Senin, 19 November 2012

[Fan Fiction / part 6] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin, Luhan from EXO-M and Tao from EXO-M.
Part : 6
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Lay 

Di gedung GYM...
"Guys, minggu depan kita sudah liburan musim dingin. Siapa yang akan pulang?" Kris bertanya pada kami semua. "Aku... Aku... Aku..." sebagian besar anak-anak basket mengacung tangan mereka kecuali aku. Kris perlahan melirikku, aku hanya melihatnya balik. "Setiap hari jumat kita tetap latihan digedung ini" , "Hah? Apaaa?" Semua anak protes atas perintah Kris "Selesai liburan musim dingin turnamen basket antar sekolah akan dimulai. Kalau kalian tidak mau latihan juga tidak apa-apa... We'll be LOSER in tournament" , "Okay okay, kami akan latihan" 

= = = = = = = = = =

Tak terasa sudah mau menjelang liburan musim dingin. Aku meraih kalender yang berdiri dimeja belajar. "2 days more" nanti aku pasti akan kesepian disini. Aku harap ada sebagian anak yang tidak pulang :( "Astaga!" aku menepuk jidad cukup keras, aku lupa menghubungi Chenyeol!!

Dengan cepat aku membuka laptop dan mengecheck e-mail. Menunggu Chanyeol online.
5menit kemdudian...
Chanyeol online, di menginvite video chat. "Yaaah! Kau ini kemana saja? Kenapa tidak online? Aku khawatir!!" Chanyeol langsung menyemburku "Ehehe, mianhae Chanyeol-ah~ aku sibuk dengan urusan sekolah. Maaf" , "Haiiish! Ne ne~ kenapa kau cemberut?" , "Aku rindu kalian semua T__T aku mau pulang~" , "Ahahahaha! Sejak kapan kau jadi cengeng, Michelle-ah?" , "Ah jinjja!" , "Michelle-ah, orang tuamu tidak pernah putus asa mencarimu. Berita tentang kau kabur dari rumah sampai ditayangkan di TV..." , "Wow! Daebaaak! I'm famous! Ehehe" , "Aku serius" Chanyeol using he's palm face. "Okay okay~ Chanyeol, 2hari lagi liburan musim dingin di Taiwan. Semua siswa diperbolehkan pulang kerumah masing-masing... Aku sedih, aku tak bisa pulang kerumah" Aku menundukkan kepala

Chanyeol menatapku melalui webcam nya, "Michelle-ah~ kau sudah memilih, kau harus kuat menghadapi resiko" , "Ehehe! Jeon gwaenchanayo!" Aku dan Chanyeol ngobrol lewat video chat selama 2jam. Setelah itu aku langsung tidur.

 - - - - - - - - - - 

Diruangan Mr. Lay...
"Mr. Lay, apakah aku bisa menetap diasrama selama liburan musim dingin?" , "Dont call me Mr, Michie~ i loved to called daddy or papa. Semua anak sekolah disini sudah kuanggap seperti anakku sendiri" Aku hanya menatap Mr. Lay dengan tatapan aneh. "Okay, kalau kau tidak mau juga..." , "No! I'll called you daddy ^^ " , "Aww! You are such a cute daughter, Michie honey~" Mr. Lay mulai mengeluarkan ekspresi anehnya sambil mencubit pipiku 'wth?' batinku. "Well, kenapa kau tidak pulang Michie?" , "Seoul terlalu jauh, aku tidak punya uang untuk pulang" Jawabku "Poor you Michie~ Tentu saja kau boleh tetap tinggal diasrama. Orang tua mu tidak membelikanmu tiket untuk pulang?" , "Aku tidak mau menyusahkan mereka ^^' " , "Kau anak yang baik" Mr. Lay menepuk pelan puncuk kepalaku.

"Mr... Eh! I mean, daddy... Apa aku bisa mendapatkan beasiswa?" , "Semua anak bisa mendapatkan beasiswa! Dengan satu syarat, Make a achievement ;) " , "Huh? Achievement? I think i dont have any skill" , "Who said?" Mr. Lay chuckles "Me" Jawabku dengan muka polos. Mr. Lay mencampak sebuah majalah kearahku, 'Majalah Chinesse national high school' aku membaca dalam hati. Aku melihat lembar demi lembar majalah itu, hampir semua isi majalah itu aku. Foto di acara school show kemarin, foto aku saat latihan basket. 90% sanjungan komentar dari para siswa "Kau punya bakat, Michie. Mereka bilang kau punya skill bermain piano dan basket. Dilapangan kau mulai terkenal dengan 'King of long shot'. Disamping itu, kau punya tampang imut! Kau bisa menjadi model. I dont care what kind achievement you make, as long your achievement make up our school's name" , "I got it, daddy!! Hehe"

Mr. Lay mudah dekat dengan anak-anak seumuranku, dia pria yang baik, aku menyukainya. Mulai sekarang aku menganggapnya sebagai ayahku.

Yah... Ini hari terakhir sekolah. Aku puaskan diriku dengan berbaur dan bermain dengan anak-anak yang lain. "Michelle, Kenapa kau disini?" Suara Rainie menhentikan aktivitasku yang sedang bermain piano "Ah... Aku hanya bermain piano" , "Boleh aku duduk?" Rainie melihat sisi kiri tempat dudukku yang masih kosong "Tentu" Dia duduk tepat disebelahku "Liburan ini kau akan pulang ke korea?" Aku hanya menggeleng sambil menekan tuts piano "Kenapa?" , "Aku tak punya uang untuk membeli tiket pesawat" jawabku tanpa menoleh kearahnya. "Ohh..." Rainie hanya diam sambil memerhatikanku bermain piano.

"Kalau kau mau, saat liburan nanti sering-seringlah bermain kerumahku ^^ " Aku membulatkan mata dan menoleh kearah Rainie "Really?" , "Yap!" , "Kau baik sekali Rainie~ Xie xie :D " Aku dan Rainie menghabiskan waktu istirahat bersama dengan bermain piano.

Waktu menunjukkan pukul 20.00PM, aku duduk sendiri di kafetaria yang dekat dengan dorm. Aku meneguk susu strowberry dan memainkan gelasku. TAP! Seseorang menepuk bahuku membuat aku terlonjak kaget "Astaga! Kris! Kau mengejutkanku!" Dia hanya terkekeh dan duduk disampingku "Kenapa kau tidak pulang?" , "Aku tidak punya uang untuk pulang ke korea" , "Thanks God" Kris menggenggam tangannya "Hah?" aku mengerutkan dahi "Aku juga tidak pulang kerumah" , "Kenapa?" , "Percuma pulang kerumah kalau hanya mendengarkan orangtuaku kelahi" , "Ahh! Maaf, aku tak bermaksud..." , "Tidak apa-apa" potong Kris "Mereka bilang kau Gay?"

Kris menatapku dengan alisnya yang naik sebelah. "Jangan bilang kau mendengar gosip murahan dari anak-anak sekolah" , "Nope, Wind just tell me" Kris tertawa garing "Funny! Tentu saja tidak! Aku 100% normal... Kau pasti sudah dengar gosip yang membuat aku dijuluki Gay disekolah ini kan?" , "Yap" , "Itu semua jebakan, sungguh... Aku tak berniat mencium siswa itu. Waktu itu seseorang mentackle kakiku hingga terjatuh meninmpa seorang siswa and yeah..." dia tanpak geli menceritakan kejadian itu. "Ahahaha! Poor you!!" Aku tertawa lepas melihat ekspresi mukanya. "Aiish!" Kris mengapit kepalaku dibawah ketiaknya dan menjitak kepalaku. "Ouch! Appo... Lepaskan aku, ketiakmu bau!" , "Enak saja! Aku baru selesai mandi!" Dia melepaskan kepalaku "Apa kau berpacaran dengan Yue hanya untuk menghilangkan gosip itu?"

Seketika pertanyaanku menghapus senyum dibibir Kris, dia mulai menhembus nafas sebelum mengangkat bicara "Ne" , "Kau kejam, Kris" , "Dia menawarkan ku jalan itu. Waktu itu aku sangat tertekan dengan semua perlakuan anak-anak sekolah padaku. Mereka selalu mencomooh aku, mengerjaiku. Yue datang menawarkan cara untuk menghapus gosip itu. Aku menerimanya. That's just a deal not a real" Aku hanya diam melihat wajah Kris yang tanpak sedih "Apa sampai sekarang mereka masih membully mu?" , "Tidak, semuanya kembali seperti semula" , "Kau musti berterima kasih banyak padanya" , "Ne~ lama kelamaan Yue benar-benar memperlakukanku seperti pacarnya. Dia mulai berani memerintahku, bahkan membentakku. She forget, this relationship is fake"

"You should to talk with her" , "Yeah, later... Ah! Kenapa aku jadi curhat!" Pekiknya diakhir kata "Thats okay dude! Dengan begitu kita bisa menjadi teman dekat bukan" aku meninju lengannya. "Yap!" Dia tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

__Michelle Moon POV end__

__Chen Yue POV__

Aku mendengar suara orang berbincang di kafetaria. Aku mengintip dibalik pintu dan mendapatkan Kris tengah ngobrol dengan Michelle. "That bicth!" umpatku dengan suara tertahan. Aku mematung ditempat dan menguping semua obrollan mereka. Jantukku berdebar sangat cepat, hatiku sakit seperti ditusuk ribuan jarum, rasa marah, cemburu, dan sedih menguasai hatiku menjalar hingga kemataku, mengeluarkan cairan bening dan hangat. Tetesan demi tetesan jatuh dari pelupuk mataku. Kris tega menceritakan hal itu kepada orang lain. Pernyataanya membuat aku sakit, dia memang tak pernah bisa mencintaiku walaupun aku berusaha sekuat apapun.

