Jumat, 01 November 2013

[Chapter 2 / Special Halloween] Monster Academy

Title : Monster Academy 
Character : Kris Wu from EXO-M, Pyo Ji Hoon from BLOCK B, Park Kahi, Sandara Park from 2NE1, Kwon Ji Yong from BIGBANG, Bi Rain, Camillete Naga (OC), EXO boys and other characters.
Author : Ny. Wu Baby Fan 
Genre : Romance, horror, sad and last FAIL (?)
Rating : 17 +

Pyo Ji Hoon

"Jagalah dirimu baik-baik karena aku tak bisa menjaga mu" , "Ne..." Aku nangis terisak-isak "Dasar jelek!" Dia mengacak rambutku "Biarin!" Dia menunduk sedikit "Give me booboo ppoppo" Aku terkekeh melihat Ji Hoon mengerucutkan bibirnya dan sengaja menyipitkan matanya. Aku mencium bibirnya singkat "Oppa! Saranghae!!" Pekikku "Nado saranghae, Camillete-ah" Dia memelukku lagi dan melepasku, dengan langkah berat aku menuju ruang tunggu dan bersiap untuk check out.

Mau tak mau aku pergi meninggalkan eomma, Ji Hoon oppa, teman-temanku dan Seoul. Aku harap kalian tak akan melupakanku, aku berharap bisa kembali lagi secepatnya.



= = = = = = = = = = = 

Aku sudah sampai di Canada.
Ini pertama kalinya aku keluar negri dan ya aku tak mengerti apa-apa. Aku hanya mengikuti arus arrived dan akhirnya keluar. Mataku terus mencari laki-laki yang memegang banner namaku "Carmin!" Aku menoleh dan melihat seorang laki-laki berparas asia bermata sipit berbadan gagah seperti angkatan. Dia memegang bannernya terbalik -_- Aku menghampirinya "Ahjussi, namaku Camillete. Bukan Carmin dan kau memegang bannernya terbalik" Dia langsung kelabakan membalikkan banner yang dipegang.

"Keke, mianhae~ Bi Rain imnida" Dia mengulur tangannya dan aku balas menjabatnya "Camillete Naga imnida" Ku sunggingkan senyum "Kajja, kita ke Asrama" Dia merebut koper ku dan berjalan "Ahjussi, aku bisa sendiri" Dia tak menggubris dan tetep berjalan.

Sudah 15 menit kami habiskan untuk perjalanan tapi masih belum sampai juga. Aku terlalu letih rasanya mataku mulai berat dan mau tertutup, ku biarkan mataku tertutup dan membiarkan diriku hilang ke alam bawah sadar.

"Carmi.. Aish! Camillete-ssi, kita sudah sampai" Aku merasa ada yang mencolek-colek pundakku. Ku buka mataku perlahan dan melihat sebuah bangunan beraksen eropa dibalik kaca jendela mobil. Apa perasaanku saja atau bagaimana, ada perasaan sedikit tak nyaman dengan tempat ini. "Dimana kita?" Aku memerhatikan keadaan dengan muka linglung "Tentu saja di asrama. Ini koper anda, Camillete-ssi. Aku ada urusan lain, silahkan masuk dan temui Tuan Choi Seung Hyung" Kata Rain ahjussi "N-nuguya..." Aku baru saja ingin bertanya tapi Rain ahjussi sudah tidak ada. Kemana dia? Cepat sekali hilangnya.

GLUP! Aku menelan ludah. Bulu kuduk ku meremang. Perasaan takut sudah mendominasi diriku. Aneh, kenapa sangat sepi? Mana siswa yang lain? "Monster Academy" Aku membaca dengan aksen english tapi suaraku gemetar di kata pertama 'Monster'? Apa maksudnya? Aish! Eomma, aku mau pulang saja TT TT

__Camillete Naga POV end__

__Kris Wu POV__

Aku terus mengerang "Si penghisap darah kepalaran!" Ejek Chanyeol "Diam kau, anjing!" , "Aku tekankan untuk kesekian kalinya kris, aku serigala bukan anjing. Orang-orang suka anjing ketimbang makhluk dingin penghisap darah. Haha!" Tanganku dengan cepat mencakar wajahnya CRAASH! Aku menoreh luka di pipi kanannya "Kau payah Kris" Ejeknya sambil menjulurkan lidah dan malah tambah tertawa keras. Luka itu tak berarti apa-apa baginya, toh juga dia bisa sembuh sendiri. Aku mendecak dan keluar kamar "Yakk! Mau kemana kau?" Teriaknya "Bukan urusanmu" Jawabku enteng.

Aku berjalan keluar dorm. Ya, aku lapar. Aku tak tahu harus mencari makan dimana. Kau tahu sendiri makanan ku ada dimana-mana tapi tak semudah itu didapatkan. Ada beberapa rule yang tak boleh ku langgar sebagai vampire abad-21. Well, kami harus menjadi vegetarian. Meminum darah hewan -- darah hewan tidak cukup bagiku. Terlebih aku ini Vampire kemarin sore (?) . Ku hentikan langkah dan membeku sesaat. Ku tarik nafas dalam-dalam "Bau ini" Insting vampire bekerja begitu cepat, taringku memanjang. Penglihatanku lebih tajam dari sebelumnya, aku berlari mengikuti aroma yang bermain diudara.

Ku lambatkan langkahku dan melihat seorang yeoja berjalan menyusuri koridor asrama. Dia sendirian dan dia seorang manusia biasa. Dia bukan sepertiku atau yang lain (monster/makhluk aneh) tapi kenapa dia disini? Aku tak pernah sangat tergoda dengan aroma manusia biasa, tapi dia berbeda. Perasaan apa ini? Aku sangat menginginkannya.

__Kris Wu POV end__

__Camillete Naga POV__

Ohh Tuhan! Semakin lama aku semakin merasa tidak nyaman. SRAAAKK! Aku menoleh kebelakang tapi tak melihat apa-apa dibelakang. Ku percepat langkah kakiku. Aku harus menemui Choi Seung Hyung tapi siapa dia? Apa dia kepala sekolah akademi ini? Aku sudah ketakutan, tak bisa berfikir dengan benar. Apa yang harus kulakukan saja aku tak tahu "Nona, Camillete?" Seseorang menepuk bahuku dari belakang dan spontan aku berteriak "KYAAAHH!" , "Tenanglah, aku Choi Seung Hyung pemilik akademi ini"

Laki-laki tinggi berwajah sangar memakai suit hitam rapi dengan rambut berwarna tosca. Aku mengelus dada dan menghembus nafas lega "Jeongmal gomawoyo Tuan Choi! Anda muncul di saat yang tepat. Cheoneun Camillete Naga imnida" Setelah memperkenalkan diri aku membungkuk "Selamat datang di Monster Academy, Camillete-ssi. Kau bisa ke kamarmu dan besok kau sudah bisa mengikuti proses pembelajaran" Ku miringkan kepalaku, apa dia bercanda? Hanya itu? Apa tidak ada basa-basi yang lain? "Tuan Wu.. Tak usah bersembunyi. Aku tahu kau disana" Tuan Choi menatap jauh kebelakangku.

Aku ikut menoleh kebelakang dan melihat seorang namja muncul dari bayangan gelap ujung bangunan. Postur tubuhnya tinggi seperti pemain basket internasional dibalut blazer hitam berpadu dengan kaos putih kerah V -- aku pikir Tuan Choi namja tertinggi di akademi ini. Aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dia sedikit menunduk dan sebagian wajahnya tertutup bayangan. Rambutnya blonde tak beraturan. Aku melihat kilat mata tajamnya mengarah padaku, sontak aku mundur perlahan. 

Antara takut dan kagum, aku tak pernah melihat namja seperfect dia. Dia memiliki hidung yang runcing, dia memiliki bekas luka di pelipis kanannya hingga alismatanya membetuk jenjang dua garis. Bibirnya kecil, aku melihat ada yang mengganjal di balik sudut-sudut bibirnya. Pipinya sedikit tirus, dia tanpaknya sakit. Dia seperti karakter manga, aku yakini dia adalah kingka monster akademi.

Aku merasa aura yang tak bagus disekitarnya, perasaan takutku menjadi-jadi saat dia mendekat. Semakin dekat semakin aku mendangakkan kepalaku untuk melihat wajahnya. Yang benar saja, berapa tinggi namja ini? Aku hanya sedadanya -_- "Kris, antarkan dia ke kamarnya. Kau ku tugaskan untuk mengajaknya keliling akademi" Perintah Tuan Choi pada namja yang bernama Kris ini "Ye" Jawabnya singkat.

Ohh Tuhan! Suaranya sangat mengerikan, bukan.. Maksudku suaranya berat tapi terdengar sexy. Ahh! Apa yang kupikirkan?! "Ahh, gamshamnida Tuan Choi" Aku membungkuk "EH! Odiega?" Tuan Choi sudah tidak ada, aku langsung berbalik untuk menanyakan Tuan Choi pada Kris "Tuan Choi kemana? Kenapa dia hilang begitu cepat?" Tanyaku bertubi-tubi. Kris tak menjawab bahkan wajahnya tetap sama seperti yang tadi. Dia memandangku tak berkedip.

"Kris-ssi, aku bertanya padamu... Apa kau mendengarkanku?" , "..." Dia ini patung ya? -_-' "Sudahlah, lupakan saja. Camillete Naga imnida" Ku ulurkan tanganku untuk dijabat. Tapi dia tak merespon -- Aish! Apa dia tak mengerti bahasa korea? Tapi bukankah tadi dia berbicara bahasa korea dengan Tuan Choi. Baiklah, baiklah... Sekarang dia membuatku takut. Benar-benar takut. "Baiklah, kalau kau tak mau mengantarkanku aku bisa sendiri. Terimakasih sebelumnya" Aku menyeret koperku dan berjalan cepat meninggalkannya. 

Tak lama seseorang merebut koperku dan orang itu adalah Kris "Kris Wu imnida" Untuk kedua kalinya aku mendengar suara beratnya "Ne, bangapsumida" Aku menyungging senyum bersahabat, dia hanya menatap sekilas dan focus kedepan. Apa dia ini tipe yang sangat serius? Sepanjang perjalanan, aku melihat labu dan dekorasi yang mengerikan. Apakah Halloween sudah dekat? Aku melihat jam tangan, sekaranga tanggal 29. Bagaimana bisa aku lupa? Lusa ulangtahunku. Ulangtahun pertama tanpa eomma dan Ji Hoon oppa :(


Kris mengantarkan ku tepat didepan pintu kamar. Dia meraih sesuatu dibalik keset kaki -- sebuah kunci dan memberikannnya padaku. Aku tertegun saat kulit tangannya menyentuh kulitku, sangat halus seperti kapas namun dingin sedingin es "Kris! Kau sakit??" Dia sedikit memiringkan kepalanya dan menyipitkan mata "Ani" Jawabnya singkat. Oke, dia namja teraneh yang kutemui. Aku mencoba untuk tak memikirkannya dan membuka pintu. 

Kamar ini terlalu besar ditempati sendirian, design interior kamar ini terlalu mewah dan karena berkesan klasik. Aku tak terlalu menyukai yang berbau klasik, kesannya tidak hidup dan seram "Gomawo... Kris apa boleh besok saja kita keliling sekolah? Aku masih cape" Dia mengangguk namun tak keluar dari kamarku. Aku diam dan memandangnya, begitu juga dia. Selang beberapa menit aku menyerah dan angkat bicara "Kris, kau boleh keluar sekarang" Dengan muka yang tak berubah dia berjalan keluar dari kamarku.


