Sabtu, 24 November 2012

[Fan Fiction / part 8] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin, Luhan from EXO-M and Tao from EXO-M.
Part : 8
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Tao

19.00PM...
Aku sudah menjemput Yue dirumahnya "Hey baby~" Sapanya sambil berlari kearahku. "Kiss me" Pinta Yue "Ayo kita pergi" , "Kiss me first!" Dia mulai menghentakkan kakinya dan merengek dengan suara imut yang terlalu dibuat-buat. "Mau jalan atau tidak? Kalau tidak dengan senang hati aku pulang." jawabku ketus, dia hanya mencebikkan bibirnya dan menggandeng lenganku. Kami berjalan-jalan, dinner dan pulang. Aku mengantarnya pulang, "Yue, ada yang ingin ku bicarakan" , "Apa itu?"

= = = = = = = = = =

"It's over, it's too far. I wont hurt you for anylonger. Thank for all thing you give to me, i hope you find a better one than me" Jelasku. Matanya mulai berlinangan cairan bening. Sungguh! Aku tak sanggup melihat perempuan menangis. "You just hurt me if you break me up. Please, stay beside me. Although we're just pretending. Thats make me happy! Please Kris!" Yue mengemis dengan deraian air mata yang tumpah dari pelupuk mata. "I-i'm sorry Yue, i can't" Aku meninggalkannya pergi dengan keadaan terpuruk. 'Maafkan aku Yue~' Batinku. "Kriiiis!!!" Pekiknya disela tangis. Itu membuat aku pilu, aku merasa seperti laki-laki yang sangat kejam didunia.

__Kris Wu POV end__

__Michelle Moon POV__

Mataku sudah berat, mungkin sebentar lagi aku akan terlelap. Aku sudah terkapar di atas kasur dengan badan tertutup selimut tebal. Tiba-tiba, TOOK TOOK TOOK! "Hee?" Siapa yang mengetok pintu malam-malam begini? Aku berjalan kearah pintu dan membukanya dengan perlahan "Ah! Kris... Ada apa?" Aku membuka lebar pintu kamar. GREEEP! Kris tiba-tiba saja memelukku dengan erat. "Y-yah! W-wae?" Kris bungkam dan membenamkan wajahnya dibahuku. Sepertinya dia sedang ada masalah, aku mencoba untuk menenangkannya. Tanganku menepuk punggungnya dengan pelan, 'Ah! Kau bodoh sekali, Michelle!' umpatku dalam hati. Aku terlalu kikuk! Aku tak pernah memeluk laki-laki sebelumnya -_- kecuali appa dan Mason. 

Sudah lima menit kami berposisi seperti ini... Rasanya pegal harus berposisi seperti ini terus. Kepalaku cape harus mendongak. Aku membalas pelukkannya "Kris, apa kau tidak cape seperti ini terus?" Dia menggeleng "Justru sebaliknya" Dia melepas pelukkannya dan menatapku dengan tatapan teduh "Gomawo" Katanya "Kau kenapa?" , "Aku memutuskan Yue, aku merasa sangat kejam padanya" , "Kau melakukan hal yang benar... Jangan sedih ^^ Aku yakin Yue akan menyadari itu. Sekarang kembalilah ke kamarmu dan tidur" , "Shi :) Sekali lagi terima kasih" , "Sama-sama" 

Entah kenapa aku senang mendengar Kris putus dengan Yue. "IHH!" Aku menggaruk kepala. Aku ini jahat sekali! Bahagia diatas penderitaan orang >< aish!! Daripada aku memikirkan hal yang tak penting, lebih baik aku tidur. Besok aku sudah mengatur rencana untuk main ke rumah Rainie :D

Keesokan harinya...
Aku baru saja melangkah keluar dari kamarku, Kris sudah berdiri tegak didepan pintu kamarku. "Aish! Apa yang kau lakukan disini?" , "Menunggumu keluar~" Senyumnya cukup membuatku terhipnotis untuk beberapa dekit. Okay, melihat senyum Kris dipagi hari seperti suatu energi spesial yang mengisi tabung semangat lebih dari sarapan [?] "Kau mau kemana?" , "Come on Kris! I'm nobody to you. Why you caring about me?" Tiba-tiba wajanya berubah, aku melenyapkan senyumnya. God! Apa yang baru saja ku katakan?! "Ya, aku tau itu" Dia menunduk sedih "A-aku tidak bermaksud... Ah! Maaf..." , "But, one day i'll make you to be someone for me" Dengan semangat dia mengatakan hal itu.

Anak ini tak bisa ditebak! "Aku mau kerumah Rainie" , "Boleh aku ikut? Please~" Kris memasang muka memelas seperti puppy. "Okay okay, you can come with me" Kris hanya terkekeh. 

Dalam bus...
Aku duduk didekat jendela sambil melihat-lihat pemandangan sepanjang jalan "Apa itu?" Kris melihat kearah kertas-kertas gambaran yang ku rapikan menjadi satu. "Cuma gambaran biasa" , "Aku mau lihat" Kris merampasnya dari tanganku "Yah!" Pekiku. Dia melihat lembar-demi lembar gambaran itu. "Kau punya bakat menggambar... Bukankah ini Rainie?" , "Ne" , "Huaah! Kau bisa mengambar versi manga. Cool!" Tiba di gambar keluargaku. "Ini orang tuamu?" , "Iya, dan itu adikku" mataku menatap kosong gambaran itu "Kau merindukan mereka?" , "Sangat" Kris hanya mengelus kepalaku dan tersenyum. "Jangat lihat yang ini!" Aku merebut kembali gambaranku. 

"Wae?? Aku belum selesai melihat semuanya, jangan pelit! Berikan padaku!" , "Tidak!" , "itu Disney Land!" Pekik Kris "Mana mana?" Aku menoleh keluar jendela, Kris merampas balik gambaranku "Tertipu! :P " Dia membuka cepat ke lembar terakhir. Matanya menelaah seksama gambaran itu, "Dia terlihat seperti aku... Apa dia itu memang aku?" Godanya sambil melirik kearahku "Kau terlalu percaya diri! Itu bukan kau!" Aku merampas gambaranku dari tangannya. Karena gambaran itu, Kris menggodaku terus selama perjalannan.

- - - - - - - - - 

TING TONG!!! Jariku memencet bel rumah Rainie "Apa kau tidak salah ini rumahnya?" Tanyaku pada Kris "Aku yakin" Kat Kris mantap. Tiba-tiba pintu terbuka, "Michelle!" Pekik Rainie sambil meloncat dan memelukku "Ehem!" Kris mendehem dengan sengaja "Eh? Kris?" Rainie tanpaknya bingung "Tidak keberatan jika Kris ikut bermain kerumahmu?" Tanya ku, "A-ah! Tentu saja boleh..." Rainie menatap Kris aneh. "Apa kami boleh masuk?" Pertanyaan Kris menyadarkan Rainie yang sedari tadi menatapnya. "Oh! Iya, silahkan masuk~" Kris masuk duluan sebelum aku, anak ini bertingkah aneh lagi!

Kami ngobrol bersama, masak dan lunch bersama. Setiap kali aku berdua dengan Rainie, Kris selalu saja muncul dan ikut nimbrung. Itu aneh sekali menurutku. Sekarang dia tengah ngobrol dengan Rainie, aku hanya duduk diam di sofa sambil memerhatikan mereka. Tak lama Kris pergi ke WC. 

"Hey!" Sapa Rainie dan duduk disampingku "Hey..." balasku "Michelle, ternyata Kris anak yang asik diajak ngobrol." , "Yeah... Btw, ini untukmu" Aku memberikan gambaranku padanya "Ini cantik sekali, Xie xie~" Aku hanya tersenyum "Ada hal yang ingin ku katakan padamu... Sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan ini" , "Go ahead" Rainie menarikku ke backyard. "Aku menyukaimu... Apa kau juga?" , "Tentu saja! Kau baik, cantik, dan pintar" Dia tersenyum malu. "Mungkin aku terlalu berani, apakah kamu mau menjadi pacarku?" 'EH?!' Apa-apaan ini? Dia tak tahu kalau aku ini perempuan? "R-rainie yang... Ada sesuatu yang tak kau ketahui tentang aku" Dia hanya menatapku dengan tatapan bertanya 

"Semenjak pertama kali masuk sekolah orang-orang menganggapku sebagai laki-laki imut. Apakah kalian tidak menyadari bahwa..." Aku menggantung kata-kataku, rasanya tenggorokkan ku tercekat! Tak mampu menyelsaikan kata-kata, aku takut menyakiti Rainie, aku takut dia akan membenciku, bagaimana kalau dia akan menjauhiku? "Bahwa?" Aku menghirup nafas panjang sebelum menyambung perkataan sebelumnya "Bahwa, aku ini perempuan" Aku menatap matanya, dia tanpak tak percaya "Kau bercanda" , "Tidak, aku ini perempuan Rainie. Aku berpakaian unoform laki-laki karena aku suka dan disamping itu Mr. Lay juga mengizinkan ku untuk memakainya. Aku tak bermaksud membohongimu dan semua orang disekolah. Kalian saja yang mengira aku ini laki-laki tanpa bertanya padaku"

"Aku lelah, kau boleh pulang sekarang Michelle" , "M-maafkan aku" Rainie berjalan masuk kedalam rumah tanpa menungguku. Aku mengekornya, didalam Kris tengah duduk santai. Aku langsung menarik tangannya "Makasih atas semuanya, kami pulang" Aku membungkuk kearah Rainie dan pergi meninggalkan rumahnya bersama Kris. Aku yakin Kris pasti heran melihat tingkahku. Aku tak memberi kesempatannya untuk bertanya dan tetap berjalan sambil menarik tangannya.

Aku berhenti dan melepaskan tangan Kris "Aku mau pulang" Aku tak menoleh kearahnya "Pulang? Yang benar saja... Ini weekend, Michelle" Dia melihat jam tangannya, "Suddah sore, berarti kita akan ke pasar malam Huaxi!" , "Huh?" Sekarang dia yang menarik tanganku. 

Langit sudah gelap, kami sampai di pasar malam Huaxi. "Tempat apa ini?" tanyaku "Pasar malam dimana menjual banyak makanan lezat. Rasanya aku ingin singgah disetiap kedai. Ah! Kajja... Kita makan yang banyak! Hahaha!" Kris menarikku dan membeli beberapa makanan ringan. Kami berjalan sambil makan, setiap kali melihat makanan yang terlihat enak kami singgah untuk membelinya. Kami makan sampai kekenyangan. "Aku tak sanggup lagi! Aku sudah kekenyangan" Ku sodor sate sotong bekas kulahap setengah tadi pada Kris "Payah!" Dia melahap sate sotong dari tanganku. "Minum! Dari tadi aku belum minum" Kris mencari kedai minum, kami duduk disebuha kedai yang tak jauh dari tempat kami berdiri.

