihan koreografi MV, kemungkinan minggu dpan kami akan shooting pembuatan MV.

"Hey~ Kau ada acara besok?" Kris duduk disampingku. Aku tersentak dari lamunan dan melihatnya yang sedang meneguk air mineral. Aku masih tak membuka mulut untuk menjawab pertanyaannya "Kau mendengarkan ku?" Kris menatapku dengan alisnya yg terangkat sebelah "N-ne, besok? Weekend? Tentu saja aku tidak ada acara" , "Then, come with us" Aku menyernyitkan dahi 'us?' Batinku "Kalian? Kemana?" , "Aku dan semua member akan pergi ke disneyland hongkong" Aku makin menyernyitkan kening. 'Seriously?' "Ahahahaha!" Tawaku pecah "Okay, i'll come with you all ^^ " , "Apa yang lucu? Kenapa kau tertawa?" , "Ani~~ Lupakan saja" Kris menghembus nafas dan memutar bola matanya.


Aku tak menyangka akan menghabiskan weekend bersama member EXO! KYAAAAAHH!!! Aku rasa jiwa fangirlku akan meledak! Aku sudah meminta izin pada Baeji dan tentu saja dia mengizinkanku. Dia baik sekali, aku menganggapnya seperti onnie ku sendiri. Kami janjian akan bertemu di bandara.

"JiRa-ah, hati-hati disana... Jangan lupa makan teratur dan makan vitaminmu, jangan tidur larut malam" , "Yes ma'am!" Aku memberinya hormat seperti tentara "Kau ini~" Dia mengacak rambutku dengan gemas. Aku keluar dari mobil, Baeji mengantarku. Aku melihat Kris berdiri di depan para member yang sibuk dengan hal-nya masing-masing, kami menghampirinya "Kris aku titip JiRa padamu, awas jika terjadi sesuatu padanya" Ancam Baeji, Kris terkekeh "Tentu" Baeji meninggalkan kami, aku terus melambaikan tanganku. "Ah! Annyeonghaseyo~~" Aku membungkuk didepan para member EXO. "Annyeong JiRa-ssi~" Balas mereka dengan ramah.

"Omo! Suho-ssi, Baekhun-ssi, Chanyeol-ssi, Kyung soo-ssi, Kai-ssi, Sehun-ssi, Xiumin-ssi, Lay-ssi, Chen-ssi, Tao-ssi, Luhan-ssi" Aku menjabat tangan mereka satu persatu dengan girang, mereka hanya tercengang melihat tingkahku "Dan kau oppa? Tidak perlu jabat tangan" Aku melewatkan Kris, semua member tertawa, Kris hanya tersenyum kaku "Senang bisa berjumpa dengan kalian semua, aku ini salah satu dari jutaan fans kalian :D " , "Gurae??" Tanya Baekhun "Aku tak menyangka Park JiRa adalah fans kita" D.O memasang muka kaget "Ne~!! Boleh aku minta tanda tangan kalian :3 " , "Aigooo! Tentu saja boleh..." Jawab Chanyeol dengan senyum manisnya. Aku mengeluarkan binder dan spidol, mereka mulai menyerbu binderku untuk di tanda tangan. 

Mereka sangat bersahabat, terutama Chanyeol dan Baekhyun. Mereka cepat meleburkan suasana kaku karena kehadiranku. Kami berselca bersama sebelum boarding pass "Ayo, kita harus boaring dulu" Kris beranjak dari duduk dan menenteng tasnya, kami semua pun berhenti berinteraksi dan mengekori Kris untuk boarding. Tiba-tiba segerombolan fans mengikuti kami dan mulai menjepret moment saat kami berjalan "Itu Park JiRa, kenapa dia bersama member EXO?" Aku bisa mendengarkan bisikan-bisikan itu "Dia akan berlibur bersama kami!" Kata Chanyeol serasa merangkul bahuku, aku kaget bukan karena jawabannya tapi tangannya yang bertengger di bahuku. "KYAAAH! Chanyeol oppa!" Pekik fans itu, Kris menoleh kebelakang kearahku.

Aku duduk diseat tepat di ujung dekat jendela, aku tak tahu siapa yg akan duduk bersamaku. Kris duduk disampingku "Sepertinya ini saetku" Tao duduk di samping Kris 'OMG! This is... Taoris couple!' Ucapku dalam hati "Annyeong Tao-ssi~" Aku menegurnya dengan senyum "Annyeong~~" Tao membalas sapaku dengan senyum ramah, tapi terihat lebih malu-malu. 'Great! Apakah aku akan menonton Taoris couple drama nanti?' Gumamku dalam hati. Pesawat terbang dan meninggalkan bandara internasional korea. Aku melilih diam saja, soalnya dari tadi Kris dan Tao berbincang dalam bahasa chinese -_-" . Aku melihat Kris dan Tao berbincang serius, aku mengeluarkan buku sketsaku dan berniat menangkap moment ini. Aku mulai menggores halus kertas polos ini dan sambil mmerhatikan wajah Kris dan Tao. 

Tak cukup Kris dan Tao, aku menggambar semua member EXO yang tengah sibuk dengan aktivitas masing-masing dalam pesawat. Perjalanan Korea ke Hongkong memakan waktu yang cukup lama hingga membuat mereka tertidur. Sedangkan aku masih sibuk mengambar "Selesai~" Gumamku pelan sambil tersenyum melihat gambaranku. "Coba kulihat" Kris tiba-tiba saja menyambar buku sketsaku. Aku kira dia tertidur! Tao saja sudah tertidur, dia sibuk membolak balik buku sketsaku. Mataku terasa lelah, sesekali aku menguap. Ku pajamkan mata dan akhirnya terlelap.

__Park JiRa POV end__

__Kris Wu POV__

Entah apa yang akan fans bicarakan nanti. Chanyeol hanya membuat para fans cemburu -_-' JiRa cepat sekali berbaur dengan yang lain. Bahkan dia tidak berbicara denganku 'Wait! Am i jealous?' Batinku. Ah! Aku ini aneh sekali kenapa harus cemburu? Bukankah itu bagus, JiRa bisa menyesuaikan diri dengan member lain dan mereka pun menyambut JiRa dengan baik. Kebetulan aku duduk di seat sebelah JiRa dan Tao duduk si sebelahku. "Annyeong Tao-ssi~" JiRa menyapa Tao dengan senyum bersahabat "Annyeong~~" Tao pun membalasnya, walaupun dengan malu-malu. Aku tahu sekali Tao ini tipe yang pemalu dan innocent. "Gege, tadi dibandara dia memanggilmu 'oppa'? Kelihatannya kalian sudah cukup dekat" , "Kenapa? Kau cemburu?" , "Kau ini! Ah, aku kan hanya bertanya" Kami ngobrol cukup lama sampai-sampai kami berdua terlelap. 

"Selesai~" Aku mendengar suara JiRa, dia tidak tidur. Perlahan kubuka mata dan melihat ke sisi kananku dimana tempat JiRa duduk. Aku melihat sebuah buku yang dipegangnya, buku yang sudah terisi dengan gambaran "Coba kulihat" Aku merebut buku itu dari tangannya. Dia tak protes sedikitpun, aku mebolak-balik lembar demi lebar buku itu. Ini manga member EXO, jadi dari tadi dia melukis kami? "JiRa..." Aku urungkan niatku untuk bertanya, karena JiRa tengah tertidur. Dia pasti lelah, aku membenahkan kepalanya yang bersender di jendela dan menempatkannya di sandaran seat. Aku menyorot setiap inci wajahnya dengan kedua bola mata ini, wajahnya terlihat lebih polos dan imut saat tertidur. Ingin sekali ku sentuh wajahnya dengan jari ini. "Gege! Kau sedang apa?" Luhan menyembulkan kepalanya diatas senderan seat tepat didepanku, spontan aku menjauh dari JiRa. Luhan tersenyum miring, senyum itu membuat aku bergidik.

"Aku hanya membenahkan kapalanya" Jawabku dengan gagu, lagi-lagi Luhan menyunggingkan senyum itu "Terhitung sekali kau tertangkap basah denganku, gege~ aku akan mengawasimu" Dia memasang senyum evil. Aku berpura-pura calm dan bertingkah biasa saja 'Sialan! Luhan!! Awas kau' Batinku.