Cepat-cepat aku menutup pintu dan menguncinya "Aneh" 


- - - - - - - - -


"Smile! You can do it! Hwaiting!!" Aku berbicara pada pantulan dirikku dalam kaca. Ini akan menjadi awal yang sulit, beradaptasi ditempat baru tanpa eomma dan Ji Hoon oppa. Aku pasti bisa melakukannya sendiri.

Aku mengenakan kaos rugby oversize warna putih dengan tulisan WOLF 88 dipadu dengan torn jeans berwarna hitam tak lupa convers belel warna sepadu dengan jeans. Ku ikat sembarang rambut panjangku dan menyambar tas ransel. 

- - -

Aku memandang takjub pemandangan yang ada, sekolah ini begitu ramai dan sangat bewarna. Maksudku, tidak seburuk perkiraanku. Semua siswa memakai baju bebas sesuka hati mereka, bahkan ada yang memakai baju berdesign aneh. Mataku terus mengedar keseluruh sudut, aku mencari Kris.

"Kau mencari Kris?" Namja bertubuh tinggi seperti Kris dengan senyum lebar yang aneh, bermata bulat, berambut coklat gelap menghampiriku. Aku menatapnya aneh, bagaimana dia bisa tahu? "Kekeke, aku tahu apa yang aku pikirkan" Suaranya pun berat persis seperti Kris, tapi bedanya suara berat namja ini lebih halus ketimbang Kris "Ya, kami berdua punya kesamaan fisik" Dengan cepat aku mengcover kening dengan tangan "Jangan membaca pikiranku!" Dia malah tertawa. 

"Aku tak membaca pikranmu, itu bakat dari lahir. Chanyeol imnida"  Dia meraih tanganku dan menjabatnya. Tangannya begitu panas, apa dia sakit? "Aniya, aku tidak sakit. Aku memang mempunyai suhu tubuh di atas rata-rata normal (?) . Ayo aku antar kau ke tempat Kris" Chanyeol menghiraukanku yang kebingungan, dia menuntunku ketempat Kris.

Aku sampai disebuah teater super megah dan kurang pencahayaan. Aku sulit melihat jalan karena gelap "BRUUUKK! Aww!" Aku menabrak punggung Chanyeol "Yah! Kenapa kau berhenti?" Dia berbalik badan dan melihatku tak berkedip, matanya lebih besar dari yang sebelumnya. Dia mendekat dan mendekat "Yah! Apa yang kau lakukan?" Aku mundur perlahan, tangan hangatnya menahan pergelangan tanganku. Dia mengendus bau ku dari lengan, leher, rambut "K-kau! Kau bukan..." 

PLAAAKK! Kris muncul dan memukul kepala Chanyeol dengan buku "Yakk!" Pekik Chanyeol. Kris mengeluarkan death-glare pada Chanyeol, Chanyeol malah menyeringai "Camillete-ah, Kris jahat. Dia memukul kepalaku" Chanyeol mencebik lalu menarik-narik pelan ujung bajuku "Poor you~" Aku mengelus kepala Chanyeol. Apa hanya aku yang merasa tapi Chanyeol seperti anjing. Dia hyper dan senang disentuh. 

ENGH! Aku sontak kaget Chanyeol menggeram manja bak anjing sambil memelukku "Hentikan!" Kris menarik Chanyeol. Kris menatap Chanyeol, Chanyeol menatap Kris. Mereka tak berbicara namun kelihatannya mereka sedang berbicara melalui mata (?) . "Apa yang kalian lakukan? -_-" Akhirnya aku angkat bicara setelah berapa menit melihta mereka saling memandang.

"Aku tak bisa mengantarmu berkeliling sekarang, mungkin nanti sore. Mianhae~" Kris menampakkan dirinya ketempat yang lebih terang. Mataku membelalak, dia terlihat lebih pucat dan kurus dibanding semalam. "Chanyeol, ini sudah waktunya masuk kelas. Kau ajak Camillete" , "Ne!" Chanyeol langsung menggandengku keluar dari teater.

__Camillete Naga POV end__

__Kris Wu POV__

'Kris! Dia manusia! Bagaimana bisa?!' Chanyeol dan aku berbicara melaui pikiran 'Aku tak tahu, aku tak mengerti apa yang direncanakan tuan Seunghyun' , 'Sudah lama aku tak mencium aroma manusia seperti dia. Sentuhannya berbeda dengan makhluk seperti kita. Aku mau mnjadi peliharaannya' , 'Kau gila! Dia jelas tak mengetahui apa-apa tentang sekolah ini dan juga kita' Chanyeol diam. Bahkan dia tak berfikir 'Kau tidak berencana untuk membunuhnya bukan?' Aku coba untuk tak berfikir dan mengosongkan pikiranku.

"Aku tak bisa mengantarmu berkeliling sekarang, mungkin nanti sore. Mianhae~" Dia menatapku dengan pandangan khawatir dan bingung "Chanyeol, ini sudah waktunya masuk kelas. Kau ajak Camillete" , "Ne!" Tanpa peringatan kedua Chanyeol sudah menarik Camillete keluar dari teater. Aku harus menemui tuan Seunghyun.

- - -

"Tuan Seunghyun..." , "Ada hal yang tak kau ketahui tentang dia, Kris-ssi. Kau kutugaskan untuk mengawasinya. Nanti kau akan tahu sendiri" Tuan Seunghyun memotong pembicaraanku, dia tahu pasti apa yang ingin ku pertanyakan. Dia meraih sebuah kotak berukuran sedang "Berikan ini untuk Camillete... Kau boleh keluar sekarang" Ku raih kotak itu dan keluar dari ruangan Tuan Seunghyun. Aku masih penasaran tentang Camillete, dia manusia biasa tapi kenapa dia masuk kesekolah ini. 

"Arrghh!" Ku pegang kepalaku -- rasanya berat. Badanku lemah, rasa haus ini membuatku gila, aku seperti orang kecanduan. Aku perlu darah! Ku lirik jam tanganku sudah pukul 5 sore. Matahari terbenam lebih cepat karena ini menekati akhir musim panas. Aku vampire, tentu saja tak bisa menhadapi sinar matahari. Aku tak mau mati konyol dengan membakar diri sendiri. 

Sangat gampang mencari Camillete, aku mengikuti aroma tubuhnya. Aromanya berbeda dari yang lain. Dia berada dikelas sekarang. Jam segini dia masih dikelas? Aku melihat dia sedang sibuk berkutat dengan buku yang sedang dibacanya. "Masih ingin berkeliling?" Dia menoleh kearahku dan tersenyum "Tentu!" Dengan cepat dia mengemas barang-barangnya "Ini titipan dari tuan Seunghyun" Ku berikan kotak itu pada Camillete.

__Kris Wu POV end__

__Camillete Naga POV__

Sepanjang perjalanan mengelilingi sekolah aku tak begitu fokus, mataku tak bisa berhenti memerhatikan Kris. Kami mulai dari perpustakaan, laboraturium, studio music, dance studio, gym, lapangan basket, kolam renang, ball room, lapangan rugby, bengkel dan banyak lagi. Pertanyaanku sekrang, berapa luas akademi ini? Pastinya sangat-sangat besar. 

Lampu-lampu mulai menyala, hari sudah gelap. Tidak terasa bukan? Sudah jam 6.30 . Kami pulang ke dorm. Aku merasa canggung, karena kami tak ada yang berani membuka pembicaraan. Malam ini terang bulan, aku bisa melihat jelas lekukan wajahnya -- PERFECTION! Matanya sayu dan membentuk lingkaran hitam disekitarnya. Tampak buruk tapi tak mengurangi ketampanannya.

Dia mengantarku sampai depan pintu. Aku sibuk membuka pintu -- setelah terbuka aku berlakik badan ingin mengucapkan terimakasih pada Kris "Kris..." PLUUK! Kris tiba-tiba merebah kepalanya tepat dibahuku. Aku merasakan tubuhnya bergetar "rrrggh!" Dia mengerang "Kau tidak apa-apa?" Aku mengetuh leher jenjangnya -- dingin! "Kris kau harus..."Aku tak dapat melanjutkan kata-kataku. Aku merasa bibir es nya menyentuh leherku.

Dia langsung mengambil langkah mundur dan pergi begitu saja. Apa yang tadi dia lakukan? Apa dia mencoba untuk... Ahh! Tak mungkin. 

- - - - - - - - -

Sudah berepa kali aku mengganti posisi tidur? Dari terlentang, terlungkup, kekanan, kekiri, nungging (?) "Aish! Kenapa susah sekali untuk tidur?!" Aku duduk dan melihat jam dinding -- sudah jam 11.55 . Bukankah besok ulangtahunku? Aku melihat kotak yang Kris berikan tadi padaku. Aku meraih kotak itu.

SWUUSH! Angin malam berhembus menyusup kekamarku. Aneh, bukannya aku sudah menutup jendela. Aku berniat menutup jendela tapi... "Kris?" Dia berdiri dibibir jendela, dia turun lalu menutup jendela "A-apa yang kau lakukan dikamarku?" Dia tak menjawab -- berjalan mendekat. Aku mundur perlahan, dia merampah kotak yang kupegang dan mencampaknya. Bulu kudukku meremang, aku merasa aura yang berbeda dari Kris. Tak seperti biasanya.

Mengerikan. Rambutnya acak-acakan, pipinya semankin tirus dan wajahnya semakin pucat, lingkaran hitam dimatanya semakin gelap, matanya tajam dan mengkilat sedikit kemerahan menatapku intens. Dia memojokkanku di sudut kamar "Andwae" Aku tak tahu apa yang akan dilakukannya. Aku memohonnya untuk melakukan niatnya yang tak kuketahui.

Tangannya menangkup pipiku dan membenahi rambutku, dia menyentuh kulit leherku. Dia mendekat kesisi kanan leher ku "Kris!" Aku mendorongnya, dia sama sekali tak bergerak. Dia memeluk tubuhku dengan paksa, membenamkan kepalanya di leherku dan "ARRGGGHH!!!" Aku merasa sesuatu yang tajam menusuk kulit lehernya.

Rasanya teramat sakit sekali, tanganku menyalurkan rasa sakit itu dengan menjambak rambut Kris dan mencakar pungungnya -- tak cukup dengan itu, airmata ku keluar karena menahan sakit. Aku merasa seperti tak bernyawa saat dia menghisap darahku tanpa ampun. Bau amis darah menyusup ke indra penciumanku, cairan kental berwarna merah pekat mengalir dileherku.

Tanganku jatuh, terkulai lemas. Aku sudah tak ada tenaga untuk berbuat apa-apa lagi. Sejurus tubuhku merasa dingin. Kris mencabut taringnya dari kulitku -- dia menatapku dalam. Sekitar mulutnya bersimpah darah, wajahnya tak sepucat yang tadi dan pipinya tak setirus yang tadi. Matanya tak lagi berwarna merah, melainkan hitam pekat. 

Kris mengangkatku ala bridal style dan merebahku diatas kasur "M-mianhae" Suara huskynya terdengar kalap, dia tak henti memandangku dengan wajah bersalah. DEG! Mataku mendelik, merasakan seperti sesuatu menusuk jantungku "ARRGH!!!" Pekikku. Dan rasanya begitu panas, jantungku berdebar 5kali lebih cepat, seperti mau meledak "AAARRRGGGHHH!!!" Pekikku histeris, ini bahkan ratusan lebih sakit dari yang tadi. Aku meronta, bergelut sendiri melawan rasa sakit. Aku bisa merasakan Kris menahanku, tapi tak kuhiraukan.

