Kamis, 06 Februari 2014

[Chapter 5 / Special Halloween] Monster Academy

Title : Monster Academy 
Character : Kris Wu from EXO-M, Pyo Ji Hoon from BLOCK B, Park Kahi, Sandara Park from 2NE1, Kwon Ji Yong from BIGBANG, Bi Rain, Camillete Naga (OC), EXO boys and other characters.
Author : Ny. Wu Baby Fan 
Genre : Romance, horror, sad and last FAIL (?)
Rating : 17 +

Park Kahi



__Kris Wu POV__

"Mr Wu, sebelum saya yang berbicara ada yang ingin anda sampaikan?" Aku yakin tuan Choi Seunghyun sudah mengetahui hal itu "Maafkan aku tuan Choi, aku sudah melakukan kesalahan. Aku menyerang Camillete seminggu yang lalu, aku akan bertanggungjawab" , "Itu sudah semestinya. Kau salah memilih korban Mr Wu, dia adalah putri dari pangeran Kwon Ji Yong. Penoreh nama baik kerajaan Vampire South Korea" Aku tercengang atas pernyataan tuan Choi. Kenapa aku tak mengetahuinya?

= = = = = = = = = = =

"Tak perlu saya jelaskan lebih rinci, anda pasti tahu ceritanya. Jaga dia baik-baik. Jangan biarkan siapa pun termasuk anggota EXO tentang identitas aslinya. Camillete adalah harta sekaligus malapetaka bagi kita" , "Ye, saya permisi" Aku pamit keluar dari ruangan tuan Choi setelah itu aku langsung menuju kamar Camillete. Aku terbang dan masuk melalui jendela, aku yakin pintunya terkunci, dia jarang menutup jendela kamarnya.

"Camillete" Aku melihat dia tertidur pulas diatas kasur, aku hampir lupa. Dia masih setengah manusia, tentu saja dia masih bisa melakukan kegiatan rutin manusia. Ku lirik jam dinding menunjukkan pukul 11.20PM pantas saja dia sudah tidur. Aku mencerna lagi kata-kata terakhir tuan Choi 'Camillete adalah harta dan malapetaka bagi kita' . Mataku menerawang jauh melihat wajah Camillete yang sedang tidur, kenapa aku baru sadar sekarang bahwa dia putri pangeran Kwon Ji Yong? 

* Flash Back *

Camillete menatap tepat kemanik mataku, tangannya merayap dan menyentuh pelan kulit tanganku. 'Kris, jebal~ Biarkan saja mereka mengira aku berubah karena kau. Kau berjanji padaku akan merahasiakan identitasku sebagai Vampire setengah manusia bukan?' 

* Flash Back Off *

Dia bahkan tidak memberitahu yang sebenarnya padaku, kenapa aku tak bertanya padanya? Kenapa aku mudah mempercayainya? Kris, kau mudah sekali tertipu oleh yeoja.

Dia membawa malapetaka bagi akademi ini dan Vampire canada jika sang raja Vampire south korea menemukannya. Raja south korea terkenal kejam. Menurut kabar, raja masih mencarinya. Harta itu Camillete, ada sesuatu dalam dirinya yang membuat raja masih mencarinya 'Sepenting itukah kau?'

__Kris Wu POV__

__Camillete Naga POV__

"Kau harus memakai margaku sekarang" Kris tiba-tiba saja mengatakan hal yang tak masuk akal "Eoh? Should I? Bahkan kita tak terikat oleh ikatan apapun, cuma berpijak atas peraturan dunia Vampire yang tak jelas eksistensinya" , "Kau bilang apa? Eksistensi? Kau pikir kita ini apa? Aku ada, kau ada, mereka semua ada. Itu eksistensi. Dari itu peraturan dibuat" Kris meninggikan intonasi suaranya. Dia menghembus nafas berat dan memejamkan matanya sesaat "Baiklah, aku mengerti yang kau inginkan" Dia langsung menghilang dari hadapanku.

"Aneh" 

- - - - - - - - - - 

"Camillete-ah, aku Byun Baekhyun. Kris memintaku untuk menemanimu make over" Namja bermuka imut yang menggunakan eyeliner itu tersenyum ramah padaku "Make over? Untuk apa?" , "Pernikahan kau dan Kris" , "HUH?!" Pekikku, Baekhyun ketakutan "J-jangan salah tanggap, Ca-camilete-ah..." Aku tak memperdulikan Baekhyun, aku langsung pergi mencari Kris. Bukan hal yang sulit mencari seseorang setelah menjadi vampire.