~ TO BE CONTINUE ~

Lama ga updatenya? O.o lama ya? ,__, maaf~~ #mewekdipelukkanKris [?] xD oke oke, ditungu aja chapter 4 nya ^^

Minggu, 09 Desember 2012

[FanFiction / Chapter 2] Lost in Beautiful Dream

Title : Lost in Beautiful Dream
Character : Park Ji Ra [OC], Kris Wu from EXO-M and other support cast.
Chapter : 2
Genre : ___ (fill the empty space whatever you want!) [?] -_- 
Fandom : EXOTIC
Pairing : Ji Ra x Kris
Author : Baby Krisses (~^o^)~ 
Language : Indonesia
Rating : For all creature in the world who find this FF xD

Kris Wu
Cr : Tumblr_shimchangmaine

Baeji menerangkan konsep yang sudah dipilih untuk album baruku nanti, dia tampak sangat profesional. Tak heran dia menjadi manager, mungkin berkat dia aku menjadi terkenal. "Konsep ini dipilih oleh JiRa sendiri, lirik lagunya juga dibuat oleh JiRa yang dibantu oleh composer terkenal. Ide-idenya didukung karena unsur keunikan yang dipilih JiRa" Aku melongok seperti orang bodoh, barusan yang dikatakan Baeji tak bisa aku percaya. Aku? Membuat lirik lagu dan konsepnya juga? 'Daebak!!!' Pekikku dalam hati. Kris memandangku dengan tatapan takjub. "Boleh aku lihat lirik lagunya?" Baeji memberikan secarik kertas yang berisi lirik lagu "Lost in beautiful dream... Interesting! Aku akan menulis part Rap-nya" 

= = = = = = = = = =


Aku mencoba untuk menjalani hidupku yang sekarang, walaupun aku tak tahu secara pasti tentang apa yang terjadi denganku.

"Baeji-ssi~ Aku sekolah dimana?" , "JiRa-ah, stop memanggilku seperti itu. Biasanya juga kau memanggilku onnie. Kau tak ingat dimana kau bersekolah?" , "K-kirin?" Baeji mengangguk. "Kenapa aku tidak bersekolah? Ini kan hari jumat" , "Kau izin hari ini, Kris dan kau perlu latihan untuk duet di album barumu" Mendengar nama Kris senyumku langsung mengembang cepat menunjukkan deretan gigi. "Kau ini kenapa?" Tanya Baeji heran "Aniya onnie~~" jawabku dengan cengengesan.

Aku dan Baeji pergi ke tempat studio practice xxx entertainment, aku rasa inilah entertainment tempatku bekerja. "Annyeong annyeong~~~" Aku menyapa setiap pegawai enertainment, mereka membalas menyapaku dengan ramah. "Wooow~" gumamku. Ruang pratice ini lumayan besar, disudut kiri ada piano dan gitar dan sudut kanan ada alat-alat fitnes. Aku berjalan mendekati kaca, aku mulai berkaca dan melakukan pose aneh. Itu kebiasaan burukku "Annyeong JiRa-ah~~ Apa yang sedang kau lakukan?" Seorang namja separuh baya tengah merekamku. "Ah! Omo omo... Ahjussi, kau merekamku? Aku malu..." Aku menyembunyikan wajahku dibalik tapak tangan. Ahjussi itu tertawa melihat tingkahku.

"Ini hari pertama kau latihan untuk albun terbarumukan?" Tanyanya "Ne!!" Jawabku dengan semangat "Kau akan berduet dengan Kris Wu?" , "Ne ne ne~~!!!" Aku meloncat kesana-kemari "Ah kyopta! Ada pesan untuk fans mu?" , "Annyeong~~ Aku Park JiRa. Untuk semua fans setiaku, terimakasih atas dukungan kalian! Aku tak mungkin berdiri menjadi seorang artis terkenal tanpa dukungan kalian. Album baruku ini spesial ku persembahkan untuk kalian semua! I LOVE YOU ALL!!!" Pekikku di akhir kata sembari melakukan aegyo

Tak lama kemudian Kris masuk kedalam ruang practice. Dia memperlihatkan kesopanannya dengan menyapa dan membungkuk kepada semua Kru yang ada di dalam ruangan. Aku meraih binder besar dan spidol yang terletak diatas piano. Aku berjalan mendekatinya "Oppa! Minta tanda tangan" Pintaku dengan wajah berseri-seri dan senyum lebar layaknya fangirl "Oppa? Sebelumnya kau memanggilku sunbae" Kris menanda tangan binder itu, aku hanya membalasnya dengan senyum sparkteeth. "Tuliskan, untuk Park JiRa" Kris melirikku sedikit dan memalingkan pandangan ke binder "Ah! Jangan lupa beri love sign di akhir katanya! :3 " Tambahku. "JiRa-ah~ Kau fans Kris eoh?" Tanya ahjussi sang kameramen itu. "Ne~!! Ehehehe..." Kris tersenyum mendengar jawabanku.

"Ayo ayo mulai latihan!" Baeji mengingatkan kami dengan suara keras "Jyeah! Hwaiting!!!" Pekikku. Kris berekspresi normal dan tak berlebihan, dia tanpak tenang. Aku berlatih menolah vocalku dengan menyanyikan lagu yang berjudul Lost in Beautiful Dream itu. Aku selalu memerhatikan Kris, dia terlihat sangat serius. Dia terus mencoba menulis lirik untuk bagian rapnya. "Selesai!" Kris merentang tangannya keatas dan melakukan sedikit perengangan otot. "Jinjja? Cepat sekali... Bisa kau nyanyikan bagian rap-nya?" Pintaku dengan sedikit antusias. Kris mulai menyanyikan bagian rap yang ditulisnya. Aku terhanyut dalam suara beratnya yang melantun dengan tempo sedang. Tidak cepat dan juga tidak lambat, cocok dengan laguku "Aku suka~~ Kau memadukan antara bahasa mandarin dan inggris dalam rap-mu. Mungkin jika aku masuk kedalam rap-mu dengan high tone akan terdengar lebih hidup" Aku berceloteh memberi sedikit masukkan.

Kris diam tak angkat bicara "A-aku salah ya? Ah! Mianhae oppa~~" Aku membungkuk dan terus membungkuk "Aniya, JiRa-ah~ Kau membuat aku kagum, kau masih muda tapi sangat berbakat" Kris tersenyum hangat, aku merasakan panas menjalar keseluruh bagian mukaku. Yah! Kris kagum padaku! KYAAAHH! "Gomawo oppa~ Aku akan traktir oppa ice cream karena sudah memujiku. Ahahaha" , "Kau tahu, aku sanggup menghabiskan 1 kontainer ice cream" , "Omo! Aku tak akan jajan 6bulan jika mentraktir kau ice cream, oppa" Semua Kru tertawa karena candaan kami. 

Aku dan Kris beserta Kru lain menghabiskan waktu dengan berlatih hingga matahari terbenam. "Aku rasa latihannya cukup, minggu depan kita akan melakukan latihan untuk koreografi mv. Hari ini kita sudah melakukan yang terbaik. Terima kasih atas kerja sama kalian semua~!!" Baeji menyudahi latihan. Dari tadi aku tak tenang, aku berniat mengajak Kris untuk makan bersama. Tapi... Aish! Aku takut. Terlalu beresiko. Aku melihat Kris berjalan keluar ruang practice "Oppa, chakkaman!" Kris membalikkan tubuhnya hingga menghadapku "Ayo kita makan dulu, aku berhutang ice cream padamu" , "Okay, kajja~" Kris menerima ajakanku. Dia berjalan keluar duluan, Baeji tercengang melihat ku "Onnie onnie onnnie-aaah!!! Aku pergi dulu~~ Nanti akan ku bawakan makanan ;D " Aku berlari kecil keluar dari ruang practice meninggalkan Baeji yang masih tercengang. 

Kami memilih makan di restoran fast-food saja. Kami memilih duduk di tempat yang jauh dari keramaian "Oppa, aku mengajakmu makan untuk menepati janjiku" , "Iya~" Kris tak pernah lupa untuk tersenyum setiap kali berbicara. "Bagaimana kabar member lain?" Aku mencoba membuka pembicaraan dengan pertanyaan ringan "Baik~ Aku masih penasaran dengan kejadian kemarin" Aku berhenti makan dan berpikir sejenak "Ah itu... Bagaimana harus menceritakannya yah? Aku juga tak mengerti apa yang terjadi pada diriku, oppa" , "Mianhae~ Lupakan saja pertanyaan tadi, ayo... Lanjutkan makannya" Kami memakan semua makanan sampai habis tak tersisa. "Aku kenyang sekali~!!" Aku menepuk pelan perutku yang sudah terisi. "Oppa, Kau mau kan selca bersamaku?" Aku menyungging senyum lebar "Tentu saja, JiRa-ah" 

Kami mengatur pose untuk ber-selca-ria, 1 2 3 4 snapshoot! Kami mengambil 4 selca bersama. Lalu kami berbicara tentang album baruku. Ini tahap perkenalan kami, berharap kami tak canggung di kemudian hari. Setelah selesai berbincang-bincang Kris mengantarku pulang ke apartemen. "Gomawo oppa" , "Seharusnya aku yang berterima kasih untuk ice cream dan makan malamnya" , "Ehehe... No problem!" Aku keluar dari mobil mercedes benz nya dan masuk ke apartement. "KYAAAAAHH!" Pekikku setelah masuk kedalam apartement "Onnie onnie! I did it! Aku makan bersama Kris! Ini makanan untukmu, onnie~~ Aku mau mandi dulu~~" Aku terus nyerocos tanpa memberi Baeji kesempatan untuk bicara. Lekas aku mandi dan bersantai diatass ranjangku yang empuk.