"Just watch me!" Aku pergi dari kafetaria dan masuk kedalam kamarku.
"Arrgghh!!" Aku membanting seluruh barang yang ada dimeja belajarku "Yue! Kau kenapa?" Tanya Li teman sekamarku "Sebaiknya kau diam saja!" Aku masuk ke toilet dan menguncinya. "Fuck you, Michelle! You think i'm stupid? No, bitch... I know you are not a boy! One day, i'll prove it. And make you down front of them! Just wait the time..." aku menggeram pelan sambil melihat pantulan wajahku dikaca.

__Chen Yue POV end__

__Michelle Moon POV__

Pagi-pagi aku sudah bangun, aku ingin melihat mereka yang akan pulang kerumah. Aku keluar dari kamar dan menyapu pemandangan pagi di koridor dom laki-laki dan perempuan. Suara para siswa bercampur menjadi satu menghasilkan ribut yang cukup menganggu, mereka sibuk berbincang satu sama lain, sibuk packing barang, dan sebagian lalu lalang di koridor. Aku berjalan ke lapangan dan menuju luar sekolah, banyak mobil parkir didepan sekolah, rata-rata mereka dijemput oleh orang tua. 'Lihat wajah mereka! Mereka tanpak senang' batinku. Aku iri pada mereka.

"Michelle~ Ini nomor handphoneku dan ini alamat rumahku" Tiba-tiba saja Rainie muncul dan memberikan sebuah kertas pink berisi nomor handphone dan alamat rumahnya. "Shi de! (iya) Zaijian~ (sampai jumpa)" Aku melambaikan tangan kearah Rainie yang tengah berlari kemobil. Saat aku membalikkan badan, aku melihat Yue berjalan sambil menatapku sinis. Aku hanya balas menatapnya 'What the hell with this girl?' tanyaku dalam hati. Aku membuang pandangan kearah Mr. Lay yang sibuk berbicara dengan orang tua murid. Dia tersenyum ramah, sesekali menjabat tangan dengan orang tua murid sam melabaikan tangan saat mereka pergi.

Mr. Lay berjalan menghampiriku "Kau jangan bersedih Michie~ Jika kau mau, kau boleh tinggal dirumahku" dia menepuk pelan kepalaku. "Ah... Meiyou (tidak). Aku tidak mau merepotkan daddy ^^v " Dia tersenyum lebar "Take care your self okay? If something happen, just call me. Daddy will come for you" Aku mengangguk dengan senyum mengembang dibibir. 

At room...
Okay, liburan akan membosankan jika aku berdiam diri diasrama saja. "Come on Mich! Think!" Aku mengetuk-ngetuk kepalaku dengan pena. "AHA!" Cari pekerjaan! Aku menggores pena diatas note yang masih polos. Beli pakaian hangat! aku rasa, aku hanya membawa sedikit baju hangat. Aku butuh lebih banyak baju hangat. Cukup itu saja dulu, aku langsung bersiap-siap. Tidak lupa GPS! Tidak lucu kalau aku tersesat diTaiwan =="

Aku berjalan keluar lengkap dengan pakaian hangat, karena cuacanya sedikit dingin. 


"Hey! Kau mau kemana?" Aku membalikkan badan, Kris menghampiriku "I'm looking for job"
 , "Job? Seriously? Bu xuyao gongzou, souyi wo de qizi duzi (tak perlu bekerja, jadi istri ku saja) ahahaha" Dia menutup akhir kata dengan tertawa renyah "Shenme? (apa) Be your wife? No, thanks!" Kris melotot melihatku "Wae?" , "Kau mengerti yang kukatakan?" , "Yes stupid!" Hitungan detik muka Kris merah seperti udang rebus, aku melenggang pergi meninggalkannya. Jujur! Aku sempat fly oleh kata-katanya >,< "Chamkkan! Boleh aku ikut?" Aku tercengang "Atleast, you no need to see GPS" Dia melirik GPD yang ada ditanganku "Cuz, i can be your GPS" Tambahnya dan mengedipkan mata. He made me SPEECHLESS! "Come one! Kau terlalu lama berpikir" Dia menarik tanganku. 'HWAAAAHHH!!! OMMA!!!' jeritku dalam hati. Jantungku berdetak kencang. Aku bisa merasakan tangan hangatnya menggenggam tanganku. 'READY TO MELTING! Mich, be strong please~' "Hwaiting!" Bisikku sambil mengepalkan tangan untuk menyemangatkan diri. "Hwaiting for what?" tanya Kris "Ahh... Euhh... Untuk mendapatkan pekerjaan!" jawabku dengan kelabakkan "Ne, Hwaiting!"

Setelah melewati perjalanan yang singkat kami sampai dijantung kota taipe. Disana banyak sekali toko berjejer disepanjang jalan, dari toko tradisonal sampai modern. Aku kagum oleh pemandangan yang baru saja kulihat "Hehe, tutup mulutmu" Kris menaikkan daguku hingga mulutku tertutup "Aish!" Aku menatapnya sinis dan kembali melihat-lihat pemandangan sekitar.

"Ahh! Look!" Aku berlari kecil menuju pet shop. Aku melihat anak anjing, hamster, kucing, burung dibalik kaca bening. "Kau suka mereka?" , "Nope, I love them" Tertulis di ditoko ini 'Di butuhkan karyawan/karyawati' "Aku mau bekerja disini!" Tanpa menunggu aku masuk kedalam toko, Kris hanya mengekorku. Aku berbincang dengan bibi yang memiliki toko pet shop ini dan dia menerimaku bekerja ditokonya. "Ottokachi?" Tanya Kris. "Aku diterima bekerja disini! XD Sekarang aku mau membeli pakaian hangat. GPS! Show me the way!" , "GPS active, welcome to Taipe. GPS Kris will accompany your journey. Now, keep in straight road" Dia bejalan seperti robot, aku hanya melihat tingkah anehnya dan terkekeh. Dia berjalan lebih dulu dan menghadapku "Keep in straight, i am the place you have to go and stay!" Dia merentangkan tangannya. 

Aku tersenyum malu. Well, seems he had skill in seducing. Aku berjalan kearahnya sambil merentangkan tanganku "Yeah baby~ come to me" Ucap Kris "No way!" Aku mengelak pelukannya dan tetap berjalan. "Akh! You broke my heart! How dare you~" Kris mulai bermain-main dengan acting konyolnya sepanjang jalan. Aku hanya mengabaikannya dan melihat-lihat butik baju disekitar sini. Setelah selesai mendapatkan baju hangat, kami memilih duduk di starbuck.
~ TO BE CONTINUE ~
Hahahaha! *author ngakak* author seneng nulis part 6. Soalnya banyak Kris-Michelle moment! :3 part 7 will be more more moreee great! Wat for next part okay? :D Btw, don't copying this FF without full credit ^^v


 

 

Rabu, 14 November 2012

[Fan Fiction / part 5] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin, Luhan from EXO-M and Tao from EXO-M.
Part : 5
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

 Chen Yue

CKRIIIIT! Aku mendengar suara pintu terbuka, bukankah sudahku kunci? Mataku masih terpejam. Aku tak hiraukan itu dan kembali terlelap. Sraaakk! Sraak! Seperti ada orang yang naik ketempat tidurku. Seketika aku merasa hangat, seperti ada yang memelukku dari belakang. Mungkin aku hanya mimpi...

= = = = = = = = = =

Matahari pagi menyusup dari sela tirai jendela dan menyorot langsung ke kelopak mataku. Ah! Rasanya aku ingin tidur lebih lama lagi. Aku membalikkan badan. Nafas hangat menyapu mukaku, sepasang tangan melingkar di pinggangku. Aku membuka mataku dengan cepat "HAAAHH!!!" Kris! Spontan kakiku menyepak tubuhnya hingga terjatuh dari tempat tidur "Arrggh! Sakit" Dia mengerang dan berusaha bangkit dari lantai. Aku langsung berdiri tegak di atas tempat tidur "Arrggh! Sakit" , "What the fuck??! Apa yang kau lakukan dikamarku?!" , "Tak bisakah kau membangunkanku baik-baik? Pinggang ku sa..." Kris tercengang seperti melihat hantu, mulutnya ternganga lebar. "K-kau perempuan???" Dia melototi tubuhku, cepat-cepat aku menutup tubuhku dengan selimut. Kebiasaan ku kalau tidur hanya mengenakan tanktop dan underwear. "DAMN! JUST GET OUT FROM MY ROOM!!!" Aku mendorongnya keluar dari kamarku. BLAAAMM! Ku banting pintu dan menguncinya. "Akh sial! Jadi semalam pintu lupa ku kunci!" 

Jadi semalaman aku tidur dengan Kris?! Satu ranjang??! "Umma~ maafkan aku!" TToTT [?] KYAAAHH! Ini kejadiaan yang sangat memalukan, mengerikan, dalam hidupku. "Apa yang dia lakukan padaku saat aku tertidur??!" Otakku mulai berpikir aneh-aneh. "ANIIII!!!" Pekik ku sambil mengacak-acak rambut seperti orang gila. "All i need just take a bath! Clean up your self, Michelle. Cuz you get touch!".

__Michelle POV end__

__Kris Wu POV__

Mataku masih terpejam tanganku meraih sesuatu. Aku tak tau ini apa, yang ku tahu benda ini halus dan hangat. Aku memeluknya karna nyaman. Aku tak pernah merasa senyaman ini... 

- - - - - - - - - - 

"HAAAHH!!!" Suara teriakan membangunkanku, sejurus... Tapak kaki menerjang tubuhku hingga terjatuh dari tempat tidur. Alhasil aku mendarat bebas dilantai, "Arrggh! Sakit" erangku sambil berusaha berdiri. "What the fuck??! Apa yang kau lakukan dikamarku?!" Itu pasti suaranya Michelle, aku tahu sekali suara khas nya. "Tak bisakah kau membangunkanku baik-baik? Pinggang ku sa..." Lidahku kelu, aku tak bisa menyelesaikan kalimat yang akan ku muntahkan. Apa aku hanya mimpi? Mataku melotot dan mengekspose setiap senti tubuh Michelle, tubuh Michelle layaknya seperti tubuh perempuan normal lainnya. 'I admire, she kinda sexy' otak kotorku baru saja bereaksi. Dia mengenakan tanktop dan underwear saja... He definitely a GIRL! "K-kau perempuan?" 