Seorang ahjussi memberikan kami segelas kecil minuman "Itu kaoliang, itu akan menghangatkanmu. Tapi..." Tanpa menunggu penjelasan Kris aku meneguk semua air itu "Yah! Apa yang kau lakukan?" Tanya Kris dengan nada tinggi "Minum" ucapku enteng dan meminum satu gelas lagi milik Kris "YAAAH!" Pekiknya "Mwoya? Kau ini berisik sekali" , "Kaoliang itu alkohol! Kau harus meminumnya sedikit demi sedikit! Kalau tidak kau akan mabuk! Kau minum 2 gelas sekaligus! Apa kau pernah minum alkohol sebelumnya?" Aku menggeleng, kepalaku sedikit berat, pandanganku sedikit mengabur. Aku menggelengkan kepalaku, aku pasti mabuk! 'Ah sial!' 

__Michelle Moon POV end__

__Kris Wu POV__

Gadis ini gila atau tak tahu apa-apa? Dia meneguk 2 gelas Kaoliang sekaligus! Itu gila! "YAAAH!" Pekikku "Mwoya? Kau ini berisik sekali" , "Kaoliang itu alkohol! Kau harus meminumnya sedikit demi sedikit! Kalau tidak kau akan mabuk! Kau minum 2 gelas sekaligus! Apa kau pernah minum alkohol sebelumnya?" Dia menggeleng, aku rasa Michelle sudah mulai teler. "Ayo kita pulang" Aku menarik tangannya, kami keluar dari pasar malam Huaxi. "Kris, kita mau kemana?" Suaranya yang lembut masuk kedalam telingaku, "Pulang, kau sudah mabuk" Dia menarik tangannya "Pulang? Yang benar saja! Ini weekend, Kris... Ayo kita ke... SITU!" Dia menunjuk salah satu club. "No!" Sebelum aku menariknya, dia sudah berlari ke club itu.

"Ah! Menyusahkan sekali! Hey! Kembali!" Aku mengejarnya, dia berlari dengan sempoyongan. Aku menangkapnya, menghentikan taxi dan pulang ke asrama "Aku tak mau pulang!" rengeknya sepanjang jalan, aku hanya mendekamnya agar tak berbuat yang aneh-aneh. 

Sesampai di asrama...
Kami turun tari taxi. "Kenapa pulang? Aku tak mau pulang! Ayo kita jalan lagi, Kris!" Dia menarik tanganku. "Sudahlah Michelle, kau itu mabuk!" , "Aku tidak mabuk..." Dia mulai berlari-lari, "Aish!" Aku mengejarnya lagi dan menangkapnya, terpaksa aku harus menyeretnya masuk. Aku menggendongnya ala bridal style. "Lepaskan aku!" Dia meronta-ronta, sampai dikamarnya. Dengan susah payah aku mencari kunci kamar Michelle. Akhirnya dapat juga, aku menggendongnya masuk kedalam kamar dan menghempasnya diatas kasur.

"Istirahat!" Perintahku. "Aku tidak mau istirahat!" Pekiknya "Jadi kau mau apa?" Aku menyerah karena tingkah Michelle yang tidak karuan karena mabuk. Dia mulai tenang dan duduk, aku duduk disisi kasurnya "Aku mau pulang ke korea. Aku kangen Mason, appa dan umma. Aku terpaksa kabur dai rumah karena umma selalu mengekangku. Tidak boleh ini-itu! Harus begini-begitu! I'm sick of that! Aku selalu dibully, karena aku blasteran. Mereka menyindirku, mengerjaiku... Sampai mengeroyokku jika aku melawan. They're bitch! I fight back, although i know i could be die. Harga diri lebih penting! Aku cape diperlakukan seperti itu terus. I wish i were a boy, aku yakin tak akan jadi seperti ini" Dia mengoceh panjang lebar.

Aku terkejut mendengar keluhannya, aku tak menyangka dia mempunyai masalah seperti ini. Suara isak tangisnya mulai keluar beriring air mata yang jatuh. "Ssttt! Dont cry~ i'm here" Aku menyeka air matanya dan menariknya kedalam pelukkanku. Beberapa menit Michelle berada dalam dekapanku, dia sudah jauh lebih tenang sekarang. "Aku ngantuk" Michelle melepaskan diri dari pelukkanku. Ah! Lihat mukanya, dia terlihat lebih polos dan lucu saat mabuk "Kau mau tidur?" Dia mengangguk "Bukakan sepatuku" Pintanya manja dan meletakkan kakinya dipangkuanku 'Ish! Antara mabuk dengan sadar tidak jauh beda. Tetap menyebalkan!' batinku. Aku membukakan sepatunya.

Setelah membuka sepatunya dia beranjak dan berdiri diatas kasur "Kau mau apa?" Tanyaku dengan was-was, aku takut dia melakukan hal gila lagi. She take off her jacket and shirt "Hey! S-stop it!" Aku memperingatinya. More worst, she take off her pants. Dia hanya menggunakan tanktop dan err... Underwaer. "Tidurlah, aku akan kembali ke kamarku" Tanpa melihatnya, aku melangkah pergi. Tangannya menggenggam pergelangan tanganku "Kris! Jangan pergi" kata-kata pintanya sangat susah untuk aku tolak. Apa yang kau lakukan padaku hingga aku tak bisa menolak permintaan mu?! "Okay okay" , "Sini~" Michelle melihat ke sisi kiri temoat tidurnya yang masih kosong. Sebelum aku naik ke atas kasur, aku sempat meliriknya. 'Tuhan! Kuatkan imanku!!' Aku menelan ludah dan naik ke atas kasur dengan ragu.

Aku hanya duduk kaku dan tak menghadapnya. Otak nakalku berkerja, jika dia mabuk. Dia pasti akan berbicara jujur "Michelle, Apa kesan pertama saat kau mengenalku?" Aku melihatnya "Kau? Kris Wu... Arrogant boy! Itu kesan pertama. Meanie! Kau kejam sekali. Kau suka menghukumku, kau jahat!" Dia memukul dadaku dengan lemah "Maaf, terus?" , "Terus... Kau tampan. Aku suka wajahmu yang serius itu, kau tinggi, kapten basket, kau benar-benar idola perempuan. Terkadang aku sedikit iritasi melihat senyummu -_- Tapi aku suka melihat bibirmu. Tidak-tidak! Aku suka semua yang ada didirimu, karena kau terlalu perfect." Hmm, dia sama saja seperti perempuan lain. Yang mengagumi ketampananku saja. Aku sedikti kecewa "But..." Michelle merangkak kearahku. Spontan aku mundur hingga mentok kedinding. 

God! Please, forgive my fault! Wajahnya mendekat ke wajahku. CHU~!! Aku bisa merasakan bibirnya yang halus menyentuh bibirku. "I really want to know your imperfect side. I though i like you, but i wont be fall in love with you before i know your imperfect side" Michelle langsung merebah kepalanya diatas dadaku dan memelukku. Otomatis bibirku tertarik membuat senyum tipis. Aku membalas pelukkannya dan membiakan dia tertidur dalam pelukkanku. Kata-katanya barusan membuat aku semakin menyukainya.

__Kris Wu POV end__

__Michelle Moon POV__

Sayup-sayup mataku mulai terbuka walaupun terasa berat. Aku mengangkat kepalaku dan memantau keadaan sekitar kamar. Mata sayu ku mencoba melotot saat melihat Kris tertidur pulas, aku baru saja menyadari bahwa aku tengah memeluknya! "EH!!" Aku menjauhkan diri dari Kris "Yah! Yah!" Aku mencoleknya dengan kaki ku "Ng?" Kris mulai membuka mata dan melihatku "Oww! Hey babe~ sleep well last night?" Dia mengacak rambut blondenya "Yes... I guess" Aku melihatnya heran "Kenapa kau tidur di kamarku? Kau sleepwalking lagi?" Kris menatapku. Dia menarik kaki ku hingga aku terlentang "Arrggh!" Kepalaku sakit. Sedikit saja guncangan membuat kepalaku seperti mau pecah. 

Kris merayap diatasku "Kau lupa kejadian semalam?" , "Hah?" , "Kau memintaku untuk menemanimu disini, diatas kasur ini" godanya. Bulu kuduk ku meremang saat melihat wajahnya yang nakal itu! "Kris! menyingkir dariku sekarang" , "As your command, babe~" Dia menyingkir dan duduk disisi kasur "Jangan bercanda, apa yang terjadi semalam?" , "Kau mabuk dan kau memintaku untuk menemanimu disini" , "Tidak ada hal buruk yang terjadi kan?" Tanyaku dengan kikuk "Wae? Kau mengharapkan sesuatu terjadi?" Dia menyungging senyum miring "Ani!! >< Keluar kau sekarang!" Aku mengcover tubuhku dengan selimut. "Okay, i am out. But, if you need me... Just call me" Kris mengedip matanya dengan genit dan keluar. 

"Twice! I'm sleep with him for twice! God, damn it!" Aku memaki sambil beringsut ke kamar mandi "Apa mau kumandikan?" Kris nongol lagi dibalik pintu kamarku "Just go out now!!! >o< " Pekikku sambil melempar sendal tidur kearahnya. Dengan cepat dia mengelak dan lari kabur. Ku kunci pintu kamar dan masuk kedalam kamar mandi.

- - - - - - - - - - 

Selama liburan aku mneghabiskan waktu dengan bekerja, latihan basket, bermain dengan Kris. Yah, aku bisa merasakan. Hubungan kami makin lama makin dekat. Malam tahun baru aku lewati dengan semua anak-anak club basket, kami hampir mabuk bersama, melakukan hal-hal yang gila. Aku senang mempunyai teman baru! 

Well, three days more school will started. Tak terasa bukan? Waktu sepertinya cepat sekali berlalu. dihitung-hitung sudah 6 bulan aku hidup di Taiwan. Aku membereskan buku-buku dan pakaian-pakaian dari sekarang, supaya tidak kerepotan nanti. Tiba-tiba saja lampu mati. Huh? Apa kamarku saja yang mati atau satu asrama mati lampu? Aku meraba-raba meja belajarku dan meraih hanphone. Ku sinari kamarku dengan chaya handphone, aku melangkah menuju pintu. Aku akan ke kamar Kris.

"Kris... Kris" Aku memanggilnya sambil mengetuk pintu kamarnya. Dia tak menyahut, apa dia tak ada di dalam kamar? Ku coba membuka pintunya, rupanya tak terkunci. Aku masuk dengan perlahan "Kris?" Aku menyenter keseluruh sudut kamarnya. Aku melihatnya tengah duduk memeluk lutut di sudut kamar "Kris...?" Aku perlahan mendekatinya, dia mengintik dibalik lengannya "Michelle!" Dia memelukku dengan erat sekali. Tubuhnya bergemetar hebat, aku tak tahu apa yang terjadi dengannya. Aku hanya memeluknya dan mencoba membuatnya tenang.

