Sabtu, 20 April 2013

[One shoot FF / Choi Seunghyun TOP] When Bingu and Bakka meet

Title : When Bingu and Bakka meet
Character : Choi Seunghyun aka TOP, Rei Usagi (OC), Miyavi (cuma numpang lewat nama doang -_-")
Author : Baby Krisses ^-^
Genre : Romance, weirdness n silliness (?)
Rating : 17+

Choi Senghyun aka TOP

"Love in silliness"

= = = = = = = = = 
__Rei Usagi POV__

"Aku cape... Pergilah! Jangan ganggu aku. Hush hush~" Aku mengibas-ngibas lemah kedua tanganku seperti mengusur anak kucing yang kehilangan induknya (?). TOP tak juga menjauh dia tetap memainkan rambut coklat tembaga terang milikku "Andweee!" Rengekku sambil mengacak rambutku, aku berusaha fokus menyelesaikan design yang hampir selesai "Main jauh-jauh!" Aku melempar bola ke sembarang arah lalu memandang TOP dengan tatapan Kau-Pergi-Sekarang-Juga (?)  "Kau pikir aku ini kucing?" Runtuk TOP dengan suara bass-nya itu "Aku tidak berkata seperti itu Tuan Choi, kau yang bilang sendiri" Jawabku enteng.

20 menit berlalu. Tampaknya TOP sudah mulai bosan menggangu ku "Aish! Aku bosan!" Dia menggerutu kesal, kini dia ikut duduk dilantai tepat disebelahku. Aku bisa merasakan sepasang mata tajam itu tengah memerhatikanku yang sedang menyelesaikan design, sungguh! Aku paling benci diperlakukan seperti ini, aku akan kehilangan kosentrasi. Perlahan aku coba untuk mengabaikannya.

5 Menit berlalu. Sepertinya ada yang dia lakukan disana, aku yang penasaran langsung melirik kearahnya sedikit. DDANG! Oke! That's it! "EHH!!" Aku mengetuk pucuk kepalanya. Dia menunjukkan ekspresi anehnya itu "Kekeke! Wae? Wae? Wae?" Bukannya mengerang kesakitan malah menyengir kuda (?) "Bingu TOP! Kau ini kenapa??" Pekikku. Aku sedikit emosi karena kerjaanku tak selesai karena ulahnya "Yakk! Bakka! Jangan panggil aku Bingu -_-" Aku hanya bosan, ayolah temani aku bermain~~" Dia mengeluarkan aegyo-nya yang menurutku super duper aneh "Setelah itu jangan ganggu aku bekerja, arraseo?" Dia mengangguk cepat seperti anak umur 6 tahun.

TOP membimbing tanganku, kami masuk menuju kamar. Mataku sedikit iritasi dengan kamar ini, semua berdekorasi pink dan penuh mainan, aku tak bisa berbuat apa! Demi bayi besar ini, aku mengalah. Dia yang menentukan dekorasi kamar, sungguh aku tak nyaman dengan semua ini. Tapi apakan daya, aku ini hanya seorang istri -- Seorang istri harus menurut pada suaminya. Itulah yang dikatakan ibu, bakal saja itu amanah dari ibu. Kalau tidak, jangan pernah harap aku mau menuruti semua perkataan namja gila ini. Wajahnya saja yang seram, tapi kepribadiannya sangat konyol. Aku yakin perempuan lain tak akan sanggup mengahadapi namja konyol dan random ini, karena aku juga konyol (?) Kami menjadi pasangan yang KLOP!

"Biar aku saja yang menentukan main apa malam ini" Aku mendahuluinya "Ne!!" Pekik TOP dengan suara aneh (?) Aku mengambil boneka dan duduk di atas kasur "Ambil satu boneka" Perintahku. Dia mengambil satu boneka lalu duduk berhadapan denganku "Aku sedang tak ingin bermain, aku cuma ingin bernostalgila denganmu (?)" , "Yah! Yang benar nostalgia" Koreksinya "Whatever~ -__-' Bingu, lihat aku!" Aku meluruskan arah pandangnya ke wajahku "Kenapa?" Tanyanya bingung "Diam! Focus dan serius (?)" Dia mulai menatapku serius. Mimik muka yang tegang, sepasang mata yang redup dan tajam, bergantung hidung bangir plus bibir kucing miliknya. Ahh! Aku masih mimpi! Namja ini milikku "Aigooo~!! Bingu, aishiteruyo! You're mine right? (?)" Aku menangkup wajahnya dengan dua tanganku, sesekali aku mencubit pipinya.

Dia hanya melongo innocent "Kau ingat bagaimana cara kita bertemu?" Tambahku, aku melepas tanganku dari wajahnya "Aku ingat hingga ke detailnya" Aku mulai mengatur posisi, terlungkup dengan tangan menadah dagu, TOP juga ikut terlungkup disebelahku.

__Rei Usagi POV__

- FLASH BACK -

__TOP POV__

"Ahh! Aku sudah muak dengan semua ini, aku tak mau masuk militer! Eomma, kenapa kau selalu memaksaku eoh??" Aku pergi keluar, serasa ruangan didalam rumah sangat terbatas ingga aku sulit untuk mendapat oksigen. Eomma sedari tadi berteriak memanggil namaku tapi aku mengabaikannya. Entah kemana langkah kaki ini membawaku, aku hanya berjalan menyusuri pinggiran jalan kota Seoul yang disesaki banyak manusia. Mataku menangkap sebuah kertas advertising yang tertempel didinding bangunan "Jepang?" Iklan tentang travel ke jepang, aku mulai berpikir, sepertinya melarikan diri ke jepang untuk sementara bukanlah ide buruk. Aku juga bisa berbahasa Jepang, walaupun berlepotan (?).

* * *

"Eomma! Aish! Dimana bus travelnya? Apa aku ditinggal?? Ahh! Sial!" Aku tak tau jalan, uang cash pun tak punya ditambah sekarang sudah jam 10 malam. Aku duduk di tembok bangunan seperti pengemis, tak lama kemuadian "CLENG! (?)" Suara uang koin jatuh, mataku menangkap beberapa koin dijalan tepat didepanku. Seorang yeoja berambut lurus panjang sepinggang berwarna coklat tembaga terang itu baru saja mencampakkan uang koin padaku. Dia pikir aku ini pengemis! "Hey! Tunggu!" Aku memungut uang koin itu dan mengejarnya, aku mendahuluinya dan berhenti didepannya. DEG! Tiba-tiba saja hatiku jadi cenat-cenut (?) melihat wajah perempuan negeri sakura ini. 

Poni ratanya yang sejajar dengan alis dan rambutnya yang terurai membingkai indah wajahnya, kulitnya putih pucat, berwajah kecil, berhidung kecil dan mancung, bibirnya pun mungil, matanya berwarna coklat terang, pupilnya besar, she perfect like a barbie. "Kau mengahalangi jalanku" Yeoja ini berhasil membuyarkan lamunanku "Ahh! Maaf, kau yang mencampakkan koin ini?" Aku memberinya "Kau tak membutuhkannya? Sudah dikasih malah tak mau menerima" Celetuknya dan mengambil koinnya dari tanganku (?) "Kau pikir aku ini pengemis?" , "Bukankah pengemis selalu duduk dipinggir jalan" Aku rasa yeoja ini terlalu innocent -_-'

Akhirnya kami bercekcok lama hanya karena beberapa koin (?) Tapi aku menyerah saja. I think i have a crush! "Apa kau punya pacar?" Tanyaku asal (?) "Eh! Nanii? Umurku sudah 20tahun, tentu saja aku sudah punya pacar!" Dia menyerobot dan beralan meninggalkanku. Heh? Yang benar saja, umurnya baru 20tahun tapi bertingkah seperti sudah dewasa. Aku saja sudah 26tahun tidak pernah berfikir dewasa (?) "Tunggu!" Cegatku "Aku tersesat, aku warga Korea Selatan. Tolong aku" Dia akhirnya berbalik "Jadi dari tadi kau sengaja berdebat denganku hanya ingin meminta tolong?" , "Tidak! Aku memang bukan pengemis, aku hanya menjaga martabatku sebagai laki-laki tampan (?)" Ahh! Pabo... Apa yang baru saja ku katakan? "Kelakuanmu membuat aku mengurung niat ingin membantu!"

"Tunggu!" Aku menarik tangannya "Yahh! Lepaskan aku! Sekarang kau membuatku takut!" Aku jadi kalang kabut, aku tak bermaksud menakutinya. Dia berlari terbirit-birit (?) Aku langsung mengejarnya. 

Perempuan ini tak tahu lelah, sudah 10 menit berlari, namun dia tak berhenti juga. Aku sudah hampir kehilangan nafas, dia tanpak masuk dalam sebuah apartemen yang terlihat sedikit kumuh. Aku terus mengikutinya hingga sampai dia tengah membuka pintu apartemennya, aku memberanikan diri untuk menghampirinya "Yahh...!" Aku langsung membungkam mulutnya dengan tanganku "Ssstt! Jangan berteriak" Aku menariknya masuk kedalam apartemennya "Jadi kau mengikutiku?!" Aku tak menggubrisnya, mataku sedang sibuk mengamati apartemennya yang sempit, semua barang tertata rapi namun seperti gudang "Kau tinggal sendiri?" Dia mengunci pintu dan duduk lesehan didepan meja petak "Hai! Aku tinggal sendiri, orang tuaku berada di Hokaido, aku Tokyo untuk bekerja dan mengejar cita-cita. Ahh! Watashi no namae wa Rei Usagi, Panggil aku Rei ^^ "

Omooo! Lihat senyumnya! Tuhan, aku benar-benar jatuh hati pada gadis ini "A-ahh! Choi Seunghyun imnida. Panggil saja TOP :) " Kami akhirnya berbincang sambil menyesap secangkir teh hijau. Kami bercerita banyak hal, dia sangat cepat bersosialisasi dengan orang asing seperti ku. Terkadang terlalu cerewet dan sedikit silly -_-' Mungkin effect terlalu innocent (?) "Rei Usagi, aku menyukaimu. Jadilah istriku" Ucapku ngaco (?) Aku tak tahu apa yang sedang kulakukan, kata-kata itu keluar tanpa dipikirkan. Aku ingin sekali membentur kepalaku ke tembok, wajah Rei berubah -- Itu wajar, karena perkataanku barusan tak layak dikatakan "Baiklah, aku memang tak bisa menjamin apa-apa dimasa depan. Aku hanya punya koleksi pakaian dari designer terkenal, satu lemari rak CD His method dan Kanye West (?). Aku hanya seorang laki-laki yang senang bermusik" 

Rei speechless dengan kata-kataku "Choi Seunghyun-sama, aku ini orang miskin. Aku punya adik 9 orang, toh juga aku sudah punya pacar. Kau tak mungkin sanggup untuk menikahiku" , "Tidak! Aku sanggup! Besokpun aku bisa melamarmu" Aku bersikeras, memang aku keras kepala. Perempuan ini menantangku? Aku tak pernah main-main dengan perkataanku.