"APPOOO!!!" Ku biarkan teriakanku mengencang. Uratku menegang, aku meremas spray kasur dengan kaut. Sungguh, aku tak tahan dengan rasa sakit ini. Lebih baik ditembak mati ketimbang harus tersiksa seperti ini.

__Camillete POV end__

~ TO BE CONTINUE ~

Rabu, 23 Oktober 2013

[Chapter 1 / Special Halloween] Monster Academy

Title : Monster Academy 
Character : Kris Wu from EXO-M, Pyo Ji Hoon from BLOCK B, Park Kahi, Sandara Park from 2NE1, Kwon Ji Yong from BIGBANG, Bi Rain, Camillete Naga (OC), EXO boys and other characters.
Author : Ny. Wu Baby Fan 
Genre : Romance, horror, sad and last FAIL (?)
Rating : 17 +

Kris Wu 

Annyeong yeorobun! Author kembali dengan FF baru *ditimpuk* okehh! Saya tau saya salah... Karena terlampau banyak FF yang saya buat namun belum kelar (_ _ll) Mianhae~ mianhae~ . Author dapet ilham dari yang diatas *cengo ke atas atap* (?) untuk membuat FF special Halloween. Author punya rencana bakal post beberapa FF special Hallowen, tapi berhubung kayanya FF ini bakal panjang. Jadi Autor ngurung niat hehe

Dear, my lovely readers~ Will you comment my FF please? *muka memelas* OTL Dari jaman jebot ampe jaman asekasek joss! (?) Ga ada yang comment post saya *mewek geleng2* -_- . Yaudin, cekidot! Enjoy it~~

= = = = = = = = = = 

__Park Kahi POV__

"Eonnie, sebentar lagi Camillete memasuki umur 18 tahun. Kau tahu apa artinya itu. Cepat pikirkan lagi saranku! Aku harap kau mengambil keputusan yang benar" Desak Eun Hyo adikku. Dia menepuk pundakku dengan penuh prihatin sebelum pergi meninggalkanku. Eun Hyo pergi aku tak bergeming sedikitpun, otakku terlalu sibuk memikirkan Camillete. 

"Kyaaa!! Pyo Ji Hoon oppa! Andweee!" Aku mendengar Camillete berteriak, pasti sedang bermain dengan P.O "Eomma! Lihat, P.O oppa memakan serealku!" Teriaknya lagi, aku akhirnya berjalan ke dapur dan melihat kedua anakku "Dia terlalu banyak makan, tapi tidak gemuk juga!" Ejek P.O . Aku terkekeh melihat tingkah mereka, tak pernah berubah padahal sudah besar. 

"Camillete-ah, kau bisa membuat yang baru dan P.O berhentilah mengusik adik mu" P.O menggeleng "Aku tak bisa berhenti mengusiknya. Dia terlalu lucu" , "Dan kau terlalu menyebalkan!" Balas Camilet. Aku hanya diam menonton mereka bertengkar.

Bagaimana bisa aku melepas Camillete? Aku membesarkannya dari bayi. Walaupun dia bukan darah dagingku, aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri. Mataku menerawang jauh keluar jendela dan potongan klise masa lampau terputar kembali. 

- Flash Back -

October 31 1995
Dari tadi perasaanku tidak enak. "Eomma, boleh aku keluar dengan teman-temanku?" Ji Hoon sudah siap dengan kostum bajak laut yang sudah melekat ditubuhnya. Dia terlihat sangat lucu "Baiklah, kau boleh keluar dan harus pulang tepat jam 9. Okay?" , "Ne!" Ji Hoo mencium pipiku sebelum pergi "Hati-hati ya" Aku mengingatkannya "Ne eomma~" Ya, hari ini perayaan Halloween.

Tak lama kemudian...
BRAAAKK!!! Pintu terbuka lebar, aku melihat majikanku menggotong seorang perempuan hamil besar "Kahi-ah, tolong aku!" Dengan sigap aku membuka pintu kamar "Bertahanlah chagi~" Ini pertama kalinya aku melihat tuan Kwon Ji Yong sekaligus Vampire darah murni alias keturunan asli menampakkan ekspresi. "Tolong bantu persalinan istriku!" Aku membulatkan mataku lebar-lebar, apa aku tak salah dengar? Wanita berambut blonde ini istri tuan Ji Yong? Seorang manusia? 

"B-baiklah! Tuan boleh keluar, serahkan semuanya padaku" Ji Yong keluar dari kamar, aku langsung mengambil sebaskom air dan beberapa kain "Choneun Park Kahi imnida, aku akan membantumu melahirkan anak ini"

Few hours later...
Suara tangis bayi menggema, mengundang senyum pada kami bertiga "Chukkae, bayi anda perempuan" Aku membungkus bayi itu dengan kain bersih dan menaruhnya disisi wanita itu "Gomawo, sandara-ah~" Ji Yong mengecup dahi istrinya. Aku keluar dari kamar untuk memberikan privasi untuk mereka.

Sungguh ini diluar dugaan, bagaimana bisa Kwon Ji Yong menikahi seorang manusia? Bukankah dia sudah bertunangan dengan wanita kaum vampire juga? Banyak pertanyaan yang bermain di kepalaku. "Sandara!" Pekik Ji Yong. Aku langsung masuk setelah mendengar teriakan Ji Yong lalu mengecheck keadaan wanita itu. Aku mencoba merasakan denyut nadinya, tapi nihil. Kenapa bisa terjadi? "Sandara!!" Pekik Ji Yong sambil menangis "M-maafkan aku Tuan" Ji Yong tak menggubris dia memeluk tubuh istrinya yang tak bernyawa itu.

Tak lama, Ji Yong menggeram seperti ada sesuatu yang mengganggu "Kahi-ah, aku perintahkan kau untuk menjaga anak ini" , "M-mwo?" Tiba-tiba Ji Yong meraih pergelangan tanganku dan menggigitnya. Aku merintih kesakitan, sesaat aku melihat potongan memori seperti film bertempo cepat. Aku melihat potongan moment-moment penting di hidup tuan Ji Yong "Itu alasannya aku memerintahkan kau menjaga anak ini. Jaga putri kecilku, dia akan berhenti tumbuh di umur 18 tahun dan saat itulah dia akan berubah sepertiku. Bahkan lebih kuat" 

Ji Yong mengecup dahi putrinya dengan penuh kasih sayang "Namanya Camillete Naga"

- Flash Back Off -

Tak terasa air mataku menetes begitu saja, ku tanggal jam tangan yang melingkar di pergelangan sebelah kiri. Sebuah tanda luka yang kudapat dari tuan Ji Yong. "Eomma kenapa menangis? Aigo, uljima~" Camillete beringsut mendekat dan memelukku begitu juga Ji Hoon "Kami janji tak akan bertengkar lagi" Tambah Ji Hoon. Seulas senyum mengembang sesaat "Aniya, gweanchanyo~

__Park Kahi POV end__

__Camillete Naga POV__

"Eomma, kenapa nama ku aneh sih?" aku merebahkan kepala dipangkuan eomma, dia membelai rambut rambutku "Kau tahu arti Naga?" Eomma malah balas bertanya padaku. Aku menggeleng "Naga itu artinya eternal dan Camillete itu nama boneka, boneka british berambut blonde dan ikal. Dia punya mata yang sayu tapi tajam, berhidung kecil mancung, serta mulut yang mungil. Kau persis seperti boneka itu" , "Jinjja?" Eomma menganggukkan kepalanya. 

"Eomma, kenapa aku tak menggunakan marga Pyo dinama ku? Aku kan anak appa juga, sama seperti Ji Hoon oppa" Aku menatap eomma, dia tak menjawab. Aku hanya diam menunggu jawaban "Terus, teman-temanku bilang aku tak mirip dengan Ji Hoon oppa" , "Kau memang berbeda, tapi kau tetap anak eomma" Eomma tersenyum hangat

One week later...
"Eomma, aku tak tahu apa yang terjadi padaku. Aku terus merasa lapar" Aku terus menggigit jari. Aku menangkap ekspresi kaget dari wajah eomma tapi sesaat wajahnya berubah menjadi tenang kembali "Itu wajar sayang, kau masih dalam tahap pertumbuhan. Eomma akan membuatkan kimchi dan bulgogi kesukaanmu" Aku mengangguk dan duduk manis menunggu eomma memasak. Entahlah, aku rasa ini hal yang tidak wajar. Rasa lapar ini terlalu berlebihan, aku tak pernah merasa kenyang sebanyak apapun aku makan. 

- - - - - - - - -

Aku melihat eomma mengemas barang-barangku "eomma, kenapa kau membereskan barang-barangku?" Eomma memang tersenyum tapi aku melihat kesedihan dimatanya "Sayang, kau akan pindah sekolah di Canada" , "M-mwo? Waeyo? Aku suka disini aku tak mau pindah, aku tak mau meninggalkan eomma dan Ji Hoon oppa" Dengan mudah air mata lolos dari pelupuk mataku "Uljima Camillete-ah~ Ini semua demi kebaikanmu sayang" Eomma menyeka air mataku "Kenapa mendadak seperti ini?" Aku memeluk eomma dan tak henti menangis.

~ ~ ~

Hari ini aku berangkat ke Canada.
"Sayang, disana ada yang akan menjemputmu. Namanya Bi Rain" Aku tak bisa mengontrol diri, mata jelek ini tak mau berhenti mengeluarkan cairan bening yang ku sebut airmata "Eomma, tetap hubungi aku. Janji akan ke Canada untuk melihatku?" Eomma menariku dalam pelukannya dan mengangguk "Pasti" , "Hey monster pemakan! Kau lupa padaku?" Suara serak milik Ji Hoon oppa mengusik pendengaranku "Ani!" Aku beralih memeluk Ji Hoon oppa dengan erat. 

"Jagalah dirimu baik-baik karena aku tak bisa menjaga mu" , "Ne..." Aku nangis terisak-isak "Dasar jelek!" Dia mengacak rambutku "Biarin!" Dia menunduk sedikit "Give me booboo ppoppo" Aku terkekeh melihat Ji Hoon mengerucutkan bibirnya dan sengaja menyipitkan matanya. Aku mencium bibirnya singkat "Oppa! Saranghae!!" Pekikku "Nado saranghae, Camillete-ah" Dia memelukku lagi dan melepasku, dengan langkah berat aku menuju ruang tunggu dan bersiap untuk check out.

Mau tak mau aku pergi meninggalkan eomma, Ji Hoon oppa, teman-temanku dan Seoul. Aku harap kalian tak akan melupakanku, aku berharap bisa kembali lagi secepatnya.

~ TO BE CONTINUE ~

Senin, 21 Oktober 2013

[Chapter 9 / SMartist FF] We're like dominoes

Title : We're like dominoesCharacter : Kris Wu from EXO-M, Amber Liu from F(x), Park Chanyeol from EXO-K, Lixui Liu (OC) and other support cast
Genre : Sad Romance or else? (?)
Author : Baby Krisses atau Ny. Wu Baby Fan (udah ganti nama author -_-")
Language : Indonesia, English (MIXED)
Rating : 17 or older

Kris Wu



 We're like dominoes, i falling to you and you falling to anyone else. So ironic! 