"Kau senang sekali, ada apa?" Baeji ikut berbaring disamping ku "Onnie, lihat~" Aku menunjukkan foto aku dan Kris "Kau cepat sekali mendekatinya, padahal dia sepertinya tipe tidak terlalu banyak bicara" Baeji meraih handphoneku dan melihat foto itu "Ehehe! Aku selalu aktif berbicara, walaupun dia menjawab sepatah-dua kata. Aku tak mempermasalahkan itu, asalkan dia menyimak setiap pembicaraanku saja itu sudah cukup :) " , "Love in duty~~" Baeji menggodaku "Yah! Onnie-aaahh >< " , "Ahahaha" 

__Park JiRa POV end__

__Kris Wu POV__

Setelah selesai mengantar JiRa, aku langsung pulang ke dorm. "Aku pulang~" Aku masuk kedalam apartement "Gege, kenapa latihannya lama sekali?" Tao mengintrogasi sebelum aku meraih ganggang pintu kamar "Aku makan malam dulu" , "Sama siapa?" Tanya Baekhyun "Jangan bilang dengan Park JiRa!" Timpah Chanyeol "Mwoya?? Ah jinjja???" Pekik Sehun tertahan. "Shi (iya)" , "SHENMEEE?? (apa)" Pekik Lay, Luhan, Tao berbarengan. Sedangkan member EXO-K melongo melihat ku dan LLT secara bergantian. Jelas saja mereka tidak tahu apa yang kami bicarakan. "Xiumin hyung, apa yang mereka bicarakan?" Tanya Sehun kepada Xiumin. Aku masuk kedalam kamar tanpa menjawab atau menjelaskan lebih lanjut tentang JiRa pada member lain -- Aku cape.

Badanku terasa lengket, i need to shower first. Selama aku berada di kamar mandi, aku mendengar kresak-krusuk dari luar. Setelah selesai mandi aku keluar dari kamar mandi "Yah! Apa yang kalian semua lakukan disini? Chanyeol, kenapa handphoneku ada ditanganmu?" Mereka tertangkap basah sedang mengobrak-abrik isi tasku. "Gege, kau punya hubungan apa dengan JiRa?" Tanya Luhan "Hyung, kau menyukainya?" Tanya Suho "Ini apa? Kau berfoto dengannya!" Chanyeol memamerkan foto di dalam handphone ku "Apa barusan date pertama kalian?" Tanya Xiumin "Kalian terlihat serasi... Tapi kau terlalu tua untuknya, hyung~" Timpah Kai "1 2 3 4... 4 tahun. Empat tahun lebih tua dari JiRa. Dia seumuranku!" Tambah Sehun sambil menghitung jarinya "Kai, komentarmu tajam sekali. Kau bisa menyinggung perasaan Kris hyung!" D.O menceramahi Kai. Sedangkan Tao dan Chen hanya menonton ekspresiku.

Seriously, mereka benar-benar mengintrogasiku habis-habisan. "Kalian ingin mendengar jawaban yang bagaimana?" Tanyaku balik "Jawaban yang tak akan membuat hatiku sakit" Jawab Tao. Semua member mengangak lebar melihat Tao "She might to make me fall in love. But, you're my only one male partner" , "A-aku tak mengerti yang hyung katakan, tapi aku yakin ini pasti menyangkut Taoris couple!" Kata Chen mantap. Semua member tertawa terbahak-bahak mendengar komentar innocent-nya Chen.

__Kris Wu POV end__

__Park JiRa POV__

Kemarin aku baru saja selesai rekaman. Selanjutnya akan latihan koreografi.




Aku mulai terbiasa dengan segala kegiatan sebagai artis, aku berpura-pura seperti artis sesungguhnya walaupun sebenarnya aku ini tak tahu apa-apa. Aku mulai terbiasa dengan kehidupan mewah, menjadi famous, sebagai sorotan setiap orang. Satu hal yang masih tersangkut dalam pikiranku, bagaimana semua ini bisa terjadi? Sampai sekarang aku berfikir bahwa ini hanya mimpi. Mimpi panjang dan entah kapan aku akan bangun. 

Aku memandangi ruang belajarku yang penuh oleh gambaran manga, buku-buku dan komik-komik yang bertuliskan namaku sebagai pengarangnya. Beberapa CD album dan foto-fotoku. Aku duduk didepan meja belajar dan meraih secarik kertas sketsa dan mulai menggores kan pensil di atas kertas polos itu. Aku mengikuti kata hatiku untuk melukis sesuatu 'Unbelieveable' takjubku dalam hati. Sebelumnya aku tak pernah menyelesaikan gambaran dalam waktu kurang dari 5 menit. "Dia Kris" gumamku sambil memandang gambaran yang baru jadi itu. Tanpa sadar aku menggambar versi manga wajahnya.

~ TO BE CONTINUE ~

Maap maap~ (_ _) maap ya kalo update FF nya luama banget. Author lagi sibuk -_-v ditunggu aja part 3 nya ya? ^^


Rabu, 05 Desember 2012

[FanFiction / Chapter 1] Lost in Beautiful Dream

Title : Lost in Beautiful Dream
Character : Park Ji Ra [OC], Kris Wu from EXO-M and other support cast.
Chapter : 1
Genre : ___ (fill the empty space whatever you want!) [?] -_- 
Fandom : EXOTIC
Pairing : Ji Ra x Kris
Author : Baby Krisses (~^o^)~ 
Language : Indonesia
Rating : For all creature in the world who find this FF xD

Kris Wu
 Cr : iPiccy

Huahahahahaha! xD *ketawa bapak-bapak* (?) Author pulang bawa oleh-oleh buat readers setia Author Baby Krisses ^^ FF baru, Idenya ga murni, author comot-comot dari komik -_-v Yesungdah readers sekalian~ Doa'in FF kali ini ga ngaco dan cepet selesai (?) .__. Happy reading, yeorobun~~ ^-^

= = = = = = = = = =

__Park JiRa POV__

Annyeong~~ Perkenalkan! Aku Park Ji Ra ^^ Yeoja umur 17 tahun, bersekolah di Kirin High School kelas 3. Aku anak pertama dari Park Jisook dan Park Minra. Aku punya namja dongsaeng berumur 15 tahun, namanya Park Minjun. Aku terobsesi dengan hal yang berbau Kpop! Semua yang aktivitas dikehidupanku berbau Kpop... S e m u a ! Bahkan bersekolahpun aku memilih Kirin karena sebagian artis Kpop bersekolah disana. Aku hanya mempunyai bakat menggambar manga, menulis dan bernyanyi. Bakatku adalah hobbyku. 

Tentang Kpop, bagiku... Lagu korean pop seperti nafasku. Aku tak pernah lupa menyetel lagu Kpop setiap hari. Artis Kpop seperti boneka bagiku, mereka selalu terlihat perfect layaknya boneka. Toh juga mereka entertainer publik, sama halnya dengan boneka sebagai entertainer anak kecil. Tapi, mereka jauh lebih berharga dari itu. Mereka menghasilkan karya seni yang bisa dinikmati setiap kalangan masyarakat. Dan menulis Fanfiction? Fanfiction seperti duniaku. Dunia yang bisa kuatur sesuka hati, dimana tidak ada peraturan yang bisa membatasi keinginanku :D

Aku punya semua akun sosial demi Kpop news update! Mungkin ada 5 akun sosial atau lebih -_-' aku lupa! Aku suka semua Boyband dan Girlband korea. Sebutkan saja salah satu nama group, aku pasti tahu. Sekarang aku terobsesi dengan EXO terutama dduizhang sang leader EXO-M. Huaaahh! Dia meyita waktu belajarku, setiap kali aku membuka laptop untuk mencari tugas malah jadi melihat foto-fotonya. Apa kau tidak melihat betapa perfectnya dia. Kata orang dulu, kita punya 7 kembaran didunia, so... Tuhan~ tolonglah pertemukan aku dengan kembaran Kris (?) . Aku tahu itu doa yang konyol! Tapi, apa salahnya untuk mencoba ^^;

Aku rasa aku terlalu menggilai yang namanya Kpop, lihat saja kamarku. Dinding kamar dipenuhi poster, meja belajarku dipenuhi foto artis Kpop, binder, buku, pena, bedcover, SEMUANYA! Ahahaha! Aku bangga akan semua itu xD Tapi... Umma menceramahiku atas sikapku yang berlebihan itu. Umm selalu kontra terhadap semua hal Kpop, katanya it's someting useless -_- . Umma juga pernah menjudge artis idolaku. Aku tak suka diperlakukan seperti itu.