* * * 

"Yobseo, eomma?" Aku menelpon eomma "Yobseo, ne? Seunghyun-ah?" Jawabnya dari seberang sana "Kau kemana saja ha? Kau melarikan diri? Dasar anak keras kepala! Pulang sekarang juga!" Bentak eomma "Aku akan pulang dengan satu syarat" , "Apa itu?" , "Aku mau melamar seorang gadis jepang" , "MWOOO?! Kau ini gila!" Pekik eomma "Kalau tidak, aku tak akan mau pulang!" Ancamku, ada sedikit bersalah -__-' tapi apa boleh buat. "Baiklah! Eomma akan menyusulmu, katakan saja dimana keberadaanmu" 

* * *

"Eomma, itu dia. Yang memakai kemeja kotak-kotak merah" Aku menunjukkan jari telunjukku ke arah Rei yang tengah duduk di bangku taman "Yeppeo~" Kagum eomma. Aku tahu, aku tak akan mengecewakan eomma -- pilihanku selalu bagus. Kami menghampirinya "Maaf mengganggu, apa aku Rei Usagi?" Eomma cukup fasih dalam berbahasa jepang "Hai~ Aku Rei Usagi" Dia membungkuk 90derajat dan tersenyum hangat pada eomma sebelum melirikku. Kami bertiga duduk di bangku taman "Rei-chan, apa kau sudah punya pacar?" Tanya eomma tanpa basa basi "Aku sudah punya pacar" Eomma mendelik ke arahku "Dia sudah punya pacar! Kau ini bagaimana sih?!" , "Selama janur kuning belum melengkung (?) dia masih bisa aku dapatkan. Ayolah eomma, aku tak mau didahului dengan pacarnya (?)" 

Eomma memejam erat matanya sebentar untuk menghilang stress karena ulahku "Maksud kedatangan tante kemari untuk melamar Rei-chan, kami tak bisa memaksa. Tapi kami mengharapkan penerimaan, besok kami tunggu jawabannya ^^ " Rei hanya mengangguk pelan, terlukis jelas raut kebingungan diwajahnya. 

__TOP POV end__

- FLASH BACK OFF -

 __Rei Usagi POV__

"Yakk! Kau memang gila! Karena kau aku memutuskan Miyavi (?)" Aku memukul bahu bidangnya "Apa yang kau harapkan dari pengamen itu haa?? Jika kau menikah dengannya, kau tak akan bisa meraih cita-citamu seperti sekarang" JLEB! Kata-katanya bak belatih yang menancap di jantung "Kau jahat :'( " Celetukku lemas sambil merengut. Dia malah terkekeh senang! Dasar bingu! "Biar aku yang menyambung ceritanya!" Tukasku 

- FLASH BACK ON -

Laki-laki gila! Maksudku dengan menceritakan keadaan keluargaku untuk membuatnya mudur, tapi kenapa dia malah maju?! "Arrgghh!" Aku mengacak-acak rambutku kasar. Aku melihat sisi baiknya dia, dia gentle sekali. Aku suka~ Tunggu! Bagaimana dengan Miyavi??? >-<" Aku harus memilih!

* * *

Hari ini aku akan menjawab lamaran dari ibunya Seunghyun, tanpak dari kejauhan seorang wanita separuh baya bersama laki-laki berambut hijau mint. Itu pasti mereka, batinku. Kami duduk di tempat kemarin "Jadi apa keputusanmu, Nona Rei?" Aku menghembus nafas panjang melalui mulut "Aku... Terima" Jawabku dengan ragu, namun ini lah keputusanku "Bagus kalau begitu, selebihnya bisa kalian bicarakan berdua saja. Tante pamit pulang ke Korea ^^ " Seunghyun menhantar eommanya kebandara. Aku masih sedih, aku merasa terlalu jahat pada Miyavi. 

* * *

Aku sudah menghubungi ibu kemarin, dia merestui hubunganku. Sekarang aku berada di Seoul, TOP mencuriku -__-" Ini hari ketiga setelah aku mengenalnya. Dia bilang kami akan menikah besok, ohh Tuhan! Kenyataan apa ini? Terlalu cepat dan penuh keanehan (?). Aku hanya bisa menerima karena kau sudah menerima lamarannya, sebenarnya aku belum siap -- sangat belum siap. 

* * *

Aku menarik nafas panjang dan menghembusnya melalui mulut, terasa sesak dan berat sekali -- seperti ada sesuatu mengganjal didadaku. Aku terus memandang pantulan diriku dikaca, wedding dress berwarna hitam pekat, model kemben hingga menampaki bahu polosku, Kalung black diamond dengan mahkota dan anting-anting semua itu saru set, dibagian punggung juga terekspose terbuka hanya tali-tali yang mengikat, tepat dibagian kiri depan ada belahan hingga pahaku. Aku menoleh kebelakang, melihat betapa panjangnya gaun ini. Dasar laki-laki aneh! Fashion sense-nya terlalu berkelas hingga menjadi aneh seperti ini.  "Kau siap, Rei-chan?" Mama (Seunghyun's eomma) mengahmpiriku "Mama, apa aku terlihat buruk? :( " Tanyaku gusar "Tidak~ You look great dear ^^ Ayo" 

Mama menutup wajahku dengan selayar berwarna senada dengan wedding dress yang kukenakan. Mama menyodor bucklet bunga mawar merah dan menggandengku keluar menuju altar. Bridesmaid mengekoriku dari belakang sambil menabur bunga berwarna putih. Tampak semua tamu berdiri dengan senyum kagum, mataku tak luput memandang laki-laki gila yang kutemui  4 hari yang lalu. Dia mengenakan blazer hitam dengan hiasan besi tajam dibahunya, blazernya bilipat hingga siku, dipadu dengan kemeja merah marun motif kotak-kotak, dia mengenakan topi opsir angkatan dengan bros bunga salju ditengahnya (?). Dia ini mau nikah atau fashion show?? Runtukku dalam hati. Semua ini tak seperti yang kuharapkan OTL
 
Lihat saja dekorasi altarnya, dimana-mana pernikahan dihiasi warna terang seperti putih. Ini altarnya berwarna serba gelap 80% hitam, dan dihiasi dengan mawar merah dan ranting jalar berwarna hitam berduri -__-" Nice job TOP! 

Aku berdiri tepat didepan pendeta di sebelah kiri TOP, kami hendak mengucap janji sebagai pengesahan sebagai seuami istri. Tiba-tiba "Sore o teishi! (Hentikan)" Aku menoleh kebelakang dan melihat bibi Keiko, kenapa dia bisa sampai disini? Dia menghentikan acara pernikahan kami "Aku tidak merestuimu! Ibu mu juga berubah pikiran, dia tidak merestui hubunganmu. Sekarang ayo pulang, Rei-chan!" TOP terlihat kalut dan bingung "Shitakunai! (Tidak mau) Hentikan bibiku!" Pekikku dua orang bodyguard menghentikan langkah bibiku yang ingin mencegatku. "Choi Seunghyun, apa kau menerima Rei Usagi sebagai istrimu, dalam keadaan senang atau susah?" , "Ayo TOP, cepat katakan!" Pintaku tergesa-gesa pada TOP, beberapa detik dia terperangah "I... I do!" Jawabnya.


"Rei Usagi, apa kau..." , "I do i do!" Potongku. Aku sudah tak punya waktu, bibi orang yang keras kepala dia bisa saja lolos dan menarikku sebelum aku menyelesaikan pernikahan ini. "Baiklah, Tuan Choi Seunghyun kau boleh..." Tanpa menunggu aku membuka sendiri selayar yang menutp wajahku dan menyerang TOP. Tentu saja aku menciumnya duluan xD Aku tak tahu bagaimana ekspresi para tamu yang hadir, yang pasti mereka terperangah melihat drama yang kubuat. TOP mendekapku dan mengangkat tubuhku tanpa melepas kontak kami. 

* * *

"Maafkan aku bibi, aku mohon jangan membenci Seunghyun. Aku mohon restui kami, tolonglah bibi~ Katakan pada ibuku" , "Tidak! Sampai kapanpun aku dan ibu mu tak akan merestui pernikahanmu" Bibi bersikaras "Tolonglah bibi~ Maafkan atas perbuatanku yang lancang telah mencuri koeponakanmu dan menikahinya (?), aku yang bersalah. Restuilah kami bibi" Sekarang TOP yang ikut mengemis pada bibi "Ceraikan Rei sekarang juga" Aku tertegun atas perkataan bibi barusan, begitu juga dengan TOP "Aku meminta padamu, bibi. Tolong restui kami" TOP berlutut sambil menundudukkan badannya. Apa yang dia lakukan? Haruskah seperti itu? Aku sedih melihatnya, dia rela mengorbankan harga dirinya. Aku pun ikut berlutut disebelahnya "Tolonglah bibi~" 

"Apa yang kalian lakukan ha? Tidak! Tidak akan pernah" Pekik bibi "Kami meminta padamu bibi, restuilah kami" Ucap kami serentak. Bibi dan kami berdiam diri dalam waktu semenit "Aku tak tahu harus bagaimana lagi, kau keras kepala sekali Rei-chan" Bibi pergi meninggalkan kami "Bibi! Apa kau merestui pernikahan kami?" Pekikku "Un! (iya)" Aku bangkit dengan muka sumringah "Un?" Tanya TOP dengan muka bingung "That's mean YES!!" Pekikku "HUAAAAAHHH!!! Yeeeeyy!!" Pekik kami berdua sambil berpeluk girang. 

- FLASH BACK OFF -

"Lucu bukan?" Aku menutup cerita dengan tawa kecil, TOP tak menjawab. Aku melihat ke sisi kananku, dia tengah tertidur pulas dengan posisi terlungkup. Aku memandang setiap sudut wajahnya yang tampan itu "Terlalu berkesan, itulah yang membuat aku memilihmu. Aishiteruyo Bingu~" Aku mengecup dahinya. Aku akan melanjutkan kerjaanku yang masih belum selesai. GREEP! Tanganku tertahan "Kau mau kemana?" Suara bass itu masuk kedalam ruang dengarku "Jadi dari tadi kau pura-pura tidur ya?" , "Amirini mo wanata o aishite (I love you too)" Dia mendekapku dari belakang "Ayolah TOP, design itu harus siap besok" Elakku sambil melepas pelukannya "Lupakan sejenak tentang perkerjaan mu itu, pikirkan tentang anak. Aku rasa sudah waktunya kita punya bayi" Mataku melotot lebar, susah payah aku menelan ludah. A-apa? Anak??

"Should we do 'it' now?" Bisiknya ditelingaku, desisannya sangat mengerikan (?) Hari ini genap sebulan aku menyandang status sebagai istrinya, tapi aku tak pernah memberi haknya -__-" Aku pura-pura tak tahu. Jujur aku takut! "Tidak! Aku takuuut!!" Pekikku dan melarikan diri, BRUUUKK! Naasnya aku terjungkal saat berlari "Auuh!" Erangku kesakitan "Kau kualat dengan suamimu! Hahaha! Ini tak akan terjadi jika kau menurut. Ayo aku bantu" Dia tersenyum jahil sambil menggotongku kembali ke kamar "Tidaaak! Aku tak mau! Ini aku anggap pemerkosaan!" Aku meronta "Dasar bakka, mana ada kasus suami memperkosa istri sendiri -_-" Kami masuk dalam kamar CKLEEEKK! BLAM! (?) Pintu tertutup, habis sudah riwayatku.