Tak lama kemudian keadaan menjadi terang menderang, lampunya sudah hidup. Aku melepas pelukkan dan mengangkat mukanya hingga menatap kemukaku. Wajahnya pucat, keringat bercucuran disisi mukanya, aku membawanya duduk di atas kasur. Aku mengambilkannya air dan menyuguhnya, mengelap keringatnya dengan handuk "Kau kenapa? Apa kau sakit?" Dia menggeleng "Aku phobia kegelapan" Aku tercengang seakan tak percaya dengan kata-katanya baruan. Seorang Kris Wu phobia kegelapan? It's not cool -_-" "Hehe..." Kekeh kecilku bebas keluar melalui mulut. "Apa yang lucu??" Wajahnya mulai serius dan menatapku tajam "Ani ani~ Lucu saja, seorang kapten basket yang ganteng phobia kegelapan" , "Aku juga manusia biasa!" Celetuknya.

"Aku takut kegelapan karna aku takut tidak bisa melihat apa-apa. Bagaimana jika aku jadi buta? Itu menyeramkan!" Jelasnya "Aku ngerti. Kau hanya terlalu banyak berpikiran negatif saja. Ya sudah, aku mau balik ke kamarku" , "Andwe~ Aku masih takut" , "Haa! Tidak ada alasan!" Aku pergi keluar dari kamarnya. "Yaaah~~!!!" Pekiknya. 

~ TO BE CONTINUE ~

WOHOOO!!! Author ruajin amet nulis! Ampe part 8 kelar xD pengen nulis lagi nih buat part 9. Pasti reader pada malas baca ya? Ceritanya ga kerlar-kelar -_-' #Nangis di pojokkan. Ntar lagi FF nya bakal tamat ^^ ditunggu aja deh~ [ WARNING! Do not take this FF without CREDIT! ]

Kamis, 22 November 2012

[Fan Fiction / part 7] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin, Luhan from EXO-M and Tao from EXO-M.
Part : 7
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Luhan


Aku tersenyum malu. Well, seems he had skill in seducing. Aku berjalan kearahnya sambil merentangkan tanganku "Yeah baby~ come to me" Ucap Kris "No way!" Aku mengelak pelukannya dan tetap berjalan. "Akh! You broke my heart! How dare you~" Kris mulai bermain-main dengan acting konyolnya sepanjang jalan. Aku hanya mengabaikannya dan melihat-lihat butik baju disekitar sini. Setelah selesai mendapatkan baju hangat, kami memilih duduk di starbuck.

= = = = = = = = = =

"Yah! Kris, aku kira kau ini orang yang cool dan pendiam." Kataku sambil menyerut coffe late. "Ahahaha! I'll be insane when i feel comfort with someone" , "I'm sorry dude, but i'm not a bed or pillow who can make you comfortable :P " Kujulur kan lidah kearahnya "Whatta... Ahahaha!" Kami tertawa bersama. Kami menghabiskan waktu bersama dengan mengobrol tentang hal yang tidak penting. Thats quiet funny, he keep talking although run out from topic. I'm never though Kris is funny and friendly guy. Tak terasa langit sudah gelap, sore telah berganti malam.

"Kajja kita pulang" Aku berdiri dari tempat duduk diikuti Kris. Kami pulang menggunakan bus, "Jadi besok kau sudah mulai bekerja?" Tanya Kris, aku hanya mengangguk tanpa melihatnya yang duduk disampingku. Aku terlalu sibuk melihat pemandangan kota taipe, karna baru kali ini aku jalan-jalan ditaipe. "Aku membaca majalah sekolah, popularitas mu sedang naik. Seems they don't know you are a girl" pertanyaan Kris membuat aku berpaling dari luar jendela ke arahnya. Aku hanya melihatnya dengan tatapan bertanya "Lebih baik kau katakan pada mereka, sebelum hal jelek akan terjadi padamu" Aku bepikir atas nasehat yang Kris berikan padaku "Okay, nanti saat masuk sekolah" 

Sampai diasrama...
Keadaan sekolah sepi sekali, sepertinya hanya aku dan Kris saja yang tinggal -_-" Aku jadi takut! Aku sampai didepan pintu kamar, "Wanshang hao~ (selamat malam)" , "Hai! Oyasuminasai~ (selamat malam/jpg) ahaha" Balasku dengan melambaikan tangan ke arah Kris, dia balas melambaikan tangan. Aku masuk kedalm kamar dan mengunci pintu.

"KYAAAAAHH!!!" Pekikku lepas dan meloncat girang diatas kasur. "Umma umma umma!!" Aku tak menyangka kalau Kris dan aku jalan-jalan, secara teori... Itu DATE!!! Aku melepas topi kuplukku dan mencampaknya ke lantai. Okay, calm down Michelle. Kau tidak boleh senang dulu, mungkin saja dia hanya berniat membantuku, tidak lebih. Ingat dia punya Yue -_- 

Aku langsung ganti pakaian dan merapikan tempat tidurku yang sedikit berantakan karena ulahku tadi. SRAAAK! Lembaran kertas berjatuhan dari meja belajarku "Aish!" runtukku sambil memungutnya. "Eh?" Kertas-kertas ini kumpulan gambaranku. Sudah lama sekali aku tidak menggambar setelah di taiwan. Aku melihat-lihat gambaranku lembar demi lembar, lembar terakhir berupa gambar manga seorang namja bersayap seperti angel. "Ini dia!" Seruku. Gambaran ini persis seperti Kris, dari rambut, mata, hidung, mulut, hampir semuanya sama persis. Aku tersenyum-senyum melihat gambaran ini. 

Ku urung niatku untuk tidur, aku duduk didepan meja belajar dan mulai menggores pensil diatas kertas gambar yang masih bersih. Aku mencoba untuk membayangkan wajah umma, appa dan mason. Kutuang imaginasiku dalam kertas itu...

__Micelle Moon POV end__

__Kris Wu POV__

Aku masuk kedalam kamar. Senyum lebar mengembang dibibirku, aku tak tahu kenapa... Aku meresa senang hari ini. Michelle yeoja yang asik di ajak berbicara, dia manis, aku suka rambut pendeknya yang berwarna coklat tembaga, matanya yang berwarna coklat terang, bibirnya yang kecil, kulitnya yang halus. Tapi, sayangnya tomboy. S-sebantar! Apa barusan aku mendeskripsi tentang Michelle?! O_O' "Tian na!!! (astaga)" Aku berlutut didepan kasurku dan menghempas kepalaku dikasur. "What happen to me??" Aku rasa aku menyukai Michelle. Itu gila! Bukankah tipe ideal ku berbeda jauh dengan Michelle? Aku suka perempuan cantik yang stylish dan pandai masak. "Arrggh!" Aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.

__Kris Wu POV end__

__Michelle POV__

Aku terbangun sebelum jam waker berdering, aku tertidur dimeja belajar. HOAAAM! Tanganku menutupi mulutku yang mengangak besar karena menguap. Kulihat gambaranku sudah jadi, gambar umma, appa, mason, dan aku. "Umma, appa, Mason~ bogosipheo :'( " Ku elus gambaran itu dengan perasaan. Ah! Sudahlah... Tak ada gunanya bersedih-sedih. Aku harus bersiap-siap untuk pergi kerja :D "HWAITING!!!" Sorakku dan melesap kedalam kamar mandi.

At Pet Shop...
"Ni hao, ayi~ (hai bibi)" sapaku "Ni hao~" , "Aku orang yang semalam melamar pekerjaan disini" , "Ah iya... Kemari" aku mengikutinya kedalam gudang. "Pakai ini..." Bibi menyerahkan celemek pink bergambar siberian husky cartoon 'Ah! Kyopta!' batinku. "Dan pakai juga ini" Bibi memberikan aku bando kuping kucing  dengan sarung tangan pink. "Hehe" aku tertawa garing, sebelumnya aku tak pernah memakai bando -_-

Seetelah memkai celemek dan bando, aku keluar dari gudang. "Ayi (bibi)... Kenapa tidak ada karyawan lain?" Tanyaku sambil melihat sekitar "Ayi baru saja membuka toko ini. Kau adalah karyawan ayi yang pertama" Ayi tersenyum hangat padaku "Benarkah? Aku bangga menjadi yang pertama! Hahaha" , "Siapa namamu, nak?" , "Michelle! ^^ " , "Baiklah Michelle, kau sebarkan brosur ini kepada orang-orang" , "Shi de! (iya)" jawabku dengan accent tentara sambil melakukan hormat pada ayi. "Kau anak yang lucu, pakai ini" Ayi memberikan aku sarung tangan cakar kucing berwarna putih. "Ayi, aku harus memakai ini?" , "Shi (iya) supaya menarik perhatian orang" , "Baiklah~" aku memakainya dan keluar dari toko dengan semangat.

"Permisi brosurnya~" Aku memberikan kepada setiap orang yang lewat didepan toko "Jika berminat datanglah ke pet shop kami!" pekikku. Tanpaknya semua orang mengacuhkanku. "Tsk!" Aku meruntuk kesal dan tetap mencoba. "Kami punya banyak jenis anak anjing, seperti Husky, mini pom, chihuahua, dan banyak lagi..." Aku mempromosikan dengan mantap. Beberapa orang tertarik dan membeli kucing dan anjing. Untuk permulaan itu tidak terlalu buruk.


"Ah! Whos your name little buddy?" Aku mengelus puppy jenis husky yang keluar dari kandang. "Ayi, apa anjing ini punya nama?" , "Tidak" , "Boleh aku memberikan nama?" Tanyaku dengan tatapan penuh harapan "Tentu~" , "Okay buddy, namamu sekarang adalah..." Aku menggendong puppy husky dan melihat mukanya "Hmm, kau terlihat seperti seseorang" Tiba-tiba saja otakku memikirkan Kris, lihat saja matanya yang selalu serius tapi lucu. Warna bulunya pun hampir sama dengan warna rambut Kris. "Yeah! You look alike him! Namamu sekarang, Kris Husky! Ahahaha" Aku tertawa terbahak-bahak karena anku mengadopsi nama Kris untuk nama husky puppy ini. 

"Now, you have to get in the cage. Get in, Kris~ come one!" Aku mendorongnya pelan, tanpak dia tak mau masuk kedalam. "Why you wont to get in the cage?" Aku berbicara dengan Kris husky, seperti orang tolol. Hehe, aku tak perduli! "Selca time! Ke ke ke" Aku merogoh kocek jacket dan mengambil handphoneku. Aku menggendong Kris puppy dengan satu tangan dan menata angel. CKRIIIT! "Nommu nommu kyopta, Krisseu! Again again!!" Aku sibuk berselca bersama Kris puppy. "Michelle~ bantu ayi" , "Shi shi..." Aku bangkit dan pergi membantu ayi.