* * *

"Huaaahh! EXO showcase!!!" Teman sebangku denganku berteriak hiteris sambil melototi handphonenya "Mwo mwo mwo??" Aku langsung mendekat dan mengintip ke handphonenya "JiRa-ah~~ EXO showcase!! Ayo kita nonton" Ajak temanku "OFCOURS!!! Boking tiket VIP untukku" , "Oke~" God, EXO showcase?? KYAAAHH! Kris! Wait for me xD 

- - - - - - - - - 

"JiRa-ah, kau mau kemana?" Umma mulai mengintrogasiku "Aku mau pergi nonton EXO showcase" Aku sibuk mengemas pernak-pernik seperti lightstick, bando, dan tak lupa baner yang sudah kubuat khusus untuk Kris. "Dari mana kau dapatkan uang untuk membeli secarik kertas tiket yang mahal itu?" , "Tabunganku" Aku berjalan keluar kamar diikuti umma. "Kau tidak boleh pergi" Langkah kakiku tertahan mendengar kata-kata yang baru saja meluncur keluar dari mulut umma. "Mwoya?? Aku kan beli tiket dengan uangku sendiri, kenapa aku tidak bolh pergi?" Aku memandang wajah umma dengan tatapan tak mengerti. "Kau hanya menyia-nyiakan waktumu saja, lebih baik kau belajar" , "Shireo! Aku sudah membeli tiketnya, umma. Sayang jika aku tak pergi menonton konsernya" , "Aniya! Masuk ke kamarmu sekarang" Umma meninggikan suaranya di awal kata. 

Mataku memanas, seakan-akan mau terbakar. Perlahan cairan bening yang hangat jatuh dari pelupuk mataku. Aku masuk kedalam kamar, mengunci pintu dan menghempas tubuh ke kasur. Ku benamkan wajahku ke bantal dan mulai menangis keras. Umma tega sekali! Kali ini umma benar-benar keterlaluan. Aku membuka blog dan menulis sedikit tentang kekesalanku kepada umma. Dalam hati aku terus memaki! "Aku berharap kehidupanku tak seperti ini!" Aku tak berhenti-henti menangis hingga terlelap. 


"JiRa-ah~ JiRa-ah~ Ireonada..." Suara seorang yeoja asing menuntunku bangun dari tidurku. "Ehh" Aku membuka mataku dengan perlahan dan melihat seorang yeoja asing tengan duduk didekatku "Thanks God~ Akhirnya kau bangun juga! Kau tahu, kau sudah tertidur 24jam lebih. Aku sudah membangunkanmu 10 kali." Yoeja itu sibuk mengemas-ngemas barang, sedangnkan aku hanya memandangnya heran. Siapa dia? I-ini bukan kamarku. Dimana aku sekarang. "Kau siapa? Ini dimana?" , "Jangan bercanda JiRa-ah... Tentu saja aku managermu, Han baeji. Kau dikamarmu, sekarang lekas mandi. Schedule mu padat hari ini, karena aku sudah banyak mengcancel acara gara-gara kau tidak bangun-bangun." 

Bicara apa Yeoja ini? Manager? Schedule? Semua yang dia katakan tak masuk dalam otakku. Aku beranjak dari tempat tidur berukuran king berbalut bedcover berwarna abu-abu tua bercampur dengan hitam. Dinding kamar ini berwarna coklat berkolaborasi dengan warna hitam dan abu-abu tua. Aku berjalan menuju kamar mandi, aku melihat pantulan bayangan diri ku di kaca "EHH!!" Pekikku. I-ini aku? Benerkah ini Park JiRa? Rambutku tak seperti ini, Rambutku panjang berwarna hitam pekat model tingkat seperti Q-ri onnie, poni pendek sejajar alis mata menutupi keningku. Aku terlihat lebih cantik dari sebelumnya "Apa yang terjadi denganku??" Kucubit-cubit lenganku dan menampar-nampar pipi. "Aww!" Erangku kesakitan. Ini bukan mimpi!!! Dimana umma, appa dan Minjun? 


Setelah selesai mandi, aku langsung mencari baju untuk ku kenakan. Aku mebuka lemari besar berwarna hitam "Holly cow!" Aku memandang takjub isi dalam lemari itu. Ternyata hanya tampilan saja seperti lemari, tapi lemari itu hanya pintu. Isinya seperti gudang baju. Semua pakaian tergantung rapi, di sisi kiri tempat sepatu tersusun rapi. Aku tak bisa menghitung banyak sepatu-sepatu itu dengan jariku. Aku mulai memilih baju sesuai seleraku. 




"JiRa-ah~ Kau sudah siap? Wow! Kau memilih style yang berbeda dari sebelumnya" Baeji memerhatikan setiap jengkal tubuhku. Baeji menarikku keluar apartemen menuju basement tempat parkir. "Kita mau kemana?" , "Kau lupa? Kau mengadakan jumpa pers hari ini. Mengenai karya tulismu dan komik baru yang kau terbitkan seminggu yang lalu. Kau juga akan mempersiapkan album barumu" Mulutku menganga lebar "Baeji-ssi, aku ini Park JiRa bukan?" , "Hah? Kau ini kenapa sih? Kau tanpak aneh setelah bangun dari oversleep itu. Tentu saja kau Park JiRa, artis muda multi-talent." , "Umurku berapa?" Baeji memandang mukaku dengan heran sejenak dan kembali mengawasi keadaan jalan. "Kau 17 tahun, JiRa-ah~~ Astaga! Ada yang tak beres denganmu, kau harus check ke dokter setelah schedule ini selesai" 

CKRIIIIT! CKRIIIIT! Suara kamera berlomba-lomba seraya cahaya splash kamera menyambar-nyambar. Di sela itu aku mendengar orang-orang meneriakkan namaku. 'Jadi aku ini benar-benar artis?' Batinku. Aku mencoba rileks dan tersenyum didepan kamera, walaupun aku tak terbiasa dengan semua ini, terutama cahaya splash yang membuat mataku sakit. Interview dilakukan ditempat, puluhan mic berjejer didepan meja dengan label TV swasta yang berbeda-beda. Jujur! Aku sangat gugup... "JiRa-ssi~ Apa benar kau sedang melakukan persiapan untuk album barumu?" , "Ah, ne~ Aku mohon dukungannya. Semoga pembuatan album baruku berjalan lancar" Aku mencoba menjawab dengan profesional "Ada kabar mengatakan kau akan duet dengan salah satu artis SM? Apa itu benar?" Aku terdiam mendengarkan pertanyaan itu. Itu gila! SM entertainment?? Perusahaan entertainment terkenal. Aku rasa aku mau pingsan saja. "Ah, itu... Rahasia. Ahahaha! Kalian akan tahu sendiri nanti" Aku mencoba utuk tidak terlihat gugup.

"Baeji-ssi~ apa yang dikatakan mereka itu benar? Aku akan duet dengan salah satu artis SM?" , "JiRa-ah~ Kau benar-benar lupa? Kau terkena amnesia ya? Kemarin aku sudah bilang, kau akan duet dengan Kris Wu" Mataku melotot seperti mau keluar, mulutku tak bisa terkatup, jantungku serasa mau copot "Kau bercanda! Kris Wu? Wu Yi Fan? Diuzhang? Si Leader EXO-M? Namja tinggi 186cm asal Canada?" Baeji menatapku dengan pandangan 'Whatta-?' "Kau... Fans Kris Wu?" Baeji balik bertanya "Tentu saja! Kau tidak lihat betapa perfectnya dia? Omo!" Aku mengigit bantal sambil berguling-guling diatas kasur pasien "Ehmm! Nona JiRa, bantal itu masih dipakai" Seorang suster memperingatiku.

- - - - - - - - -

Baiklah~ Mari kita berpikir. Aku Park JiRa, aku seorang artis sekarang. Bagaimana bisa? Bukankah aku cuma terbangun dari tidur saat aku menangis karena umma melarangku menonton EXO showcase? Kalau aku bermimpi, kenapa semua ini terlihat nyata? Kenapa setiap cubitan terasa sakit. Aku berpikir sambil mecubit kakiku. "Aww! Masih terasa sakit!" Sebenarnya apa yang terjadi padaku? "JiRa-ah~ Kris akan kemari. Bersiap-siaplah" Baeji masuk kedalam kamarku tanpa mengetuk pintu "MWOOO?! JINJJA? KYAAAHH!!" Aku meloncat-loncat girang.

"JiRa-ah~ Dokter bilang, kau hanya terlalu cape. Lain kali bilang saja kalau kau tidak sanggup, aku akan mengcancle beberapa schedule untuk istirahat. Kesehatanmu lebih penting dari apapun" Baeji menceramahiku "Baeji-ssi~ Kau tahu dimana orang tua dan saudaraku?" , "Kau yatim piatu, JiRa~ Kau tidak punya siapa-siapa" , "M-mwoya?" Sewaktu dengan itu bell berbunyi. "Itu pasti Kris" Baeji meninggalkan aku yang masih mematung ditempat, aku shock atas jawaban Baeji. Pikiranku kalut, aku tak mungkin yatim piatu! Baeji membawa seorang namja masuk kedalan apartemen. Mataku tertumpu pada namja itu, namja yang sangat ku idolakan dari dulu. Dia Kris. "Annyeong~" Dia membungkuk dan tersenyum padaku. Antusias dan obsesiku terhadap Kris tak bekerja seperti biasa. Karena aku sedang terpukul!