~ THE END ~

Sorry kalo banyak typo dan ga jelasnya (?) xD Hope you like it my lovely readers ^^

Senin, 15 April 2013

[One Shoot FF / Yang Seungho] Let's talk about EGO

Title : Let's talk about EGO
Character : Yang Seungho from MBLAQ, Jessy Park (OC)
Chapter : One shoot
Genre : Sad romance
Rating : 17+

Yang Seunho

Hallo Hallo~~ xD Author Baby nongol disela kesibukkan kerja yang ga ada habisnya (?). Maaf ya, FF We're Like Dominoes nya ga disambung .__. Author lagi ga dapet feel (?) #plaaakk #alasan >< . Okehh, ini FF curahan hati sang author yang habis dilanda galau (?) FF ini saya dedikasikan untuk "dia" yang sudah menduakan aku TT___TT . Chekidot!!!

= = = = = = = = = =

 Judgement is about EGOISTIC

* * * 

__Jessy POV__

"Imo, kita mau kemana?" Aku terus mengekori langkah kaki imo "Kita akan ke jeju island" Jawab imo tanpa menoleh ke arahku, dia terus berjalan sambilk mengawasi jalan didepannya "Bukannya umma mu sudah bilang?" , "Ani ani, umma tak ada bilang apa-apa padaku" Aku menjawab sambil menggeleng-gelengkan kepala. Imo duduk di seat dalam waiting room "Terus kita tunggu siapa?" Aku ikut duduk disamping imo "Asisten imo" Aku mengangguk. 

Imo sibuk dengan handphone-nya, aku maklumi itu karna dia seorang direktur disebuah perusahaan design interior. Aku memandang keadaan sekitar waiting room yang tenang untuk mengusir rasa bosan yang mulai menguasai diriku. Tak lama aku melihat seorang namja berambut coklat tembaga, berpipi chubby, bermata sipit dan mengenakan Kemeja kotak-kotak berwarna hijau pudar dipadu dengan bawahan jeans berwarna hitam. Namja ini cukup menyita perhatianku "Annyeong~ noona~ aggashi" Aku masih terpukau melihatnya sampai-sampa tak menyadari namja itu menyapa imo dan aku.

"Ahh! Yang Seungho-ssi! Kau ini membuat kami menunggu lama saja. Kajja!" Tanpa berkenalan atau apalah (?) imo sudah meninggalkan kami dan boarding pass. "Yang Seungho imnida~" Dia tersenyum dan menyodorkan tangan padaku, aku membalas jabat tangannya "Park Jessy imnida. Panggil saja JC" 

- - - - - - - - - -

"Anggap saja seperti rumah sendiri" Seungho menyungging senyum ramahnya saebelum meninggalkan aku berdua dengan imo dikamar. Rumah pamannya memang tidak terlalu mewah, tapi interiornya sangat pas dan terkesan simple "Ottoke?" Tanya imo singkat "Apanya?" Aku bertanya balik pada imo "Dia, Yang Seungho?" Aku menyernyitkan dahi dan mengambil waktu beberapa detik untuk berpikir "Ahh! Imo! Jadi imo mengajakku ke jeju karena ingin menyomblangkan aku dengan Seungho??" imo terkekeh geli "Ne! Bagaimana menurutmu?" , "Keren! Kekeke" Aku pun ikut terkekeh.

- - - - - - - - - -

"KYAAAHH!!! Seungho-ah! Apa yang kau lakukan??! Keluar keluar keluaaarr!!!" Aku berteriak histeris saat Seungho masuk dalam kamarku, itu tidak akan menjadi masalah jika aku tidak sedang ganti baju. Tapi aku sedang ganti baju sekarang! Aku sibuk menutupi tubuhku yang hanya berbalut two pieces dengan handuk, aku mencampakkan semua barang yang ada didekatku. "Aww! Aiish! Mianhae mianhae~" Seungho langsung ngacir keluar dari kamarku. Aku langsung mengenakan t-shirt oversize dan hotpant, aku keluar dari kamar. TUUUKK! "Paboyaaa! Kau mau mengintip aku sedang ganti baju ya? Dasar mesum! Rasakan ini!" Aku terus mengeroyoknya dengan memukul-mukul tubuhnya.

"Aww! Mianhae, mianhae, aku tak bermaksud mau mengintipmu. Aww! Appo" Aku tak memperdulikannya dan terus memukul "Yakk! Ada apa ini??" Imo datang menghampiri kami "Dia mengintip aku sedang ganti baju, imo!" Tudingku "Mwoyaaa? A-aniyooo! Aku tak bermaksud mau mengintipnya, niatku hanya ingin mengajak dia jalan-jalan. Kenapa malah aku dituduh yang tidak-tidak?" Bantah Seungho "Kau tak tau tata krama! Apa kau lihat pintu disana? Ketuk pintu sebelum masuk! Aish! Jinjja" Aku mengendus kesal. Imo terkekeh pelan "Kalian ini seperti anak-anak saja. JC-ah, Seungho tidak sengaja~ Kalian harus baikan sekarang. Ayo!" Seungho mengulur tangan kanannya "Sorry" Aku hanya melirik tangannya dan melirik si pemilik tangan itu "Ne" Aku menjabat tangannya seperti acuh tak acuh. "Pergilah jalan-jalan :) Kalian lupa sekarang kita di jeju island?" 

- - - - - - - - - 

"Arrgghh! Stupid box!" Aku melihat Seungho tengah sibuk packing barangnya, dia tanpak kesulitan. Aku menghampirinya "Give it to me, sucker" Aku mengambil selotip yang dia pegang "Apa? Sucker??" Aku tak menggubrisnya dan langsung memplester box berukuran sedang itu. Seungho diam sambil memerhatikan aku bekerja "Kau melakukannya dengan sangat rapi" , "Aku ahlinya melakukan hal seperti ini, ada yang bisa ku bantu lagi tuan Yang?" Dia tersenyum "Ani nyonya Yang~" Aku membelalakkan mata, apa? Nyonya Yang? Nugu? Aku? Hah? Apa maksudnya? "Mwo? Nyonya Yang? S-siapa?" Tanyaku keheranan "Sudah malam, tidur lah. Besok kita akan pulang ke Seoul" Seungho mengelus pucuk kepalaku, dia mulai mengalihkan pembicaraan "Kau belum menjawab pertanyaanku" , "You are, stinky" Seungho mencium ketiakku (?) kilat dan berjalan meninggalkanku "You are?" Aku mengulang kata-katanya. Otakku masih berjalan sangat lambat.

- - - - - - - - - -

"Apa kita pacaran sekarang?" Seungho melirikku yang sedang duduk anteng di seat mobil sambil mendengarkan musik "A-apa??" Aku merubah posisi duduk dan mengarah padanya "Kau ini benar-benar lambat tangkap! Tak seperti tantemu. Aish!" Aku memutar bola mata dan mencebikkan bibir "Kita sudah terlalu dekat (?) kedekatan kita bukan seperti seorang teman, melainkan seperti sepasang kekasih" , "Ohh! Okay, sekarang aku mau dengar kau memintaku untuk mejadi yeojachingu mu (?)" Seungho menaikkan sebelah alisnya, keningnya mulai berkerut "Kekeke! JC-ah, kau terlalu blak-blakkan. Baiklah kalau begitu! Nona JC, maukah kau menjadi yeojachingu ku?" Aku mengangguk cepat "Ne, aku mau Tuan Yang!" Dia meraih tanganku dan mendaratkan sebuah kecupan disana.

- - - - - - - - -

"Yobseo, Seungho-ah. Apa kau bersama JC?" , "Tidak, waeyo imo?" , "JC keluar dari pagi, sampai sekarang belum pulang juga. Handphonenya tidak aktif" Aku sedari tadi menahan tawa "Mwooo?! Ahh, baiklah imo. Aku akan mencarinya" Suara Seungho terdengar gelisah dari seberang sana. Setelah mematikan sambungan telepon, aku tertawa terbahak-bahak. Aku meletakkan handphone imo pada tempatnya semula. Yes babe, aku mengerjai Seungho. Dia pasti sangat khawatir sekarang. Dasar Seungho pabo, masa tidak bisa membedakan suara imo dengan suaraku? Tak lama kemudian handphoneku berdering, aku yakin itu pasti dari Seungho. 

Aku langsung meraih handphoneku dan mengangkat telepon darinya "Yobseo~ Wae chagiyaaa?" Aku sengaja mengeluarkan suara manja, karna aku tengah mengerjainya :D "Yakk! Kau dimana ha? Imo bilang handphone mu tak aktif tadi" Dia langsung menyemburku "Aku baru pulang. Mana ku tau, handphoneku selalu aktif kok" Jawabku santai "Aish! Kau keluar dari pagi dan baru pulang jam 10 malam. Kemana saja ha? Jangan kemana-mana lagi? Arra?? Aku akan kesana" Tanpa menunggu jawaban dariku dia sudah memutuskan sambungan telepon "Kekeke" Aku terkekeh geli karena responnya yang lucu (?) itu. "JC-ah, imo keluar sebentar ya? Jangan keluar, sudah malam" Kata imo sambil lalu "Yes ma'am!" Pekikk. Home alone~ Nahh! Sebentar lagi Tuan Yang itu akan kerumah juga.

25Minutes later...
Ting Tong! Bell berbunyi, aku sangat yakin itu adalah Seungho. Aku berlari kecil dan membuka pintu "Ohh, hi!" Aku menyambutnya dengan senyum lebar tapi Seungho tak mengukir senyum sedikitpun dibibirnya. Dia sepertinya benar-benar marah "Ayo masuk" Aku mengambil langkah mundur untuk memberinya jalan masuk. Dia masuk dan masih tetap tak buka bicara "Kau mau minum? Biar ku ambilkan" Aku baru melangkah Seungho sudah menahan tanganku "Duduk!" Perintahnya. Aku pun menurut dan duduk disebelahnya "Kemana saja kau?" Tanyanya tanpa menoleh ke arahku "Jalan-jalan" , "Sama?" , "Kris" Seungho menoleh dan menatap tajam kedua manik mataku "Siapa dia?" Suaranya menggeram tertahan, dia benar-benar marah sekarang. 

Hahaha! "Dia... Dia... Dia..." , "Siapa?!" Bentaknya, sepertinya dia sangat penasaran plus cemburu. Lucu sekali! Tapi aku tak suka dibentak seperti itu "Yah! Jangan bentak aku seperti itu" , "Cepat katakan siapa dia??" Nadanya masih meninggi "Chagiya~ jangan emosi seperti itu" Aku mengelus pundaknya "Yang tadi menelponmu itu bukan imo tapi aku" Dahinya mengukir kerutan-kerutan, jelas saja dia bingung. Beberapa detik dia gunakan untuk mencerna kata-kataku dalam otak "Yakk! Aish jinjja! Yakk!! Nooo! (?)" Aku tertawa keras melihat ekspresinya yang lucu itu "Kau mengerjaiku? Yahh! Park Jessy, kau mengerjaiku eoh??" Aku mengangguk untuk mengiyakan pertayaannya "Nappeun!" Dia terus menggerutu kesal, sedangkan aku tetap menikmati hasil keusilan yang kubuat. 