= = = = = = = = = = 

"You are amazing! Aku tak salah memilihmu, Lixui! Jeongmal gomawoyo! Aku yakin hasilnya bagus dan boss akan tertarik" Tao nyerocos tanpa henti, aku hanya berdehem tanpa menghentikan aktifitas membersihkan wajahku. "Aku antar kau pulang ^^ " Tawarnya "Sudah semestinya Mr Hwang" Jawabku, dia terkekeh geli. Ini sudah menunjukan pukul 1 pagi, tentu saja dia harus mengantarkan aku pulang.

= = = = = = = = = =

Sudah genap seminggu aku bekerja sebagai model di perusahaan Sycho. Ya, selama itu aku sering pulang larut malam, tentu saja aku sering menghabiskan waktu bersama Tao. Hari ini hasil pemotretan ku keluar di edisi xxx majalah Sycho. 

PLAAAKK!!! Amber membanting majalah diatas meja belajarku "Explain about this?" Aku menangkap expresi tak senang dari wajah Amber. Aku meraih majalah itu dan sibuk membolak-balik setiap halamannya. Ini majalah Sycho "Ada yang salah dengan ini?" Aku bertanya balik "Tidak jika kau mengatakan hal ini lebih dulu padaku. Kris sering memergoki mu pulang larut malam akhir-akhir ini dengan seorang namja. Dan ini! Pose dan design ini tidak cocok dengan umurmu. Are you trying to selling your body??? Seriously Lixui, they makes you like a slut girl!" Amber memarahi dan mencaciku habis-habisan. 

Telingaku mendengar dengan jelas kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Amber, sejurus rasa perih menyeruak dari dada keluar menjadi air mata "I'm WORKING like daddy and you want! I am NOT selling my body! And they are not trying to change me, grow up Amber! How could you say that to me???" Aku balas meneriakinya dan pergi meninggalkan Amber tanpa menunggu dia mengatakan sesuatu. 

- - - - - - - - 

"Shit! How could she say that to me?" Aku terus menangis tanpa henti mengutuk. Tao hanya diam, dia tak berani berkata apa-apa karena aku sudah memperingatinya agar tidak bersuara (?) Kami duduk dipinggiran singai Han. Aku dan Tao sudah mengabiskan waktu 4 jam disini, tempat kami duduk sudah berserakan oleh tissue dan beberapa bungkus coklat, minuman kaleng. Mataku terasa begitu berat, efek terlalu banyak menangis "Aku cape" , "..." Tao diam tak menjawab 

"Yakk! Buka mulutmu dan katakan sesuatu!" Bentakku "Tadi kau suruh aku diam -_- Jadi kau mau pulang?" Aku menggeleng "Aku tak mau pulang ke asrama!" Aku merebah kepalaku dipundak Tao "Tao, aku cape" Tao mendekapku, membiarkan aku bersandar didada bidangnya. Dalam hitungan menit aku terlelap.

__Lixui Liu POV end__

__Amber Liu POV__

"I'm WORKING like daddy and you want! I am NOT selling my body! And they are not trying to change me, grow up Amber! How could you say that to me???"

Kata-kata itu terus bermain di kepalaku, aku merasa bersalah telah memarahi Lixui. Aku mulai cemas, ini sudah larut malam dan Lixui belum pulang juga "Kau tak seharusnya memarahi Lixui seperti itu" Kris angkat bicara setelah sekian jam kami berdiam diri. "Aku tahu, aku hanya mengkhawatirkannya" , "Kau terlalu berlebihan, Lixui sudah besar. Aku yakin dia tahu apa yang dia lakukan" Aku hanya mengangguk. Lixui, mianhae~ ppaleun boggwi...

__Amber Liu POV end__


__Lixui Liu POV__

Dari tadi aku mendengar suara berisik mengusik tidurku. Aku membuka mataku perlahan, mataku disambut splash kamera yang menyilaukan "Aish!" Ku sipitkan mata untuk menangkap pemandangan didepanku "Goodmorning sleeping beauty" Tao tersenyum lebar, sambil menimang kamera kesayangannya. Aku melihat sekeliling, ini bukan kamarku -- tentu saja bukan kamarku, kalau ini kamarku bagaimana Tao bisa masuk? Aku melihat banyak foto yang ditempel didinding dari ukuran yang besar sampai kecil.

Aku melihat pakaianku bergantung dipengait baju belakang pintu, mataku langsung melotot dan reflek melihat tubuhku yang sudah memakai kaos oversize kerah V berwarna hitam "Yakk! Siapa yang menggantikan baju ku??? Aku dimana? Apa yang kau lakukan padaku?" Kuhujani Tao dengan banyak pertanyaan. Dia mencebik "Kau ini tidak tahu terimakasih... Sudah ku bantu malah memarahiku. Semalam kau tertidur, jadi aku bawa kau ke apartementku. Aku yang menggantikan bajumu" 

"WHAAAAATT???" Aku langsung mengintip dalam kaos yang ku kenakan "Jadi kau melihatku dengan two pieces sajaaaaa?!" Tao mengangguk dengan wajah innocent "Itu tidak masalah, aku sering melihat wanita dengan two pieces saja. Bahkan aku pernah memotret wanita telanjang" Jawab Tao enteng "APAAAAAAAAA??!" Pekikku "Aku tidak melakukan apa-apa semalam, curve tubuhmu pas-pasan.. Jadi aku tak tertarik untuk menyentuhmu" 

Tanpa ba-bi-bu aku langsung menghajarnya "SIALAN KAU!" Aku terus memukulnya, Tao bukan mengerang kesakitan saat ku pukuli -- dia malah terkekeh "Apa yang lucu?!" Aku memukul keras lengannya. Dia menggeleng "Aku rasa aku mulai menyukaimu" Jawabnya enteng lalu memelukku "Yakk! Jangan menyentuhku! Jangan berharap lebih Hwang Zi Tao, aku sudah menyukai namja lain" Ku dorong tubuh Tao. "Kau belum menjadi istrinya bukan? Aku tak perduli status yeoja yang ku sukai, mau dia sudah bersuami sekalipun. Aku akan mengejarnya" 

Dengan percaya diri Tao berbicara "Sick!" Aku memukulnya dengan bantal lalu pergi meninggalkannya. 

__Lixui Liu POV end__


__Kris Wu POV__

Aku tak tahan melihat Amber menjadi diam seperti ini, semenjak perdebatannya dengan Lixui. Ditambah Lixui tidak pulang semalam "Aku mau pergi keluar, kau mau ikut?" Tanyaku pada Amber yang tengah melamun. Dia menggeleng "Ya sudah, aku tak akan lama" Ku tepuk pelan pucuk kepalanya dan pergi meninggalkannya.

Aku berniat mencari Lixui.

__Kris Wu POV end__


__Lixui Liu POV__

"Mianhae, Lixui-ah.. Hanya itu yang aku punya" Aku melihat diriku hanya memakai kaos singlet berwarna hitam super besar hingga aku tak perlu lagi memakai celana "Ohh sebentar!" Tao langsung membongkar isi lemarinya "Pakai ini" Dia memakaikanku jacket jeans tanpa lengan "Dan ini" Dia memakaikanku sunglass. Tao mundur dan melihatku dengan wajah horror (?)

"Omonaaa!! Yeppudaaa~~ Tuhan, jadikanlah dia pendamping hidupku! Aku mohon! Aku mohon!" Dia berlutut dan memohon "Ya! Paboya!" Aku mengetuk kepalanya "You are my future wife, i know it!" , "Kau ini..." Aku baru mau menyemburnya dia malah mendudukkanku di kursi dan memakaikan sepatu boots dikakiku "Kajja! ^^ " Tao mengulurkan tangannya. Aku tak pernah melihat senyum dari seorang namja yang sangat natural seperti senyumnya barusan.

Aku meraih tangannya dan kami pergi keluar.

Kami pergi jalan-jalan ke mall. Makan dan shopping -- tentu saja bukan aku yang shopping tapi Tao. Seleranya tinggi sekali, dia pecinta Gucci -_- dia menghabiskan puluhan juta tapi hanya tiga atau empat pakaian yang didapatnya. Dia juga membeli alat-alat untuk camera, aku seperti orang bodoh mengekorinya kesana kemari. Menyebalkan! Dia sibuk mencoba cameranya, memotretku dari segala arah. Aku malu dilihat orang banyak! "Tao Hentikan,!aku malu. Mereka melihat kita" Aku meraih paksa cameranya, Tao menahan cameranya. Terjadilah ajang tarik menarik (?)

"Lixui" Spontan aku menoleh ke sumber suara itu, aku kenal pasti pemilik suara berat itu "Oppa" , "Mwo? Oppa?" Tanya Tao heran. Aku melihat Kris berdiri tak jauh dariku "Oppa!" Aku berlari ke arah Kris dan memeluknya "Kau kemana saja? Apa kau baik-baik saja? Aku dan Amber mengkhawatirkanmu" Kris memerhatikan ku dari ujung kaki sampai ujung kepala "Gwaenchanayo..." , "Ahh! Syukur lah~" Kris memelukku erat "Yakk! Jangan sentuh Lixui ku" Tao menghancurkan moment yang sangat aku idam-idam kan sejak dulu -_- 

Tao menarikku, aku bertahan memeluk tubuh jangkung Kris seperti anak kecil yang di tarik paksa dari ibunya. "Yakk! Shirooo!" Pekikku dan terus memeluk Kris "Hey, dia bilang tidak mau. Jangan memaksanya" Kata Kris sambil melindungiku.

- - - - - - - - - -

"Namja chinese itu siapa?" Tanya Kris "Dia fotografer dari perusahaan Sycho yang memotretku" Aku berhenti berjalan "Apa kita akan balik ke asrama?" Kris berbalik badan dan menghadapku "Ne" , "Shiro" Bisikku pelan "Waeyo?" , "Aku tidak mau pulang" Ku tundukan kepala. PLUUUK! Kris menepuk kepalaku pelan "Amber mengkhawatirkanmu... Aku pun juga" DEG! Jantungku serasa mau copot mendengarnya "Jinja?" Ku mengangkat wajahku dan mendangah untuk melihat wajahnya. Kris mengangguk sebagai jawaban 'iya' .

"Aku mau pulang dengan satu syarat!" Kris menatapku dengan questioning-looking "Aku mau ke Lotte World" Aku menunjukkan muka super memelas seperti gelandangan yang tidak makan 3 hari 3 malama (?) "Jangan tunjukkan wajah memelas seperti itu -_- kau terlihat lebih jelek! Ne, kita ke Lotte World" , "Ahh jinjaaa??" Kris mengangguk, aku langsung berlari agar cepat ke Lotte World. Ya, aku tak sabar ingin mengunjungi Lotte World.

"Yakk! Lixui-ah! Kau mau kemana? Jalan menuju subway disana!" Kris berteriak sambil menunjukkan telunjuknya ke arah berlawanan dengan posisiku. Rasanya malu sekali -_-" aku jalan pelan kearahnya sambil menunduk menutupi mukaku yang sudah merah padam. Aku mendengar dia terkekeh, seketika aku merasa pundakku terasa berat. Aku melihat tangan Kris bertengger dipundakku (?) Huaaaahh! Tuhan, aku mau meleleh (?) 

Beberapa menit saja kami sudah sampai di Lotte World.
"Woaaaahhh!!!" Aku takjub melihat castle Lotte World. Tanpa ba-bi-bu aku langsung masuk tanpa mengingat Kris. Tanganku tertahan, aku melihat tangan Kris menggandeng tanganku. Today will be a lovely day ever! Gumamku dalma hati. Kami pun mengunjungi setiap wahana di Lotte World.