Aku terpukul oleh pernyataan Baeji, aku kebingungan, ntah apa yang terjadi pada diriku! Satu hal yang kuinginkan. Aku hanya ingin semua ini berlalu dan kembali semula, aku ingin bangun dan berharap ini hanya mimpi. "JiRa-ah" Baeji mengguncang tubuhku dan membuyarkan dunia lamunanku. Aku menggeleng cepat untuk menyadarkan diri, aku malihat Kris tengah duduk didepanku sambil memeratikanku. "M-mianhae~ A-aku hanya butuh udara segar" Aku keluar apartemen dengan kaos oversize dan hotpant saja. "JiRa-ah... JiRa-ah! Kau tidak boleh keluar sendirian!" Baeji memperingatiku, namum aku mengabaikannya dan tetap berkalan keluar.

__Park JiRa POV end__

__Kris Wu POV__

"Hyung~ mau kemana?" Xiumin menghampiriku yang sedang sibuk memakai sepatu "Ke apartemen JiRa" , "Mwo mwo mwoya? Untuk apa?" Xiumin melekatkan pandangannya ke mataku. "Aish! Untuk membicarakan tentang duet kami nanti" , "Ah! Arrata arrata~ :D " Aku berpamitan dengan member lain lalu pergi mengendarai Mercedes Benz ke apartemen JiRa.

'Ini pasti apartemennya' Batinku dan langsung memencet bell. Tak lama kemudian Manager JiRa -- Han Baeji. "Ah Kris~ Silahkan masuk" Baeji menyambutku dengan ramah. Aku masuk ke dalam apartemen mengikuti Baeji. Aku melihat JiRa tengah duduk merenung diruang tengah dengan pakaian yang biasa saja "Annyeong~" Sapaku sambil membungkuk dan tersenyum padanya. JiRa hanya memandangku dengan muka datar, aku pikir aku melakukan hal yang salah. Kenapa dia seperti itu? Baeji menghampirinya, aku duduk disofa tepat didepannya. "JiRa-ah" , "M-mianhae~ A-aku hanya butuh udara segar" Dia keluar dengan wajah tampa ekspresi, bahkan keluar tanpa mengenakan jacket. "JiRa-ah... JiRa-ah! Kau tidak boleh keluar sendirian!" Baeji memperingatinya, tapi JiRa tak menghiraukannya. "Ah... Jeongmal mianhae, Kris" Baeji beranjak dari sofa hendak mengejar JiRa "Gwaenchana, Baeji-ssi. Biar aku saja yang mengejarnya" 

__Kris Wu POV end__

__Park JiRa POV__

Aku berjalan mengikuti kehendak hati, bahkan aku tak tahu mau kemana. "JiRa-ssi" Suara berat itu tak mungkin aku tak mengenalnya, itu suara Kris. Aku tak menghiraukannya dan tetap berjalan memasuki lift. "Chakkaman" Dia berlari berusaha mengejar untuk menahan pintu lift yang hendak tertutup -- Dia terlambat, pintu lift tertutup sebelum dia sampai. Semenit kemudian aku sudah sampai dilantai 1. "Annyeong JiRa-ssi~~" Sapa yeoja yang berdiri di counter receptionist. Aku tersenyum kilat membalas sapaannya dan tetap berjalan menuju pintu keluar. Aku menapakkan kaki keluar dari apartemen super megah itu, merasakan udara malam yang dingin menusuk hingga ketulang. Angin malam menyibak rambut hingga membuatnya menjadi tak beraturan.

Aku berjalan menyusuri pinggiran jalan raya kota seoul. "JiRa-ah!!!" Seorang namja seumuran Kris berteriak histeris lalu menghampiriku. "Kajja ikut denganku" Dia menarik tanganku, aku tak mengenal orang ini. "Shirro!" Aku menghentakkan tanganku hingga lepas dari genggamannya "Kau harus ikut!" Paksanya. Dia pasti sasaeng fans. Aku melarikan diri dari sasaeng fans itu, dia mengejarku. Aku berlari sekuat tenaga hingga meninggalkannya dengan jarak cukup jauh, aku bersembunyi dekat lorong sepi yang diapit antara dua gedung. 

GREEEP! Seseorang membungkam mulutku. "Ssstt! Ini aku, Kris" Sasaeng fans itu berlari melewati kami. Kris melepas jacketnya dan memakaikannya ketubuhku, dia merangkulku dan berjalan keluar dengan hati-hati. Sesekali aku mencuri pandang ke wajahnya, wajahnya terlihat sedang waspada dan sesekali menunduk saat ada orang lewat. 

Kami sampai diapartemen dan menaiki lift, dia tak melepas rangkulannya. Seakan-akan dia takut aku akan kabur. Dia terus menuntunku hingga masuk dalam apartemenku. "JiRa-ah~!! Kau buat aku khawatir saja" Baeji memelukku dan membawaku duduk disofa, dia langsung berhambur pergi kedapur. Kris sit next to me "Kenapa kau lakukan itu?" Aku memutar kepalaku untuk melihatnya. "Percuma aku jelaskan, kau tak akan mengerti" jawabku dingin dan datar. Jauh dalam hatiku, aku ingin sekali menangis. Tapi tak mungkin aku menangis dihadapan orang, aku tak mau terlihat lemah.

"Minumlah~" Baeji menyuguhkanku secangir teh hangat. Aku meneguk sedikit teh itu "Mianhae aku menyusahkanmu, Kris sunbae~" Aku menundukkan kepala tanda menyesal "Gwaenchana~" jawabnya singkat. "Tadinya aku ingin membicarakan konsep album barunya JiRa, tapi..." , "Ah... A-aniya~ lanjutkan saja. Jangan batalkan" Aku memotong pembicaraan Baeji. Mereka menatapku dengan tatapan tak mengerti "Eh... Aku rasa tadi aku kemasukkan setan (?)" tambahku ngawur. Baeji menelengkan kepalanya, Kris melepas kekeh kecil dengan suara beratnya. "Lanjutkan saja Baeji-ssi" Pinta Kris. 

Baeji menerangkan konsep yang sudah dipilih untuk album baruku nanti, dia tampak sangat profesional. Tak heran dia menjadi manager, mungkin berkat dia aku menjadi terkenal. "Konsep ini dipilih oleh JiRa sendiri, lirik lagunya juga dibuat oleh JiRa yang dibantu oleh composer terkenal. Ide-idenya didukung karena unsur keunikan yang dipilih JiRa" Aku melongok seperti orang bodoh, barusan yang dikatakan Baeji tak bisa aku percaya. Aku? Membuat lirik lagu dan konsepnya juga? 'Daebak!!!' Pekikku dalam hati. Kris memandangku dengan tatapan takjub. "Boleh aku lihat lirik lagunya?" Baeji memberikan secarik kertas yang berisi lirik lagu "Lost in beautiful dream... Interesting! Aku akan menulis part Rap-nya"

~ TO BE CONTINUE ~

Hahaha :D author seneng bisa nulis lagi!! xD I hope you enjoying to read my FF~ Don't dare to copy this FF without credit! Comment please ><v

Minggu, 25 November 2012

[Fan Fiction / part 10] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin, Luhan from EXO-M and Tao from EXO-M.
Part : 10
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Kris Wu

Aku berjalan menaiki tangga ke dalam kabin pesawat dan menduduki seat sesuai nomor. "Good bye, Taiwan~ Good bye Kris, Good bye Rainie, Good bye daddy, Good bye Ayi and Kris Husky~" pesawatku akhirnya terbang meninggalkan airport.

 = = = = = = = = = = 

Sampai di Korea, aku disambut hangat oleh Chanyeol, Mason dan teman-teman basketku. "Michelle, aku minta maaf~ A-aku..." Aku langsung memeluk Chanyeol "Aniya~ Kau tak perlu minta maaf. Aku malah berterima kasih padamu, aku sangat ingin pulang sebenarnya ^^ " , "Jinjja?" Aku mengangguk.

Aku kembali lagi bersekolah di Seoul. Keadaan jauh lebih baik, bully tetap saja ada. Tapi aku bisa mengatasinya. Aku tetap aktif bermain basket, tetap bergaya tomboy. Umma tidak lagi mengekangku. Itu membuat aku senang sekali. Aku tak tahu bagaimana kabar Kris dan yang lain di taiwan. Aku merindukan mereka.

2 years later...
"Umma~ Aku mau kuliah di canada. Bolehkan?" Aku membujuk umma. "Aish! Iya, kau boleh kuliah di canada" , "Yes yes! Muchas gracias, mommy!" Aku memeluk umma erat. Berarti lusa aku harus sudah berangkat, untuk melihat-lihat kampus. Aku sibuk berkemas-kemas pakaianku.

- - - - - - - - -

"Bye bye~ umma, appa, Mason!" Aku melambaikan tangan sebelum masuk kedalam ruang tunggu badara. Aku langsung check in dan naik ke pesawat. Perjalanan mungkin akan lama.

Few hours later...
Pesawat yang kutumpangi hendak landing. Aku melihat suasana Canada dari atas langit. Terlihat seperti miniatur yang tersusun rapi. 'Welcome to Canada, Michelle~' gumamku dalam hati. Setelah landing, aku menunggu koperku yang masuk bagasi. Aku langsung mengunjungi Unibersity of Canada. 