"Kau tau, kau mengkhawatirkan mu!" Aku mencoba berhenti tertawa namun sulit, ku seka air mata yang mengambang dipelupuk mata. Aku terlalu banyak tertawa "Mianhae chagi~" Aku merangkul pundaknya yang bidang "Jangan begitu..." Lirihnya. Aku merasa keadaan terbalik, sekrang aku seperti seorang namja yang sedang membujuk yeojachingu nya yang sedang merajuk "Aku janji~~ Come here chubby cheeks" Aku merentangkan lenganku lebar-lebar, Seungho berhambur memlukku erat. Aku membalas pelakukannya erat -- ku belai rambut pendeknya yang berwarna coklat tembaga itu "Maafkan aku ya?" Dia hanya mengangguk dalam pelukanku "Kau ini jahil sekali" , "Hehe, mianhae~" 

Aku melepas pelukan "Siapa Kris itu?" Seungho bertanya seperti anak umur 6 tahun bertanya pada ibunya. Aish! Aku tak bisa pungkiri, dia benar-benar menggemaskan! "Dia adalah... Idolaku!" Aku menunjukkan foto Kris Wu (?) "Ohh... Dia jelek (?)" Ejek Seungho "Yakk! Enak saja! Kau bilang Kris jelek? Pria setampan ini kau bilang jelek?" Mataku membulat lebar dan menatap matanya dengan sinis "Kekeke! Aku hanya tak suka kau menggilai laki-laki lain selain aku" Kata-katanya barusan membuatku luluh "Aku ini orang yang objective, aku boleh menggilainya atau siapa saja (?). Tapi kau lah satu-satunya namja yang aku cinta. I'm Yours" Jawabku mantap.  Seungho mengeluarkan senyum gummy yang sangat aku sukai.

Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajahku "May I?" Desisan bisikkannya menerpa bibirku, tanpa menunggu izin dariku bibir merahnya mengecup bibirku dengan lembut. Entah sejak kapan aku menutup mata, kedua lengannya meraih pinggangku. Dengan sangat gampang dia menggeser tubuhku mendekat dengan tubuhnya -- aku mengalungkan lenganku dilehernya. Seungho mulai bermain, lidahnya menjilat-jilay bibirku. Aku masih menutup bibirku, aku takut dengan apa yang akan terjadi jika ini berlangsung lebih lanjut. Dia mengigit pelan bibirku, lama-kelamaan dia seperti memaksakan aku untuk membuka mulut. Seungho menjatuhkan tubuhku diatas sofa, dia menindihku. Kontak kami tak putus-putus, aku menyerah, aku pasrah, ku buka mulutku sedikit.

tanpa meunggu lebih lama, lidahnya menerobos masuk kedalam rongga mulutku. Bermain dengan lidaku, mengabsen setiap deretan gigi. "Engghh!" Erangku saat Seungho mengigit lidahku. Keadaan semakin panas, nafsu sudah mengusai Seungho. Dia seperti setan yang kehausan. Ciumannya kini turun keleherku. Dia mengigit, menghisap kulit leherku dan menghasilkan kiss-mark disana "S-seungho-ah, hajima..." Akhirnya dia berhenti, dia membuka matanya perlahan. Matanya memerah menatap kedua manik mataku dengan teduh, aku membelai wajah tampannya lembut. Aku berusaha menetralkan (?) keadaan yang sudah diluar kendali ini -- aku tak mau hal yang tak diinginkan akan terjadi.

"Bukan begini caranya" Susah payah aku mengeluarkan suara, serasa kerongkonganku tercekat -- tak mampu berbicara karena kejadian tadi "Terus bagaimana?" Aku mecium ujung hidungnya yang bangir itu "Begitu juga sudah cukup ^^ " 

- - - - - - - - -

"Aku cape..." Raut wajahnya begitu asing, aku tak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya. "Hmm?" Gumamku "Aku cape harus seperti ini terus. Apa sih yang aku minta darimu? Tidak banyak, JC. Aku hanya minta kau lebih menjadi perhatian, kau sepertinya tak pernah memperdulikan aku" Aku terdiam. Aku sibuk bergelut dengan pikiranku sendiri, perlahan pikiran buruk mulai menguasai otakku. Aku membayangkan akhir dari hubunganku dengan Seungho 'Arrggh! Andweee!!!' Pekikku dalam hati. 

* * *

"Kau tahu, selama ini kau selalu mengacuhkan aku. Kau tak perduli denganku, bahkan kau tak pernah cemburu padaku. Mereka bertanya, apa JC tak cemburu jika kau berdekatan dengan yeoja lain? Aku hanya bisa jawab, Ani... Mereka bilang, kau harus hati-hati! Mungkin JC tak mencintaimu" Panas mulai menjalar keseluruh tubuhku "Jadi kau lebih percaya kata orang? Seungho-ah, kau tahu sendiri seperti apa aku ini. Aku yeoja cuek, aku bisa berbasa-basi untuk hal seperti itu. Terkadang aku juga merasakan cemburu, tapi rasa percayaku lebih kuat" , "Aku tahu itu sifatmu, tapi... Tak bisakah kau berubah untukku?" Aku diam tak menjawabnya "Kau egois, JC. Kalau kau sayang padaku, berubahlah! Aku meminta banyak padamu, kenapa kau selalu mengabaikan permintaanku?" 

Aku masih tetap diam, aku tahu aku salah. Tapi... Akkhh! "Sudahlah, mungkin lebih baik kita mulai menjalani hidup sendiri-sendiri" DEG! Aku merasakan seperti sebilah pisau tajam menghujam jantungku. Sakit! Sakit sekali! Mataku merespon lebih cepat, cairan bening dan hangat mulai tumpah dari pelupuk mataku "M-mwo?" , "Kita sudahi semuanya" Jelas Seungho tanpa menatapku "Lihat aku! Kau serius?" Aku meraih wajahnya untuk menatap wajahku "Ne, aku serius" Air mataku semakin deras.

"Hajima... Seungho-ah, tolong jangan katakan hal itu. Tolonglah mengerti keadaanku, aku sedang melalui masa sulitku. Aku lelah dengan rutinitas gila yang tak ada henti disetiap harinya. Jangan menambah bebanku, beri aku waktu untuk memperbaiki semuanya. Tolonglah~" Disatu sisi aku merasa jijik pada diriku sendiri, aku mengemis? Ya! Aku mengemis padanya. Di lain sisi aku tak memperdulikan rasa gengsi itu "A-ani..." , "Jebal!! Seungho-ah, give me a chance" Lagi-lagi aku memininta-minta padanya "JC-ah~ ambil saja hikmahnya, mungkin dikemudian hari kau akan menemukan namja yang lebih baik dari pada aku" , "Stop it!! I wont! I wont the other, i just want you!" Tangisku makin meledak, aku memluk tubuhnya dengan erat. Aku tak mau melepaskannya, aku tak bisa melepaskannya.

Biasanya dia selalau membalas pelukanku, tapi sekarang tidak. Bahkan untuk menyentuhku pun tidak. Pikiranku kalut "Seungho-ah, jebal~" Deruan nafasnya yang tenang terdengar ditelingaku, sesekali dia menghela nafas berat dan panjang "Baiklah, satu bulan. Aku mau kau menadi yang seperti yang selama ini aku inginkan" Aku meleraikan pelukan. Aku menyeka kasar air mata yang masih menempel dikulit pipiku "Benarkah?"Dia mengangguk pelan.

Entah mengapa, walaupun dia sudah memberikan aku kesempatan aku masih tetap merasa tak nyaman (?) Bodohnya aku yang masih menangis "Jangan menangis lagi" Seungho menyeka buliran air mata yang turun dengan ibu jarinya. Aku tak melihat senyumnya yang sangat ku sukai itu "Kenapa kau tak tersenyum? (?)" Dia memaksakan bibirnya untuk tersenyum. Aku tak suka senyum terpaksa ini, senyuman itu membuatku takut. Takut akan kehilangannya.

- - - - - - - -

To : Chubby Babe
| Annyeong~ Chagiya, nanti malam kita kemana? ^^ |

Aku menoleh ke arah kalender yang berdiri tegak dimeja kerjaku. Sekarang hari sabtu, aku harap malam ini bisa mencairkan ketegangan yang ada diantara kami berdua. Tak lama kemudian handphoneku bergetar.

From : Chubby Babe
| Annyeong~ Malam ini? Sepertinya tidak ada acara kemana-mana, aku ingin bicara. |

DEG!! Lagi-lagi ini. Jantungku seperti berhenti berdetak dalam beberapa detik -- Apa dia ingin membicarakan itu lagi?  Aku langsung membalas pesannya, jari-jariku dengan lincah menekan layar touch iPhone kesayanganku.

To : Chubby Babe
| Kau ingin membicarakan itu lagi? |

From : Chubby Babe
| Ne, mianhae~ |

Akh! Apa lagi ini? Kenapa dia menjadi seperti ini? Air mataku tak terbendung, aku tak bisa menahannya. Terlalu sakit, rasanya sesak. Hampir saja aku tak bisa bernafas. 

To : Chubby Babe
| Kau bilang, kau memberikan aku kesempatan. You'll dump me? |

From : Chubby Babe
| Mianhae~ Keadaan sudah berubah sekarang. |

Aku menundukkan kepala dan mulai menangis sejadi-jadinya "JC-ah, mana design wedding dress kemarin? Apa sudah selesai? Kostumer kita sudah datang untuk melihatnya" Minkyung masuk kedalam ruanganku tanpa mengetuk, hingga aku kelabakkan memungguinya untuk menutupkan wajahku yang sembab karena menangis "Ah! Ne, sudah selesai. Aku akan keluar sebentar lagi" 

- - - - - - - - - -

"Apa kau bisa kontrol emosi? Berjanji untuk tidak berbuat hal yang negatif" Pinta Seungho. Aku tak menggubrisnya, aku hanya diam -- Aku berusaha untuk menguatkan mentalku, karena aku sudah yakin dia akan memutuskanku. "Pernahkah aku mengenalkanmu pada keluarga ku?" Tanya Seungho, aku membalas dengan gelengan pelan "Itu karena dari awal aku tak yakin untuk menjalankan hubungan denganmu, semua wanita dikeluargaku sukses, mandiri, dan taat agama. Aku tak berani mengenalkanmu pada mereka, karena kau tak seperti mereka. Terkadang kau lupa beribadah, kau tak bisa memasak, kau terlalu manja"

Mulutku terbungkam rapat, kata-katanya sangat mejatuhkanku. Aku rasa ingin mati saja! "Beberapa minggu yang lalu aku dari daegu ke rumah halmonie, dia mengenalkanku pada seorang yeoja" Akhirnya aku menatap wajahnya, kenyataan apa lagi yang kau berikan padaku Tuhan? Aku merasa paru-paruku terhimpit, begitu sulit untuk bernafas dengan benar "Dia yeoja yang baik, dia kuliah jepang sekarang. Dia perhatian, dia tak pernah lupa mengingatkanku untuk beribadah setiap minggunya. Aku punya prinsip, bahagiakanlah keluargamu sebelum mereka tiada. Dan aku juga lelah untuk membagi dua hati, dua pikiran" MODUS! Bajingan kau Seungho! Aku benci kau! Dalam hati aku terus mengutuk dirinya.