- - - - - - - - - -

Kami keluar dari Lotte Word jam 9 malam "Ahahaha, kau ternyata penakut!" Kris terus mengejekku karena aku terus berteriak ketakutan saat memasukki the haunted house -_- "Aku tidak takut, aku hanya tak suka melihat wajah mereka yang jelek (?)" Kami berjalan kembali ke asrama.

- - - - - - - - - - 

"Oppa..." Kris berhenti berjalan dan membalikkan badannya "Ne?" Aku ingin sekali mengungkapkan perasaanku pada Kris, tapi... Aku tak punya keberanian "Ahh... Aku.." Otakku sudah menyeting kata-kata yang akan ku keluarkan namun mulut ku tak bisa bekerja dengan baik. Seperti ada sesuatu yang membuatnya tak bisa berbicara "Ck!" Aku mendecak kesal "Ada apa, Lixui-ah?" , "Hari ini aku senang ^^ xie xie" Aku mengumpat dalam hati, bodoh sekali! Kenapa aku tak mengatakannya? Aish! Dia hanya tersenyum, menepuk pucuk kepalaku sebelum pergi. 

Cuma begitu? Ahh! Apa kau dengar sesuatu yang pecah barusan? Itu suara hatiku yang pecah berkeping-keping (?) #Lebay . "Oppa, nan johahneun

~ TO BE CONTINUE ~

Ya ampun, maaf maaf~ >< Author lama banget nge post Chapter 9 dikarnakan sibuk KKN dan yahh, anak semester akhir tu sibuk dengan UP dan Skripsi -_- Readers yang setia dan cakep-cakep, makasih banget udah mau baca FF Author yang ga jelas ini TT TT *terharu* di tunggu aja Chapter selanjutnya ^^ annyeong~~

 

Kamis, 29 Agustus 2013

[Chapter 8 / SMartist FF] We're like dominoes

Title : We're like dominoes
Character : Kris Wu from EXO-M, Amber Liu from F(x), Park Chanyeol from EXO-K, Lixui Liu (OC) and other support cast
Genre : Sad Romance or else? (?)
Author : Baby Krisses atau Ny. Wu Baby Fan (udah ganti nama author -_-")
Language : Indonesia, English (MIXED)
Rating : 17 or older

Park Chanyeol 


 We're like dominoes, i falling to you and you falling to anyone else. So ironic! 

= = = = = = = = = =

"Kai, aku... Ah! Entah harus bagaimana harus mengatakannya padamu. Kai-ah, hubungan ini terlalu dipaksakan. A-aku tak bisa" Dia menundukkan wajahnya, aku mulai merasa bersalah melihatnya sedih "Hehe, hanya aku yang terobsesi. Ironis sekali" Dia terkekeh, senyum yang dipaksa. Aku bisa lihat itu "Mianhae sudah mengganggumu" Dia hanya menatap wajahku sepintas dan berjalan memunggungiku. Aku tahu itu rasanya sakit tapi... Aku tak bisa berpura-pura lebih lama. "Mianhae" Kai bahkan tak menangis, malah aku yang menangis.

  = = = = = = = = = =


Hari ini aku harus dapat pekerjaan, aku tak mau kalah dengan jiejie. Aku sudah bersiap untuk keluar dari asrama, saat aku berjalan keluar aku melihat Kai. Dia juga melihatku, ku sungging senyum manis pada Kai tapi dia malah menepisnya dengan membuang muka. "Huff" Aku menghela nafas, aku masih merasa bersalah padanya. 

Aku sudah berada di pusat perbelanjaan kota. Pasti ada yang membuka lowongan pekerjaan. Tapi, disini sesak sekali -_- terlalu banyak orang berlalu lalang, aku sedikit tak terbiasa. Sesekali menyenggol orang. Selama berjalan mengitari pusat perbelanjaan ini mataku tak luput dari setiap toko, bukan karena melihat barang bagus melainkan melihat plang menerima karyawan. Tapi aku tak melihat satupun toko yang mau merekrut karwayan baru. Aku melihat sebuah butik baju namja, aku tak mungkin melewatkannya. Aku masuk dan melihat-lihat "God, this clothes so cool!" Tanganku memegang rugby shirt dan kemeja.

"Tetapi kenapa kalian mahal sekali huh?" Aku menaruh kembali baju-baju itu setelah melihat harganya yang terbilang sangat mahal. Dari tadi aku tak tenang, seperti ada seseorang mengikuti ku. Aku melirik ke sisi kanan, melihat seorang laki-laki memakai kaos tak ketekan (?) berwarna hitam dan kendur menampakkan otot-otonya dipadu dengan celana belel yang sudah koyak plus topi rap bertulis XOXO dan menenteng camera. 

Dia mengetahui aku sedang meliriknya langsung menghampiriku "Annyeong! Hwang Zi Tao imnida, kau bisa memanggilku Tao" Namja itu mengulur tangannya, aku hanya diam meneliti wajahnya. Namja bernama Tao ini pasti dari China, kentara dari namanya. Dia memiliki panda eyes, berambut coklat cream seperti bulu serigala. Aku rasa aku terhipnotis dengan outlook Tao.

"Ahh, Lixui Liu imnida. Panggil saja aku Lixui" Aku menjabat tangannya "Kau Chinese??" Dia melototkan matanya "Ne haha" Dia mendecak "Aku pikir setelah pindah ke Seoul, aku akan tertarik dengan yeoja Korea. Ternyata aku salah" , "Maksudmu?" , "A-ani, begini... Apa kita bisa berbicara diluar?" Tao tersenyum dan sedikit memelas "Tentu" Kami keluar dari toko dan berjalan bersebelahan "Aku seorang fotografer dari perusahaan Sycho (anak perusahan Saigo /?) apa kau tahu tentang Sycho?" Aku menggeleng.

"Apa kau serius? Sycho perusahaan yang baru naik daun setelah mendobrak trend fashion terbaru. Sebagian besar artis Korea memakai pakaian berlabel Sycho. Mereka mempunyai designer-designer muda dan berbakat. Dan aku sebagai salah satu fotografer termuda, aku direkut Sycho kemarin karena mereka tertarik dengan hasil potretku. Aku yakin kau sudah tau aku dari China" , "Impressive, the point?" Aku langsung to the point "Aku ingin kau menjadi model tetapku" 

"MWO?! Model?? Apa kau gila? Dimana-mana model itu tinggi, sexy, berambut panjang, anggun, dan sangat feminim" Tao menepuk tangannya "Exactly! Kau beda dengan mereka, maka dari itu aku memilihmu. Jebal~ Aku sangat membutuhkanmu. Demi awal karirku sebagai fotografer" Aku berfikir "Berapa penghasilan sebagai model di Sycho?" , "Lumayan besar! Sekitar xxxxx won" , "Aku terima!" Tanpa pikir panjang aku menerima tawaran Tao "Bagus! Kalau begitu ikut aku ke kantor" Aku mengikuti Tao.

Tuhan mendengarkan doaku, akhirnya aku dapat pekerjaan. Hehe 

__Lixui Liu POV end__

__Amber Liu POV__

"Kris! Berhenti menggangguku! Aku sedang bekerja" Aku berbisik dan menggeram. Sedari tadi manusia jangkung ini menggangguku, bahkan dia tak membeli apa-apa. Hanya mengekoriku terus "I can't let you go even just a second" , "Even i'm going to toilet?? Oh please, I need privacy!" , "If I need to. I'll do it" Dia menyeringai bodoh "Sick!" Aku meninju perutnya "Ugh!" Erangnya "AMBER! Sedang apa kau disana??" Pekik Boss dari kejauhan "Ahh! Orang ini menggangguku, bahkan dia tak membeli apa-apa" Matanya membelalak keluar melihatku, seperti berkata how-dare-you! Hahaha, aku hanya menjulurkan lidah. 

"Security! Tarik keluar namja ini!" Perintah boss "Yakk! Aku tak mencuri atau apapun. Aku hanya menemani yeojachingu ku bekerja! Apa salah?" Dasar namja pabo! Tentu saja tidak boleh -_- "Ani, dia bohong. Dia bukan namjachingu ku boss" Kris makin membelalakkan mata sayunya. Aku terkekeh pelan "Dasar orang gila!" Hardik boss. Kris kau ini aneh-aneh saja.

- - - - - - - - - - 

"You such a meanie girlfriend!" Kris mulai mengoceh panjang lebar karena kejadian tadi pagi, aku hanya mendengarkannya sambil memakan hidangan makan malam yang kami pesan "Kau ini mendengarkan aku tidak??" , "Kau lihat ini apa?" Aku menunjuk kupingku "Tentu saja aku mendengarkanmu" Jawabku santai "Aish! Kau mendengarkan tapi tak menyimak!" , "Kris.Stop.Being.Bitchy" Aku mengeja setiap kata dengan jelas "Seriously? Don't act like a kid, i'm just go to work. Jangan membuat aku gerah -_- kita baru menjalani hubungan sehari, apa mau aku berfikir untuk putus" , "Andwe andwe! Okay then -_-" Kris mencebik lalu ikut makan.

Aku mencium pipinya dengan cepat "Do not sulk, benben" Dia diam, tak lama semburat rona merah muncul dipipinya "Yakk! You blushing!" Aku tertawa geli melihat wajahnya. Dia tertunduk malu. Isn't cute? Aish! This silly boy, how dare he stole my heart? Haha

__Amber Liu POV end__

__Kris Wu POV__

"Bye~ baobao~" Aku mencium pucuk kepalanya lalu pergi. In relationship with someone you love. Can you feel my happiness? Thanks alot God.. TAP! Seseorang menepuk bahuku "Yahh! Park Chanyeol, kau membuatku kaget saja!" Seperti biasa dia hanya terkekeh seperti orang bodoh "Kau jalan sama Amber eoh? Aku melihat semuanya tadi! Haha, cepat ceritakan semuanya padaku" Chanyeol memang selalu ingin tahu. Since, he is my bestie I'll tell him.

"Amber sudah resmi jadi yeojachingu ku" , "Mwooo?! Ah jinjja??" Aku mengangguk bangga "Wahh! Chukkae!

__Kris POV end__

__Lixui Liu POV__

Dari pagi aku di kantor Sycho tapi aku belum melakukan apapun, hanya diam melihat Tao dan seorang designer sekaligus penata make-up bekerja. Mereka mengabaikanku, aku merasa bosan! Sekarang sudah pukul 20.30 KTS. Berapa jam yang lalu Tao hanya memberiku sekotak pizza dan coca, lalu kembali melanjutkan kerjaannya. Pizza itu sudahku habiskan, sankingkan bosannya (?) CKRIIIT! Suara kamera menggema "Aku suka ekspresi wajahmu" Tao duduk disebelahku sambil mengutak atik camera "Aku bosan! Kenapa kau mengajakku kemari kalau hanya untuk melihatmu bekerja??" , "Jangan marah, kami sedang memilih design yang cocok buatmu.. Semuanya sudah selesai. Sekarang giliran kau yang bekerja" 

- - - - - - - - - -

Wedding dress? Seriously?? Mereka hanye menyuruhku mengenakan black mini wedding dress dengan ekor panjang sekitar 10 meter, bagian atasnya hanya berupa kemben dan belakang terbuka hanya ikatan-ikatan tali hitam. "Cuma ini?" Aku keluar dari ruang ganti, Tao menarik tanganku ke depan meja rias dan menyuruhku duduk "Dia milikmu sekarang" Tao mempersilahkan seorang yeoja, eh! Dia namja "Maaf~" Dia berjongkong didepanku dan memakaikan stocking transparan berwarna hitam dengan karet bermotif. 