Dia tak menjawab pertanyaanku, dia sibuk menutupi tubuhnya. "DAMN! JUST GET OUT FROM MY ROOM!!!" dia memaki sambil mengusirku keluar dari kamarnya. BLAAAMM!!! Pintunya terbanting keras, aku cepat-cepat masuk kedalam kamarku. Takut ada yang melihat. 'Jadi... Semalaman aku tidur seranjang dengannya? Jadi... Yang aku peluk itu dia? Michelle Moon, dia perempuan? Yah! Dia perempuan!!' batinku. Perasaanku tak bisa terlukiskan saat ini, begitu aneh! Aku merasa begitu senang. Jantungku berdetak lebih cepat... Apa aku benar-benar menyukainya? Jika dia perempuan~ Berarti aku bukan Gay! Aku normal. Aku masih menyukai PEREMPUAN!

"Yes!! Wohooo!!! I'm not a gay!" Pekikku sambil berlari keliling kamar.

- - - - - - - - - -

Aku tak tau mengapa, hari ini aku tidak konsentrasi belajar. Michelle pindah tempat duduk, dia duduk paling depan. 'Bagaimana aku harus menyikapinya? Setelah kejadiaan itu...' dari tadi pertanyaan itu memenuhi setiap ruang diotakku "Arrggh" aku menggerem frustasi. 'Demi Tuhan! Aku tak sengaja... Sleepwalking ku kambuh lagi! Tapi dulu tidak separah ini... Sampai-sampai pindah ke kamar Michelle. Biasanya hanya pindah kelantai, sofa, atau kursi belajar' =="

x x x

"Kris~!! Kau dengar tidak?" Yue mengguncang tubuhku hingga aku tersadar dari lamunan "Eh? A-apa?" , "Kau ini kenapa sih? Aku berbicara tapi tak kau dengarkan" Seperti biasa, dia merajuk dengan mencebikkan bibirnya. "Apa yang kau pikirkan?" tanyanya dengan suara manja. "Aku memikirkan tentang Club basket" Aku berbohong. "Kau ini... Selalu saja memikirkan Club mu. Kau tak pernah memikirkan aku. Aku ini kan pacarmu" 'mulai lagi' batinku.

"Maaf~ Aku sedang banyak urusan. Aku harap kau mengerti itu" Aku mengacak pelan rambutnya dan pergi meninggalkannya. "Kris!" Yue memelukku dari belakang "Huff..." Aku membuang nafas berat. "Apa lagi?" , "Apa sulit bagimu untuk benar-benar mencintaiku?" , "Yihan (maaf)" Aku melepaskan tangannya yang mendekam tubuhku dan pergi meninggalkannya.

__Kris POV end__

__Michelle Moon POV__

Aku harus pindah tempat duduk, aku tak bisa menghadapinya. Aku langsung duduk di depan. Selama pelajaran berlangsung, otakku susah untuk fokus. Duduk didepan pun tidak membantu sama sekali, tetap saja aku tidak bisa fokus! Pasti gara-gara kejadian pagi tadi. "Shit!" Aku merasa malu, sangat malu. Aku tak tau harus bagaimana...

x x x 

Seharusnya aku sudah berada di kamar sekarang, tapi... Aku masih saja berjalan keliling tanpa tujuan. Sinar matahari sore berwarna oren menyorot redup keadaan sekolah yang sepi. Aku berjalan dengan tatapan kosong seperti zombi, aku masih saja memikirkan kejadian itu. "Kris!" mata ku spontan membulat saat mendengar nama itu masuk kedalam telinga. Aku mencari asal suara itu, dibalik sela-sela alang-alang aku melihat Kris dangan seorang perempuan ditaman. Perempuan itu memeluknya dari belakang. Aku yakin pasti dia Chen Yue, aku tak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan, karna suara mereka terlalu kecil. Telingaku tak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan. 'W-wait! Michelle, do you stalking? I am? Hell! Apa yang ku lakukan?!'  

Karena sibuk dengan perasaan sendiri, akhirnya mereka sudah tak lagi di taman. "Apa yang kau lakukan disana?" Aku melonjak karna kaget, ternyata pacar Kris memergokiku tengah mengendak-endap dibalik semak-semak. "A-ah! Tidak, aku tengah mencari penaku yang jatuh" 'PABOOO!!!' umpatku dalam hati. "Apa kau yakin? Sepertinya kau sudah mendapatkannya" Mataku spontan melihat tanganku yang menggenggam pena 'HUUUH??! DARN!!' Umpatku lagi dalam hati. "Oh iya! Ehehe" Aku langsung berdiri dan membersihkan seragamku yang sedikit lusuh. "Kau pasti Michelle Moon kan? Anak pindahan dari korea?" , "Iya ^^ " , "Aku Chen Yue~" Dia menyodor tangan kanannya dengan senyum hangat yang bersahabat, aku dengan ragu menjabat tangannya "Nama mu terlalu aneh untuk seorang laki-laki. Kau boleh membodohi mereka, tapi aku tidak bisa kau bodohi" JDEEERR!!! Kata-kata Yue seperti petir yang menyambar tubuhku. Dia berjalan meninggalkan ku yang mematung ditempat. She immedetialy change! From sweet n lovely being cold n sacarstic.

Sungguh, apa yang dia maksud? Apa dia tahu, aku ini perempuan??

= = = = = = = = = =

"Michelle, how do i look?" Rainie berputar-putar didepan kaca rias. "You look great, Rainie~" , "OMG! I'm so nervous! >< " , "Hey hey! Dont worry, we can make it up" Aku menyakinkannya. "Thank you Michelle~~"Rainie tersenyum lega. 

Aku mengintip keadaan luar panggung disela-sela tirai, aku mulai grogi! Aku mencoba untuk tetap calm. "Oww~ Mengejutkan sekali! Kita akan menyaksikan kolaborasi antara Michelle Moon dan ... " MC itu menggantung kata-katanya membuat para siswa bersorak. "Aku tak pernah menyangka, Michelle akan kolaborasi dengan ... Rainie Yang!!"
, "HAAAAA???" tanpaknya mereka semua kaget, ini saatnya kami keluar. "May i?" Aku menyodorkan lenganku pada Rainie, dia tersimpu malu sambil memeluk lenganku. Kami pun keluar dan menunjukkan diri didepan para penonton.


"KYAAAAAAHH!!! MICHELLE~~" Aku bisa mendengar mereka meneriakkan namaku disela teriakan heboh para siswa. Aku duduk didepan piano hitam mengkilat seperti black pearl dan Rainie berdiri ditengah panggung menghadap para siswa. Aku harap dia tidak terlalu grogi dan bisa menguasai keadaan. Jemariku mulai menekan tuts piano dengan halus, memainkan lagu Because of you.

I watched you die I heard you cry every night in your sleep
I was so young You should have known better than to lean on me
You never thought of anyone else
You just saw your pain
And now I cry in the middle of the night
For the same damn thing


Part itu membuat aku merinding, suara tenor Rainie menghipnotis para penonton dalam aula. 'Yeah! She did it' batinku. Aku bangga pada Rainie, aku bangga menjadi temannya.

x x x

"KYAAAHH!" Rainie meloncat-loncat girang. "Michelle we did it!" Dia meloncat dan memelukku dengan erat hingga aku sulit untuk bernafas "Ahahaha! Yes, you did it, Rainie" , "Apa maksudmu, i did it? It's not just me, it's us" , "Nahh..." CHUP! Rainie mencium pipi ku. "EH?!" Untuk apa ciuman tadi. "Xie xie, Michelle~" Dia langsung berlari keluar dari aula. 'Untuk apa itu?' Aku masih mematung dengan mulut menganga seperti orang bodoh.

Malam ini sebagian anak-anak sekolah berpartisipasi dalam acara show school. Aku sudah bosan menonton, aku putuskan untuk keluar dari aula. "Michelle Michelle!!!" Segerombolan siswi berbondong-bondong datang menghampiri ku "Ya?" , "Penampilanmu... DEABAAAK! Kami memoto mu tadi. Nanti foto mu akan kami publish dimading dan majalah bulanan sekolah. Boleh kami berfoto denganmu?" , "Ahahaha! Xie xie~ tentu saja..." We taking selca together. "Bye~" mereka melambaikan tangan dan pergi dengan muka riang "I love being famous boy! Hehe" Aku berbicara sendiri.

"You love it? One day, you'll hate it" Aku membalikkan badan and DAAANG! Kris!! Muka ku mulai memanas, aku kelabakan saat melihatnya berdiri tegak dihadapanku. Dia mengenakan blazer biru dongker berlengan tanggung, memakai dalaman kaos putih berkerah lebar hingga memamerkan dadanya yang putih. Aku tak sanggup untuk menatapnya karna malu akan kejadian kemarin. "We need to talk" Kris menarikku "Hey!" 

Kami sampai dikamarnya "Masuk" Perintahnya "Huh? I wont!" Dengan sedikit kasar di mendorongku masuk kedalam kamarnya. CKLEEK! Bunyi kunci didaun pintu. Dia duduk dengan elegan sofanya "Take a sit" Aku duduk mengikuti perintahnya. "Pertama, aku minta maaf atas kejadian kemarin. Itu semua tidak sengaja, aku punya kebiasaan tidur yang buruk, seperti sleepwalking. Kedua, aku ingin kau jawab jujur... Kau ini perempuan kan?" Kris mulai tidak santai dengan posisi duduknya, dia sedikit menegakkan punggungnya dan mencondong kearahku. "Yah! Paboya! Such a stupid question. Ofcourse i'm a GIRL" Aku mengetuk kepalanya "Arrggh! Appo!" Erang Kris sambil mengelus kepalanya "Kenapa kau menipu kami semua?"