"Woow!" Takjubku saat melihat ebtapa megahnya kampus ini. Aku masuk kedalam kampus Canada ini. Mengatur registrasi pendaftaran setelah itu berkeliling melihat-lihat isi kampus. Tiba di taman kampus. GUUK! GUUKK!! Aku mendengar gonggongan anjing, aku memutar tubuhku dan melihat seekor anjing besar berlari kearaku. "Oh no no no! Huaaah!!" Aku hendak berlari, namun anjing itu sudah meloncat dan mendapatkanku. Aku jatuh dan mendarat diatas rumput, anjing itu menjilat-jilat pipiku "Stop it big buddy~!!" Aku mendorong perlahan anjing itu "Ah! I'm so sorry~ Kris! Let her now..." Anjing itu melepaskanku. Majikannya membantuku berdiri, aku sibuk mengelap pipiku yang terkena liur anjing itu.

"I'm so sorry" , "Thats okay" Aku melihat wajah majikan anjing itu "K-kris...?" , "Michelle??" Kami mematung untuk beberapa saat. Aku tak percaya, aku bejumpa lagi dengan Kris. Tak banyak hal yang berubah darinya, dia makin tampan dengan rambut blonde nya. Aku melihat anjingnya, bukankah tadi dia memanggil anjing ini KRIS? "Ini Kris Husky?" Tanyaku sambil berjongkok melihat Husky. "Ne" , "Aigooo! Kris! It's me... Michelle! You remember me?" Aku mengelus dan memeluk Husky. "I miss you so much" Aku bercengkrama dengan Husky. "Kris, a-aku duluan. Aku harus mencari apartemen sebelum malam" Aku langsung menggeret koper dan pergi "Tunggu!" Kris menahan tanganku.

'Dia memegang tanganku?? God, aku sangat merindukannya. Aku ingin sekali memeluknya' batinku "Bermainlah dulu ke apartemen ku bersama Husky" Pintanya "Okay" Dia membawakan koperku dan aku memegang Husky. Kami menuju parkiran, dia memencet remote kunci mobilnya and 'Holly cow!' Batinku. Mulutku ternganga lebar. K-kris membawa ferarri sport berwarna hitam mulus. "Ayo masuk" Dia membukakan pintu mobil untukku. "A-ah... Iya" Denagn langkah kikuk aku masuk ke mobil ferarri sportnya. 

Aku berpikir, dari mana dia bisa mendapatkan mobil mewah ini? Terus kenapa dia ada di canada juga? Kenapa Husky bisa bersamanya? Ah! Begitu banyak pertanyaan bermain di otakku, membuat kau tak sadar bahwa Kris sudah keluar dan membukakan pintu untukku. "Michelle, kita sudah sampai" Aku melenyapkan lamunan dalam sekali pejam. 'Holly shit!' Okay, aku benar-benar terperangah melihat semua ini. Cukup dari mobil ferarri sport, sekarang apartemen mewah?! Aku berjalan mengekorinya sambil memegang Husky. Apartemen dengan aksen eropa, terlihat elit dan megah. 

"Masuklah~" Kris mempersilahkan aku masuk duluan ke apartemennya. Aku masuk dengan muka super udik yang tercengang melihat kesana-kemari. Apatemen ini mewah sekali, ada 2 kamar, ruang tamu, ruang tengah dan dapur. Semuanya berwarna cream berpadu dengan putih dan coklat muda. Terlihat clasik! Kris duduk di ruang tengah dan membawakan minuman "Duduklah" Aku duduk, melepskan rantau Husky dan membiarkannya pergi. Aku menatap muka Kris dengan tatapan kosong. "Kau kenapa?" Tanya Kris heran 

"Kau bisa mnedapatakan semua ini karena kau anak konglomerat atau kau bekerja dengan tante-tante?" Tanyaku dengan polos "Yah! Kau ini tidak berubah-berubah! Apa maksudmu aku bekerja dengan tante-tante? Tentu saja tidak, semua fasilitas ini pemberian orang tuaku" , "Ehehe! Aku kan tidak tahu... Dimana orang tuamu? Lalu kenapa Husky bersamamu?" Aku meminum air yang disediakan Kris "Papa di cina dan mama di canada, mereka sudah bercerai setahun yang lalu. Aku memilih untuk ikut mama dan pulang ke kampung halaman ku di sini. Husky? Aku mengadopsinya" , "Maaf aku menanyakan hal itu~  Kau lahir disini?" , "Thats okay~ Iya, aku lahir disini..." Percakapan kami selesai. Kami berdiam diri selama beberapa menit, i feel awkward! Aku tak berani mengangkat bicara duluan. Karena aku tak tahu harus berkata apa.

"Kau sudah banyak berubah. Rambutmu sudah panjang, tapi... Kenapa mohawk samping? ==' " , "Jinjja? Ehehe... Aku korban model G-DRAGON!" Dengan bangga aku menyibak rambut panjangku. "Aku tarik kata-kataku, kau sama sekali tak berubah! Hanya penampilan saja" , "Kau juga sama saja! -_- " Dia beringsut duduk mendekatiku, refleks aku berpindah sedikit. "Michelle, a-aku minta maaf tentang kejadian 2 tahun yang lalu. Rainie membuktikan kau tidak menampar Yue. Aku mengejarmu ke bandara saat itu" Dia menundukkan mukanya, aku menepuk punggungnya pelan "Gwaenchanayo~ itu sudah lama sekali. Bahkan aku hampir saja lupa kejadian itu ^^ "

GREEEP! Kris memelukku erat. 2 tahun aku kehilangan pelukan hangat darinya. Aku membalas pelukannya "Wo xiangnian ni (i miss you)" Suara bass nya terdengar sedikit parau "Wo ye xiang ni (i miss you too)" Dia melepas pelukan dan melihat kedua manik mataku "Sudah lama sekali kau ingin mengatakan ini padamu..." Aku hanya menunggunya untuk melanjutkan kata-katanya yang gantung "Would you be mine?" Kris menatapku dengan penuh harapan. 'Apa aku tidak salah dengar? Dia menyatakan cintanya padaku?' Aku mengangguk pelan. Perlahan senyumnya mulai merekah dibibir "Thank you! Thank you! Thank you so much~" Kris memelukku seperti anak 5 tahun memeluk ibunya. 

"Excuse me babe~ Thats one thing i want to do for long time!" Alisku bertaut senyiratkan tanya tanya. CHU~!! Bibir Kris menyentuh dengan bibirku. Dia memejamkan matanya, mataku masih memandang lekat kedua kelopak matanya. Seems he really enjoy it. Tangannya menarik tubuhku mendekat dengannya dan tetap memeluk pinggangku. Jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Lama kelamaan ciumannya menjadi sedikit ganas. Aku memejamkan mataku dengan erat. Dia melumat bibirku dengan sedikit kasar. Lidahnya menyelip masuk kedalam mulutku dan menjelajahi setiap rongga mulutku. Nafasku memburu, aku hampir tak bisa bernafas. Aku mengerang saat Kris mengigit bibirku. "K-kris..." Aku mencoba melepaskan ciuman. "Shenme?" Kris menarik bibirnya dan menjilat bibirku. Rasanya aku mau pingsan saja! 

"You are bad kisser! Don't dare to kiss me again >< " Alasan bodoh macam apa itu? Sebenarnya aku hanya tak pandai membalas ciumannya. Aku tak berpengalaman dalam hal seperti ini. "Ah jinjja? Give me a chance then~ ;) " , "A-ani ani... Ehmmp!" Kris mendaratkan bibirnya lagi dibibirku. Well, this kiss taste so sweet~ Cuz i kissed a guy who i love. Now, i got ma 1st love. I will never let him go, never...


~ THE END ~

Finally, selesai juga FF ini xD genap 10 FFnya kelar! Btw, author nyelesaiin FF ni ampe tengah malem loh -_- mangkannya banyak typo. Ada sedikit perubahan ending cerita. Sangking ngantuk jadi ga nyambung endingnya, author uda rubah sedikit ^^v maaf atas kesalahan teknis [?]  Author harap reader semua suka FF ini. Btw, jangan baca aja dong! Komen gitu, follow gitu T___T kan kesian author ngobrol sendiri kaya orgil [?] Author ada ide baru nih, lanjut FF ini atau ga ya? -_-? Ga usah aja deh :P #KABUR! See y'all in new FF ^^ Gamshamnida~~~ (_ _) 

[ WARNING ! DO NOT TAKE THIS FF WITHOUT CREDIT ! THANK YOU ]

Sabtu, 24 November 2012

[Fan Fiction / part 9] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin, Luhan from EXO-M and Tao from EXO-M.
Part : 9
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Kris Wu
 Cr : Wufun

"Aku takut kegelapan karna aku takut tidak bisa melihat apa-apa. Bagaimana jika aku jadi buta? Itu menyeramkan!" Jelasnya "Aku ngerti. Kau hanya terlalu banyak berpikiran negatif saja. Ya sudah, aku mau balik ke kamarku" , "Andwe~ Aku masih takut" , "Haa! Tidak ada alasan!" Aku pergi keluar dari kamarnya. "Yaaah~~!!!" Pekiknya. 