Dia mengeliarkan pisau silet "Yakk! Buat apa itu?!" Tanyaku langsung mengangkat kakiku "Aku tak mungkin menyakitimu" Dia menarik kakiku dan mengoyak stocking itu dibeberapa bagian saja. Tak lama dia memakaikan ku sepatu wedges merek convers yang sudah dimodif, diberi eksen besi tajam dihak-nya. "Permisi" Dia memutar kursiku dan memakaikan kalung, seperti kalung anjing -_-' seseorang yeoja turut andil mengerjai bagian wajahku, rambut dan tanganku. Aku seperti disebu saja. "SELESAI!" Pekik mereka dengan puas setelah melihatku.

Aku membuka mata dan membelalak lebar! Kepalaku ditutupi topi rap warna hitam bertulis SEXY BITCH dan selayar yang menggantung dibagian belakang, make-up yang menurutku agak berlebihan. Terlalu banyak menggunakan eyeliner, seperti avril -_- bibirku berwarna merah darah, dan terlihat begitu menyala o_o  "Ayaaa! Apa yang kalian lakukan padaku?? Yakk! Kuku ku jadi hitam (?)"Aku melihat kuku-kuku ku yang sudah berubah warna (?).

Tao memerhatikanku dari kepala hingga ke ujung kaki, dia menyeringai puas "Ayo ke studio" Dia memegang ekor gaunku danmenuntunku ke studio. Studio ini berbeda dari dugaanku, aku mengira sebagaimana umumnya studio pemotretan yang polos berwarna putih. Tapi studio ini sudah di dekor sedemikian rupa seperti sebuah altar, tapi lebih ke horror-an (?) seperti kamar pengantin, mereka mengambil warna hitam dan merah sebagai dasar dekorasinya.

Aku melihat bed berukuran king berbalut bedcover kain sutra berwarna hitam, sesekali terlihat mengkilat. Tatanan bedcovernya tidak karuan dan sedikit koyak dibeberapa sisi. Sebuah tudung menutupi kasur berwarna hitam transparan. Bunga mawar dan daun kering berserakan dimana-mana. "Tao, kau yakin?" Aku mencolek-colek lengannya (?) "Tentu saja, ini semua hasil imaginasiku. Aku tak pernah mergukannya" Tao menjawab dengan yakin.

Aku melihat sebuah patung laki-laki memakai tuxedo berwarna putih, seorang staf mengaitkan tali kulit berwarna hitam di kalung anjing yangkupakai (?) -_- ini benar-benar gila. "This is wild imagination" Gerutuku "Tepat sekali!" Sambung Tao. Tao meletakkan pegangan tali itu ditangan patung "Lixui, berlutut!" Perintah Tao, aku berlutut dengan terpaksa "Growl please! Act like you're a beast girl!" , "What?" , "C'mon!" Pekik Tao "Aish!" Aku bergaya sesuai kehendak Tao.

Kami sudah mengambil banyak foto dengan berbagai macam gaya dan posisi "Okay! Pemotretan hari ini selesai! Gamshamnida yeorobun!" Pekik Tao dengan wajah puas. Tanpa aba-aba aku langsung ganti baju dan membersihkan make-up diwajahku. 

"You are amazing! Aku tak salah memilihmu, Lixui! Jeongmal gomawoyo! Aku yakin hasilnya bagus dan boss akan tertarik" Tao nyerocos tanpa henti, aku hanya berdehem tanpa menghentikan aktifitas membersihkan wajahku. "Aku antar kau pulang ^^ " Tawarnya "Sudah semestinya Mr Hwang" Jawabku, dia terkekeh geli. Ini sudah menunjukan pukul 1 pagi, tentu saja dia harus mengantarkan aku pulang.


~ TO BE CONTINUE ~

Maaf pake banget author telaaaaaaaaaaatt post Chapter 8 >< soalnya author sibuk KKN (bukan korupsi lohh -_-")

Senin, 15 Juli 2013

[One shoot / Kris Wu FF] You Deserve More

Title : You Deserve More
Author : Ny. Wu Baby Fan
Genre : Sad romance
Cast : Kris Wu from EXO-M, Kim Yuki (OC), Jessica Jung from SNSD
Languange : Indonesia
Rating : 16 +

Kris Wu

"Never accept to be anyone's second choice. You derseve more"

= = = = = = = = =

Aku tak pernah memilih menjadi nomor dua, tapi cinta itu tak punya pilihan. Nomor dua atau tidak sama sekali. Aku seakan-akan seperti gadis murahan, itu karena kau. Salahku yang bertekad bermain dengan hal tidak wajar dipermainkan. Aku bermain dengan hal yang tak masuk akal, hal yang tak logis, hanya bisa dirasakan oleh lawan jenis, ya... Itu cinta. Aku terperangkap oleh kebodohanku sendiri. Apakan cinta itu suatu kesalahan? Kebodohan? Aku tak tahu... Aku tak tahu... Sekarang hanya dia, dia yang ada dipikiranku. Dia yang ada dihatiku. Dia yang ada dimataku. Hanya dia, Kris... 

* * * 

Aku menatap layar laptopku dengan senyum, entah itu senyum bahagia atau sedih. Aku merasa senang sekaligus perih. Aku melihat wajahnya lewat layar lapotopku, sedang berbincang panjang lebar denganku. Ocehannya tak sama sekali ku simak, pikiranku teru melayang entah kemana "Yuki-ah~~ Kau mendengarkan aku tidak?" Tanyanya lagi, aku masih mematung tak bergeming "What happen with my baby? There's something bothering you?" , "A-aniyo, aku hanya senang oppa menyempatkan diri untuk menghubungiku" 

"Aku juga senang bisa melihatmu lagi ^^ , Mianhae chagiya~ aku memang jarang membuka account social ku. Jadi harap maklum saja. Hehe, Ohh! Aku harus pergi ke kampus sekarang" Aku hanya mengangguk pelan, dia sudah offline. Aku pun harus ke kampus, sudah jam 7.35 . Aku mengenakan sneakers bututku dan menggoes sepedaku dengan santai menuju kampus.

Aku Kim Yuki, yeoja korea asli berumur 18 tahun, tak punya skill khusus, mungkin menggambar skill khususku. Aku bersekolah di kampus seni yang cukup terkenal di Seoul. Ya, ini tahun pertamaku. Aku tak terkenal, jika kau menanyakan tentangku di kampus mereka akan menjawab "Aku tak pernah mendegar namanya" Haha! Itu wajar, karena aku termasuk mahasiswa pasif yang hanya berkutat pada buku, laptop dan gadget. Sepulang dari kampus pun aku langsung pulang, aku tak berminat dengan organisasi di kampus.

Hari ini hanya ada mata kuliah melukis. Seonsaengnim hanya memberikan latihan melukis bebas. Tanpa menunggu aku langsung menggores pensil di atas kertas membuat sketsa kasar. Aku hanya mengikuti kehendak hatiku, aku tak tahu apa yang akan ku gambar. Ku biarkan otak kananku bekerja, memerintah sebaian organ tubuhku untuk menghasilkan seni. 

1... 2... 3... 4... Ya, empat jam kupakai untuk melukis. Tentunya aku yang tersisa di kelas melukis. Tinggal sedikit sentuhan warna kuning lembut di rambutnya dan selesai! Aku menyeka keringat di dahi dengan punggung tanganku. Dua langkah mundur ku ambil untuk melihat hasil kerjaku "Nice~" Gumamku sambil tersenyum puas. Aku telah mengambar seorang namja topless dengan sayap, berambut blonde soft yellow. Dia terlihat seperti Kris, iya. Dia Kris.

Aku bereskan semua barang-barangku kedalam tas dan meniggalkan kelas, baru beberapa langkah aku melihat Kris dengan seorang yeoja masuk kedalam mobil mewah bermerek audi dan melaju keluar kampus. DEG!! Ku tekan tanganku tepat didada. Rasanya perih, sangat perih. Seperti luka yang masih basah kembali koyak dan ditabur oleh garam. Sejurus kemudian mataku terasa panas, cairan bening mulai menggenangi pelupuk mataku.

Aku berjalan cepat menuju tempat parkir sepedaku, melepas gembok sepeda dan mengayuhnya cepat menuju rumah. Aku masih menyimpan rasa sakit itu, penglihatanku tak begitu jelas karena air mata yang terus mengalir. Tiba-tiba, BRUAAAKK!!! Entah aku yang melanggar mobil itu atau mobil itu yang menabrak ku. Tubuhku jatuh mendarat cukup keras di aspal, terasa perih dan sakit sekali. Aku jatuh dengan posisi terlungkup, aku yakin tapak tanganku mendapat luka yang banyak. 

Bodohnya aku yang masih diam tanpa mecoba untuk bangkit, rasa sakit fisik ini tak sebanding dengan rasa sakit hati yang kurasakan. Tak ada yang kulakukan, aku malah menangis. "Omo! Aggashi, gwaenchanayo?" Suara seorang namja, bukan! Suara ini tak asing bagiku. Sepasang tangan mencoba membantuku berdiri, aku tahu siapa dia. Tak perlu melihat wajahnya. Aku lirik mobil itu, ini mobil audi milik Kris. Tuhan, kenapa Kau lakukan ini padaku? "Kau tidak apa-apa, aggashi?" Dia kembali bertanya, pertahananku runtuh dengan cepat. Air mata ini semakin deras.

Tak lama seorang yeoja keluar dari mobil Kris "Yeobo, apa dia baik-baik saja?" , "Mollayo, jessica-ah... Dia tak menjawabku" Dengan cepat aku memungut tasku dan menegakkan sepedaku "Hey!" Kris menahan pergelangan tanganku, sontak aku menatapnya. Wajah Kris berubah saat melihatku, apa dia mengenaliku? Ahh! Aku harap dia tak mengenaliku. Dengan cepat aku buang muka dan pergi meninggalkan mereka. 

- - - - - - - - - 

Kalian pasti bertanya-tanya, apa hubunganku dengan Kris? Apa yang terbesit di pikiran kalian? Aku ini selingkuhannya? Ahaha! Bisa dibilang seperti itu. Biar ku ceritakan bagaimana aku bisa menjalankan hubungan ini dengannya. 

Awalnya kami hanya chatting lewat account social saja, berbagi cerita, pengalaman, dsb. Kami sama-sama penggemar komik WOLF. Dia selalu mengagumi tokoh utama WOLF, seorang namja muda yang ditakdirkan sebagai manusia srigala. Aku memang ahli menggambar, aku selalu menggambarkan banyak versi tokoh utama itu. Sesekali aku menggambarkan wajah Kris sebagai tokoh utama itu. Aku sering menunjukkan hasil gambaranku pada Kris, dia selalu mengagumi hasil gambaranku. 

Komik roman ini cerita yang sangat mudah ditebak tapi ada beberapa segi yang membuatnya istimewa. Kris pernah bertanya seperti ini "Aku adalah wolf dan kau adalah beauty, they are best couple. Cuz they compliment deficiency. That's we are. Yuki, be my beauty please" Mulai dari itu kami menjalani hubungan ini. Pada awalnya aku tak pernah tahu dia sudah mempunyai yeojachingu. Hingga suatu saat dia mengakuinya, pada saat itu kami sudah menjalaninya sekitar 7 bulan.