Sekarang sudah menunjukkan pukul 17.30PM... 
Pet shop ayi sudah beres-beres mau tutup. "Sampai jumpa besok ayiii~ Kris husky!" Bibi melambaikan tangan dan Kris menggonggong dari dalam kandang. "Whatta great day!" Aku pulang keasrama dan langsung mandi. 

"Aku lapar!" Ku pegangi perutku yang sadari tadi sudah berbunyi. Aku putuskan keluar asrama untuk mencari makan. "BOOO!" Pekik Kris tepat dari belakangku "AHH!! Kris! Jinjja jinjja nappeun!" pekikku dan memukul lengannya. "Mau kemana?" Tanya Kris sambil berjalan disebelahku "Cari makan" , "Kebetulan sekali... Aku juga mau cari makan" , "Kita makan di warung ramen dekat sana saja, ramen disitu enak! Aku jamin, kalau tidak uang kembali. Hehehe" Kris menunjuk sebuah warung ramen yang tak jauh dari asrama  "Pabo!" umpatku.
 
Kami makan bersama diwarung ramen. Setelah selesai makan, aku sibuk mengutak-atik handphoneku. "Sibuk sekali" sindir Kris "Ah! Ahaha... Maaf~ Ini ada yang ingin ku perlihatkan padamu" Aku memberikan handphoneku pada Kris "Ah!! Kyopta! Kau lucu sekali dengan bando kucing dan sarung tangan cakar itu" Aku hanya melongo melihat Kris, yang kumaksud bukan aku tapi Kris Husky! "Yang mau kuperlihatkan itu puppy nya. Bukan aku!" Aku memukul kepala Kris dengan sumpit. "Ouch! Ne ne..." , "Namanya Kris Husky"  

"SHENME??! Kenapa namanya sama dengan namaku?" Kris melototiku, aku hanya terkekeh geli melihat ekspresi mukanya. "Aku yang memberikan nama Kris Husky karena dia terlihat sama seperti kau. Lihat saja mata dan bulunya. Persis seperti mata dan rambutmu!" , "Aish!" Kris mencebik bibirnya "Berarti, kau memikirkan aku~~" goda Kris "A-apaan kau ini! AH, sudah! Aku mau pulang" Aku pergi meninggalkannya yang masih duduk. "Y-yaaah! Tunggu!' Pekiknya. 

"Yah! Kau tidak mau handphonenya kembali ya?" , "Kembalikan handphoneku!" Aku menyambar handphoneku. "Aku duluan ya?" , "Shi~" Jawabku singkat dan kami pun sama-sama masuk kedalam kamar masing-masing. Tak lama aku masuk kedalam kamar, handphoneku berdering.

One message!
| From Kris Babe : Hey babe~ ;) |

Huh? Dia membajak handphoneku! Aku membalas sms Kris.
| To Kris Babe : Kau membajak handphoneku!! >< | 

Tak lama dia membalas smsku.
| From Kris Babe : Ehehe xD Maaf~ DUN DARE TO CHANGE MA CONTACT NAME! | 

Aneh! Dia mulai bertingkah aneh lagi. Aku tak membalas smsnya dan langsung tidur.

- - - - - - - - - 

Hari-hariku telah diisi dengan kesibukan bekerja di Toko Pet shop milik ayi. Hari ini hari apa sih? Karena libur aku jadi lupa hari [?] -_-' "Ayi~ Ini hari apa ya?" , "Kau ini lucu sekali, Michelle. Sekarang hari Jumat" Ayi terkekeh karena pertanyaanku. MWOYA?! Jumat! Hari ini aku latihan basket >< ottoke? Aku tak mungkin izin pulang lebih dulu, kesian Ayi kerja sendiri. Aku langsung mengirim pesan untuk Kris

| To Kris Babe : Kris, aku tak bisa latihan | 
Huh? Kenapa aku tak mengganti nama kontaknya? -_-' 

Aku menunggu sms darinya, tapi... Pesan ku tak dibalasnya. "Tsk!" Aku kembali bekerja. 

17.30PM...
Setelah selesai berkemas-kemas menutup toko aku langsung berlari pulang keasrama. 

Sesampai diasrama...

"Hey Michelle, kau dari mana saja? Kami sudah selesai latihan. Selamat berlatih sendirian bersama Kapten Kris. Aku rasa dia akan memakamu hidup-hidup! Ahahaha" Kata mereka yang berjalan keluar dari gerbang sekolah. Aku menelan ludah dengan ragu berjalan menuju gedung gym. Sebelum masuk ke dalam gedung gym aku menyembulkan kepalaku dibalik pintu untuk mengintip keadaan dalam gedung. Aku melihat Kris tengah duduk sendirian sedang meneguk air mineral. "Maaf, aku telat" , "Lari keliling lapangan 100 kali" perintah Kris tanpa melihatku "Huh? Are you kidding me?" Kris hanya menatapku dengan mata tajamnya. Tanpa dia berkata lagi, aku langsung berlari keliling lapangan.


Aku sudah berlari kira-kira 70 putaran, aku tak sanggup lagi. Aku lelah! BRUUUK! Aku sengaja menjatuhkan diri. "Minutes please" , "Jika kau berhenti, akan ku tambah 100 putaran lagi" Gretak Kris 'SIAL!' Batinku. Aku bisa melihat senyum setannya yang terlukis dibibirnya, "Meanie" umpatku pelan "Drawf" Balasnya. EH?! Telinganya tajam sekali seperti anjing. Hahaha! Aku bangkit dan kembali berlari. 

"100!!!" Pekikku sambil tengkurap diatas lantai. "Good girl~ Sekarang lakukan long shot sebanyak 100 kali" Dia menyeret keranjang berisi bola basket ketengah lapangan. Aku bangun dan langsung menyemburnya "Kau ini! Aku sudah cukup letih dengan pekerjaanku, kau tambah lagi dengan hukuman seberat ini" Kris hanya diam dan mengambil bola "Just throw it in to the ring" , "HAAAA!!! Aku capeeek!" Aku merengek seperti anak kecil. Kris menarikku ketengah lapangan, dengan terpaksa aku melempar bola kedalam ring.

Banyak lemparan yang miss, karena aku terlalu letih. "Sudah berapa?" Tanyaku "Baru 50" Aku mencebik dan tetap melempar bola ke ring. Sejam lebih kupakai untuk melakukan long shot. Aku betul-betul sudah kehabisan tenaga. "Ayo pulang" Kris berjalan dahulu "Bagaimana? Ngesot?" Celetukku. Kaki ku bergetar, rasanya tak sanggup untuk berjalan lagi. Kris menoleh balik dan berjalan kearahku "Ternyata kau ini manja sekali!"  Dia berjongkok memunggungiku "Cepat naik, anak manja" , "Aish!" Aku naik kepunggungnya "Badanmu kecil tapi berat, kau ini berat dosa ya?" Ejek Kris "Berhenti mengejekku!" Ku pukul bahunya. 

__Michelle Moon POV end__

- - - - - - - - - -

__Kris Wu POV__

Hari in hari sabtu, Yue pasti mengajakku jalan-jalan. "Huff~!!" Ku hembus nafas melalui mulut. Aku malas jalan-jalan dengannya. Aku masih berbaring ditempat tidur, tiba-tiba handphone berdering. Sebuah pesan masuk.

| From Yue : Baby, nanti malam jemput aku ya? ;) |

Sudah kuduga -_-' Aku membalas pesan Yue

| To Yue : Shi... |

Aku menerawang langit-langit kamarku, aku terpikir kata-kata Michelle 'You have to talk with her' Suaranya mulai memenuhi ruang diotakku. 'Yah, aku harus menyudahi semua ini' batinku. 


19.00PM...

Aku sudah menjemput Yue dirumahnya "Hey baby~" Sapanya sambil berlari kearahku. "Kiss me" Pinta Yue "Ayo kita pergi" , "Kiss me first!" Dia mulai menghentakkan kakinya dan merengek dengan suara imut yang terlalu dibuat-buat. "Mau jalan atau tidak? Kalau tidak dengan senang hati aku pulang." jawabku ketus, dia hanya mencebikkan bibirnya dan menggandeng lenganku. Kami berjalan-jalan, dinner dan pulang. Aku mengantarnya pulang, "Yue, ada yang ingin ku bicarakan" , "Apa itu?" 

~ TO BE CONTINUE ~
 
Akhirnya... Selesai juga part 7 :D *sparkteeth* author lagi mood nulis, mangkannya cepet kelarnya! Wkwk xD next part will be more great! Tunggu di tunggu ya [?] xD


 

Senin, 19 November 2012

[Fan Fiction / part 6] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin, Luhan from EXO-M and Tao from EXO-M.
Part : 6
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Lay 

Di gedung GYM...
"Guys, minggu depan kita sudah liburan musim dingin. Siapa yang akan pulang?" Kris bertanya pada kami semua. "Aku... Aku... Aku..." sebagian besar anak-anak basket mengacung tangan mereka kecuali aku. Kris perlahan melirikku, aku hanya melihatnya balik. "Setiap hari jumat kita tetap latihan digedung ini" , "Hah? Apaaa?" Semua anak protes atas perintah Kris "Selesai liburan musim dingin turnamen basket antar sekolah akan dimulai. Kalau kalian tidak mau latihan juga tidak apa-apa... We'll be LOSER in tournament" , "Okay okay, kami akan latihan" 

= = = = = = = = = =

Tak terasa sudah mau menjelang liburan musim dingin. Aku meraih kalender yang berdiri dimeja belajar. "2 days more" nanti aku pasti akan kesepian disini. Aku harap ada sebagian anak yang tidak pulang :( "Astaga!" aku menepuk jidad cukup keras, aku lupa menghubungi Chenyeol!!

Dengan cepat aku membuka laptop dan mengecheck e-mail. Menunggu Chanyeol online.
5menit kemdudian...
Chanyeol online, di menginvite video chat. "Yaaah! Kau ini kemana saja? Kenapa tidak online? Aku khawatir!!" Chanyeol langsung menyemburku "Ehehe, mianhae Chanyeol-ah~ aku sibuk dengan urusan sekolah. Maaf" , "Haiiish! Ne ne~ kenapa kau cemberut?" , "Aku rindu kalian semua T__T aku mau pulang~" , "Ahahahaha! Sejak kapan kau jadi cengeng, Michelle-ah?" , "Ah jinjja!" , "Michelle-ah, orang tuamu tidak pernah putus asa mencarimu. Berita tentang kau kabur dari rumah sampai ditayangkan di TV..." , "Wow! Daebaaak! I'm famous! Ehehe" , "Aku serius" Chanyeol using he's palm face. "Okay okay~ Chanyeol, 2hari lagi liburan musim dingin di Taiwan. Semua siswa diperbolehkan pulang kerumah masing-masing... Aku sedih, aku tak bisa pulang kerumah" Aku menundukkan kepala

Chanyeol menatapku melalui webcam nya, "Michelle-ah~ kau sudah memilih, kau harus kuat menghadapi resiko" , "Ehehe! Jeon gwaenchanayo!" Aku dan Chanyeol ngobrol lewat video chat selama 2jam. Setelah itu aku langsung tidur.