"Yakk! Kris Wu!" Pekikku sekencangnya, semua anggota EXO berhenti beraktifitas. Tanpaknya mereka sedang mendekorasi ruangan ini menjadi altar -_- . Kris sudah lengkap dengan tuxedo hitam, sepatu yang mengkilat dan rambut yang tertata rapi "Pernikahan itu sakral, jelas dimata hukum dan agama. Am I right?" , "Tsk! Tapi..." Kris memotong dan berbisik "Jangan mempersulit keadaan, Camillete Naga the daughter of prince Kwon Ji Yong" 

Kata-katanya bak sengattan listrik yang menyengat tubuhku, beberapa pertanyaan terpintas diotakku. Bagaimana dia tau? Dia merangkulku dan mengajakku keluar ruangan. Tangannya memegang pelan kedua tanganku 'Aku tahu tentang kau dari Tuan Choi. Aku tak pandai menjelaskan sesuatu. Camillete, bekerja samalah denganku demi keselamatan kaum kita' Dia berbicara melalui pikirannya.

'Apa?! Kerjasama? Jadi pernikahan ini hanya kedok? Kau gila! Pernikahan bukan sekedar mengatakan I do saat pengucapan sumpah. Menikah hanya sekali dalam hidup, jatuh cinta pun hanya sekali. Aku sama seperti yeoja pada umumnya yang mempunyai mimpi menikah dengan orang yang dicintai' Aku mendesah kecewa dan melepas genggaman tangannya "Camillete!" Kris menahan lenganku. Dia kembali merengkuh tanganku.

'Aku pun punya mimpi yang sama, menikah dengan orang yang dicintai, mempunyai anak, menjadi tua bersama istriku dan melihat cucu-cucuku bermain. Tapi lihat aku sekarang, aku hanya mayat hidup yang abadi! Kesampingkan mimpimu, Camillete. Tolong, bantu aku~' Mata tajamnya lambat laun menyipit dan penuh kesedihan. Dia berlutut "Mungkin ini terdengar mustahil tapi kita punya banyak waktu, aku pastikan pernikahan ini adalah pernikahan yang sesuai dengan mimpimu... So, marry me?" Entah kenapa aku jadi ingin menangis.

Mimpinya sederhana sekali, tapi itu mustahil untuk diwujudkan bagi kami kaum penghisap darah. Kata-katanya sangat menyentuh membuat aku tak bisa menolaknya "Get up, you idiot!" Aku menjitak kepalanya, dia berdiri tanpa memutus pandangannya dari wajahku. Aku mengangguk pelan tanda aku menerima tawarannya. Dalam sekejap saja senyum gummy nya sudah mengembang dibibir "Now, get your wedding dress!" Kris mendorongku kembali keruangan dengan semangat.

- - - - - - - - - 

"How do I look?" Aku menghembus nafas panjang dan terus berputar didepan cermin "Gorgeous! Aigooo! Camillete-ah, ini sudah kesekian kalinya kau menyanyakan penampilanmu. Jangan khawatir, kau terlihat cantik" Baekhyun meyakinkanku. Aku mengenakan dress hitam dan terlihat sedikit gothic -_- Ini juga salah satu budaya vampire. Tiba-tiba saja aku ingat eomma "Kris! Dimana dia?" , "Aish! Pengantin tidak boleh bertemu sebelum pernikahan dimulai" Aku tak memperdulikan kata-kata Baekhyun dan keluar mencari Kris.

Dia sedang duduk dibangku tamu, seperti yang kulihat semuanya sudah tersusun rapi "Kris aku lupa untuk menghubungi eomma" Aku duduk disampingnya dan meraih handphone dari kocek tuxedo nya "Yahh! Kenapa harus handphone ku?" , "Pulsaku habis hehe" Dia mendecak. Aku menekan sejumlah nomor dari layar handphone Kris lalu menekan tombol hijau untuk menghubunginya. 

TUUT! TUUUT! "Yobseo, nuguseyo?" Aku mendengar suara eomma diseberang sana "Eomma, ini aku Camillete" , "Ahh! Bogosipheo camillete-ah~ Tapi, ini nomor siapa?" , "Nado bogosipheo eomma~ ini nomor Kris. Ada sesuatu yang ingin ku katakan pada eomma..." Aku menceritakan secara singkat dan garis besar tujuan pernikahanku. Aku merasa sedih, di moment penting seperti ini eomma tidak bisa mendampingiku "Eomma, aku minta restu darimu" Aku menutup penjelasan dengan kata permohonan. Eomma tak menjawab, dia pasti tengah berpikir sekarang.