Tentu saja 7 bulan itu sudah cukup menumbuhkan rasa cinta, meskipun kami tak pernah bertatap muka secara langsung. Ironis, aku yang tersakiti karena itu tak memilih untuk mengakhiri hubungan ini, dia juga tak meminta hal itu. Tapi aku melihat dia mengambil langkah mundur, biasanya dia sering online atau mengirim message untukku. Sekarang sudah jarang, bahkan hanya sebulan sekali. Dengan alasan sibuk. Lebih menyakitkan, dia adalah sunbae ku. Tentu dia tak tahu kalau aku ini junior dari kampusnya. 

Secara tak sengaja aku sering melihat Kris bersama yeojachingunya. Aku ada namun tak pernah dipandangnya, miris sekali. 

- - - - - - - - -

Aku tak menyangka tabrakan kemarin membuat fatal. Lututku memar, ada tulang yang retak disana. Bahkan luka koyak dipelipis pun aku tak menyadarinya. Hari ini aku memang tak ada kelas, tapi aku merasa bosan. Aku ingin sekali ke kampus, aku ingin melukis. Aku bersikeras pergi ke kampus dengan keadaan yang masih belum sembuh sepenuhnya. 

Sesampai di kampus...
Kelas melukis hari ini kosong, jadi aku bisa leluasa melukis sesukaku. Dalam keadaan senang, sedih, atau apapun itu aku selalu menuangnya dalam lukisan. Ku sisingkan lengan bajuku dan mempersiapkan semua alat lukis berserta kanfas kosong. Semuanya sudah terkumpul aku mulai membuat sketsanya.

Few hours later...
"Selesai" Gumamku. Perasaan yang sama saat aku berhasil menyelesaikan lukisan, puas dan senang. Aku menggambar seekor serigala berwarna putih ditengah hutan yang gelap, aku tak lupa meletak bulan penuh alias purnama dilukisanku. Entahlah, hanya itu yang terbesit dalam pikiran ku. Seekor serigala putih berbulu cantik. 

"Y-yuki?"  Seseorang memanggil namaku, aku merespon dengan menoleh ke arah pintu tepat dimana suara itu berasal. TRAAANG!!! Tangan kiriku terasa lemas dan melepas wadah cat yang dari tadi kupegang. Sosok itu mengambil langkah ke arahku "Andwe!" Pekikku sambil berjalan mundur, punggungku terus menabrak kanfas dan meja kecil berisi perlengkapan melukis yang berbaris rapi di kelas. Alhasil, kelas menjadi berantakan. Aku tak berani menatap wajahnya, aku hanya memandang kebawah tepat di kakinya. 

Aku berbalik memunggunginya dan mengahdap tembok, kami mematung dan membisu sekitar beberapa dekit "Jangan lihat aku..." Sebuah mukjizat aku bisa berbicara, rasanya begitu mustahil untuk mengucapkan sepatah kata. Tenggorokanku seperti tercekat! Dengan mudah aku mengeluarkan air mata dan aku pun tak dapat menahan isak tangisku. Aku mendengar langkah kakinya "Jangan dekati aku!" Dia diam tak bersuara.

"Hubungan ini tak nyata. Aku tahu itu, hanya aku saja yang terlalu bodoh! Melibatkan perasaan dalam fake relationship ini. Tapi aku ini yeoja, yang selalu membawa perasaan dalam berbagai hal -- tak perduli sekecil apapun hal itu" Air mataku semakin deras, aku melengkapi semua kalimat dengan sedikit sesegukan. "

"We about pretending, pretending to love each other. I'm pretend to love you till i'm forgot that i was just pretending. So ironic, when know you was with someone else and you're my senior. Everday i saw you with her, everday i swallow the pain. I'm dying. This injures is nothing, i feel hurt more than this in my heart" Lututku terasa lemah dan sakit. Aku berpegang pada tembok dihadapanku. Lagi-lagi Kris mencoba mendekat "Don't dare..." Tapi dia nekat mendekatiku dan menyentuh pundakku "Aku bilang jangan!" Aku menepis tangannya dari bahuku. Aku masih memunggunginya.

"Aku tahu kau mencoba untuk menyudahi hubugan ini dengan cara membatasi kontak denganku, kau hanya takut menyakitiku. Kau tak perlu takut. Kau sudah sering melakukannya tanpa kau sadari, Kris-ssi" Aku berbaluk badan dan menghadapnya, aku mendongak sedikit untuk melihat wajahnya "Let's end it up, Kris Wu" Aku mengulas senyum pahit dengan susah payah. Menahan airmata walau pun sangat susah. "Mianhae Yuki-ahh, jeongmal mianhae" Kata maaf melesat dari mulutnya, terdengar pilu. Kata maaf itu membawa sejuta rasa sakit dan juga kebenaran. Aku sudah menebak semuanya dan kata maaf itu mewakili penjelasan atas kebenarannya.

Dia merengkuh wajahku dengan lembut, menyisihkan poniku yang berantakan. Dengan ragu dia memelukku "I'm so sorry, i didn't mean it" Aku tak membalas pelukannya, rasanya begitu sakit untuk menyentuhnya. Air mataku kembali menyeruak. "Even i hate so damn much, i couldn't hate you Kris. I'm too love you" Aku terkekeh getir "I hate that fact!" Dia semakin mempererat pelukannya, tubuhnya bergetar. Dia membenambakn wajahnya di bahuku, aku bisa merasakan cairan hangat membasahi bajuku. Dia menangis "Shh~ You no need to cry. You give me a lesson, i've learn from that" 

Aku mengelus rambutnya penuh kasih sayang "Never accept to be anyone's second choice, I deserve more" Aku melepas pelukannya "Act like never happen between of us after this, go back to her. Don't betray her" Tanganku menangkup wajah ovalnya, ku hapus airmatanya dengan ibu jariku "Goodbye~" Aku berjalan meninggalkannya.

Pernyataan yang kulontarkan tadi semuanya bohong! Aku tak bisa melepas mu, tapi aku mencoba untuk bisa melepasmu. Mengikhlaskanmu. Aku berpura-pura tegar untuk melepasmu, biar kau tak memikirkanku lagi. Just let me keep it all, biarkan aku menyimpan kepedihan dan cinta ini untukmu, Kris...

~ THE END ~

*mewek guling-guling* Ya Allah~~ gw puasa! Jangan nangis! Jangan nangis! Entar batal puasa gw (?) TToTT readers, gw ga tau napa buat ni FF. #AuthorLagiSensitive hope you like it ;__; keep be my loyal readers okay? I love you guys~~ (?) PPYONG!

Jumat, 12 Juli 2013

[Chapter 7 / SMartist FF] We're like dominoes

Title : We're like dominoes
Character : Kris Wu from EXO-M, Amber Liu from F(x), Park Chanyeol from EXO-K, Lixui Liu (OC) and other support cast
Genre : Sad Romance or else? (?)
Author : Baby Krisses atau Ny. Wu Baby Fan (udah ganti nama author -_-")
Language : Indonesia, English (MIXED)
Rating : 17 or older

Jessica Jung

 We're like dominoes, i falling to you and you falling to anyone else. So ironic! 

= = = = = = = = = =

Kami berbelanja ini itu untuk ulangtahun Amber nanti. Selesai berbelanja kami makan dan pulang. 10.30PM wow! Aku sangat kelelahan, sampai di kamar. Aku melihat Sulli sudah tewas di atas kasurnya -_- Aku tanggal uniform dari tubuhku dan langsung tepar diatas kasur. Kebiasaanku kalau sudah malas ganti baju, hanya mengenakan tanktop dan underwear saja e_o

= = = = = = = = = =

"Kalian sudah mengerti rencanaku eoh?" Kami semua mengangguk sigap, kami membahu satu sama lain, hal biasa yang dilakukan saat diskusi kecil saat bermain basket "Wolf!" Pekik Kris, kami membalas berteriak 'wolf' sampai 3 kali di tutup dengan auman layaknya serigala "AWUUU!!" Semua berpencar melakukan rencana Kris begitu juga aku "Lixui" , "Ne?" , Tanpa kau, aku tak yakin ini akan berhasil. Xie xie~" Kris tersenyum hangat, aku membalasnya dengan senyuman juga dan pergi meninggalkannya.

Rencanaku adalah memaksa Amber memakai gaun -_- Itu hal yang sangaaat susah! Kau tahu Amber tidak suka berpakaian feminim. Aku meremas bingkisan yang berisi gaun ini. Ya, aku sudah sampai di depan kamar Amber. Ku ketuk pintu kamarnya dan menunggu pintu terbuka, tak lama kemudian seseorang membuka pintu. TanksGod! Amber yang membuka pintu "Lixui-ah..." Tanpa ba-bi-bu aku langsung masuk dan menarik tangannya.

"Jiejie~ Kau sayang padaku tidak?" Sucha stupid question and I know it -_- Mimik muka Amber berubah, seakan-akan tak mengerti dengan pertanyaanku tadi "Of cours I am, waeyo?" , "If you love me. Wear this thing for me" Aku menyodor dress yang dibungkus dalam kantong butik bernama. Dia membongkar isinya dan melotot "Please~~" Sebelum dia menghujaniku dengan kata-kata terkutuk atau semacamnya, aku memotong duluan (?) -_- 

She just stare to me with palm-face "Ohh come on jiejie! It's just a dress, thing you have to do is put it to ur body. Now!" , "N to the O. NO!" Aku menghela nafas panjang "Okay okay~" Aku tak ada cara lain. Aku masuk memunggunginya, mengeluarkan obat bius, kutuang sedikit di sapu tangan "Kau jahat jiejie" Aku beracting sedang merajuk sekarang -_- "I'm sorry Lixui~ you know, i hate waering dress" Dia menepuk pundakku, aku berbalik dan menyerang hidung dengan obat bius yang kuletakkan tadi.

"HMMPH!!" Dia meronta tapi aku tak melepas tanganku dari mulutnya sampai dia benar-benar pingsan. BRUUUKK!!! Amber pingsan dan jatuh dilantai tanpa bisa ku tampung, yang benar saja! Amber lebih besar dan tentunya lebih berat dari aku -_- "Ayaa! Yihan, jiejie~" Aku mengangkat tubuhnya ke atas kasur dan mulai melecuti pakaiannya dan diganti dengan dress. 

"Jiejie, ternyata kau cukup sexy" Aku cekikkan sendiri melihat Amber sudah memakai dress. Well, I don't know how to use a make-up. Tapi akan kucoba sebisa mungkin, siapa lagi yang mau diandalkan? Anggota club basket semuanya namja. Hanya aku dan Amber seorang yeoja "Okay! Let's do it!!" Aku merogoh kantong long blazer yang cukup besar. Beberapa alat make-up dasar dan seadanya. Aku menghembus nafas berat dan mulai memoles bedak pada wajah Amber.

Memakaikan lip gloss dibibirnya, sedikit blush-on, dan ahh! Entah apa namanya ini. Yang ku tahu benda ini untuk bagian mata -_- Miris sekali mengetahui seorang Lixui, anak bungsu dari pasangan Mr. Liu dan Mrs. Lee tidak mengetahui apa-apa tentang make-up! Setelah selesai dengan wajag Amber, aku menatapnya. Menilai hasil kerjaanku pada wajahnya "Not bad, at least I'm not make you look like perv ahjumaa (?)" 