 - - - - - - - - - - 

Diruangan Mr. Lay...
"Mr. Lay, apakah aku bisa menetap diasrama selama liburan musim dingin?" , "Dont call me Mr, Michie~ i loved to called daddy or papa. Semua anak sekolah disini sudah kuanggap seperti anakku sendiri" Aku hanya menatap Mr. Lay dengan tatapan aneh. "Okay, kalau kau tidak mau juga..." , "No! I'll called you daddy ^^ " , "Aww! You are such a cute daughter, Michie honey~" Mr. Lay mulai mengeluarkan ekspresi anehnya sambil mencubit pipiku 'wth?' batinku. "Well, kenapa kau tidak pulang Michie?" , "Seoul terlalu jauh, aku tidak punya uang untuk pulang" Jawabku "Poor you Michie~ Tentu saja kau boleh tetap tinggal diasrama. Orang tua mu tidak membelikanmu tiket untuk pulang?" , "Aku tidak mau menyusahkan mereka ^^' " , "Kau anak yang baik" Mr. Lay menepuk pelan puncuk kepalaku.

"Mr... Eh! I mean, daddy... Apa aku bisa mendapatkan beasiswa?" , "Semua anak bisa mendapatkan beasiswa! Dengan satu syarat, Make a achievement ;) " , "Huh? Achievement? I think i dont have any skill" , "Who said?" Mr. Lay chuckles "Me" Jawabku dengan muka polos. Mr. Lay mencampak sebuah majalah kearahku, 'Majalah Chinesse national high school' aku membaca dalam hati. Aku melihat lembar demi lembar majalah itu, hampir semua isi majalah itu aku. Foto di acara school show kemarin, foto aku saat latihan basket. 90% sanjungan komentar dari para siswa "Kau punya bakat, Michie. Mereka bilang kau punya skill bermain piano dan basket. Dilapangan kau mulai terkenal dengan 'King of long shot'. Disamping itu, kau punya tampang imut! Kau bisa menjadi model. I dont care what kind achievement you make, as long your achievement make up our school's name" , "I got it, daddy!! Hehe"

Mr. Lay mudah dekat dengan anak-anak seumuranku, dia pria yang baik, aku menyukainya. Mulai sekarang aku menganggapnya sebagai ayahku.

Yah... Ini hari terakhir sekolah. Aku puaskan diriku dengan berbaur dan bermain dengan anak-anak yang lain. "Michelle, Kenapa kau disini?" Suara Rainie menhentikan aktivitasku yang sedang bermain piano "Ah... Aku hanya bermain piano" , "Boleh aku duduk?" Rainie melihat sisi kiri tempat dudukku yang masih kosong "Tentu" Dia duduk tepat disebelahku "Liburan ini kau akan pulang ke korea?" Aku hanya menggeleng sambil menekan tuts piano "Kenapa?" , "Aku tak punya uang untuk membeli tiket pesawat" jawabku tanpa menoleh kearahnya. "Ohh..." Rainie hanya diam sambil memerhatikanku bermain piano.

"Kalau kau mau, saat liburan nanti sering-seringlah bermain kerumahku ^^ " Aku membulatkan mata dan menoleh kearah Rainie "Really?" , "Yap!" , "Kau baik sekali Rainie~ Xie xie :D " Aku dan Rainie menghabiskan waktu istirahat bersama dengan bermain piano.

Waktu menunjukkan pukul 20.00PM, aku duduk sendiri di kafetaria yang dekat dengan dorm. Aku meneguk susu strowberry dan memainkan gelasku. TAP! Seseorang menepuk bahuku membuat aku terlonjak kaget "Astaga! Kris! Kau mengejutkanku!" Dia hanya terkekeh dan duduk disampingku "Kenapa kau tidak pulang?" , "Aku tidak punya uang untuk pulang ke korea" , "Thanks God" Kris menggenggam tangannya "Hah?" aku mengerutkan dahi "Aku juga tidak pulang kerumah" , "Kenapa?" , "Percuma pulang kerumah kalau hanya mendengarkan orangtuaku kelahi" , "Ahh! Maaf, aku tak bermaksud..." , "Tidak apa-apa" potong Kris "Mereka bilang kau Gay?"

Kris menatapku dengan alisnya yang naik sebelah. "Jangan bilang kau mendengar gosip murahan dari anak-anak sekolah" , "Nope, Wind just tell me" Kris tertawa garing "Funny! Tentu saja tidak! Aku 100% normal... Kau pasti sudah dengar gosip yang membuat aku dijuluki Gay disekolah ini kan?" , "Yap" , "Itu semua jebakan, sungguh... Aku tak berniat mencium siswa itu. Waktu itu seseorang mentackle kakiku hingga terjatuh meninmpa seorang siswa and yeah..." dia tanpak geli menceritakan kejadian itu. "Ahahaha! Poor you!!" Aku tertawa lepas melihat ekspresi mukanya. "Aiish!" Kris mengapit kepalaku dibawah ketiaknya dan menjitak kepalaku. "Ouch! Appo... Lepaskan aku, ketiakmu bau!" , "Enak saja! Aku baru selesai mandi!" Dia melepaskan kepalaku "Apa kau berpacaran dengan Yue hanya untuk menghilangkan gosip itu?"

Seketika pertanyaanku menghapus senyum dibibir Kris, dia mulai menhembus nafas sebelum mengangkat bicara "Ne" , "Kau kejam, Kris" , "Dia menawarkan ku jalan itu. Waktu itu aku sangat tertekan dengan semua perlakuan anak-anak sekolah padaku. Mereka selalu mencomooh aku, mengerjaiku. Yue datang menawarkan cara untuk menghapus gosip itu. Aku menerimanya. That's just a deal not a real" Aku hanya diam melihat wajah Kris yang tanpak sedih "Apa sampai sekarang mereka masih membully mu?" , "Tidak, semuanya kembali seperti semula" , "Kau musti berterima kasih banyak padanya" , "Ne~ lama kelamaan Yue benar-benar memperlakukanku seperti pacarnya. Dia mulai berani memerintahku, bahkan membentakku. She forget, this relationship is fake"

"You should to talk with her" , "Yeah, later... Ah! Kenapa aku jadi curhat!" Pekiknya diakhir kata "Thats okay dude! Dengan begitu kita bisa menjadi teman dekat bukan" aku meninju lengannya. "Yap!" Dia tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

__Michelle Moon POV end__

__Chen Yue POV__

Aku mendengar suara orang berbincang di kafetaria. Aku mengintip dibalik pintu dan mendapatkan Kris tengah ngobrol dengan Michelle. "That bicth!" umpatku dengan suara tertahan. Aku mematung ditempat dan menguping semua obrollan mereka. Jantukku berdebar sangat cepat, hatiku sakit seperti ditusuk ribuan jarum, rasa marah, cemburu, dan sedih menguasai hatiku menjalar hingga kemataku, mengeluarkan cairan bening dan hangat. Tetesan demi tetesan jatuh dari pelupuk mataku. Kris tega menceritakan hal itu kepada orang lain. Pernyataanya membuat aku sakit, dia memang tak pernah bisa mencintaiku walaupun aku berusaha sekuat apapun.

"Just watch me!" Aku pergi dari kafetaria dan masuk kedalam kamarku.
"Arrgghh!!" Aku membanting seluruh barang yang ada dimeja belajarku "Yue! Kau kenapa?" Tanya Li teman sekamarku "Sebaiknya kau diam saja!" Aku masuk ke toilet dan menguncinya. "Fuck you, Michelle! You think i'm stupid? No, bitch... I know you are not a boy! One day, i'll prove it. And make you down front of them! Just wait the time..." aku menggeram pelan sambil melihat pantulan wajahku dikaca.

__Chen Yue POV end__

__Michelle Moon POV__

Pagi-pagi aku sudah bangun, aku ingin melihat mereka yang akan pulang kerumah. Aku keluar dari kamar dan menyapu pemandangan pagi di koridor dom laki-laki dan perempuan. Suara para siswa bercampur menjadi satu menghasilkan ribut yang cukup menganggu, mereka sibuk berbincang satu sama lain, sibuk packing barang, dan sebagian lalu lalang di koridor. Aku berjalan ke lapangan dan menuju luar sekolah, banyak mobil parkir didepan sekolah, rata-rata mereka dijemput oleh orang tua. 'Lihat wajah mereka! Mereka tanpak senang' batinku. Aku iri pada mereka.

"Michelle~ Ini nomor handphoneku dan ini alamat rumahku" Tiba-tiba saja Rainie muncul dan memberikan sebuah kertas pink berisi nomor handphone dan alamat rumahnya. "Shi de! (iya) Zaijian~ (sampai jumpa)" Aku melambaikan tangan kearah Rainie yang tengah berlari kemobil. Saat aku membalikkan badan, aku melihat Yue berjalan sambil menatapku sinis. Aku hanya balas menatapnya 'What the hell with this girl?' tanyaku dalam hati. Aku membuang pandangan kearah Mr. Lay yang sibuk berbicara dengan orang tua murid. Dia tersenyum ramah, sesekali menjabat tangan dengan orang tua murid sam melabaikan tangan saat mereka pergi.

Mr. Lay berjalan menghampiriku "Kau jangan bersedih Michie~ Jika kau mau, kau boleh tinggal dirumahku" dia menepuk pelan kepalaku. "Ah... Meiyou (tidak). Aku tidak mau merepotkan daddy ^^v " Dia tersenyum lebar "Take care your self okay? If something happen, just call me. Daddy will come for you" Aku mengangguk dengan senyum mengembang dibibir. 

At room...
Okay, liburan akan membosankan jika aku berdiam diri diasrama saja. "Come on Mich! Think!" Aku mengetuk-ngetuk kepalaku dengan pena. "AHA!" Cari pekerjaan! Aku menggores pena diatas note yang masih polos. Beli pakaian hangat! aku rasa, aku hanya membawa sedikit baju hangat. Aku butuh lebih banyak baju hangat. Cukup itu saja dulu, aku langsung bersiap-siap. Tidak lupa GPS! Tidak lucu kalau aku tersesat diTaiwan =="

Aku berjalan keluar lengkap dengan pakaian hangat, karena cuacanya sedikit dingin. 