"Apa maksudmu aku menipu kalian? Kalian semua pikir aku ini laki-laki kan? Tanpa bertanya dulu padaku. Langsung menganggap aku ini laki-laki. Padahal aku kan perempuan ==' " , "Kau tidak normal yah?? Kenapa kau berpenampilan seperti laki-laki? Aku sama sekali tidak mengetahui kalau kau sebenarnya perempuan" , "Ehehe... Pabo! Tentu saja aku normal. Aku suka berpenampilan Tomboy, simple dan nyaman. Disamping itu aku mengagumi kaum mu, yang terlihat bebas. Bebas melakukan hal yang disukai tanpa banyak memikir resiko, aku selalu bergaul dengan anak laki-laki sejak SD sampai sekarang" , "I got it... Tapi, kau tak akan bisa seperti ini selamanya" , "I knew, aku tahu apa yang harus ku lakukan. Thanks for caring Mr Wu. Now, i want to get out from your room, can you open the door please?" 

"A-ah, sure..." Dia membukakan pintunya, aku langsung pergi meninggalkan kamarnya. Eh!
Aku berlari kecil kembali ke tempat Kris "Kita masih punya perjanjian... Ajari aku bahasa mandarin. Masih banyak yang aku tidak mengerti" , "Ne~"jawabnya singkat.


= = = = = = = = = =

Selesai latihan basket aku langsung belajar bahasa mandarin dengan Kris di gedung GYM. "Aoman! (sombong)" Aku meledek Kris dengan bahasa mandarin, dia melihatku dengan tatapan What The Hell? "Guaiyi (aneh)" balas Kris "Gao (jangkung)" , "Airen (kerdil)" , "Xie'e (jahat)" , "Chou (jelek)" Kris menjulurkan lidahnya. I'm pouting badly, Aku sudah kehabisan ide "Wo hen ni (i hate you)" , "Hmm... Wo xiang wo xihuan ni (i think i like you)" , "Hah? Apa artinya? Aku belum pernah mendengarkan kata-kata itu sebelumnya" , "Cari sendiri" , "Beri tahu!! Ayooo Kris, beri tahu!" , "Tidak!" , "Kau janji mengajariku bahasa Mandarin! Jadi kau harus memberi tahu aku apa artinya" , "Artinya BODOH" dia pergi meninggalkanku "Bohong! Masa kata sepajang itu artinya bodoh? Kris... Kris!" Aku berlari menyusulnya. "Kerdil! Kau ini berisik sekali" , "Biarin!" xP

x x x 

"WOHOOO!!!" Semua siswa bersorak gembira setelah mendengarkan liburan musim dingin 2bulan. Mereka semua pasti akan pulang kerumah masing-masing, sedangkan aku? Aku takbisa pulang. "Huff~" ku hembus nafas panjang. 

Di gedung GYM...
"Guys, minggu depan kita sudah liburan musim dingin. Siapa yang akan pulang?" Kris bertanya pada kami semua. "Aku... Aku... Aku..." sebagian besar anak-anak basket mengacung tangan mereka kecuali aku. Kris perlahan melirikku, aku hanya melihatnya balik. "Setiap hari jumat kita tetap latihan digedung ini" , "Hah? Apaaa?" Semua anak protes atas perintah Kris "Selesai liburan musim dingin turnamen basket antar sekolah akan dimulai. Kalau kalian tidak mau latihan juga tidak apa-apa... We'll be LOSER in tournament" , "Okay okay, kami akan latihan" 

~ TO BE CONTINUE ~

Hehe :D lama yah nunggu part 5nya keluar -___-v maap yah readers... Seperti biasa author sok sibuk [?] mood naik turun mendaki gunung [?] di tunggu part 6 nya ^^ comment and follow ma blog! Xie xie~ :3 


Selasa, 06 November 2012

[Fan Fiction / part 4] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin,Luhan from EXO-M, Tao from EXO-M.
Part : 4
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Sebelumnya author minta maaf, ada sedikit kesalahan -_-v bukan IU, tapi Rainie. Author sempat mikir IU jadi pemeran cewek ini... Karna geografis FF ini menyorot tentang mandarin jadi author milih Rainie yang aja >< maaf~

Rainie Yang


Dia menyanyikan lagu itu dengan sangat sempurna, she had soft n high voice. "Wow! That was amazing!" Aku memberikannya standing applause. "Btw, I'm Michelle! Nice to meet you. And whos your name?" aku mengacung tangan kananku kearahnya, dia menjabat tanganku dengan ragu. "I'm Rainie... N-nice to meet you too Michelle" aku bisa melihat rona merah dipipi putihnya "Sorry, i can't speak Mandarin well. Still learning~" dia mengangguk "You are not bad, you playing piano so well. Do you schooling in music school before?" , "Nah, nope. I'm learn from ma granpa" , "Can you help me?" , "Sure~" jawabku tanpa ragu "Want you be my partner in school show? No one want playing piano to me" , "W-what? School show?!" , "I-if you wont, n-never mind" dia langsung melangkah pergi "W-wait! I want to be your partner" , "Really?" , "Shi~ ^^ "

= = = = = = = = = = = 

Hari ini pelajaran olah raga "Time to change the cloth" Aku berjalan menuju locketku dan mengambil pakaian olah raga ku setelah itu mencari toilet. Aku masuk ke toilet, tiba-tiba "KYAAAAAAHH!!! BAD MICHELLE! HE WANTS TO PEEK US!" Sejurus semua siswi dalam toilet berteriak histeris sambil melempar tisu toilet kearahku. Aku langsung keluar dengan muka panik "Ahahahaha! Dude, you so brave! But, there is not your place. Let me show your place" seorang siswa mendorongku masuk ke toilet laki-laki "EH?!" saketika mereka berhenti melakukan aktifitas dan melihat ku. 'Astaga! Apa-apaan ini?!' Aku melihat mereka mengganti pakaian dan juga... PEE! "eww!" Gumamku dengan geli. Aku langsung masuk kedalam toilet dan cepat-cepat ganti baju. "Sial! Tidak ada penggantung pakaian!" Terpaksa aku menggantungkan baju olah ragaku di pinggiran dinding toilet.

Suddenly... SRAAAKK!!! Baju olah ragaku dicuri!! "HEY!!! WHAT THE FUCK! GIVE MY CLOTH BACK! FUCKIN JERK!!! DID U HEAR ME! GIVE ME BACK!!" Aku memaki-maki sambil mengedor pintu toilet dengan kasar "If you brave enough, get out and take your cloth! Or... Use this" Sebuah pakaian melayang kedalam toilet yang aku huni. "HUH??" baju olah raga perempuan? "Ahahaha" mereka tertawa mendengar desahan kesal ku. Thats okay, toh juga aku ini kan perempuan.  Aku langsung memakai pakaian itu.

Bajunya berlengan panjang, tidak ada masalah dengan baju hanya saja celana olah raganya terlalu pendek, seperti hotpant. Aku merasa seperti tak menggunakan celana saja -_-" . BRAAAKK!! Mereka mendobrak pintu toilet "Yaaah!" Pekikku. Mereka tercengang melihatku "If you were a girl, i'll make you be my girlfriend" kata siswa itu. "Geez! He had soft skin! He's leg just like a gilr's leg" Mereka menarikku keluar dan mengelilingiku. Mereka mulai menyentuh pundakku, kakiku, "Stop it!" bentak ku sambil menepis tangan mereka yang menyentuhku. "Kau ini perempuan atau laki-laki? Atau bukan keduanya? Ahahahaha" mereka berbicara dengan bahasa mandarin, Bodoh! Mereka ppikir aku tak bisa menggunakan bahasa mandarin? Aku sudah cukup mahir!

"Singkirkan tangan kotormu!" Aku membentak dengan bahsa mandarin "Hee? Anak ini sudah bisa bahasa mandarin! Now, time to fashion show!" Mereka semua mendorongku keluar dari toilet. DUUUKK! Aku terjatuh kelantai, semua orang melihatku "Hey, bukankah itu Michelle Moon? Apa yang dia lakukan dengan uniform perempuan?" Aku bisa mendengar bisikan itu. Sungguh sangat memalukan. Kenapa nasibku selalu saja jadi bahan bully anak sekolah? "Michelle" Suara Kris memenuhi ruang dengarku, dia langsung membantuku berdiri dan menarikku pergi dari tempat itu.

"Hell! What the fuck are you doing huh? Look at you... Kenapa kau berpakaian uniform perempuan?" Aku tak mengerti ada apa dengan Kris, dia marah atau peduli... Entah lah~ kenapa harus membentakku? "They bullying me" jelasku dengan singkat. "Pfftt!" dia menghembus nafas berat, "Lain kali jaga dirimu... Jangan biarkan mereka mengerjai mu lagi" dia langsung pergi meninggalkanku.

___Michelle Moon POV end__

__Kris Wu POV__

Dari sela-sela kerumunan siswa aku melihat seorang siswi jatuh. Tapi, tak satu orangpun yang membantu. Aku langsung menghampirinya. 'EH?! D-dia Michelle!' batinku. "Michelle" aku memanggil namanya untuk memastikan bahwa itu adalah dia. Dia mendongakkan kepalanya, benar dia Michelle! Apa yang dia lakukan dengan menggunakan baju perempuan ha? Aku langsung membantunya berdiri dan segera membawana pergi dari tempat.

"Hell! What the fuck are you doing huh? Look at you... Kenapa kau berpakaian uniform perempuan?" Bentakku. 'Arrghh! Such a stupid question! Apa yang kau lakukan Kris?!' umpatku dalam hati. "They bullying me" katanya dengan singkat. Aku rasa aku benar-benar sudah gila! Kenapa aku harus peduli padanya?? ASTAGA! Dia itu laki-laki!!! "Lain kali jaga dirimu... Jangan biarkan mereka mengerjai mu lagi" aku langsung pergi meninggalkannya.