= = = = = = = = = =

Sekarang hari senin, hari pertama masuk sekolah setelah liburan musim dingin. Aku masih bekerja, tapi hanya sabtu minggu, untungnya Ayi masih mengizinkan aku tetap bekerja di tokonya. Dia tidak kesulitan lagi sekarang, karena dia punya karyawan baru. Minggu turnamen basket akan dimulai. Aku rasa itu cepat sekali! Kami berlatih hari ini, besok hanya berkumpul untuk menyusun strategi baru, setelah itu kami tidak latihan untuk mengumpul tenaga. Setelah selesai kami bubar "Michelle" Kris memanggilku. "Ne?" , "You, stay!" Perintahnya "Apa lagi?" Aku memutar bola mata dan menghembus nafas. "Take a sit" Aku kembali duduk "Kau tahu aturan perempuan tidak boleh bermain basket di club basket laki-laki?" Aku tak menjawabnya, aku hanya menatap lantai. Aku tahu apa yang akan dia katakan "Aku mau kau duduk di kursi cadangan saja" , "I know you'll say that!" Aku berlari pergi dan masuk ke kamarku.

Aku kesal! Kenapa selalu saja hal gender menjadi masalah! Aku ingin sekali bermain basket di turnamen nanti bersama mereka. Tapi, kenapa aku harus duduk di bangku cadangan saja? Apa gunanya aku latihan selama ini? Toh juga tidak ada yang tahu kalau aku ini perempuan. Selama mereka tak mengetahui itu, semuanya akan baik-baik saja. Handphoneku berdering, 'Kris Babe calling' aku mengabaikan telepon darinya. Dia tak pantang menyerah, sudah belasan kali dia menelponku "Shut fucking up!" Aku pergi keluar tanpa membawa handphone.

Aku mencoba menghibur diri sendiri dengan berjalan-jalan keliling sekolah. BRUUUK! Aku tersandung, seseorang mentackle kakiku. Mataku menangkap sepasang kaki perempuan berdiri tepat didepan kepalaku, aku mendongak keatas dan berdiri. 'Yue!' Batinku "Sakit?" Aku menggeleng sambil membersihkan bajuku. PLAAAK!!! Dia menampar pipi kiriku dengan keras. Rasanya sakit itu berbuah menjadi tanda merah yang telihat kontras di kulit putih pipiku. "Bagaimana sekarang? Sakit bukan? Itu yang kurasakan saat Kris memutuskanku!" , "Like i care~" Jawabku enteng. PLAAAK!!! Dia menamparku lagi dipipi kananku. Emosiku sudah hampir diubun-ubun kepala. "Aku tahu Kris memutuskanku karena kau! Kau merebutnya dariku! You just daughter of bitch, you're not good for him! You're bitch!" 

Dia baru saja memakiku dan juga umma. Don't ever talk about my mom or i might to kill you! "Fuck no! You're the fuckin' mom of fucking bitch! Better go back to fuckin' hell!" Aku menamparnya dua kali seperti yang dia lakukan padaku. Dia terjatuh karena kehilangan keseimbangan saat ku tampar "MICHELLE!" Kris meneriakkan namaku dan berlari kearah Yue "What the fuck are you doing huh? Aku tak menyangka kau seperti itu" Dia menatapku dengan benci, Yue beracting dengan air mata palsunya. Aku tak bisa berkata apa-apa, aku lari menjauhi mereka. Aku berlari keluar sekolah menuju Toko shop pet Ayi. Cukup jauh, tapi aku sampai juga dengan berlari. 

Aku berhenti tepat di depan toko Ayi. Nafasku tersengal, air mataku terus turun. Aku masuk kedalam toko "Ayi, bole aku pinjam Kris?" Ayi menatapku aneh "Boleh~" Tentu saja dia menatapku seperti itu, karena aku seperti orang gila sekarang. Aku mengambil Kris Husky merantainya "Xie xie, ayi... Besok aku akan kembalikan Kris" Aku langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Ayi. Aku berjalan bersama Kris puppy. Kami pergi ketaman, ku rantai Kris puppy didekat tempat duduk. Aku duduk di tanah sambil bermain dengannya "Kris? Aku mulai membenci namanya. Untuk sementara ku panggil kau Husky saja" otakku terus memutar kejadian itu, wajahnya yang menatapku benci. Air mataku mulai merebak dan jatuh lagi, isak tangis ku menjadi-jadi. Hati merasakan sakit, sakit sekali. Inilah air mata pertama yang jatuh untuk seorang Kris Wu.

Aku dan Husky pulang ke asrama jam 10.00PM.
Sampai di kamar, aku mengunci pintu dan melepas rantai Husky. "Jangan nakal! Dan jangan buang air sembarangan. Okay? Aku mandi dulu~" Aku memberikan semangkuk sereal ke Husky dan mandi. Setelah mandi, aku mengemas buku, pakaian untuk besok, mengerjakan PR lalu tidur bersama Husky. 

__Michelle POV end__

__Park Chanyeol POV__

"Hey! Hey! Bukankah itu orang tua Michelle!!" Pekik salah satu murid. Dengan cepat aku langsung berlari keluar kleas dan melihat orang tua Michelle menuju ruang kepala sekolah. 6 bulan yang lalu saat Michelle kabur mereka kemari, sekarang? Untuk apa lagi kemari? Banyak pertanyaan yang melayang diotakku. Aku penasaran. 

"Panggilan untuk Park Chanyeol, harap ke ruang kepala sekolah sekarang" Hah? K-kenapa aku? Aku pergi ke ruang kepala sekolah.

TOOK TOOK TOOK!!! Ku ketuk pintu ruangan kepala sekola "Masuk" Aku pun masuk. Mataku membulat karena kaget melihat kedua orang tua Michelle masih disini. Aku kira mereka sudah pergi! Di tambah lagi, disana ada guru psikolog. Apa-apaan ini? "Duduklah Chanyeol-ssi" Perintah kepala sekolah. Aku duduk di kursi kosong yang tersedia. "Kau tahu kemana Michelle?" Petanyaan dari guru psikolog itu membuat jantungku berdetak. Aku diintrogasi! Buliran kelingat mulai keluar dai kuitku "A-ani... Aku tidak tahu" , "Apa kau yakin? Apa yang dia katakan saat terakhir kali kalian berjumpa?" , "D-dia hanya bilang, dia lelah hidup dikekang. Dia ingin kabur dari rumah" , "Hanya itu?" Aku mengangguk kaku. 

"Chanyeol-ssi, jabat tanganku" Pinta guru psikolog. Aku menjabat tangannya dengan sedikit bergetar. Dia mengangguk ke arah kepala sekolah "Kami tahu kau berbohong Chanyeol-ssi... Tolong jawab sejujur-jujurnya. Bantulah orang tua Michelle" Aku melirik orang tua Michelle yang memandangku dengan harapan. Aku tetap bertahan walaupun harus berbohong. Mereka terus menekanku, "Chanyeol-ssi, jangan buat kami menggeledah barang privasimu" , "A-andwae! Baiklah, akan ku katakan. Michelle berada di taiwan sekarang, dia sekolah di Chinese national high school" Aku menghembus nafas. Aku merasa bersalah kepada Michelle, karena tidak bisa menjaga rahasia. "Apa?! Sejauh itu? Dia serius untuk kabur sampai sejauh itu?" Orang tua Michelle tanpak begitu shock. 

"Gamshamnida~" Orang tua Michelle berterima kasih padaku. Paboya! Umpatku dalam hati. Sekarang, apa yang harus ku lakukan? Aku harus menghubungi Michelle. Aku langsung ke lab komputer dan mengecheck e-mail. Dia tidak online! "Arrggh!"Dengan cepat dan lihai aku mengetik. Aku memberitahu kejadian tadi padanya lewat e-mail. Semoga saja dia cepat membaca e-mailku. 'Maafkan aku, Michelle~' 

__Park Chanyeol POV end__

__Michelle's Mom POV__

"Akhirnya, kita akan menemukan Michelle" Aku menangis haru. Aku harap sahabat Michelle mengatakan hal yang benar. "Besok kita berangkat ke Taiwan" , "Ne~ Aku tak menyangka anak tu betul-betul berniat kabur. Aku akui dia anak yang pemberani, bagaimana bisa dia kabur sampai ke taiwan?" jawab appa. 

__Michelle's Mom POV end__
__Michelle Moon POV__

GUUK GUUK!!! Gonggongan Husky membuat aku terbangun. Aku membuka mata perlahan "Hey! Good morning buddy~ Hows your sleep huh?" Aku menggendongnya dan menciumnya. "Aku harus siap-siap, setelah itu ku antar kau pulang" setelah selesai mandi dan bersiap-siap, aku menghabiskan serela bersama Husky lalu pergi keluar bersama. "Astaga! Anjing mu lucu sekali" Sebagian siswa mengerumni aku dan Husky. "M-maaf~ Aku harus mengantar Husky pulang. Dia bukan anjingku" perlahan mereka menyungkir dan memberi aku jalan. Aku mengentar Husky pulang. Setelah itu kembali kesekolah.