"Hey! Kau mau kemana?" Aku membalikkan badan, Kris menghampiriku "I'm looking for job"
 , "Job? Seriously? Bu xuyao gongzou, souyi wo de qizi duzi (tak perlu bekerja, jadi istri ku saja) ahahaha" Dia menutup akhir kata dengan tertawa renyah "Shenme? (apa) Be your wife? No, thanks!" Kris melotot melihatku "Wae?" , "Kau mengerti yang kukatakan?" , "Yes stupid!" Hitungan detik muka Kris merah seperti udang rebus, aku melenggang pergi meninggalkannya. Jujur! Aku sempat fly oleh kata-katanya >,< "Chamkkan! Boleh aku ikut?" Aku tercengang "Atleast, you no need to see GPS" Dia melirik GPD yang ada ditanganku "Cuz, i can be your GPS" Tambahnya dan mengedipkan mata. He made me SPEECHLESS! "Come one! Kau terlalu lama berpikir" Dia menarik tanganku. 'HWAAAAHHH!!! OMMA!!!' jeritku dalam hati. Jantungku berdetak kencang. Aku bisa merasakan tangan hangatnya menggenggam tanganku. 'READY TO MELTING! Mich, be strong please~' "Hwaiting!" Bisikku sambil mengepalkan tangan untuk menyemangatkan diri. "Hwaiting for what?" tanya Kris "Ahh... Euhh... Untuk mendapatkan pekerjaan!" jawabku dengan kelabakkan "Ne, Hwaiting!"

Setelah melewati perjalanan yang singkat kami sampai dijantung kota taipe. Disana banyak sekali toko berjejer disepanjang jalan, dari toko tradisonal sampai modern. Aku kagum oleh pemandangan yang baru saja kulihat "Hehe, tutup mulutmu" Kris menaikkan daguku hingga mulutku tertutup "Aish!" Aku menatapnya sinis dan kembali melihat-lihat pemandangan sekitar.

"Ahh! Look!" Aku berlari kecil menuju pet shop. Aku melihat anak anjing, hamster, kucing, burung dibalik kaca bening. "Kau suka mereka?" , "Nope, I love them" Tertulis di ditoko ini 'Di butuhkan karyawan/karyawati' "Aku mau bekerja disini!" Tanpa menunggu aku masuk kedalam toko, Kris hanya mengekorku. Aku berbincang dengan bibi yang memiliki toko pet shop ini dan dia menerimaku bekerja ditokonya. "Ottokachi?" Tanya Kris. "Aku diterima bekerja disini! XD Sekarang aku mau membeli pakaian hangat. GPS! Show me the way!" , "GPS active, welcome to Taipe. GPS Kris will accompany your journey. Now, keep in straight road" Dia bejalan seperti robot, aku hanya melihat tingkah anehnya dan terkekeh. Dia berjalan lebih dulu dan menghadapku "Keep in straight, i am the place you have to go and stay!" Dia merentangkan tangannya. 

Aku tersenyum malu. Well, seems he had skill in seducing. Aku berjalan kearahnya sambil merentangkan tanganku "Yeah baby~ come to me" Ucap Kris "No way!" Aku mengelak pelukannya dan tetap berjalan. "Akh! You broke my heart! How dare you~" Kris mulai bermain-main dengan acting konyolnya sepanjang jalan. Aku hanya mengabaikannya dan melihat-lihat butik baju disekitar sini. Setelah selesai mendapatkan baju hangat, kami memilih duduk di starbuck.
~ TO BE CONTINUE ~
Hahahaha! *author ngakak* author seneng nulis part 6. Soalnya banyak Kris-Michelle moment! :3 part 7 will be more more moreee great! Wat for next part okay? :D Btw, don't copying this FF without full credit ^^v


 

 

Rabu, 14 November 2012

[Fan Fiction / part 5] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin, Luhan from EXO-M and Tao from EXO-M.
Part : 5
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

 Chen Yue

CKRIIIIT! Aku mendengar suara pintu terbuka, bukankah sudahku kunci? Mataku masih terpejam. Aku tak hiraukan itu dan kembali terlelap. Sraaakk! Sraak! Seperti ada orang yang naik ketempat tidurku. Seketika aku merasa hangat, seperti ada yang memelukku dari belakang. Mungkin aku hanya mimpi...

= = = = = = = = = =

Matahari pagi menyusup dari sela tirai jendela dan menyorot langsung ke kelopak mataku. Ah! Rasanya aku ingin tidur lebih lama lagi. Aku membalikkan badan. Nafas hangat menyapu mukaku, sepasang tangan melingkar di pinggangku. Aku membuka mataku dengan cepat "HAAAHH!!!" Kris! Spontan kakiku menyepak tubuhnya hingga terjatuh dari tempat tidur "Arrggh! Sakit" Dia mengerang dan berusaha bangkit dari lantai. Aku langsung berdiri tegak di atas tempat tidur "Arrggh! Sakit" , "What the fuck??! Apa yang kau lakukan dikamarku?!" , "Tak bisakah kau membangunkanku baik-baik? Pinggang ku sa..." Kris tercengang seperti melihat hantu, mulutnya ternganga lebar. "K-kau perempuan???" Dia melototi tubuhku, cepat-cepat aku menutup tubuhku dengan selimut. Kebiasaan ku kalau tidur hanya mengenakan tanktop dan underwear. "DAMN! JUST GET OUT FROM MY ROOM!!!" Aku mendorongnya keluar dari kamarku. BLAAAMM! Ku banting pintu dan menguncinya. "Akh sial! Jadi semalam pintu lupa ku kunci!" 

Jadi semalaman aku tidur dengan Kris?! Satu ranjang??! "Umma~ maafkan aku!" TToTT [?] KYAAAHH! Ini kejadiaan yang sangat memalukan, mengerikan, dalam hidupku. "Apa yang dia lakukan padaku saat aku tertidur??!" Otakku mulai berpikir aneh-aneh. "ANIIII!!!" Pekik ku sambil mengacak-acak rambut seperti orang gila. "All i need just take a bath! Clean up your self, Michelle. Cuz you get touch!".

__Michelle POV end__

__Kris Wu POV__

Mataku masih terpejam tanganku meraih sesuatu. Aku tak tau ini apa, yang ku tahu benda ini halus dan hangat. Aku memeluknya karna nyaman. Aku tak pernah merasa senyaman ini... 

- - - - - - - - - - 

"HAAAHH!!!" Suara teriakan membangunkanku, sejurus... Tapak kaki menerjang tubuhku hingga terjatuh dari tempat tidur. Alhasil aku mendarat bebas dilantai, "Arrggh! Sakit" erangku sambil berusaha berdiri. "What the fuck??! Apa yang kau lakukan dikamarku?!" Itu pasti suaranya Michelle, aku tahu sekali suara khas nya. "Tak bisakah kau membangunkanku baik-baik? Pinggang ku sa..." Lidahku kelu, aku tak bisa menyelesaikan kalimat yang akan ku muntahkan. Apa aku hanya mimpi? Mataku melotot dan mengekspose setiap senti tubuh Michelle, tubuh Michelle layaknya seperti tubuh perempuan normal lainnya. 'I admire, she kinda sexy' otak kotorku baru saja bereaksi. Dia mengenakan tanktop dan underwear saja... He definitely a GIRL! "K-kau perempuan?" 

Dia tak menjawab pertanyaanku, dia sibuk menutupi tubuhnya. "DAMN! JUST GET OUT FROM MY ROOM!!!" dia memaki sambil mengusirku keluar dari kamarnya. BLAAAMM!!! Pintunya terbanting keras, aku cepat-cepat masuk kedalam kamarku. Takut ada yang melihat. 'Jadi... Semalaman aku tidur seranjang dengannya? Jadi... Yang aku peluk itu dia? Michelle Moon, dia perempuan? Yah! Dia perempuan!!' batinku. Perasaanku tak bisa terlukiskan saat ini, begitu aneh! Aku merasa begitu senang. Jantungku berdetak lebih cepat... Apa aku benar-benar menyukainya? Jika dia perempuan~ Berarti aku bukan Gay! Aku normal. Aku masih menyukai PEREMPUAN!

"Yes!! Wohooo!!! I'm not a gay!" Pekikku sambil berlari keliling kamar.

- - - - - - - - - -

Aku tak tau mengapa, hari ini aku tidak konsentrasi belajar. Michelle pindah tempat duduk, dia duduk paling depan. 'Bagaimana aku harus menyikapinya? Setelah kejadiaan itu...' dari tadi pertanyaan itu memenuhi setiap ruang diotakku "Arrggh" aku menggerem frustasi. 'Demi Tuhan! Aku tak sengaja... Sleepwalking ku kambuh lagi! Tapi dulu tidak separah ini... Sampai-sampai pindah ke kamar Michelle. Biasanya hanya pindah kelantai, sofa, atau kursi belajar' =="

x x x

"Kris~!! Kau dengar tidak?" Yue mengguncang tubuhku hingga aku tersadar dari lamunan "Eh? A-apa?" , "Kau ini kenapa sih? Aku berbicara tapi tak kau dengarkan" Seperti biasa, dia merajuk dengan mencebikkan bibirnya. "Apa yang kau pikirkan?" tanyanya dengan suara manja. "Aku memikirkan tentang Club basket" Aku berbohong. "Kau ini... Selalu saja memikirkan Club mu. Kau tak pernah memikirkan aku. Aku ini kan pacarmu" 'mulai lagi' batinku.

"Maaf~ Aku sedang banyak urusan. Aku harap kau mengerti itu" Aku mengacak pelan rambutnya dan pergi meninggalkannya. "Kris!" Yue memelukku dari belakang "Huff..." Aku membuang nafas berat. "Apa lagi?" , "Apa sulit bagimu untuk benar-benar mencintaiku?" , "Yihan (maaf)" Aku melepaskan tangannya yang mendekam tubuhku dan pergi meninggalkannya.

__Kris POV end__

__Michelle Moon POV__

Aku harus pindah tempat duduk, aku tak bisa menghadapinya. Aku langsung duduk di depan. Selama pelajaran berlangsung, otakku susah untuk fokus. Duduk didepan pun tidak membantu sama sekali, tetap saja aku tidak bisa fokus! Pasti gara-gara kejadian pagi tadi. "Shit!" Aku merasa malu, sangat malu. Aku tak tau harus bagaimana...

x x x 

Seharusnya aku sudah berada di kamar sekarang, tapi... Aku masih saja berjalan keliling tanpa tujuan. Sinar matahari sore berwarna oren menyorot redup keadaan sekolah yang sepi. Aku berjalan dengan tatapan kosong seperti zombi, aku masih saja memikirkan kejadian itu. "Kris!" mata ku spontan membulat saat mendengar nama itu masuk kedalam telinga. Aku mencari asal suara itu, dibalik sela-sela alang-alang aku melihat Kris dangan seorang perempuan ditaman. Perempuan itu memeluknya dari belakang. Aku yakin pasti dia Chen Yue, aku tak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan, karna suara mereka terlalu kecil. Telingaku tak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan. 'W-wait! Michelle, do you stalking? I am? Hell! Apa yang ku lakukan?!'  