"Kita sudahi hungungan ini, sekarang kita jalani hidup sendiri-sendiri" Waktu seakan-akan berhenti bejalan, aku seperti terkurung dalam ruang hampa udara. Aku sempat tak bernafas ntuk beberapa dekit, seketika aku merasa hampa -- yang tadinya banyak suara orang berbincang, kini menghilang begitu saja. Mereka tanpak seperti berbicara tanpa suara, mulutku hanya terbuka sedikit tapi tak mampu mengeluarkan suara. Aku meraih tissue dan menampung air mata yang turun membasahi pipi "Apa kau sudah selesai?" Tanyaku disela tangis "Ne" bisiknya pelan. Aku langsung pergi meninggalkannya

= = = = = = = = = =

Aku mengedipkan mata untuk menyadarkanku dari lamunan panjang dan perih, bulu mataku masih basah karena aku belum juga berhenti menangis. "Aku bisa menerima semua ini walaupun susah, tapi aku tak menerima perkataannya saat memutuskan aku. Seakan-akan aku ini sangat buruk. Onnie~ dia menduakan aku, dia mencampakkanku, dia menghakimiku. Siapa yang egois disini? Apa dia tahu judgement is about egoistic?!" Aku menumpahkan rasa sakit bersama air mata yang jatuh. Rasa sakit ini tak ada habisnya, selama dia tak meminta maaf padaku. Aku hanya bisa mengikhlaskan semuanya, aku hanya bisa menerima rasa sakit yang dia torehkan dihatiku. Aku tahu Tuhan mempunyai rencana yang indah dibalik semua ini~~

~ THE END ~

Dasar bangsaaaatt! Sialaaaan lu! ToT)/  Mati sonooo! (?) #AuthorMulaiGaWaras -__-" yahh, begitulah ceritanya. Maaf buat Seungho oppa atas makiannya xD bukan kamu kok :3 wkwk.

Rabu, 13 Maret 2013

[Chapter 2 / SMartist FF] We're like dominoes

Title : We're like dominoes
Character : Kris Wu from EXO-M, Amber Liu from F(x), Park Chanyeol from EXO-K, Lixui Liu (OC) and other support cast
Genre : Sad Romance or else? (?)
Author : Baby Krisses
Language : Indonesia, English (MIXED)
Rating : 17 or older

Amber Liu

 We're like dominoes, i falling to you and you falling to anyone else. So ironic! 

= = = = = = = = = =

Aku memakai seragam itu "Eh! Berarti Amber jiejie pakai rok juga???" Sulli mengangguk, aku langsung tertawa terbahak-bahak. Aku langsung memakai seragam Sulli dengan semangat "Tadi kau tak mau memakainya, kenapa tiba-tiba menjadi semangat seperti itu?" Aku tak menghiraukan Sulli. Aku mengenakan semua atribut sekolah, aku mengenakan sneakers dan kaos kaki model kendur berwarna kuning, coklat, mocca. Tak lupa gelang-gelang kesayanganku, aku berkaca dan merapikan sedikit rambut pendekku. "Perfect!" Gumamku "Let's schooling, Sulli!" Aku meraih tas ranselku dan menarik Sulli keluar dari kamar.

= = = = = = = = = =

Matahari pagi bersinar terang, cahayanya menyetuh kulitku dengan hangat. Aku mengedar pandanganku di sekolah baru -- Seoul High School. "Awesome!!" Seruku. Aku terus berjalan mengikuti langkah kaki Sulli "Where's Amber?" Aku celingak-celinguk mencari Amber "Itu~" Sulli mengacung jari telunjuknya ke arah barat. Aku melihat Amber tengah ngobrol dengan beberapa laki-laki "Jiejie! Jiejie!" Pekikku sambil berlari kearahnya, Sulli berjalan mengikutiku. "Hi! Lixui~~" Amber melambaikan tangannya "You look sexy!" Aku menepuk pantatnya lalu tertawa keras hingga menyita perhatian siswa-siswi yang sedang sibuk dengan aktifitas mereka sendiri. Dia benar-benar memakai rok! Hahaha.

Muka Amber memerah seperti tomat, dia menatapku murka "You! Little mouse! I will kill you!" Aku melarikan diri sebelum Amber menangkapku. Tiba-tiba, BRUAAAKK!!! Tubuhku menabrak orang dan terpental hingga jatuh ke lantai "Aww! Hurts" Erangku sambil mengelus bokong. Seorang laki-laki berjongkok tepat didepanku dan menutupi pahaku dengan jasnya, rambutnya cepak berwarna coklat tua. Matanya tajam, hidungnya mancung dan bibirnya kecil. Parasnya sangat sempurna seperti karakter tokoh dalam komik, aku terhipnotis dengan ketampanannya. 

Sungguh, ini pemandangan yang langka! Aku tak pernah melihat leki-laki setampan dia di L.A. "Your underwaer was exposed" Bisiknya. DUAAARR!!! Rasanya aku seperti di sambar petir. Aku merasakan panas menjalar keseluruh bagian mukaku, rasanya aku ingin mati saja. Dia meraih tanganku dan menarikku hingga berdiri, aku masih menahan jasnya untuk tetap menutupi pahaku. Aku menundukkan wajahku setunduk-tunduknya "Sudah, tidak apa-apa. Tidak banyak yang melihat, mungkin hanya aku" Aku memberanikan diri menatap laki-laki jangkung itu, dia terkekeh pelan. "Rasakan! Kau kulat denganku, Lixui-ah" Ejek Amber.

"Yow! Kris~" Amber dan Kris saling berjabat tangan "Dia siapa?" Tanya laki-laki yang bernama Kris itu "Dia adikku, Lixui. Dia baru saja pindah dari L.A" Kris tersenyum hangat padaku "Lain kali kau harus hati-hati Lixui~" Kris menepuk pucuk kepalaku "Ne, oppa~!!" Jawabku dengan semangat "Mwo? Dia memanggilku oppa? Amber, dia memanggilku oppa?" Kris bingung "Adikku ini manja dan berbuat sesukanya saja. Hehe" Aku tertawa geli melihat ekspresi Kris.

"Aku pamit dulu. Bye Ambie jiejie~ bye Kris gege~" Aku pergi meninggalkan mereka dan menarik Sulli, aku harus ke ruang kepala sekolah. Do you believe love in the first sight? Okay, first time i heard that words, i don't believe it. But now, i believe it! Kris... Yeah, I like him. There's no words can describe my feeling ^///^ . "Hello~ Lixui~" Sulli melambai-lambaikan tangannya di depan mukaku, aku langsung mengerjapkan mataku "Ye?" , "Kita sudah sampai di depan ruangan kepala sekolah" Sulli menggelengkan kepalanya "Ohh! Okay okay, tunggu aku ya?" Sulli mengangguk, aku mengetuk pintu ruangan itu dan masuk.

"Nuguseyo?" Seorang laki-laki jangkung berwajah Korea berambut hitam berkaca mata duduk di kursi kerja kulit berwarna hitam. "Saya murid baru disini, Mr... Kang... Ken...tang" Aku mengeja papan nama yang berukir tulisan Korea itu "It's Kangta, young lady. Please~ Take a sit" Aku duduk di kursi kosong tepat didepan mejanya "Ahh! I'm so sorry, i can't read it. Hehe.Well, I'm Lixui Liu. I come from L.A. I'm Amber Liu's sister" , "Ohh, jadi kau adiknya?" , "Ye" Jawabku seraya menganggukkan kepala. "Apa kau bisa berhasa Korea?" Aku mengangguk ragu "Bahasa Koreaku memang tidak bagus, tapi saya bisa memperbaikinya. Jadi, apa saya bisa bersekolah disini?"

Dia terkekeh pelan "Kangta Abeoji, kenapa tertawa?" Dia berhenti terkekeh dan memandangku tak percaya "Abeoji??" , "Emang apa yang salah dengan panggilan Abeoji?" Tanyaku heran "Ahh, Aniya~ gweanchana. Tentu kau bisa bersekolah disini, Lixui. Atur administrasi di kantor TU ^^ " , "Gamshamnida abeoji~~ :D You're cool guy! I like you. Okay, bye~" Aku langsung pergi meninggalkan ruangan dan tentunya meninggalkan Tuan Kangta dengan ekspresi heran karena tingkahku xD . "Ayo, antarkan aku ke kantor TU" Aku meminta tolong pada Sulli.

"Aku harus masuk ke kelas, kalau tidak bisa dihukum" Sulli gelisah sambil melirik jam tangannya "Ya sudah, kau pergi saja ke kelas. Aku masih harus mengurus administrasi" , "Kau yakin? Sekolah ini cukup besar, nanti kau tersesat" Ujar Sulli cemas "Jangan cemaskan aku, kau pergi saja" Aku mendorong Sulli keluar dari kantor TU. Dia tanpak ragu-ragu namun tetap berjalan menuju kelas. Aku melanjutkan mengurus administrasi sekolah, setelah itu baru aku bisa mengetahui kelasku. 

"Lixui-ssi~ Kau di kelas 10 E Kata laki-laki separuh baya itu "Ahh, ye ye... Gamshamnida~" Aku berjalan keluar kantor, tapi... Sebentar, mana aku tahu dimana kelas 10 E. Aku kembali ke kantor "Mianhae~ kelas 10 E itu dimana ya?" Aku bertanya pada ahjussi tadi "Dari sini, lurus belok kanan, kau akan melewati lab, setelah itu lurus lagi belok kiri. Ada taman dan lapangan, belok kiri lagi. Kau akan temukan tangga, di atasnya kelas 10 E" Aku hanya melongo. Kenapa dia tak gambarkan peta saja sekaligus -__-" Aku membungkuk lalu keluar dari kantor. 

"Dari sini, lurus..." Aku terus berjalan melewati kelas-kelas yang penuh dengan siswa dan siswi, mereka tanpak serius mengikuti pelajaran. "Terus, belok kanan... Ada lab..." Mataku melirik permeter bangunan yang berdiri tegak, tertulis 'Laboraturium' "Lurus lagi!" Seruku dan meneruskan langkahku yang sempat terhenti. "Dan belok kiri" Dari kejauhan aku bisa melihat sebuah taman dan lapangan, seorang siswa tengah berdiri dengan kaki satu naik dan tangan di telinga. Sudah pasti dia kena hukum "Kekeke" Aku terkekeh melihatnya.

"Nona! Kenapa kau tertawa sendiri?" Suara perempuan yang tegas mengagetkanku dari belakang. Aku langsung menghadap belakang to "Ah... Eh... Itu" Rasanya lidahku seperti kelu, tak bisa menuntaskan kata-kata yang ingin keluar, terlebih perempuan ini mempunyai paras yang tegas. Walaupun badannya kecil mungil. "Kenapa kau masih diluar kelas? Kau cabut?" , "Ani, aniya~ A-aku... Aku..." , "Kau dihukum, berdiri dilapangan dengan siswa itu" Dia menunjuk siswa yang tengah dihukun dengan jari telunjuknya "Tapi... Aku..." , "Tidak ada tapi-tapi, atau aku tambah hukumanmu" 

Tanpa disuruh lagi aku langsung berjalan menuju lapangan, aku menghampiri siswa yang dihukum itu dan mengikuti gayanya. Matahari mulai terasa panas, sekarang sudah pukul 10. Aku menyipitkan mata karena sinar matahari yang cukup menyilaukan "Kekeke" Siswa itu terkekeh, suaranya terdengar berat seperti om-om -__-" . Aku mendangakkan kepalaku untuk menatap wajahnya, dia pun menundukkan wajahnya untuk menatapku. Kira-kira dia tingginya 180 lebih, aku cuma 166. Aku merasa seperti manusia kerdil "Annyeong~ Park Chanyeol imnida!" Dia mengulur tangan kanannya "Lixui Liu imnida~" Aku menjabat tangannya. 