Saat aku masuk kekelas, semua mata memandangku dengan tajam. Aku tak berani melihat mereka "Merasa sudah hebat sekarang?" Tanya seorang siswa. Aku tak mengerti dengan pertanyaannya, dia mencampak majalah sekolah. Di situ tertulis 'Michelle Moon menampar Chen Yue hingga terjatuh!' Aku hanya membuka majalah itu. Photo-photo itu jelas terlihat aku sedang menampar Yue, tapi... Mereka tak melihat saat Yue menamparku. Ini jebakan! "Kau ini keji sekali, beraninya menampar seorang perempuan!" , "Ini semua tidak benar!" Bentakku. "Jadi siapa orang itu? Hantu?" Semua siswa mulai memojokkanku. Aku hanya bisa mundur. Mereka mulai mencomoohku, sampai-sampai menolakku hingga terhentak didinding, aku melihat Kris tengah duduk diam memerhatikan ku. Dia sama sekali tak bergerak untuk membantuku.

Itu membuat aku sakit sekali. Aku menerobos kerumunan dan berlari keluar kelas. Hari ini tanpaknya aku akan bolos sekolah. Aku duduk ditaman sekolah seorang diri. Sekarang keadaan jauh lebih buruk, dan lihatlah betapa menyedihkannya aku. Aku tak punya siapa lagi disini, Rainie mungkin saja sudah membenciku. Begitu juga dengan Kris, dia sudah membenciku. Air mataku turun tanpa ditahan, aku rasanya ingin pulang saja ke Korea. Aku berjalan kembali ke kamar, hanya disana lah tenpat yang aman. Aku melihat pintu kamarku di cat dengan tulisan 'KEJI!' Aku hanya mengabaikannya dan masuk kedalam kamar.

__Michelle Moon POV end__

__Mr. Lay POV__

Majalah ini sungguh mengejutkanku, aku tak percaya Michelle tega melakukan itu pada Yue. Hal penting yang harus diketahui, jangan percaya begitu saja pada surat kabar. Pasti ada permainan kotor dibalik ini semua. TOOK TOOK TOOK!!! "Masuk~" Aku memberi izin masuk pada orng yang mengetuk pintu ruanganku. Sepasang suami istri masuk kedalam ruanganku "Excuse me Sir, we are Michelle Moon's parent. She's school in here?" Tanya wanita yang berparas western yang sedikit mirip seperti Michelle. Aku rasa ada yang tidak beres, apakah dia baru saja bertanya anaknya bersekolah disini? "Yes, she schooling in here. Take a sit, please~" 

Pasangan itu duduk dan mulai angkat bicara, mereka menceritakan semua hal tentang Michelle dan tentang kaburnya Michelle dari rumah. Aku kaget mendengar cerita dari orang tua Michelle. Michelle terlalu nekat melakukan hal seperti itu, dia masih muda. Aku langsung menyuruh guru untuk memanggil Michelle kemari.

__Mr. Lay POV end__

__Michelle Moon POV__

Aku tertidur karena lelah menangis. Selang beberapa jam kemudian, aku terbangun karena seseorang mengetuk pintu kamarku. "Michelle" Suara berat seperti laki-laki separuh baya. Aku membuka pintu dan melihat seorang guru laki-laki tengah berdiri di depan pintu. "Mr. Lay memanggilmu ke ruangannya. Ayo cepat ke ruangannya." , "Hao~" Aku pergi menuju ruang Mr. Lay. 

Ku ketuk pintu ruangannya "Come in" Aku masuk kedalam ruangan Mr. Lay "Astaga! Michelle~" Suara umma! Yah! Aku melihat umma dan appa berdiri tegak di hadapanku. Umma berlari kearahku dan memelukku erat. "Maafkan umma, sayang... Tolong, jangan lakukan hal seperti ini lagi. Umma sangat menyayangimu" Aku masih tak percaya, apa umma dan appa benar-benar disini? "U-umma??" , "Iya sayang~" Tangisku pecah dan menjadi-jadi saat appa ikut memelukku. Aku membalas pelukkan mereka. 

"Apa kau mau pulang, sayang?" Umma bertanya padaku. Huh? Like seriously? She asking me? "Tentu aku mau pulang ^^ " Aku melihat umma sangat senang atas jawabanku. "Aku akan beres-beres, umma dan appa tunggu saja aku di airport" Mereka mengagguk dan pamit duluan kepada Mr. Lay. Aku masih berada dalam ruangan Mr. Lay "Kau gadis kecil yang nekat..." Kata Mr. Lay "Maaf daddy, a-aku..." , "Sudahlah Michie, daddy mengerti. Ada satu hal yang inginku tanyakan padamu" Mr. Lay memotong pembicaraanku "Apa itu?" , "Bisa kau jelaskan ini?" Mr. Lay memberikan majalah tentang aku menampar Yue "Itu semua bohong. Dia yang datang padaku, memakiku dan ibuku, menamparku dua kali. Aku benci jika seseorang menghina ibuku, aku balas menamparnya. Daddy, jika kau tidak percaya. Kau bisa drop out aku, aku juga ingin pulang ke Korea"

"Tentu saja aku percaya padamu, Michie~ Kau yakin mau pulang ke Korea?" Aku mengagguk mantap "Baiklah kalau begitu. Daddy akan sangat merindukanmu, sayang" , "Aku juga ^^ terima kasih atas semuanya, daddy! Daddy, wo ai ni~~ Ahaha" , "Wo ye ai ni, Michie" Aku memberinya pelukan terima kasih dan juga selamat tinggal. Aku kembali ke kamarku dan mengemas semua pakaian dan barang-barangku ke dalam koper. Aku akan memakai pakaian yang umma belikan untukku.



Aku rasa, aku tidak butuh berpamitan dengan Kris dan Rainie. Mereka membenciku. Aku keluar dari kamar sambil menyeret koperku. Semua anak tercengang melihatku, mereka berbisik-bisik. "Apakah itu Michelle? Dia perempuan??" Aku menghentikan langkah ku dan berkata "Yes, I am a girl. Y'all just never ask my gender right? When you all ever give me a chance to tell that i am a girl" Jelasku dan kembali berjalan keluar sekolah. Aku menaiki taxi menuju airport.


__Michelle Moon POV__


__Kris Wu POV__


"ASTAGA! Michelle benar-benar membuat sensasi disekolah ini! Belum selesai dengan kasus dia menampar Yue. Gilanya! Ternyata dia adalah seorang perempuan! Aku melihatnya tadi mengenakan dress cream dengan high heels yang senada. Aku akui dia terlihat cantik" Aku hanya mendengarkan siswi-siswi sedang bergosip "Kau melihatnya dimana?" Tanyaku pada siswi itu "Tadi, saat dia keluar dari kamarnya. Dia sepertinya keluar dari sekolah ini, aku melihatnya membawa koper besar" Aku langsung berlari menuju ruangan Mr. Lay "Kemana dia?" Aku masuk kedalam ruangan Mr. Lay tanpa mengetuk atau basa-basi "Mana sopan santunmu, Mr. Wu?" Aku membungkuk "Maaf Mr. Lay" , "Dia akan pulang ke Korea, orang tuanya menjemputnya kemari" , "Xie xie" Aku akan mengejarnya.


Sesampai di bandara, aku mengecheck penerbangan online. Pesawat ke korea akan terbang beberapa menit lagi. Aku tidak bisa masuk! "Michelle!!!" Pekikku dari luar seperti orang gila. Aku tak peduli orang mau berkata apa. Aku terus meneriakkan namanya.


__Kris Wu POV end__


__Michelle Moon POV__


Aku sudah sampai dibandara, aku melihat umma dan appa sedang menungguku. "Umma~ Appa~" Aku melambaikan tangan kearah mereka, mereka menghampiriku dan appa membawakan koperku. "Kau terlihat cantik, sayang~" Kami masuk kedalam. 


Saat aku sedang check in. Aku merasa seseorang memanggil namaku, aku diam sejenak untuk mendengar suara itu. "Sayang" Umma menyadarkanku, aku langsung memberikan tiketku pada petugas. Aku masih penasaran, rasanya berat untuk pergi. 


Aku berjalan menaiki tangga ke dalam kabin pesawat dan menduduki seat sesuai nomor. "Good bye, Taiwan~ Good bye Kris, Good bye Rainie, Good bye daddy, Good bye Ayi and Kris Husky~" pesawatku akhirnya terbang meninggalkan airport.


~ TO BE CONTINUE ~

Hiks hiks... TT____TT Sedih ya? #ga tuh [?] Readers yang berbahagia, part 10 final dari FF ini T^T author sedih musti namatin FF ni [?] ditunggu lagi ya, the last part nya ;A;