__Kris Wu POV end__

__Michelle Moon POV__

"Weirdo" aku menjulurkan lidah kearah Kris yang sudah berjalan jauh meninggalkanku. "Michelle~ Kau tidak apa-apa?" tiba-tiba saja Rainie sudah berdiri dihadapanku "A-ah! Ya, aku baik-bak saja... Ah iya! Aku harus kelapangan" kakiku melangkah cepat "Hah? Dengan baju itu?" spontan kakiku berhenti melangkah, TAAAP! Aku menepuk jidad 'How could you be so stupid!' umpatku. "Aku dapatkan baju olah ragamu di gudang, mereka menyembunyikannya disana" Rainie memberikan pakaianku "Xie xie Rainie~ Xie xie!" Aku memeluknya dengan erat dan berlari ketoilet untuk ganti baju "Nanti sore kita latihan ya?" pekiknya "Shi!!" pekikku.


 - - - - - - - - - -

Sepulang sekolah aku latihan dengan Rainie di aula. Hampir satu jam kami habiskan untuk latihan "Break" Aku berhenti bermain piano dan duduk disisi panggung. "Kau cepat mempelajari bahasa Mnadarin, apa kau belajar sendiri?" Rainie sit next to me "Tidak~ Aku diajari Kris" , "Hah? Kris? Bagaimana bisa kau akrab dengannya?" , "Kami tidak terlalu akrab, memangnya kenapa?" , "Biar ku ceritakan..." aku langsung mengubah posisi dudukku, bersila menghadap Rainie

"Dulu, Dia itu siswa terfavorit... Karena dia memiliki wajah tampan, tinggi, JUST PERFECT! Semua siswi tergila-gila padanya. Sampai-sampai mereka membuat Fan Club untuk penggila Kris [?] Kris tipe laki-laki cool and talkless. Jadi sulit untuk mendekatinya~" Rainie bercerita terlalu bersemangat sampai-sampai wajahnya berekspresi terlalu lebay -__-' . "Dia peranakan Kanada - chinese... Sesuatu terjadi padanya..." Rainie menggantung cerita dan membuat aku penasaran "A-apa itu?" , "Di hari festival vallentine, Kris di pergoki sedang mencium seorang siswa" , "HAAAH? SISWA katamu?" , "Iya!! Sampai saat ini aku tak percaya itu. Itu seperti direncanakan, dia dijebak, dia di bully!" Rainie memukul lantai panggung dengan kesal. "Kau menyukainya?" 

"Uh? A... tidak, itu dulu ^^' Namanya tercemar sampai-sampai dia dijuluki  KRIS SI GAY! Such a sad story~ huhuhu" Rainie menyeka air matanya. (=.=") i'm just sweet droping! Tak ku sangka Rainie tipe yang emotional, aku kira dia perempuan pendiam. "Dia berusaha menghapus image buruk itu. Dengan mempunyai pacar... Dia berpacaran dengan Chen Yue, siswi cantik dari kelas 10 A. Aku iri dengan mereka, they're perfect couple ever! Kris ganteng, Yue cantik!! AAAHH!" lagi-lagi Rainie bertingkah aneh, dia berguling-guling di atas lantai "Sepertinya kau selelu memerhatikan Kris?" , "Ehehehe... Itu hal wajar yang dilakukan perempuan kepada laki-laki idamannya :D Aku tidak terlalu menyukai Chen Yue." 

"Kenapa?" , "She so fake" , "huh?" , "Aku pernah memergokinya sedang melabrak siswi di gudang belakang. Orang-orang disekolah ini hanya mengetahui Chen Yue itu perempuan manis dan baik. Huh!" , "Hoaaahh!! Rainie~ kau ini cocok jadi spy!" , "Kau ini!" Rainie memukul lenganku. "Ahahahaha!" , "School show akan mulai minggu depan. Aku harap, latihan kita tidak akan sia-sia. Walaupun hanya juara 3, aku sudah senang" Rainie tiba-tiba saja menjadi lebih calm "Apa? Juara 3? Pantasnya juara 1!! Hehe" , "Kau ini ada-ada saja Michelle"

- - - - - - - - - - 

Haven't room-mate is quite frustrated... Selalu sendirian di kamar, Aku merasa kesepian. Aku mengirim Chanyeol e-mail, sepertinya dia sedang tidak online malam ini. "Tsk!" ku putuskan untuk tidur saja. Beberapa menit aku masih tetap terjaga, setiap menit aku mengganti posisi. Dari terlentang, hadap kiri, hadap kanan, sampai tengkurap. Pikiranku melayang, sebuah pertanyaan terpikir oleh otakku. 'Selama ini... Mereka tidak mengetahui bahwa aku ini perempuan? Jadi selama ini mereka menganggap aku ini laki-laki?' "Kekeke" aku terkekeh sendiri. 'Bagus kalau begitu~ Aku lebih suka menjadi laki-laki' 

sudah pukul 22.30 mata ku terasa berat dan akhirnya aku pun terlelap.

CKRIIIIT! Aku mendengar suara pintu terbuka, bukankah sudahku kunci? Mataku masih terpejam. Aku tak hiraukan itu dan kembali terlelap. Sraaakk! Sraak! Seperti ada orang yang naik ketempat tidurku. Seketika aku merasa hangat, seperti ada yang memelukku dari belakang. Mungkin aku hanya mimpi...

 
~ TO BE CONTINUE ~
 
Maaf yah readers kalo part 4 nya lama nongolnya [?] >.<v soalnya author sibuk urusan kuliah sih -_-v btw, part 5 makin seru loh! Rugi kalo baca :D #plook

Kamis, 25 Oktober 2012

[Fan Fiction / part 3] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin and Luhan from EXO-M.
Part : 3
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Minta waktunya dikit dong, FF ini terinspirasi dari Ouran high school host club sama, Hana kimi :D sedikit ngutip dari komik jepang (?) nama komiknya author lupa -_-v hehe. Xie Xie~~

Mason Moon



"Aish! Tanggung sendiri, kau yang memulai... Kau juga yang harus menyelesaikannya" Kata Kris yang berdiri disebelahku. "Mwoya? Memangnya aku berbuat apa?" HEH! Tunggu! Baru saja Kris berbicara dengan bahasa Korea? Aku tidak mungkin salah dengar. "chamkkan! Kau bisa bahasa Korea?" 

= = = = = = = = = =
 
"sedikit" Tiba-tiba segerombolan siswa datang memenuhi gedung gym dan mengelilingi aku dan Kris. "You come from Korea?" tanya mereka dan melihatku dengan antusias "Y-yesh" , "KYAAAAAAAAAAAHHH!!!" Para siswi teriak histeris "Say something~ use your korean languange!" , "mwoya?" , "HIYAAAAHH!!!" Mereka teriak histeris untuk kedua kalinya "Whos your name?" , "Michelle Moon" , "Such a cute boy! Michelle, I LOVE U!!!" hah? Ada apa dengan para siswi disekolah ini? Apa mereka mengetahui aku ini perempuan? ==' 

"Cukup! Kalian mengganggu jam latihan kami, sekarang bubar!" Kris berbicara dengan bahasa mandarin. Dari nadanya sepertinya Kris mengusir mereka. "Seems we have a new idol~ Cute boy from Korea, Michelle! Dont you jealous to him, Kris?" Goda temannya "Definitely, not" Kris menjawab dengan santai "Kris, can you teach me Mandarin languange. Please teach me, i  beg you" , "I have no time to teach you" , "Enough for today!" Sambung Kris, semua anak-anak basket bubar meninggalkan gedung gym. "Kau tidak boleh pulang sebelum membereskan semuanya, jangan lupa pel lantainya" Kris pun pergi meninggalkan gedung gym. "Meanie!!" Pekik ku sambil menendang bola basket dengan kuat "ouch! Appo" >__<'

Sudah pukul 19.30 tapi, aku belum selesai mengepel juga! Yang benar saja, ruang gym ini cukup besar. Kira-kira ada 3 lapangan -- basket, volley, badminton. Curse you, Kris!! Aku terus mengepel sampai selesai.

"haaahh! Finally~" gumamku sambil merebah diri di lantai. Aku capek, izinkan aku istirahat sebentar saja... Lama kelamaan mataku terasa berat dan aku tertidur.

__Michelle Moon POV end__

__Kris Wu POV__

"Kau tidak boleh pulang sebelum membereskan semuanya, jangan lupa pel lantainya" perintahku. Dia hanya menatapku dengan sinis seperti 'SIALAN KAU!' kekeke... Aku akui dia memang cute, terlalu cute untuk seorang cowok itu hal yang aneh. Aku pergi meninggalkan gedung gym dan pulang ke kamar. "Meanie!!" Suara teriakan dari gedung gym "ahahaha" tawa ku pecah mendengar teriakan itu. 

Badanku terasa gera karena habis latihan, aku langsung mandi dan nonton. Ku intip jam waker yang bertengger di meja belajarku. Sudah menunjukan pukul 20.45 , kira-kira si kerdil itu sudah selesai atau belum ya? Aku pergi menuju gedung gym.

"Yah! Dra...wf" Dia tertidur pulas di atas lantai, "ah jinjja!" Aku menghampirinya dan menggoyangkan badannya dengan kakiku "Yah! Ireona! Drawf!" , "ng? Ahh OMO!! Aku ketiduran! Mianhae... Au sudah selesai mengepel, jangan kunci gedung ini" Dia melonjak bangun dengan muka kelabakan. "ehehe... Pabo! Apa kau sudah selesai mengepel semuanya?" , "aiish! Kau! I did" Dia berjalan keluar gedung. "Weirdo" gumamku.

__Kris Wu POV end__

__Michelle Moon POV__

"Jinjja! Benar-benar tidak sopan, membangunkanku dengan kaki? EH!" Aku mengomel sendiri sepanjang jalan menuju kamar.

Tuesday morning...
Sinar matahari menyusup di sela-sela tirai jedela menyorot langsung kekelopak mataku hingga membuatku terbangun. "HUAAAAHH!!" Aku mengelinjang di atas kasur untuk rerenggankan otot-otot. "Good morning Michelle!" Tanpa menunggu aku langsung mandi dan bersiap-siap untuk sekolah. "Hahaha! Look at you, Michelle... You look awesome in male uniform! Sudah lama sekali aku ingin mengenakan seragam laki-laki" celoteku didepan kaca sambil merapikan rambutku yang pendek. 