Biar ku deskripsikan Chanyeol ini seperti apa. Dia tinggi, berambut coklat gelap, mempunyai mata yang sipit tapi pupilnya besar, berhidung kecil dan mancung, bibirnya tipis dan agak lebar, suaranya berat tapi terdengar cute dan... Dan... Sexy o__o' . "Lixui~~" Aku mengerjapkan mata dan membuang pandangan dari wajahnya. Kebiasaan burukku suka melamun! "Kau dihukum dengan BoA seonsaengnim ya?" Aku menyernyitkan dahi "Nugu?" , "Perempuan yang tadi berbicara denganmu adalah BoA seonsaengnim, dia guru BK sekolah ini" Aku mengangguk sok mengerti "Aku tidak tahu, aku murid baru disini" 

"Kelas berapa?" Tanya Chanyeol "10 E" Wajahnya tiba-tiba berubah, tanpa senyum "Waeyo?" Tiba-tiba Chanyeol tertawa terbahak-bahak, aku hanya menatapnya heran "Ada yang lucu?" Tanyaku dengan intonasi sedang dan terdengar tersinggung "Maaf~ Di sekolah ini mempunyai 5 kelas, A - B - C - D - E . Kelas E adalah kelas terakhir dan biasanya ditempatkan untuk anak-anak nakal dan kurang berprestasi "WHAAAT?!" Pekikku, aku langsung berlutut dan berpose OTL . "Lixui, kau tidak apa-apa?" Chanyeol menepuk bahuku, tiba-tiba aku teringat akan janjiku pada papa. Aku harus berprestasi, membuat prestasi di antara orang-orang bodoh tidaklah susah xD "Kekeke~ Aku tidak apa-apa" Jawabku dengan cengengesan.

"Chanyeol-ssi, kau kelas berapa?" , "Aku kelas 12 C" Dia tersenyum lebar padaku "Mwooo?! Kelas 12? Mianhae Chanyeol sunbae~~" Aku terus menunduk-nundukkan badan, aku merasa tak enak hati dengannya. "Gwaenchana~" , "Sunbae, kau tahu Amber Liu?" , "Ne, aku kenal dia. Kenapa?" , "Dia kakakku ^^ " , "Ah jinjja??" Aku mengangguk bangga "Kau bahkan tak mirip dengannya, kalau aku bandingkan..." Chanyeol membentuk frame persegi panjang dengan jarinya dan mengancang-ancang depan wajahku.

"Dia berwajah tegas tapi manis, maskulin seperti laki-laki tulen. Sedangkan kau, wajahmu seperti anak kecil. Kau cantik ^^ " , "Eung? Ah jinjja? Papa saja tak pernah bilang aku cantik -__-" oppa, kau bohong!" Aku mendorongnya hingga dia bergeser dari tempatnya. GREEEP! Chanyeol memegang kedua bahuku "Kau panggil aku apa? Oppa? Oppa??" Chanyeol mengguncang-guncang tubuhku "Yah!" Aku menepis tangannya "Emang ada yang salah jika aku memanggilmu oppa? Toh juga kau lebih tua dariku -_- . Oppa, we're friend now?" Aku mengacung kelingking dan mengumbar senyum sparkteeth :D

Chanyeol diam seperti orang bodoh sambil melihat wajahku dan kelingkingku "Apa kita berteman sekarang?" -_- "Tentu! :D " Dia menautkan jarinya dengan jariku "Hei! Kalian boleh ke kelas sekarang" BoA seonsaengnim berteriak dari kejauhan. "Bye Lixui~" , "Bye oppa ^^ " Kami berpencar, aku langsung ke atas. Menaiki anak tangga yang cukup banyak dan akhirnya sampai di sebuah kelas.

Aku mendengarkan suara berisik dari kelas itu, aku yakin itu kelasku. Sepertinya tidak ada guru, aku melangkah memasuki kelas... "Huh? O_o" " Anak-anak kelas ini sedang apa? Mereka menari tak beraturan, memakai atribut aneh-aneh -- Seperti sapu lidi (?), tudung saji, wig pelangi, dan banyak lagi. Aku mendengar baik-baik rythm lagu yang mereka putar "It's herlam shake..." Salah satu orang siswa di kelas itu mengetahui kehadiranku "Yah! Ada murid baruuu!" Pekiknya dan mematikan tape. Semua murid kelas itu berhenti dari aktivitas mereka dan menatapku "Eh... Annyeong~ Aku murid baru ^^' " Rasanya canggung sekali jika di lihat orang banyak.

"WOOO!!!" Mereka semua berteriak seperti monyet lepas (?) dan menarikku seperti tawanan yang hendak di pancung "Hei! A-apa-apaan ini?" Aku kebingungan dan kalap dengan tingkah mereka. Aku di dudukkan di atas meja, mereka semua mengelilingiku, aku sekarang merasa takut >< Mereka membuka sedikit ruang, dari situ muncul seorang laki-laki berpakaian seragam lusuh. Aku rasa dia kepala puak-nya (?) "Jadi~ Mau diapakan anak baru ini?" Tanya laki-laki ini sambil tersenyum miring. "Ikat dia di tiang bendera! -- Kurung dia di gudang! -- Coret-coret tubuhnya!" Mereka berteriak dengan semangat. Laki-laki itu menguap bosan. 

"Aku bosan dengan hukuman yang itu-itu saja. Bagaimana kalau kita campak dia ke kolam renang?" Anak laki-laki itu tersenyum evil "Setuju!" Pekik mereka serentak. Mereka menarikku keluar dari kelas "KYAAAHH! Jiejie, bang bang wo ba! (bantu aku)" Aku berteriak meminta tolong tapi hebohnya suara murid-murid lain menelan suaraku. Mereka membawaku ke gor, disana sepi. Kolam renang berisi air jernih, hidungku sudah bisa mencium bau kaporit. "Campakkan dia!" Perintah pemimpin mereka. Dengan cepat mereka menggotongku "C-chakkaman!!" Pekikku, mereka semua berhenti "Apa?" Tanya laki-laki itu "Tasku" 

Anak laki-laki itu mendecak dan mengambil tasku dengan kasar "Sekarang campakkan dia!" Lanjutnya, tapi murid-murid yang lain menatap pemimpin mereka tak percaya "Kai, kau baik sekali hari ini" Kata salah satu siswa "Bicara lagi ku potong lidahmu" Mereka langsung bersiap mencampakku "Han... Du... Se...!!!" Dalam hitungan ketiga mereka mencampakku kedalam kolam. BYUUURR!!! Tubuhku tenggelam ke dasar kolam, air kolam ini dingin sekali. Kulitku seperti di tusuk oleh ribuan jarum karena dinginnya air kolam. Aku berenang menuju permukaan kolam karena nafasku terbatas "YEEE!!! Ahahahaha" Mereka bersorak senang dan meninggalkanku kecuali Kai si pemimpin mereka.

Dia hanya menontonku berenang ke pinggir kolam. Anak ini memang tak punya hati! Aku meraih bibir kolam, bibirku gemetar karena efek dingin, aku terus menatapnya sinis "Mandi dua kali tidak masalah kan?" Dia berjongkok tepat di depanku "Ini tasmu" Dia menaruh tasku disampingnya "Ayo... Aku bantu kau naik" Dia tersenyum manis sambil menyodorkan tangannya. Aku rasa ada yang tak beres dibalik senyumnya, aku meraih tangannya dan... Menariknya kuat-kuat. BYUUURR!!! Alhasil dia pun terjatuh dalam kolam. Aku langsung naik dari kolam "Kai, mandi dua kali tidak masalah kan?" Aku mencibirnya dan tertawa puas. 

"Sialan kau!" Kutuk Kai, aku meraih tas yang tergeletak di atas lantai dan berlari keluar. Aku berjalan entah kemana, sebagian siswa yang beralalu-lalang melihatku. Tentu saja mereka heran melihat siswi dalam keadaan basah kuyup, padahal cuaca disana cerah. "Apa kau tahu dimana kelas Amber Liu?" Aku bertanya pada seorang siswi "Ne, di kelas 12 A. Yang di ujung itu kelasnya" , "Oh, gomawoyo~" Aku membungkuk lalu berlari ke kelas 12 A. Aku mengintip di balik jendela, mataku tertuju pada seorang laki-laki ganteng yang kutemui pagi tadi "Kris~" Mulutku otomatis mengeja namanya.

~ TO BE CONTINUE ~

Hehe :D sorry telat banget updatenya -_-v Author ngejar-ngejar nyari tempat yang ada wifi [?] #kesianbanget -__-" . Di tunggu aja next chapter ya? ^^

Rabu, 27 Februari 2013

[Chapter 1 / SMartist FF] We're like dominoes

Title : We're like dominoes
Character : Kris Wu from EXO-M, Amber Liu from F(x), Park Chanyeol from EXO-K, Lixui Liu (OC) and other support cast
Genre : Sad Romance or else? (?)
Author : Baby Krisses
Language : Indonesia, English (MIXED)
Rating : 17 or older

Kris Wu

We're like dominoes, i falling to you and you falling to anyone else. So ironic!

= = = = = = = = = = =

__Lixui Liu POV__

"Mommy~~ Come on, i really want to school in Seoul. I want it badlyyy!! Why Ambie jiejie can study in Seoul while me not? It's not fair mom~ beside, i already miss her. I want to meet her. Mommy~ mommy~~ Please~" Aku terus merayu mama untuk mengizinkan aku pindah sekolah di Seoul. "Lili honey~ You already schooling in here. This is your 1st year" , "I know, i know... but, I'm bored schooling in L.A, I want to try something new. So, please~" Aku merengek sambil guling-guling di lantai. "Ask daddy, spoiled" Jackie melempar bungkus coklat padaku. Reflek aku langsung duduk "Yah! Jiejie, kau bercanda? Aku takut..." Aku mengeluarkan bahasa chinese "I'm serious, mommy can't do anything" Aku mengendus kesal. "Okay okay, i will ask daddy"

Aku berjalan menuju ruang kerja papa dengan langkah ragu, aku takut berhadapan dengan papa seorang diri. Aku sampai di ambang pintu ruang  kerja papa. Aku mengetuk pelan pintu itu dan menuggu jawaban dari dalam. "Come in" Suara papa terdenger berat menggema hingga masuk kedalam ruang dengarku. Aku meraih ganggang pintu dan membukanya "Daddy~ It's me, Lixui" Aku masuk dan duduk di sofa tepat di depan papa. "Daddy... Eh... I... Mm... I want schooling in Seoul like Ambie jiejie~" Aku menundukkan kepala, aku tak punya keberanian untuk melihat wajah papa. "No..." Jawab papa singkat "Come on daddy~ Please~~ I swear i will make you proud, i will make a acheivement. Dad, please~" 

Aku memberanikan diri untuk menatap wajah papa, aku memasang muka memelas. "Once you move, don't ask back again. You have to finish schoolong at there" Jelas papa tanpa memutus pandangannya dari PC. "Ofcours daddy, i will not ask back to L.A untill finish schooling in Seoul" Aku berdiri dan menepuk dadaku sambil mengucap janji. "Thank you daddy ^^ . Daddy~~ One request more" , "What?" , "Can i hug you? :3 " Papa memutar bola matanya, aku tahu papa tak mungkin menjawab pertanyaan atau permintaan konyol. Aku langsung berhambur memeluk papa layaknya anak umur 5 tahun.