Karena sibuk dengan perasaan sendiri, akhirnya mereka sudah tak lagi di taman. "Apa yang kau lakukan disana?" Aku melonjak karna kaget, ternyata pacar Kris memergokiku tengah mengendak-endap dibalik semak-semak. "A-ah! Tidak, aku tengah mencari penaku yang jatuh" 'PABOOO!!!' umpatku dalam hati. "Apa kau yakin? Sepertinya kau sudah mendapatkannya" Mataku spontan melihat tanganku yang menggenggam pena 'HUUUH??! DARN!!' Umpatku lagi dalam hati. "Oh iya! Ehehe" Aku langsung berdiri dan membersihkan seragamku yang sedikit lusuh. "Kau pasti Michelle Moon kan? Anak pindahan dari korea?" , "Iya ^^ " , "Aku Chen Yue~" Dia menyodor tangan kanannya dengan senyum hangat yang bersahabat, aku dengan ragu menjabat tangannya "Nama mu terlalu aneh untuk seorang laki-laki. Kau boleh membodohi mereka, tapi aku tidak bisa kau bodohi" JDEEERR!!! Kata-kata Yue seperti petir yang menyambar tubuhku. Dia berjalan meninggalkan ku yang mematung ditempat. She immedetialy change! From sweet n lovely being cold n sacarstic.

Sungguh, apa yang dia maksud? Apa dia tahu, aku ini perempuan??

= = = = = = = = = =

"Michelle, how do i look?" Rainie berputar-putar didepan kaca rias. "You look great, Rainie~" , "OMG! I'm so nervous! >< " , "Hey hey! Dont worry, we can make it up" Aku menyakinkannya. "Thank you Michelle~~"Rainie tersenyum lega. 

Aku mengintip keadaan luar panggung disela-sela tirai, aku mulai grogi! Aku mencoba untuk tetap calm. "Oww~ Mengejutkan sekali! Kita akan menyaksikan kolaborasi antara Michelle Moon dan ... " MC itu menggantung kata-katanya membuat para siswa bersorak. "Aku tak pernah menyangka, Michelle akan kolaborasi dengan ... Rainie Yang!!"
, "HAAAAA???" tanpaknya mereka semua kaget, ini saatnya kami keluar. "May i?" Aku menyodorkan lenganku pada Rainie, dia tersimpu malu sambil memeluk lenganku. Kami pun keluar dan menunjukkan diri didepan para penonton.


"KYAAAAAAHH!!! MICHELLE~~" Aku bisa mendengar mereka meneriakkan namaku disela teriakan heboh para siswa. Aku duduk didepan piano hitam mengkilat seperti black pearl dan Rainie berdiri ditengah panggung menghadap para siswa. Aku harap dia tidak terlalu grogi dan bisa menguasai keadaan. Jemariku mulai menekan tuts piano dengan halus, memainkan lagu Because of you.

I watched you die I heard you cry every night in your sleep
I was so young You should have known better than to lean on me
You never thought of anyone else
You just saw your pain
And now I cry in the middle of the night
For the same damn thing


Part itu membuat aku merinding, suara tenor Rainie menghipnotis para penonton dalam aula. 'Yeah! She did it' batinku. Aku bangga pada Rainie, aku bangga menjadi temannya.

x x x

"KYAAAHH!" Rainie meloncat-loncat girang. "Michelle we did it!" Dia meloncat dan memelukku dengan erat hingga aku sulit untuk bernafas "Ahahaha! Yes, you did it, Rainie" , "Apa maksudmu, i did it? It's not just me, it's us" , "Nahh..." CHUP! Rainie mencium pipi ku. "EH?!" Untuk apa ciuman tadi. "Xie xie, Michelle~" Dia langsung berlari keluar dari aula. 'Untuk apa itu?' Aku masih mematung dengan mulut menganga seperti orang bodoh.

Malam ini sebagian anak-anak sekolah berpartisipasi dalam acara show school. Aku sudah bosan menonton, aku putuskan untuk keluar dari aula. "Michelle Michelle!!!" Segerombolan siswi berbondong-bondong datang menghampiri ku "Ya?" , "Penampilanmu... DEABAAAK! Kami memoto mu tadi. Nanti foto mu akan kami publish dimading dan majalah bulanan sekolah. Boleh kami berfoto denganmu?" , "Ahahaha! Xie xie~ tentu saja..." We taking selca together. "Bye~" mereka melambaikan tangan dan pergi dengan muka riang "I love being famous boy! Hehe" Aku berbicara sendiri.

"You love it? One day, you'll hate it" Aku membalikkan badan and DAAANG! Kris!! Muka ku mulai memanas, aku kelabakan saat melihatnya berdiri tegak dihadapanku. Dia mengenakan blazer biru dongker berlengan tanggung, memakai dalaman kaos putih berkerah lebar hingga memamerkan dadanya yang putih. Aku tak sanggup untuk menatapnya karna malu akan kejadian kemarin. "We need to talk" Kris menarikku "Hey!" 

Kami sampai dikamarnya "Masuk" Perintahnya "Huh? I wont!" Dengan sedikit kasar di mendorongku masuk kedalam kamarnya. CKLEEK! Bunyi kunci didaun pintu. Dia duduk dengan elegan sofanya "Take a sit" Aku duduk mengikuti perintahnya. "Pertama, aku minta maaf atas kejadian kemarin. Itu semua tidak sengaja, aku punya kebiasaan tidur yang buruk, seperti sleepwalking. Kedua, aku ingin kau jawab jujur... Kau ini perempuan kan?" Kris mulai tidak santai dengan posisi duduknya, dia sedikit menegakkan punggungnya dan mencondong kearahku. "Yah! Paboya! Such a stupid question. Ofcourse i'm a GIRL" Aku mengetuk kepalanya "Arrggh! Appo!" Erang Kris sambil mengelus kepalanya "Kenapa kau menipu kami semua?"

"Apa maksudmu aku menipu kalian? Kalian semua pikir aku ini laki-laki kan? Tanpa bertanya dulu padaku. Langsung menganggap aku ini laki-laki. Padahal aku kan perempuan ==' " , "Kau tidak normal yah?? Kenapa kau berpenampilan seperti laki-laki? Aku sama sekali tidak mengetahui kalau kau sebenarnya perempuan" , "Ehehe... Pabo! Tentu saja aku normal. Aku suka berpenampilan Tomboy, simple dan nyaman. Disamping itu aku mengagumi kaum mu, yang terlihat bebas. Bebas melakukan hal yang disukai tanpa banyak memikir resiko, aku selalu bergaul dengan anak laki-laki sejak SD sampai sekarang" , "I got it... Tapi, kau tak akan bisa seperti ini selamanya" , "I knew, aku tahu apa yang harus ku lakukan. Thanks for caring Mr Wu. Now, i want to get out from your room, can you open the door please?" 

"A-ah, sure..." Dia membukakan pintunya, aku langsung pergi meninggalkan kamarnya. Eh!
Aku berlari kecil kembali ke tempat Kris "Kita masih punya perjanjian... Ajari aku bahasa mandarin. Masih banyak yang aku tidak mengerti" , "Ne~"jawabnya singkat.


= = = = = = = = = =

Selesai latihan basket aku langsung belajar bahasa mandarin dengan Kris di gedung GYM. "Aoman! (sombong)" Aku meledek Kris dengan bahasa mandarin, dia melihatku dengan tatapan What The Hell? "Guaiyi (aneh)" balas Kris "Gao (jangkung)" , "Airen (kerdil)" , "Xie'e (jahat)" , "Chou (jelek)" Kris menjulurkan lidahnya. I'm pouting badly, Aku sudah kehabisan ide "Wo hen ni (i hate you)" , "Hmm... Wo xiang wo xihuan ni (i think i like you)" , "Hah? Apa artinya? Aku belum pernah mendengarkan kata-kata itu sebelumnya" , "Cari sendiri" , "Beri tahu!! Ayooo Kris, beri tahu!" , "Tidak!" , "Kau janji mengajariku bahasa Mandarin! Jadi kau harus memberi tahu aku apa artinya" , "Artinya BODOH" dia pergi meninggalkanku "Bohong! Masa kata sepajang itu artinya bodoh? Kris... Kris!" Aku berlari menyusulnya. "Kerdil! Kau ini berisik sekali" , "Biarin!" xP

x x x 

"WOHOOO!!!" Semua siswa bersorak gembira setelah mendengarkan liburan musim dingin 2bulan. Mereka semua pasti akan pulang kerumah masing-masing, sedangkan aku? Aku takbisa pulang. "Huff~" ku hembus nafas panjang. 

Di gedung GYM...
"Guys, minggu depan kita sudah liburan musim dingin. Siapa yang akan pulang?" Kris bertanya pada kami semua. "Aku... Aku... Aku..." sebagian besar anak-anak basket mengacung tangan mereka kecuali aku. Kris perlahan melirikku, aku hanya melihatnya balik. "Setiap hari jumat kita tetap latihan digedung ini" , "Hah? Apaaa?" Semua anak protes atas perintah Kris "Selesai liburan musim dingin turnamen basket antar sekolah akan dimulai. Kalau kalian tidak mau latihan juga tidak apa-apa... We'll be LOSER in tournament" , "Okay okay, kami akan latihan" 

~ TO BE CONTINUE ~

Hehe :D lama yah nunggu part 5nya keluar -___-v maap yah readers... Seperti biasa author sok sibuk [?] mood naik turun mendaki gunung [?] di tunggu part 6 nya ^^ comment and follow ma blog! Xie xie~ :3 


Selasa, 06 November 2012

[Fan Fiction / part 4] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin,Luhan from EXO-M, Tao from EXO-M.
Part : 4
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Sebelumnya author minta maaf, ada sedikit kesalahan -_-v bukan IU, tapi Rainie. Author sempat mikir IU jadi pemeran cewek ini... Karna geografis FF ini menyorot tentang mandarin jadi author milih Rainie yang aja >< maaf~

Rainie Yang


Dia menyanyikan lagu itu dengan sangat sempurna, she had soft n high voice. "Wow! That was amazing!" Aku memberikannya standing applause. "Btw, I'm Michelle! Nice to meet you. And whos your name?" aku mengacung tangan kananku kearahnya, dia menjabat tanganku dengan ragu. "I'm Rainie... N-nice to meet you too Michelle" aku bisa melihat rona merah dipipi putihnya "Sorry, i can't speak Mandarin well. Still learning~" dia mengangguk "You are not bad, you playing piano so well. Do you schooling in music school before?" , "Nah, nope. I'm learn from ma granpa" , "Can you help me?" , "Sure~" jawabku tanpa ragu "Want you be my partner in school show? No one want playing piano to me" , "W-what? School show?!" , "I-if you wont, n-never mind" dia langsung melangkah pergi "W-wait! I want to be your partner" , "Really?" , "Shi~ ^^ "

= = = = = = = = = = = 

Hari ini pelajaran olah raga "Time to change the cloth" Aku berjalan menuju locketku dan mengambil pakaian olah raga ku setelah itu mencari toilet. Aku masuk ke toilet, tiba-tiba "KYAAAAAAHH!!! BAD MICHELLE! HE WANTS TO PEEK US!" Sejurus semua siswi dalam toilet berteriak histeris sambil melempar tisu toilet kearahku. Aku langsung keluar dengan muka panik "Ahahahaha! Dude, you so brave! But, there is not your place. Let me show your place" seorang siswa mendorongku masuk ke toilet laki-laki "EH?!" saketika mereka berhenti melakukan aktifitas dan melihat ku. 'Astaga! Apa-apaan ini?!' Aku melihat mereka mengganti pakaian dan juga... PEE! "eww!" Gumamku dengan geli. Aku langsung masuk kedalam toilet dan cepat-cepat ganti baju. "Sial! Tidak ada penggantung pakaian!" Terpaksa aku menggantungkan baju olah ragaku di pinggiran dinding toilet.