- - - - - - - - - -

Selama aku berjalan menuju sekolah, para siswi tak berhenti memandangiku. Sebagian dari mereka berbisik-bisik, sebagian lagi berteriak girang seperti semalam. "Hi~ Goodmorning Michelle. Hows your sleep?" Tanya seorang siswi sambil berjalan disampingku "Ah, Moring... emm, Mei Xiu~ I've sleep well. Thank you" aku sempat membaca bet namanya. BRUUUKK!!! "EH?!" Dia pingsan. Beberapa siswa membantu menggotongnya ke ruang UKS. Semua siswa memandangku dengan tatapan datar "What?" tanyaku. "KYAAAAAAAAAAAAAAHHH!!! Michelle!!! Wo ai ni" pekik para siswi dan berlari menyerbuku. "HUAAAAAAAAAHH!!! Umma!"Aku berlari secepat mungkin, menyelamatkan diri dari siswi-siswi gila. 

Hosh... Hosh... Hosh... Nafasku tersengal, aku sudah berlari jauh. Aku rasa mereka tidak bisa mengejarku lagi. "You!" , "Ekh?" mataku menangkap sepasang kaki, seorang laki-laki tinggi mengenakan baju karate, berambut hitam, mempunyai kantung mata seperti panda --- di iringi beberapa siswa berbadan besar menggunakan baju yang sama. Mataku membelok melihat sabuk yang dikenakannya, sabuk hitam? Oh Tuhan, aku tak mau mati sekarang (?) "Michelle Moon? New student from Korea?" , "Y-yes?" , "Come join us, in karate club. If you reject my bid, i'll make it sure you will feel like hell in this school" , "I-i... E-eehh... Look! Over there!" I point my finger to random place.

Dengan polosnya mereka melihat kearah yang ku tunjuk. Tanpa Ba Bi Bu, aku berlari kabur. "YAAAAHH!!!" mereka mengejarku. Aku bersembunyi di sebuah ruangan, aku tak perduli ruangan apa ini -- yang penting selamatkan diri dari kejaran kelompok karate itu. "I know you will come to art club! Welcome to Art club, Michelle Moon~ I'm Luhan" Seorang laki-laki mungil berambut pirang kecoklatan itu menyambutku dengan ramah dan menarikku ke tengah ruangan. CLAP CLAP! Lampu menyala, tempat itu ternyata ruangan latihan dance. 'Aiish! Apa lagi ini?' batinku. "Michelle, I love your copper brown hair, your wide chocolate eyes, your thin lips, cute nose, and also your smooth skin" aku hanya menatapnya datar, Baru saja dia mendeskripsi diriku? Jari-jarinya bermain di rambutku, pipiku. "Just stop it! I can't dance and i can't acting. So, i wont join your club. Thanks~" , "H-how could you said that? You hurt me" aku melihat anak-anak yang lain mencebik sedih saat melihat acting laki-laki ini. 'wth?' 

BRAAAAAAAAKK!!! Pintu didobrak dengan kasar "Michelle!" , "HUAAAH!! Umma! Dia orang yang tadi!" pekikku. Merka menatapku dengan tatapan aneh, tentu saja karna bahasa yang ku ucapkan tak bisa mereka mengerti. Ketua club art menghampiri gerombolan orang club karate, mereka berdebat satu sama lain seperti kucing dan anjing. Keadaan semakin tidak terkontrol, aku mengendap-endap dan kabur. 

Akhirnya aku masuk ke kelas, "Sorry, i'm late~" , "Ahh! There you are. Come in" Kata guru itu. "Introduce your self Michelle" , "Hi, I'm Michelle Moon... I come from korea. Dowajuseyo~" aku membungkuk. "I m-mean... Please, help me" aku memandang isi kelas dengan kikuk, mereka hanya memandangku dengan muka datar. Mataku tertuju pada Kris, yang duduk di tingkat paling atas. "Take your seat" aku memilih duduk dekat dengan Kris. "Kau tidak mengenal kata on time ya?" Ucapan Kris barusan seperti aliran listrik yang menyetrum tubuhku. Kenapa? Kenapa dia selalu saja membuatku kesal. "nan niga silh-eo!" balasku dengan nada penuh benci. "Huh?" Dia memandangku dengan tatapan tanda tanya. "Go die!" Timpahku. Dia tersenyum miring dan membuang pandangan ke bukunya.

>>> skip >>>

Bell berbunyi tepat jam 17.00 tandanya kegiatan sekolah sudah selesai. Aku langsung menyusun buku-buku, memasukannya kedalam tas dan pergi ke locker. "Michelle!" suara itu?! Suara ketua club karate. Tiba-tiba "Michelle~" suara lembut laki-laki imut -- ketua club art - Luhan. "Hah?!" pekikku karena kaget melihat mereka mengerumuniku. "Choose right now! Karate club or Art club?" tanya ketua club karate dengan mata membelok. "Tao! You just make he scare! He will choose Art club ofcours" kata Luhan "Shut the fuck up!" balas Tao dengan getir, keadaan mulai tak terkontrol seperti kejadian pagi tadi. "HAIIIIISH!!! Stop it guys! I've decide, i will not choose both! Thanks... Move back, give me space to walk out!" Jelas ku sambil berjalan menjauhi mereka. 

"Kau diterima masuk club basket, ini bajumu! Kita latihan rutin setiap hari jumat abis pulang sekolah... Jangan suka terlambat" entah dari mana, Kris tiba-tiba muncul dan memberikan sepasang baju basket padaku. "Hey! Kapan aku bilang mau masuk ke club basket?" mata tajamnya menuapu kedua manik mataku, membuat aku tak sanggup untuk berdiri tegak. 'Sial! Kenapa dia melihatku seperti itu?!' batinku. "Oke, aku akan masuk club basket dengan syarat... Kau mau mengajari aku bahasa Mandarin. Ottoke? Deal?" Dia hanya menatap datar  mukaku "Aku anggap itu DEAL!" aku langsung buru-buru meninggalkannya dan menuju ke kamar. "Ehh?" he's deep voice get in my ear, tak ku hiraukan dan tetap berjalan. 

- - - - - - - - -  

Arrgghh!!! Sudah seminggu lebih aku di Taiwan, tapi aku belum juga menguasai bahasa mandarin! Aku kesulitan untuk berinteraksi, aku telah belajar bahasa mandarin sendiri. Isn't working at all! Aku butuh seseorang untuk mengajariku, tapi... Siapa? Kris? Dia pelit! Dia tak mau mengajariku. "Aiiish!" Panjang umur, baru saja aku menyebut namanya. Aku melihat Kris sedang berjalan santai sendirian di koridor dorm laki-laki. "Yah!" Aku berlari kearahnya, dia berpura-pura tak melihat siapapun. "Kita punya kesepakatan... Kapan kau mau mengajari aku bahasa mandarin?" Tuntutku. Dia tetap diam tak menjawab "Yah! Aku berbicara padamu" , "Aku?" , "ne! Pabo" Tiba-tiba dia menarik tanganku, masuk kedalam kamarnya dan menolakku hingga terjatuh di atas kursi belajarnya. 

"Baca ini... Tanya saja pada ku apa yang tidak kau mengerti" Katanya sambil menyodor buku tentang bahasa mandarin dan duduk santai disebelahku. Aku menurutinya dan membaca buku itu, sesekali aku bertanya padanya. Aku memakan waktu berjam-jam lamanya untuk membaca dan mengerti isi buku ini. "Yah! Kris... Wo hen kun (aku sudah mengantuk)" , "Jixu, you yidian zhou de hen hao (lanjutkan, sedikit lagi juga akan selesai)" , "Wo... Shou... Buliaole (aku sudah tak tahan)" Aku langsung merebah kepalaku di atas meja dan terlelap.

__Michelle Moon POV end__

__Kris Wu POV__

"Wo... Shou... Buliaole" Suaranya melemah di akhir kata. Dia belajar keras untuk mengerti bahasa mandarin, hasilnya juga tidak buruk. "Drawf... Eh?" Dia sudah tertidur "Jangan tidur di kamarku!" Aku menepuk pelan kepalanya dengan buku "Eh! Shiro..." Dia malah merengek dan pindah ke kasurku "YAH! Tidak ada yang boleh tidur di kasurku selain aku!" ZzZzZz. . . "Arrggghhh!! You!" Ku angkat kaki ku seperti posisi ingin menendang. But... Something make me stop. I don't know why, i just can't do that to him. Mataku menyapu setiap likuk wajahnya, sesaat aku terpaku oleh wajahnya. 'EKH?!' batinku. Aku melonjak kebelakang saat menyadari wajahku hanya berjarak sesenti dari wajahnya. Jantungku berdetak tak menentu.

'AKU NORMAL! AKU TAK MUNGKIN MENYUKAI LAKI-LAKI!!! TUHAN! TOLONG AKU~~' Aku berlutut seperti posisi OTL. Pikiranku kacau! Apa aku terkena kutukan atau semacamnya? "Hey! Apa yang kau lakukan disitu? Btw, thanks~ i'll come to you next time... Bye" Michelle tiba-tiba saja bangun dan pergi meninggalkan kamarku. Aku masih mematung dengan pose OTL. Anak sialan! ==" 

__Kris Wu POV end__

__Michelle POV__

Untung aku terbangun, kalau tidak aku bisa kebablasan tidur di kamarnya. Ah iya! Aku hampir lupa, aku harus menghubungi Chanyeol.

Aku langsung membuka laptopku dan online lewat email dan ngecheck -- apakah Chanyeol sedang online atau tidak. Namanya tercantum di list online, tanganku dengan lihai menggeser mouse kesegala arah. CLICK! Video chat aktif. Wajah Chanyeol muncul di layar laptopku, "Haaa!! Chanyeol-ah... I miss you so much!!!" BRUAAAAKK!! Chanyeol terjungkang dari kursinya "EH! Chanyeol, Gwaenchana?" Kakinya yang putih dan jenjang terekspose di layar laptopku -_- "Aww! Appo..." Dia kembali duduk di depan laptopnya dan mengelush kepalanya. "Kau ini! Jangan membuatku kaget, kan jadi jatuh" , "Ehehe! Mianhae~ ^^v " , "Apa kabarmu?" , "Aku baik-baik saja... Chanyeol-ah, disini lebih menyenangkan! ... " Aku bercerita panjang lebar tentang Sekolahku pada Chanyeol. Dia mendengarkan dengan antusias, sesekali kami tertawa dan saling mngejek satu sama lain. 