- - - - - - - - - 

"Yobseo? Nuguseyo?" Suara Amber jiejie yang khas menyusup kedalam telingaku melalui handphone. "Yah! Jiejie, Ambie jiejie... Ini aku, Lixui" Aku berbicara dengan bahasa cina "Mwo? Spoiled Lili~ Aigooo, why you calling me suddenly? You haven't see your watch young lady?" , "2AM in your place, right? I know you had insomnia... So, it's not a problem to ya~" Aku mendengar suara tawanya dari sebrang sana. "Jiejie, aku akan pindah ke Seoul! Aku akan bersekolah disana, hehe" Seruku dengan girang "Really?? Wow! That's gonna be great! So, when you'll move?" , "Tomorrow~ Well, jiejie i have to rest now and you too. Bye~" , "Bye" Aku mematikan sambungan telepon dan bersiap untuk mengunjungi dream land.

Friday 11AM in L.A
"Goodbye mommy~ Goodbye Jackie jiejie~ I will miss you all" Aku memeluk mama dan jackie sebelum masuk untuk boarding. "Take care honey~ Don't playing too much! Don't skip eat your meal and don't sleep late" , "Yes ma'am!" Aku memberi hormat seperti seorang kopral memberi hormat pada jendral. Aku masuk, sesekali menoleh kebelakang untuk melihat dua wanita yang sangat ku sayangi. Mereka terus mengiringi langkahku dengan lambaian tangan tanda perpisahan. Papa tidak bisa mengantarku, tentu saja. Dia sibuk dengan kerjaannya. Goodbye L.A! See you~ and hello Seoul. Wait for me :D

Alasan kenapa aku ingin bersekolah di Seoul. Pertama, karena aku ingin menemui kakak yang paling ku idolakan -- Amber. Kedua, karena aku suka budaya korea selatan termasuk laki-lakinya (?) Hahaha. Ketiga, karena aku sudah bosan di L.A. Bagiku Amber adalah kakak terkeren didunia. Aku menyukai semua yang ada di dirinya. Lihatlah aku, aku selalu mengcopy gayanya. Dari cara berpakaian, model rambut. Tapi satu yang mengganjal, aku tak mirip dengannya. Sedangkan Jackie dan Amber terlihat mirip :(

Aku pernah bertanya pada mama, kenapa aku tak mirip dengan mereka? Aku berkulit lebih putih daripada mereka, mukaku kecil, mataku lebih kecil dari pada mata mereka. Sama sekali tidak mirip. Mama bilang aku mewariskan gen nenek yang asli Cina, aku lahir dimusim dingin. Tepatnya bulan desember. Karena itu aku di beri nama Lixui -- Salju putih. Ntah lah, aku merasa penjelasan itu kurang tepat. Kadang kala, aku merasa terintimidasi karena perbedaan ini. Aku seperti bukan salah satu dari mereka.

Few hours later...
Pesawat yang kutumpangi baru saja landing di bandara internasional Korea Selatan. This is my first step in Seoul, aku berharap keberuntungan berpihak padaku. Aku turun dari pesawat dan mengambil barang-barangku di bagasi. Langkah kakiku mengikuti puluhan langkah kaki manusia seperti air sungai yg mengalir sesuai jalurnya. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari sosok yang ku kenal "Lili-ah! Lixui~~" Seseorang meneriaki namaku, aku menoleh liar kesana-kemari. Mataku tertuju sosok perempuan maskulin yang sangat aku kenal "Ambie jiejie!!" Pekikku sambil berlari ke arahnya.

Kami saling melepas rindu dengan berpelukan, dia membantuku membawa barang-barang. Kami terus mengobrol sepanjang jalan, begitu banyak hal yang ingin kami bicarakan. Seperti tak ada habisnya "Wow! Dad give you Pajero Sport?? Holy cow... It's freaking awesome!" Aku tak habis-habis berceloteh tentang mobil pemberian dari papa untuk Amber. Amber anak papa, karena itu dia selalu di perlakukan lebih oleh papa. Aku tidak iri atau apapun pada Amber, malah aku mengidolakannya! 

"Nahh~!!" Amber masuk dan menyetir meninggalkan area airport. "Aku akan bersekolah di tempat kau bersekolahkan, jiejie? Apa aku juga akan sekamar denganmu?" , "Ahahaha! Kau ini menggemaskan sekali Lixui~ Tentu saja kita tak akan sekamar. Aku kelas 3 dan kau masih kelas 1" Aku mencebikkan bibir.

~ ~ ~ ~ ~

"Lili-ah, apa kau bisa berbahasa Korea?" Amber bertanya tanpa menghentikan langkahnya "Don't worry! I've learn Korean language" Jawabku dengan bangga. Amber hanya tersenyum geli. Tak lama kami sampai di salah satu kamar dari dorm perempuan. Amber mengetuk pintu kamar itu, dalam hitungan detik pintu terbuka. Seorang perempuan bermuka imut berambut ikal coklat muncul dari balik pintu "Waeyo oppa?" Suaranya lembut dan manja, cocok sekali dengan parasnya. "Whaaatt?! Oppa??" Pekikku dengan mata melotot, aku menatap perempuan itu dan Amber secara bergantian. 

Seketika tawaku meledak, mereka hanya menatapku dengan wajah bertanya. "Jie, you're lesbian? Kekeke" Aku mengelap air mata yang tumpah diujung mata karena terlalu banyak tertawa. TUUUKK!! Amber mengetuk pucuk kepalaku dengan tinjunya "Aww!" Erangku sambil mengusap kepala. "Yah! Sulli-ah, berhenti memanggilku oppa!" Runtuk Amber, aku mengerti bahasa Korea hanya saja aku tak terlalu fasih dalam berbicara. Aku sudah bisa menulis hangul, semua itu sudah ku pelajari jauh hari sebelum rencana pindah :D 

"Sulli-ah~ ini adikku, Lixui. Dia akan bersekolah disini, bisakan dia menempat di kamarmu?" Kata Amber sambil memperkenalkan kami, aku menjabat tangan gadis yang bernama Sulli itu. Dia tersenyum lebar padaku, aku pun membalas senyumnya. "Tentu, kebetulan aku tak punya room-mat. Ayo masuk!" Sulli menarik tanganku, menuntunku masuk kedalam kamar. Amber hanya memasukkan koperku kedalam kamar lalu pergi. 

"Jadi kau adiknya Amber?" Tanya Sulli, aku mengangguk "Yeap! I'm Amber's little sister. Well, i hope we'll be a best friend" Sulli melongo melihatku "Aku tak terlalu mengerti bahasa Inggris" Aku sedikit terkekeh melihat ekspresi wajahnya "Mianhae Sulli-ssi~ Aku sulit berbicara dengan bahasa Korea... Tapi, aku mengerti bahasa Korea" Jelasku dengan terbata-bata. Sulli tertawa geli, aku mencebik kesal "Kau harus sering berbahasa Korea kalau mau lancar, aku bisa membantumu ^^ " Senyum sumringah terpahat dibibirku "Jinjja??" Sulli mengangguk "You sucha kind girl! Thank you Sulli! Hahaha" Kami tertawa bersama.

Kami mengobrol, membicarakan tentang kehidupanku di L.A. Dia pun bercerita tentang kehidupan disekolah ini. Sulli anak yang asik di ajak berbicara, dia sepertinya anak yang baik. Aku berharap dia bisa menjadi teman baikku. 

- - - - - - - - 

"Lixui-ah! Palli ireona! Palli palli..." Suara Sulli menyusup kedalam ruang dengarku dan memaksaku untuk membuka mata. Aku mengerang dan kembali tidur "Yah! Sekolah! Ini hari pertama kau bersekolah, kau harus menemui kepala sekolah dulu. Ayooo!" Sulli mearik-narik tanganku "Arrggh! Seriously? Sulli, it's 6.30AM. Too early~~ School will start 8AM" , "Kau bercanda? Sekolah mulai jam 7 pagi!" Mataku langsung melotot mendengar kata-kata yang baru saja di lontarkan Sulli "Mwooo??!" Pekikku, tanpa ba-bi-bu aku langsung meloncat dari kasur dan mandi. 

"Lixui-ah, kau pakai saja seragamku dulu" Aku yang baru keluar dari kamar di buat terkejut oleh Sulli, yang benar saja! Aku pakai seragam Sulli? Lihat saja dia... Rok pendek sekitar satu jengkal dari atas lutut, baju kecil dan ketat! Astaga! "Kau bercanda? Pakaianmu serba mini, aku tak mau memakainya!" Tolakku mentah-mentah "Kau ini! Kalau tidak kau akan dapat masalah dengan guru BK" Aku mendecak "Apa boleh aku pakai celana saja?" , "Kekeke! Kau persis seperti Amber sunbaenim. Paboya! Kau perempuan, tentu saja tidak boleh" Aku melengang malas dan mengambil seragam milik Sulli dengan enggan.

Aku memakai seragam itu "Eh! Berarti Amber jiejie pakai rok juga???" Sulli mengangguk, aku langsung tertawa terbahak-bahak. Aku langsung memakai seragam Sulli dengan semangat "Tadi kau tak mau memakainya, kenapa tiba-tiba menjadi semangat seperti itu?" Aku tak menghiraukan Sulli. Aku mengenakan semua atribut sekolah, aku mengenakan sneakers dan kaos kaki model kendur berwarna kuning, coklat, mocca. Tak lupa gelang-gelang kesayanganku, aku berkaca dan merapikan sedikit rambut pendekku. "Perfect!" Gumamku "Let's schooling, Sulli!" Aku meraih tas ranselku dan menarik Sulli keluar dari kamar.

~ TO BE CONTINUE ~

Hehehe :D -_-" sorry, Author bikin FF baru! Yang lama jadi di lupakan. #PLOOOKK! Sorry banget kalo Baby ga pernah posting lagi, soalnya udah sibuk dengan urusan kerja (?) #curcol Alhamdulillah, aku udah kerja sekarang. Ga cuma jadi ibu rumah tangga dan sebagai istri Kris doang (?!) #PLAAAKK! xD Minggu depan aku udah mulai kuliah lagi :( ga yakin bisa posting cepet. Buat readers yang setia, makasih banget masih tetep setia nungguin, mantenin PC buat ngecheck Blog aku O:) ditunggu aja ya, sambungan dari FF yang ga jelas ini :D

Rabu, 06 Februari 2013

[Chapter 4 / Kris Wu] Yo, Wu Fan! Tell your MAMA i will propose you!

Tiltle : Ayo, Wu Fan! Tell your MAMA i will propose you!
Character : Kris Wu from EXO-M, Michelle Moon [OC], Chen Yue Chinese Ullzang, and another support cast.
Chapter : 4
Author : Baby Krisses :D
Language : Indonesia
Genre : romance and lil bit comedy (?)
Rating : 17 or older ^^

Kris Wu


Aku mulai bosan dengan pembicaraan mereka, Yue meraih tanganku dan menggenggamnya. Aku menatapnya dengan muka biasa saja, dia tersenyum melihatku. Pelayan datang membawakan beberapa beaf steak dan menghidangkannya di depan atas meja. "Ayo kita makan dulu~~" Umma mempersilahkan. Kami makan bersama, aku makan tanpa berbicara sedikitpun. Aku focus dengan steak yang sedang ku lahap, yah... Aku ini monster eater. Dlam hitungan menit saja steak itu sudah habis kulahap. Aku menyesap wine dalam gelas sambil melihat sekeliling. "Ehmmp!" Aku tersedak dan menaruh gelasku di atas meja, ku lap bibirku dengan serbet "Kau kenapa Kris?" Tanya Yue. Aku tak menggubrisnya, mataku tertuju pada perempuan itu... 'HOLLY COW! Why she's here??' Batinku.