Suddenly... SRAAAKK!!! Baju olah ragaku dicuri!! "HEY!!! WHAT THE FUCK! GIVE MY CLOTH BACK! FUCKIN JERK!!! DID U HEAR ME! GIVE ME BACK!!" Aku memaki-maki sambil mengedor pintu toilet dengan kasar "If you brave enough, get out and take your cloth! Or... Use this" Sebuah pakaian melayang kedalam toilet yang aku huni. "HUH??" baju olah raga perempuan? "Ahahaha" mereka tertawa mendengar desahan kesal ku. Thats okay, toh juga aku ini kan perempuan.  Aku langsung memakai pakaian itu.

Bajunya berlengan panjang, tidak ada masalah dengan baju hanya saja celana olah raganya terlalu pendek, seperti hotpant. Aku merasa seperti tak menggunakan celana saja -_-" . BRAAAKK!! Mereka mendobrak pintu toilet "Yaaah!" Pekikku. Mereka tercengang melihatku "If you were a girl, i'll make you be my girlfriend" kata siswa itu. "Geez! He had soft skin! He's leg just like a gilr's leg" Mereka menarikku keluar dan mengelilingiku. Mereka mulai menyentuh pundakku, kakiku, "Stop it!" bentak ku sambil menepis tangan mereka yang menyentuhku. "Kau ini perempuan atau laki-laki? Atau bukan keduanya? Ahahahaha" mereka berbicara dengan bahasa mandarin, Bodoh! Mereka ppikir aku tak bisa menggunakan bahasa mandarin? Aku sudah cukup mahir!

"Singkirkan tangan kotormu!" Aku membentak dengan bahsa mandarin "Hee? Anak ini sudah bisa bahasa mandarin! Now, time to fashion show!" Mereka semua mendorongku keluar dari toilet. DUUUKK! Aku terjatuh kelantai, semua orang melihatku "Hey, bukankah itu Michelle Moon? Apa yang dia lakukan dengan uniform perempuan?" Aku bisa mendengar bisikan itu. Sungguh sangat memalukan. Kenapa nasibku selalu saja jadi bahan bully anak sekolah? "Michelle" Suara Kris memenuhi ruang dengarku, dia langsung membantuku berdiri dan menarikku pergi dari tempat itu.

"Hell! What the fuck are you doing huh? Look at you... Kenapa kau berpakaian uniform perempuan?" Aku tak mengerti ada apa dengan Kris, dia marah atau peduli... Entah lah~ kenapa harus membentakku? "They bullying me" jelasku dengan singkat. "Pfftt!" dia menghembus nafas berat, "Lain kali jaga dirimu... Jangan biarkan mereka mengerjai mu lagi" dia langsung pergi meninggalkanku.

___Michelle Moon POV end__

__Kris Wu POV__

Dari sela-sela kerumunan siswa aku melihat seorang siswi jatuh. Tapi, tak satu orangpun yang membantu. Aku langsung menghampirinya. 'EH?! D-dia Michelle!' batinku. "Michelle" aku memanggil namanya untuk memastikan bahwa itu adalah dia. Dia mendongakkan kepalanya, benar dia Michelle! Apa yang dia lakukan dengan menggunakan baju perempuan ha? Aku langsung membantunya berdiri dan segera membawana pergi dari tempat.

"Hell! What the fuck are you doing huh? Look at you... Kenapa kau berpakaian uniform perempuan?" Bentakku. 'Arrghh! Such a stupid question! Apa yang kau lakukan Kris?!' umpatku dalam hati. "They bullying me" katanya dengan singkat. Aku rasa aku benar-benar sudah gila! Kenapa aku harus peduli padanya?? ASTAGA! Dia itu laki-laki!!! "Lain kali jaga dirimu... Jangan biarkan mereka mengerjai mu lagi" aku langsung pergi meninggalkannya.

__Kris Wu POV end__

__Michelle Moon POV__

"Weirdo" aku menjulurkan lidah kearah Kris yang sudah berjalan jauh meninggalkanku. "Michelle~ Kau tidak apa-apa?" tiba-tiba saja Rainie sudah berdiri dihadapanku "A-ah! Ya, aku baik-bak saja... Ah iya! Aku harus kelapangan" kakiku melangkah cepat "Hah? Dengan baju itu?" spontan kakiku berhenti melangkah, TAAAP! Aku menepuk jidad 'How could you be so stupid!' umpatku. "Aku dapatkan baju olah ragamu di gudang, mereka menyembunyikannya disana" Rainie memberikan pakaianku "Xie xie Rainie~ Xie xie!" Aku memeluknya dengan erat dan berlari ketoilet untuk ganti baju "Nanti sore kita latihan ya?" pekiknya "Shi!!" pekikku.


 - - - - - - - - - -

Sepulang sekolah aku latihan dengan Rainie di aula. Hampir satu jam kami habiskan untuk latihan "Break" Aku berhenti bermain piano dan duduk disisi panggung. "Kau cepat mempelajari bahasa Mnadarin, apa kau belajar sendiri?" Rainie sit next to me "Tidak~ Aku diajari Kris" , "Hah? Kris? Bagaimana bisa kau akrab dengannya?" , "Kami tidak terlalu akrab, memangnya kenapa?" , "Biar ku ceritakan..." aku langsung mengubah posisi dudukku, bersila menghadap Rainie

"Dulu, Dia itu siswa terfavorit... Karena dia memiliki wajah tampan, tinggi, JUST PERFECT! Semua siswi tergila-gila padanya. Sampai-sampai mereka membuat Fan Club untuk penggila Kris [?] Kris tipe laki-laki cool and talkless. Jadi sulit untuk mendekatinya~" Rainie bercerita terlalu bersemangat sampai-sampai wajahnya berekspresi terlalu lebay -__-' . "Dia peranakan Kanada - chinese... Sesuatu terjadi padanya..." Rainie menggantung cerita dan membuat aku penasaran "A-apa itu?" , "Di hari festival vallentine, Kris di pergoki sedang mencium seorang siswa" , "HAAAH? SISWA katamu?" , "Iya!! Sampai saat ini aku tak percaya itu. Itu seperti direncanakan, dia dijebak, dia di bully!" Rainie memukul lantai panggung dengan kesal. "Kau menyukainya?" 

"Uh? A... tidak, itu dulu ^^' Namanya tercemar sampai-sampai dia dijuluki  KRIS SI GAY! Such a sad story~ huhuhu" Rainie menyeka air matanya. (=.=") i'm just sweet droping! Tak ku sangka Rainie tipe yang emotional, aku kira dia perempuan pendiam. "Dia berusaha menghapus image buruk itu. Dengan mempunyai pacar... Dia berpacaran dengan Chen Yue, siswi cantik dari kelas 10 A. Aku iri dengan mereka, they're perfect couple ever! Kris ganteng, Yue cantik!! AAAHH!" lagi-lagi Rainie bertingkah aneh, dia berguling-guling di atas lantai "Sepertinya kau selelu memerhatikan Kris?" , "Ehehehe... Itu hal wajar yang dilakukan perempuan kepada laki-laki idamannya :D Aku tidak terlalu menyukai Chen Yue." 

"Kenapa?" , "She so fake" , "huh?" , "Aku pernah memergokinya sedang melabrak siswi di gudang belakang. Orang-orang disekolah ini hanya mengetahui Chen Yue itu perempuan manis dan baik. Huh!" , "Hoaaahh!! Rainie~ kau ini cocok jadi spy!" , "Kau ini!" Rainie memukul lenganku. "Ahahahaha!" , "School show akan mulai minggu depan. Aku harap, latihan kita tidak akan sia-sia. Walaupun hanya juara 3, aku sudah senang" Rainie tiba-tiba saja menjadi lebih calm "Apa? Juara 3? Pantasnya juara 1!! Hehe" , "Kau ini ada-ada saja Michelle"

- - - - - - - - - - 

Haven't room-mate is quite frustrated... Selalu sendirian di kamar, Aku merasa kesepian. Aku mengirim Chanyeol e-mail, sepertinya dia sedang tidak online malam ini. "Tsk!" ku putuskan untuk tidur saja. Beberapa menit aku masih tetap terjaga, setiap menit aku mengganti posisi. Dari terlentang, hadap kiri, hadap kanan, sampai tengkurap. Pikiranku melayang, sebuah pertanyaan terpikir oleh otakku. 'Selama ini... Mereka tidak mengetahui bahwa aku ini perempuan? Jadi selama ini mereka menganggap aku ini laki-laki?' "Kekeke" aku terkekeh sendiri. 'Bagus kalau begitu~ Aku lebih suka menjadi laki-laki' 

sudah pukul 22.30 mata ku terasa berat dan akhirnya aku pun terlelap.

CKRIIIIT! Aku mendengar suara pintu terbuka, bukankah sudahku kunci? Mataku masih terpejam. Aku tak hiraukan itu dan kembali terlelap. Sraaakk! Sraak! Seperti ada orang yang naik ketempat tidurku. Seketika aku merasa hangat, seperti ada yang memelukku dari belakang. Mungkin aku hanya mimpi...

 
~ TO BE CONTINUE ~
 
Maaf yah readers kalo part 4 nya lama nongolnya [?] >.<v soalnya author sibuk urusan kuliah sih -_-v btw, part 5 makin seru loh! Rugi kalo baca :D #plook