"Sayangnya, kau tidak disini~ Akan lebih menyenangkan jika kau disini, Chanyeol" kata-kata yang baru saja ku utarakan membuat kami terdiam untuk beberapa detik. "Btw, bagaimana keadaan Mason?" Aku mencoba untuk menghancurkan keheningan yang menyelimuti kami. "Ahh... Dia baik-baik saja. Aku juga sering bermain dengannya, umma dan appa tak pernah berhenti untuk mencarimu" , "Jeongmal gomawoyo, Chanyeol~ mm... Sudah malam, besok kita harus sekolah. Aku akan menghubungi mu lagi nanti! See yah~" Aku menempelkan tanganku ke layar laptop, begitu juga Chanyeol. 


- - - - - - - - - -

Pagi ini sekolah berjalan dengan lancar dan tenang... Tak ada keributan sepertikemarin. Eh? Bukan tak ada, hanya saja belum ada (?). Kris sedang bermain basket sendiri di lapangan, aku hanya memerhatikannya dari kejauhan "Kris~~" Seorang perempuan cantik berparas seperti boneka barbie berambut panjang menghampiri Kris. Mereka tengah mengobrol, mataku tak luput dari Kris dan perempuan itu. Mungkin itu pacarnya, mereka berdua terlihat serasi. 'Tak usah telalu banyak berharap dan berhayal Michelle Moon'

Hari ini aku tidak mood belajar, aku berpura-pura sakit dan pergi ke ruang UKS. Sebelum sampai di ruang UKS, aku melihat aula kosong yang super duper megah. Aku memutuskan untuk melihat-lihat isi aula itu dulu. Panggung besar dengan tirai merah hati terlihat elegan, ratusan kursi empuk berbalut kain merah hati berjejer rapi, sebuah piano hitam mulus tegak di sisi kiri panggung, lampu sorot berwarna putih mengekspose keberadaan piano. Aku berjalan menaiki panggung dan duduk si depan piano, sudah lama sekali aku tak pernah main piano. Jariku dengan pelan menekan tuts piano satu persatu melahirkan sebuah irama yang lembut. 

"Kau bisa mainkan lagu Because of you dengan piano?" Suara seorang perempuan muncul dari balik tirai. Aku bisa mengerti sedikit apa yang dia bicarakan, "Shi (Ya)" aku mengangguk dan mencoba untuk memainkan lagu Because of you. Dia mendekat di sisi kiri ku sambil memerhatikan aku bermain piano. 

I will not make the same mistakes that you did
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I've learned the hard way
To never let it get that far

Because of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid


Dia menyanyikan lagu itu dengan sangat sempurna, she had soft n high voice. "Wow! That was amazing!" Aku memberikannya standing applause. "Btw, I'm Michelle! Nice to meet you. And whos your name?" aku mengacung tangan kananku kearahnya, dia menjabat tanganku dengan ragu. "I'm IU... N-nice to meet you too Michelle" aku bisa melihat rona merah dipipi putihnya "Sorry, i can't speak Mandarin well. Still learning~" dia mengangguk "You are not bad, you playing piano so well. Do you schooling in music school before?" , "Nah, nope. I'm learn from ma granpa" , "Can you help me?" , "Sure~" jawabku tampa ragu "Want you be my partner in school show? No one want playing piano to me" , "W-what? School show?!" , "I-if you wont, n-never mind" dia langsung melangkah pergi "W-wait! I want to be your partner" , "Really?" , "Shi~ ^^ " 

~ TO BE CONTINUE ~

Hehehe... Tunggu part 4 nya yah :D

Minggu, 14 Oktober 2012

[Fan Fiction / part 2] I Wish, I were a Boy!

Title : I Wish, I Were a Boy!
Character : Michelle Moon [OC], Mason Moon, Kris Wu from EXO-MPark Chanyeol from EXO-K, Rainie yang , Lay from EXO-K, Chen yue from Ulzzang Mandarin and Luhan from EXO-M.
Part : 2
Pairing : Michelle x Kris
Language : Indonesia, English [MIXED]
Author : Baby Krisses \(^-^)/
Fandom : EXOTIC
Genre : romance, bla bla bla [?] =__="
Rating : for all creature who want to read this FF [?] -_-

Park Chanyeol


Sorenya aku sudah buat janji dengan Chanyeol, kami akan pergi jalan-jalan. 
"Michelle~" , "hmm?" , "Aku... A... Aiiish! Aku tak mau kau pergi" HUFF!! Aku menghembus nafas panjang melalui mulut. "Jangan membuat aku sulit untuk pergi... Chanyeol, aku janji akan terus menghubungi mu" aku menyodor kelingking ku "Pinky promise" dengan enggan Chanyeol mengaitkan kelingkingnya dengan kelingkingku.

= = = = = = = = = = = 

at school...
Aku menghadap kepala sekolah, aku menyodorkan amplop putih yang berisi surat keluar dari sekolah kepada kepela sekolah "Saya mohon pamit~ Mohon maaf, orang tua saya tidak dapat datang untuk mewakili. Mereka sedang di jerman sekarang" Aku baru saja berbohong! 'Tuhan, maafkan aku~' batinku "Baiklah nona Moon, saya maklumi itu. Anda boleh keluar" Aku langsung keluar dari ruangan kepala sekolah, aku lihat Chanyeol sudah menunggu depan pintu ruangan kepala sekolah. Dia mulai mecebikkan bibirnya dengan mata berkaca-kaca "Gosh!" Aku menarik tangannya, kami berjalan menuju locker "Look Chanyeol, jangan pasang muka sedih mu itu! Arggghh, itu membuatku merasa bersalah".

Hiks hiks hiks... Wait the second! Did i heard he's sob? Aku memerhatikan wajahnya yang tertunduk. Men! He did! "Omo chanyeol-ah, jangan menangis. Kau seperti perempuan saja" aku langsung menyeka air matanya "Sudah lah, aku harus masuk kelas. Hati-hati, jaga diri mu baik-baik. Jangan lupa hubungi aku" dia langsung pergi kekelas "Wait!" cegahku. "here~" aku memberikan sebuah kotak hitam kepada Chanyeol "Apa ini?" , "Bukanya nanti saja, kalau aku sudah sampai di Taiwan. Jangan beri tahu umma dan appa aku ke Taiwan!"

Pesawat akan berangkat jam 07.00PM, aku pulang lebih awal kerumah. Sekarang menunjukkan pukul 02.30PM. Umma, appa dan Mason pulang jam 04.00PM. Aku harus cepat! Barang yang penting sudah lama aku packing. Aku meletakkan sebuah amplop berwarna biru langit di atas meja ruang tengah. "Bye-bye mom, dad, Mason~ i love you all guys!" Aku menitikkan air mata dan meninggalkan apartemen.

__Michelle Moon POV end__

__Mason Moon POV__

"Noona! Aku pulang~~" Aku meloncat masuk kedalam apartemen, tapi aku tak melihat Michelle noona --- bahkan dia tak menyahut. "Dimana Michelle?" tanya umma "mollayo" jawabku. Aku melihat sebuah amplop berwarna biru langit tergeletak di atas meja ruang tengah, aku langsung mengambilnya "T-o... M-o-m-m-y, d-a-d-d-y, a-n-d Mason?" ejaku. umma langsung mengambil amplop itu dari tanganku dan langsung membaca isinya "Honey! Michelle run away!!!" umma berteriak histeris dan appa langsung menyambar telepon rumah. "run away? Mommy, wheres Michelle?" tanyaku. Tapi, umma hanya diam dan menangis. 

Aku melihat isi amplop itu, ada sebuah CD. Aku langsung memasukkan CD itu kedalam DVD player. 

"mm... Okay. Hi Mom, dad, and Mason~" ternyata CD itu berisi rekaman Michelle noona. Umma dan appa membeku ditempat dan menonton dengan seksama. 

"Saat kalian menonton CD rekaman ku ini, kemungkinan besar aku sudah pergi jauh~ maaf, jika aku pergi begitu saja... Aku mempunyai alasan yang kuat kenapa aku pergi. Aku tak bisa hidup terlalu di atur, aku merasa seperti dikekang. Aku tak pernah menceritakan sisi buruk kehidupan sekolahku pada kalian, karna aku tak mau kalian khawatir. Aku sering di bully karna aku anak blesteran. Tenang saja, Michelle is strong girl... i've give them punch back! ^^ umma, appa tolong jangan khawatirkan aku~ aku akan baik-baik saja... Aku pergi kesebuah tempat dimana tak ada yang mengenalku. Aku akan belajar hidup mandiri, aku akan tetap melanjutkan sekolah. Aku janji tidak akan macam-macam. For Mason -- Hey little dude! Take care ur self, and also take care mom and dad for me okay? Dont be mushy boy, listen to mom! okay, thats all~ I LUV U GUYS~~ ^3^ muuuaaahh!!!" 

"This is my fault?" umma menangis.