__Kris Wu POV end__
= = = = = = = = = = =

__Michelle Moon POV__

Aku sampai di restorant xxx...
Aku masuk kedalam restoran dan menyebarkan pandangan keseluruh sudut untuk menemukan sosok jangkung yang sangatku kenal. "Bingo~!!" Aku melihat Kris tengah duduk sambil menyesap wine, disampingnya ada Yue dan tiga orang lagi yang ku yakini itu orang tuanya Yue dan Kris. Sebelum aku menghampirinya, Kris sudah melihatku. Wajahnya lucu sekali, dia tanpak sangat kaget. 

Aku menghampiri mereka, tepatnya berdiri di samping Kris "Oww! Hi Kris~~" Aku menyapa Kris terlebih dahulu, dia hanya menatapku dengan muka shock. Aku mengedipkan mataku padanya "Errmm~ You must be Kris's mom right?" Aku menatap hangat seorang wanita separuh baya yang masih terlihat cantik itu "Y-yes..." Jawabnya heran. Yue juga heran, mungkin dia sudah melupakan wajahku? Haha! "Oww! Can i join? I'm sure Kris didn't tell you, that i will come" , "What?! No! You can't!" Yue cepat menyambar dan segera di susul dengan tatapan tajam dari kedua orang tuanya "Sure~" Umma Kris mengizinkan, aku duduk tepat di kanan Kris. "I'm so sorry for bothering your family dinner, aunty~ Let me Introduce my self..." Aku melihat Kris mempelototiku seperti Don't-dare-to-do-that! Aku mengangabaikannya.

Aku menjulurkan tanganku ke arah umma Kris "I'm Michelle Moon, Kris's girlfriend~~ ^^ " Umma Kris tanpak sangat kaget, tapi dia tetap membalas jabat tanganku. Umma-nya menatap Kris dengan tatapan tidak percaya "I never though will meet you again, Yue~ ;) " Yue melotot seperti kaget dan tak percaya. Kris menghembus nafas dan memegang keningnya "You're Kris's girlfriend?" Tanya umma Kris "Yes, aunty~ I'm Kris's girlfriend, we're in relationship about a year" Umma Kris membelalakkan matanya dan menatap anaknya "Why you didn't tell me??" , "Look, I can explain..." Kris angkat bicara.

"Sshhh! Let me..." Aku memotong pembicaraan Kris, aku mengajukan diri untuk menjelaskannya "Aunty, it was Kris's fault who didn't tell you about our relationship. Nahh! It's my fault too. He just too afraid to tell you, cuz lately you're not in fit condition. He afraid you will drop if know about it, cuz you already make a plan to love match him with Yue" Jelasku dengan sopan dan lembut "Aunty, I'm so sorry~ I don't have mean to... I just won't to lose your son, he really meant to me" Aku menatap Kris hangat dan begitu juga dia. "Aunty~ You know, Kris is so famous in college. He had many fangirls, maybe this girl just Kris's fans" Yue menatapku sinis "Nope, Yue... She is my girlfriend" Kris membelaku. 

Yue murka, wajahnya mengeras dan memerah. Dia berdiri dari tempat duduknya "Bitch! Why you never let Kris for me! Fvck!" Yue menyambar gelas yang berisi wine dan BYUUUR! (?) . Kris mengcover tubuhku dengan tubuhnya, alhasil punggungnya basah karena wine yang ditumpahkan Yue. Yue berlari keluar "E-excuse me~~" Orang tua Yue pun ikut pergi, mereka malu dengan tingkah laku anak perempuannya. "Thank you~" Ucapku dengan tulus, Kris tersenyum. Senyumannya lebih lepas dan terlihat tanpa beban, Kris kembali ke posisi semula. Aku berdiri dan membungkuk ke arah umma Kris "Imo~ mianhamnida~ Jeongmal mianhamnida~~" 

"Dasar anak muda! Aiguuu aiguuu~ dadaku sakit. Lihat apa yang kau buat? Kau mengacaukan semuanya" Umma Kris mengomeliku "Mommy..." Kris mencoba untuk membelaku lagi, tapi aku mengahalanginya "Arraseo~ Aku tahu caraku salah, aku tahu cara ini terlalu egois. Aku tak punya pilihan lain, imo~ Sebelum semuanya terlambat, aku harus melakukan cara ini. Tolong maafkan aku, imo~~" Aku tak mengangkat tubuhku sama sekali sebelum umma Kris memaafkanku "Sudahlah... Aku pusing aku tak mau membicarakannya sekarang. Kris nanti kita bicarakan masalah ini" Umma Kris beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan kami. Aku perlahan menaikkan tubuhku dan menatap umma Kris yang berlenggang pergi meninggalkan restorant.

Aku duduk kembali, Kris menatapku dan aku pun menatap Kris. Kami saling bertatapan tanpa berbicara. Kris membuka tuxedonya yang basah karena wine. Dia melonggarkan dasinya dan membuka satu kancing kemejanya. Setelah itu Kris berdiri "Come on..." dia menadah tangannya, aku menyambar tangannya lalu kami pergi dari restorant.

Aku tak berani bersuara selama perjalanan, bahkan untuk bertanya mau kemana saja tak berani. Aku hanya menikmati pemandangan jalan raya dibalik kaca mobil. Setelah 30 menit perjalanan, kami sampai di tepi sungai saint lawrance. Kris turun dan membukakan pintu untukku. Aku keluar dan langsung menghirup udara dalam-dalam. Kota kuno Quebec terlihat indah saat malam hari, bangunan kuno warisan dari budaya unesco dari tahun 1985 itu terlihat rapuh. Namun masih berdiri tegak dan kokoh, lampu berwarna kuning terang menembus keluar dari jendela dari setiap bangunan menghidupkan suasana malam yang gelap. 

Aku beringsut mendekati Kris yang tengah menikmati pemandangan malam kota kuno ini "Maaf..." Aku memberanikan diri untuk berbicara, Kris menghadapku "Tidak perlu minta maaf, Michie~ Tanpa aksimu tadi, mungkin keadaan akan lebih buruk" , "Ah jinjja?" Aku melongo "Ne~ Aku bangga padamu... Come here my brave girl" Kris membuka lengannya lebar-lebar untuk menyambut tubuhku masuk kedalam dekapannya. Aku langsung berhambur ke pelukannya "Thank you~" Bisik Kris. Kris melepaskan pelukannya "Dance with me?" Kris  membungkuk sedikit sambil menadah tangan kanannya "Ahahaha! Dance in here? Ridicilous! But... Okay" Aku meraih tangan Kris.

Aku menggantungkan lenganku ku bahunya, Kris melingkarkan lengannya di pinggangku. Kami berdansa ke kiri dan ke kanan tanpa lagu. Hanya angin malam yang berhembus menuntun arah gerakkan kami. Aku merebah kepalaku di dada bidangnya, aku bisa mendengar suara detak jantungnya "Hey, bagaimana caranya kau bisa berdandan? Memegang alat make-up saja tidak pernah!" Cibir Kris sambil terkekeh. Aku memukul dadanya "I will never can't do it if i haven't try :P " Aku menjulurkan lidah "Since when you can spill out a wise words?" Kris berusaha membuat aku kesal. Dalam hati aku sudah mengutuknya! Tapi aku diam tak membalasnya.

"Aku harus menjaga sikapku saat mengenakan pakaian seperti ini, Kris Wu~~~" Aku mengedip-ngedipkan mataku seperti boneka dan tersenyum manis yang terlalu dibuat-buat "Ah! Come on... It's first time i fail to make you pissed off" Kris mengendus kesal "Hahaha~~ On your face, dude" Gelakku penuh kemenangan. "You're sexy tonight~" Kris menyeringai pervert "I wish i could wipe your smirk!" Cetusku "Why? You can't stand of my sexiness?" Goda Kris "Fvck up -_-' " Dia terkekeh "Thank's God, i born to be tall guy" , "Huh?" Aku menyernyitkan dahiku malihatnya "I can peek up your boobs" Kris menatap kebawah dadaku "Shit! You fvcking pervert bastard! I fvcking hate you" Aku mendorong tubuh jangkungnya dan masuk kedalam mobil.

"Ahahaha! Come on babe~ I was just kidding. Don't mad at me~" Kris ikut masuk kedalam mobil "I'm sorry~" Kris memelas "Shut the fvck up and Just drive" Kris mencolek-colek bahuku "Wae?!" Bentakku dan melihat wajahnya, aku tak jadi menyemburnya dengan kata-kata kasar. Kris mengeluarkan puppy eyesnya dengan kedua tangan menggengam seperti cakar di bawah dagunya "Chagiya~ Mianhae~" Aku tak berkata apa-apa. Jujur saja, dia terlalu cute! "Ne ne!" Akhirnya aku menyerah "Chagiya~~" , "What again, Kris??" Bentakku "Ppoppo~~!!!" , "Aish! Jinjja!" Aku mengetuk kepalanya.

- - - - - - - - -

"Aku ikut!" Aku bersikeras ingin ikut menemui umma Kris "Aniya" Kris mendorongku pelan hingga terduduk disofa "Yah! Pokoknya aku mau ikut!" Pekikku "Kau ini keras kepala sekali, aku bilang tidak ya tidak" Kris berjalan menuju pintu, menyambar jacket dan kunci mobilnya. Aku berlari kerahnya dan memblock jalannya "Arrggh! Michelle!!" Kris berteriak frustasi "Get away from my way or..." Kris menggantung kata-katanya dan menatapku tajam "What?" , "I will rape you!" Ancamannya seperti petir yang menyambar di siang hari.

"A-aku cuma mau ikut! Apa susahnya membawa aku kesana? Aku..." Kris menunduk hingga bertemu dengan wajahku "Minggir atau tidak?" , "Aish... Ayolah~ K-kris..." Dia beringsut semakin mendekat, aku mundur hingga punggungku menyentuh pintu. Kris menatapku tak bergeming, aku takut saat dia menatapku seperti ini. "Don't dare to get closer!" Aku menahan bahu bidangnya, Kris langsung mengangkat tubuhku seperti mengangkat sekarung beras "Yah! Put me down!" SLAAAP! Kris menepuk pantatku "Yah! Don't you dare to slap my butt again!!" Kris menepuk lebih keras pantatku "Damn! Curse you Kris Wu!" Kris berjalan menuju kamarku.

Dia menghempas tubuhku di atas kasur "Kau pikir aku ini karung beras??" , "Yah! Kau memukul pantatku dua kali! Kau ini tidak sopan! You just touch my virgin butt! Aish! Yah! Aku mau ikut!" Aku duduk dan berniak beranjak tapi Kris lebih cepat. Dia menolakku hingga terbaring lagi, Kris mencoba berlari keluar tapi aku sudah menarik tangannya. Aku berloncat dan memeluknya erat "Aku ikut~~~" , "Le-lepas...!" Kris mencoba melepas pelukanku, tapi aku bertahan tetap memeluknya "Aku tak mau lepas sampai kau mengizinkan aku ikut" , "Okay~ You can come with me" Kris akhirnya menyerah, aku melepas pelukan dan kami pergi ke apartement umma Kris.

~ TO BE CONTINUE ~