Handphoneku beerdering, ku angkat dengan cepat tanpa melihat siapa yang menelpon "Yobseo?" Ternyata Chanyeol yang menelpon "Ne, oppa. Oppa, aku butuh bantuanmu. Bantu aku membawa Amber (?)" Dia tak pernah menolak permintaanku walaupun hanya sekali, Chanyeol memang namja yang baik. Atau terlalu baik? Eumm, nan mollayo. Tak lama seseorang datang mengetuk pintu kamar. Aku yakin pasti Chanyeol.


"Untung kau datang cepat oppa. Palli! Sebelum dia bangun" Aku menarik Chanyeol masuk, dia sepertinya takut untuk masuk "Inikan kamar perempuan, aku takut" Katanya dengan polos "Yahh! Kita tak punya banyak waktu oppa. Kalau aku bisa menggotong Amber seorang diri, aku sudah melakukannya" Jelasku. Chanyeol mengangguk dan langsung menggotong Amber keluar dari kamar. Dengan hati-hati dan sembunyi-sembunyi kami menuju gym. Seperti maling saja -_- Ini karena rencana anehnya Kris. Kami merayakan ulang tahun Amber dengan anak-anak club basket saja.


Kami sampai di gym, Amber masih dalam alam bawah sadar (?) Kami mendudukkan Amber di kursi tepat di depan cake berukuran sedang dengan bentuk bola basket. Aku sibuk menutup matanya dengan syal "Sudah selesai! Ayo cepat atur posisi masing-masing" Pekik Kris, aku sibuk kesana-kemari mencari posisi seperti anak ayam kehilangan induk (?) GREEEPP! Kris menarik pergelangan tanganku dan menempatkanku disampingnya.


"Yahh! Apa yang kau lakukan dengan blazer panjang itu?! Kau tidak memakai dress yang ku belikan eoh?" Kris mendelik melihat blazer yang ku kenakan "Aish! Aku lupa!" Aku membuka blazer panjang yang sedari tadi menutupi tubuhku. Mulai dari Kris, Chanyeol dan anak-anak basket lainnya terperangah melihat aksiku tadi. "Wae??" Tanyaku. Kris menggeleng cepat dan mengetuk kepala mereka "Yakk! Apa yang kalian lihat hah? Jangan macam-macam!" Mereka langsung membenahi posisi sambil mengomel.

Aku terkekeh melihat tingkah mereka, Kris sangat lucu ^^' aku senng dengan tingkahnya yang tadi. Ya beginilah rasanya sedang jatuh cinta :3 "Amber bangun!" Pekik Chanyeol tertahan. Kami langsung diam dan bersiap menyerbu (?) "Nghh!" Amber tanpak bingung, dia mencoba untuk membuka syal yang menutupi matanya. Saat dia membukanya kami langsung bersorak dan menghamburkan kertas warna kemana-mana "Saengil chukkahamnida~ saengil chukkahamnida~ saengil chukkae uri Amber~ saengil chukkahamnida~~"

Kami menyanyikan lagu ulang tahun buat Amber dan juga sudah menghidupkan lilin yang sudah berdiri tegak ditengah cake. Dia tanpak terharu, kami datang menyerangnya dengan teddy hug dan memberi selamat. Kris memberikan sebuah kado berukuran besar buat Amber, dia memeluk Amber dan mencium pipinya. DEG! Dadaku terasa sakit seketika. Semua anak-anak bersorak girang melihat kejadian tadi, tapi hanya aku yang diam.

'Lixui-ah, calm down. It's just greeting for her birthday~' Aku mensugesti diriku sendiri. Aku sedikit minder dan memilih untuk tidak banyak ngomong. Entah mengapa mataku tak mau melihat objek lain selain Kris dan Amber, melihat setiap gerak-gerik mereka. Sesekali mereka tertawa, berbincang dan bercanda. Aku melirik jam tangan yang melingkar indah dipergelangan tanganku, sudah jam 10 malam. 

"Lixui, waeyo? Ada yang salah?" Chanyeol duduk disampingku, dia sibuk menyesap sirup yang berada dalam gelas yang dipengannya "Aniya, semuanya baik-baik saja ^^ Aku senang!" Ya, aku baru saja berbohong "Kau bohong!" Dia mencolek pinggangku dan membuat aku terlonjak karena geli "Yakk! Hajiman!" Aku menepuk lengannya dan mencebik kesal "Ahahaha! Jangan mencebik seperti itu atau aku gelitik kau sampai pingsan" Aku menjulur lidahku "Week! Coba saja kalau bisa" 

"Kau yang meminta" Chanyeol menggelitikku, dia berhasil membuatku teriak sambil tertawa (?) "Ehemm!" Amber berdehem keras membuat kami berhenti. Chanyeol mengusap tengkuknya dan aku hanya nyengir kuda. Acara ulang tahun Amber berjalan dengan lancar, kami pulang ke kamar masing-masing dan tentu saja aku dan Amber pulang bersama menuju dorm perempuan.

Kami berjalan tanpa berbicara, aku menggandeng banyak kado begitu juga Amber, sesekali aku meliriknya. Dia bahkan tak meruntuk untuk gaun yang tengah dipakainya, jangankan meruntuk menanyakan padaku saja tidak. Padahal aku yang memakaikan gaunnya. Malah sekarang dia tersenyum-senyum sendiri -_- Aneh sekali! Aku mengantar kado-kado milik Amber ke kamarnya lalu balik ke kamar.

- - - - - - - -

"Oppa, kau aneh sekali. Kenapa senyum-senyum sendiri?" Aku duduk di atas loteng sekolah tepat disamping Kris "Aniya" Jawabnya singkat tapi tak urung menutup senyum gummy nya itu "Kau tampak senang sekali" dan lagi-lagi Kris tersenyum, tiba-tiba saja merebah kepalanya dipangkuanku "Boleh aku tidur sebentar?" Tanya Kris yang sudah memejamkan matanya "Tentu" DEG DEG!!! Akkh! Jantungku. Rasanya tak karuan, saat wajah tampannya dengan tenang tertidur, angin berhembus menerpa lembut rambut coklatnya. 

Mataku tak luput dari wajahnya. Oppa, aku sangat-sangat menyukaimu! Aish! Andai saja aku punya keberanian untuk menyatakannya. Tanganku mulai gatal, rasanya ingin sekali menyentuh tiap inchi wajahnya. Perlahan ku angkat tanganku dan berhenti tepat diatas wajahnya, ku urung. Ku sentuh pelan rambut coklatnya, rambutnya terasa sangat halus dikulitku. Kuberanikan diri menyentuh dahinya dengan telunjukku.

Turun ke hidung bangir miliknya, pipi tirusnya, dagu runcingny. Ragu-ragu jariku merayap ke bibir mungilnya "OUCH!!! Appo!!" Pekikku saat Kris tiba-tiba menggigit jariku. Dia malah tertawa, aku mencebik smbil mengusap jari yang dia gigit tadi "Nappeun!" Gerutuku "Aigoo~ mianhae mianhae" Kris langsung duduk menghadapku, merebut jari yang sedangku elus. CHU~ bibirnya menyentuh jari ku. Jantungku kembali bereaksi, semburat merah dipipiku mulai terlihat kembali, mataku membulat sempurna.

"How about now?" , "Still hurt" Jawaban yang sangat konyol, padahal aku hanya ingin dia tetap melakukan itu padaku (?) hahaha! Nice try Lixui! CHU~ kali ini Kris mencium tapak tanganku dengan lembut "It getting better~" Dia tersenyum manis padaku dengan tangannya yang masih menggenggam tanganku. Entah efek apa ini, tiba-tiba saja segalanya berubah jadi slow motion dan dia terlihat sangat-sangat tampan seperti angel. Sinar matahari yang tadinya menyilaukan sekarang berubah menjadi biasan kuning yang indah, angin dengan lembut menerpa setiap inchi tubuhnya seakan takut merusak penampilanya.

I'm so dead crazy in love with you, Kris. "Excuse me" Entah setan apa yang merasuki tubuhku, aku langsung mendekap tubuh jangkungnya erat "You such a spoiled girl" Dia menepuk-nepuk pelan kepalaku. Aku hanya diam dan menikmati moment ini. Warm n comfort, that's i feel right now. I wouldn't let this hug for anyone else. I'm such a selfish, selfish cuz you Kris.

- - - - - - - - - -

"Jiejie, kenapa kita tak pulang??" Aku menekuk mukaku "Dad said, we have to learn earn own money in here. If u didn't you haven't money to eat" , "WHAAATT???" Pekikku "Yakk! Tidak perlu berteriak seperti itu" Amber mengusap telinganya "Jiejie, kau serius? Why daddy so mean? Aish! Terus kita kerja apa?" , "Dia melakukan itu agar kita mandiri, terserah yang penting halal (?)" Aku hanya komat-kamit mendengar jawaban tak senonoh dari Amber. Dia sibuk sedang bersiap-siap untuk pergi bekerja. "Aku pergi dulu, kau carilah pekerjaan jangan diam di dorm saja" Amber meng-advice-ku. 

Amber pergi dan sekarang aku sendiri. Menyebalkan sekali! Aku keluar dari kamar, berjalan menyusuri koridor. Kepalaku masih mengingat saat aku memeluk Kris, aku terus berfikir. Berfikir untuk menyatakan perasaanku padanya. Iya, tidak? Iya, tidak? Iya, tidak? IYA! Aku rasa aku sudah mantap, ehh! Tapi tunggu. Apa yang akan ku berikan padanya?? Ahh nan mollayo. Kenapa tak berikan saja boneka kesayanganku ACE <3 keke.

Aku berbalik arah ke dorm yeoja "Lixui! Kau tidak pulang eoh?" Aku rasanya ingin sekali berubah menjadi liliput, berharap empu dari suara yang memanggilku tak melihat aku "Ne, aku tidak pulang" Aku berbalik badan dan menyengir kecut pada Kai (?) "Kalau begitu ayo kita jalan" Dia menarik tanganku "Ta-tapi.." Kai tak memperdulikan ku dia tetap menarikku keluar dari sekolah dan berjalan bersama.

Aku tak pernah melihat Kai severia ini saat disekolah, dia bahkan lebih aktif berbicara. Aku tak melihat usahanya untuk membuat wajah imut, itu pure. Pure expression dari wajahnya saat aku hanya bergumam menanggapi ocehannya, dia selalu mencoba skinship denganku. Aku selalu menolaknya dengan pelan, dia tahu itu. Lagi-lagi wajah kesal yang terlihat imut itu muncul dari wajahnya "Waeyo? Kau tak suka jalan-jalan denganku? Kau tak suka jika aku menyentuhmu?" Mulai lagi. Aku sangat tidak suka tingkahnya yang satu ini.

"Kai, aku... Ah! Entah harus bagaimana harus mengatakannya padamu. Kai-ah, hubungan ini terlalu dipaksakan. A-aku tak bisa" Dia menundukkan wajahnya, aku mulai merasa bersalah melihatnya sedih "Hehe, hanya aku yang terobsesi. Ironis sekali" Dia terkekeh, senyum yang dipaksa. Aku bisa lihat itu "Mianhae sudah mengganggumu" Dia hanya menatap wajahku sepintas dan berjalan memunggungiku. Aku tahu itu rasanya sakit tapi... Aku tak bisa berpura-pura lebih lama. "Mianhae" Kai bahkan tak menangis, malah aku yang menangis.

~ TO BE CONTINUE ~ 

Kekeke xD sorry lama postingnya!