__Mason Moon POV end__

__Michelle Moon POV__

Aku sudah sampai di airport. hmm~ okay, aku melangkah masuk and say "Goodbye korea~ see you again~!!" aku berjalan tanpa menoleh kebelakang, karna terlalu sedih untuk melihat kebelakang. Pesawat yang kutumpangi akan terbang dalam hitungan menit, aku sudah duduk di seat pesawat.

few hours later...
"Beberapa saat lagi pesawat akan mendarat, kepada semua penumpang silahkan untuk mengenakan sefty belt" Aku terbangun dari tidur, sudah mau sampai? "I'm feel excited!" seru ku sambil melihat pemandangan kota Taiwan dari atas. Tak lama pesawat mendarat. Aku berpikir, bagaimana caranya berinteraksi kalau aku tak mengerti bahasa Mandarin? ==" bodohnya aku lupa untuk memperlajari bahasa Mandarin. Atleast i can speak in English~ 

Aku menjejakkan kaki di Taiwan, menghirup udara dalam-dalam "Taiwan here i come! hehehe" aku langsung masuk kedalam Taxi. "Sir, can you drop me to x x x (alamat sekolah)" , "ahh... x x x ? Hao hao" hah? apa itu 'HAO'? -__-"

Akhirnya aku sampai di National China High School. Aku membayar Taxi, "yeah! I remember now... Xie Xie~" aku hanya ingat 'Xie Xie' dari puluhan ribu kata-kata Mandarin. Menyedihkan sekali. "Excuse me, i want to get in... I'm the new student in this school" Aku meminta izin masuk kedalam sekolah kepada satpam. "You can't speak Mandarin?" Tanya satpam itu, dan membuka gerbang "no, i cant. Oww! Xie xie btw~" melakukan bow dan masuk kedalam sambil menyeret koper. "ahaha! You such a funny kiddo. Welcome to National China high school, little boy" apa? Baru saja dia bilang apa? 'little boy'? B-O-Y?? Ahh... Sudahlah~ 

Yakin aku tak salah masuk sekolah? Ini national china hugs school kan? Kenapa seperti ini? Aku melihat anak-anak sekolah ini berpakaian uniform yang beraneka ragam. Ada yang bergaya emo, harajuku, british, ada juga yang biasa saja, ada yang seperti gaya korean uniform. Bahkan yang perempuan banyak perempuan yang memakai make up. Sekolah ini tampaknya sedikit bebas. Tiba-tiba "Awas!" Teriak seorang laki-laki, aku menoleh dan melihat bola basket melayang kearahku. Reflek aku melepas koper dari genggaman dan menyambut bola yang hendak menghemtam kepalaku.

"This is your ball? Take it" aku melempar kearah laki-laki itu, dia hanya melongok dan menyambut bolanya "Wait!" cegahnya sambil berlari kearahku, Gosh! D-dia... Dia persis seperti karakter yang aku gambar --- dia tampan, tinggi, he just perfect without disability! "Hey drawf! You have ability in basket, so... Come to join us in Basketball club. This afternoon come to gym okay? Dont be late, cuz i'll give you punishment. Ohh! I'm Kris Wu the basketball captain" Dia pergi meninggalkan ku yang masih mematung ditempat. "W-whatta hell? Did he call me DRAWF? Handsome but haven't attitude... CEHH!" umpatku. Aku ini perempuan, wajar saja kalau tidak terlalu tinggi -_-" Seriously? Bukan kah pada umumnya club basket hanya untuk laki-laki saja?

TOOK TOOK TOOK!!! Aku mengetuk ruangan kepala sekolah "Come in" jawab seseorang dari dalam ruangan "Ahh... You must be Mr. Lay right?" , "Yes, I am. Please, take a seat young man" hah? Mwoya? Young man? Apakah mereka tak menyadari sama sekali, aku ini perempuan! Aku duduk dengan kikuk. "Mr. Lay, i'm Michelle Moon... I've register myself in this school through online. And they said, i recieved" , "Are you serious? Michelle is a girl" dia meletakkan formulirku di atas meja, aku langsung mengeluarkan berkas-berkas dari dalam tas "Here, take a look" aku memberinya berkas-berkas itu "Haa, zhongshi ne?? Ms. Moon, you totally look alike guy. I dont realize that you are a girl! I'm so sorry~" , "Really? Never mind... Well, i'm recieved at this school?" , "Yes, let me talk a bit of this school..." dia berbicara panjang lebar, aku hanya mendengarkannya sepeti orang bodoh.

Mr. Lay ini orangnya sangat menjunjung tinggi kebebasan berdemokrasi. Tampaknya dia seorang sarjana politik. Dia bilang, dia memberikan kebebasan bagi seluruh siswanya, namun... Kebebasannya disalah artikan. Publik beranggapan sekolah ini sekolah sesat (?). Dia sempat menangis, wth? "Tissue?" Tawar ku "Yes, Thanks~" dia mengelap air mata dan ingusnya dengan tissue yang kuberi. 'Nasty!' batinku. "Ms. Moon, you can wear male uniform if you want" , "Really? i can wear them?" , "yep! Btw, this is your key's room. Your room exactly between of girl and boy's dorm. Sorry, 'cause... All room already full. You haven't room mate" memberi kunci berserta baju seragam "Thats okay Mr. Lay... Atleast i have room" aku berbalik dan meninggalkan ruangan. "Wait! Mich, you have to learn Mandarin languange" , "mm... I will" baru saja dia panggil aku 'Mich'? Hanya appa yang memanggilku Mich. He's strange, but... I feel something different to him. 

"111" nomor kamarku. "Tepat di tengah-tengah antara dorm perempuan dan laki-laki" Aku melihat koridor antara dorm perempuan dan laki-laki di tengahnya sebuah kamar "111!" Seruku dan membuka pintu kamar yang akan menjadi milikku itu."haha! 111, I am your new occupant!" Aku langsung mengemas barang-barang dan istirahat.

__Michelle Moon POV end__

__Park Chanyeol POV__

Memalukan sekali, aku menangis didepannya! "Pabo" umpatku. Aku ini terlalu pengecut! Kenapa aku tak mengatakan perasaanku padanya?! Sekarang sudah terlambat, dia sudah pergi. Dia pasti sudah sampai di Taiwan sekarang, aku langsung membukakotak hitam yang diberikan Michelle. Sebuah CD dan album -- Anak ini tidak main-main, dia serius untuk minggat. Sepertinya dia akan pergi untuk waktu yang cukup lama. Aku membuka album itu, aku melihat foto kami berdua, semua foto-foto saat kami berdua dengan anggota club basket yang lain. Selesai membolak balik album, aku beranjak ke laptop dan memutar CD itu.

"HAAA!!! Annyeong~ Chanyeol-ah, aku mau kau senyum saat menonton CD ini. Ayo cepat senyum!" CD ini berisi rekamannya. "heh" aku tersenyum tipis melihat tingkahnya di dalam rekaman ini. "nah! Begitu dong ^^d aku lebih suka kau tersenyum ketimbang mencebik! Chanyeol-ah, kau tahu... Kau adalah satu-satunya sahabatku dikorea, sebenarnya aku berat untuk meninggalkan mu. Tapi aku harus -- aku mau mencoba hidup senidiri. Mungkin kau bertanya-tanya, kapan aku akan pulang. Maybe, aku akan pulang setelah selesai SMA. Aku tahu itu terlalu lama, maaf~ ahh! Aku coba untuk kembali saat libur panjang, kalau punya uang -_- tentu saja tanpa sepengathuan umma dan appa. Btw, i made it for you~ enjoy! ^^ ow oww! I love you ^^;" , "Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu" ucapku. Beberapa potongan video saat kami latihan, berlibur, dan disekolah. Aku akan sangat merindukannya...

__Park Chanyeol POV end__

__Michelle Moon POV__

"ehh" Aku merenggangkan otot-ototku, dan meraih jam tanganku yang tergeletak di atas meja. "Whatta??" sudah pukul 16:30 ini sudah sore! "This afternoon come to gym okay? Dont be late, cuz i'll give you punishment." Otakku mereka ulang kata-kata Kris. "Shit!" aku langsung memakai trening dan t-shirt oversize -- berlari keluar kamar seperti orang kesetanan. 

Aku menyerobot masuk gedung gym "Sorry I'm late!" Semua orang dalam gedung tercengan melihatku, dan "ahahahaha!!!" wtf? mereka menertawakanku. What so funny huh? Kris datang mendekat, "Do u haven't shoes?" Apa? Sepatu? Aku langsung melihat kebawah. "Damn it!" Aku memaki dalam hati "Like i've said, u'll get punishment. Now, go join us to exercise. After we done, u have to clean up gym, got it drawf?" , "I got it Mr. Meannie" , "Huh? Did u call me..." , "Yes, Mr. Meannie. If u want me stop to calling u Meannie, just stop calling me Drawf" , "Nope, i like those nickname. Thx drawf!" Kris menepuk kepalaku dan pergi berbaur dengan mereka yang tengah latihan, Thats it! He so annoying! Aku langsung mengikuti latihan, tentu tanpa sepatu. 

Selama latihan aku terus melakukan yang terbaik, walaupun sering diacuhkan. "Hey! Over here!" Teriakku, HUPP! Bola di oper pada ku, jarak antara tempatku berdiri dengan ring basket tidak terlalu dekat. Tapi aku nekat melakukan long shot. 'Get in the ring now' SRAAAKK!!! "Masuk! Masuk!! Yeah!!!" Pekikku sambil loncat girang. SWUUUZ! KRIIIIK KRIIIIKK! Keadaan sepi senyap, aku baru sadar hanya aku saja yang terlalu excited. Dengan perahan aku menurunkan lenganku kebawah dan menunduk. Mereka menatapku tanpa berkedip sedikitpun, mereka langsung berbicara "Ta hui shuo shenme?" , "Hanguo" jawab Kris. "This kiddo from Korea!" Pekik seorang anak laki-laki langsung berlari keluar gedung gym "Yah! We have new student from Korea!" Teriaknya sepanjang sekolah memakai toa (?). 

"Aish! Tanggung sendiri, kau yan memulai... Kau juga yang harus menyelesaikannya" Kata kris yang berdiri disebelahku. "Mwoya? Memangnya aku berbuat apa?" HEH! Tunggu! Baru saja Kris berbicara dengan bahasa Korea? Aku tidak mungkin salah dengar. "chamkkan! Kau bisa bahasa Korea?" 

~ TO BE CONTINUE ~

Maaf banget kalo part ke-2nya lama keluar ><v author sibuk -_- abis tuh, modem kena block. Jadi susah mau lanjut nulis. (_ _)v maaf yahh? Btw, uda puas? Kris nya udah nongol tuh :D di tunggu part 3 nya oke? ^^