Aku memencet tombol video call "Eomma~" Aku mensetting angel untuk menampakkan wajahku dicamera "Ne?" Wajahnya tanpak sedikit memerah, matanya berkaca "Eomma, uljima~" Pujukku "Aku mau memperkanalkan kau dengan Kris" Aku menarik Kris mendekat, dia memaksa senyum hingga terlihat kikuk "A-annyeong imo~ Kris Imnida. maaf jika rencana pernikahan ini sangat mendadak, ini semua diluar dugaan. Aku harap imo mengerti. Imo, aku minta restu darimu. Percayakan aku untuk menjaga Camillete" 

"N-ne.." Eomma sedikit tertatih dan mengusap airmata yang hendak mengalir dipipinya "Aigo! Kris-ssi nommu handsome. Kau beruntung mendapatkan calon suami yang ganteng, dia sesuai seperti type mu eoh?" Eomma mencoba meleburkan suasana tegang dengan sedikit candaan "Aish! Eomma!" Aku menunduk malu "Kris-ssi, imo merestui hubungan kalian. Hanya satu pesan imo, jaga Camillete baik-baik" , "Ne, imo~ pasti..." , "Eomma, sudah dulu ya? Nanti aku pasti mengirimkan dokumentasi moment pernikahanku. Annyeong~" Aku memutuskan sambungan telepon dengan eomma.

"Gomawo.." Aku mengembalikan handphone Kris. Dia tersenyum miring "Waeyo?" , "Aku type mu eoh?" Mukaku seketika menegang dan terasa panas "A-aniya! Ahh, sudahlah. Sebentar lagi tamu akan datang" Aku langsung bergegas untuk meninggalkannya. Kris berjalan lebih dahulu "Sampai jumpa dialtar, calon istriku" DEG!!! He made me speechless. 'Ahh! Eomma! Aku tak tahan jika harus begini terus!' Batinku, ku tutupi kedua pipi yang merah seperti kepiting rebus, jantungku berdetak memang lambat tapi detakannya lebih keras. Ini ulah Kris! 

- - - - - - - - -

Aku berjalan menuju altar didampingi olah Mr. Choi sampai ke altar, dan Suho menjadi pendeta, i guess. Tapi dia hanya berdiri didepan mengenakan suit hitam saja. Aku sudah berdiri berdampingan dengan Kri dihadapan Suho "Baiklah, pernikahan ini kita mulai. Kris, ucapkan sumpahmu" Aku memang tak tahu banyak tentang pernikahan tapi, bukankah tugas Suho menyebutkan janji. Kris membalikkan badannya kekiri, tangannya meraih kedua tanganku

"I, Kris Wu, take you, Camillete Naga, to be my friend, my lover, the mother of my children and my wife. I will be yours in times of plenty and in times of want, in times of sickness and in times of health, in times of joy and in times of sorrow, in times of failure and in times of triumph. I promise to cherish and respect you, to care and protect you, to comfort and encourage you, and stay with you, for all eternity

"Sekarang giliran Camillete, silahkan ucapkan janji" Aku sempat kebingungan, tentu saja aku tak hapal janji yang baru saja disebutkan oleh Kris 'Camillete, tenang~ Ikuti aku' Kris berbicara melalui pikirannya. Aku mengikuti setiap kata-kata Kris

"I, Camillete Naga, take you, Kris Wu, to be my friend, my lover, the father of my children and my husband. I will be yours in times of plenty and in times of want, in times of sickness and in times of health, in times of joy and in times of sorrow, in times of failure and in times of triumph. I promise to cherish and respect you, to care and protect you, to comfort and encourage you, and stay with you, for all eternity.

"Kalian sah menjadi suami-istri" Suho berseru "Kris kau boleh mecium Istrimu" Suho tersenyum evil. Aku melototinya dan juga Kris 'Kris, jangan berani untuk menciumku di...' Terlambat Kris lebih cepat mengambil aksi. Dia mencium bibirku 'I will learn to love you, wifie' Pikirnya. Dia memutuskan kontak dan mulai tersenyum lebar memamerkan deretan gigi putihnya. 

~ TO BE CONTINUE  ~

Rabu, 22 Januari 2014

[Chapter 4 / Special Halloween] Monster Academy

Title : Monster Academy 
Character : Kris Wu from EXO-M, Pyo Ji Hoon from BLOCK B, Park Kahi, Sandara Park from 2NE1, Kwon Ji Yong from BIGBANG, Bi Rain, Camillete Naga (OC), EXO boys and other characters.
Author : Ny. Wu Baby Fan 
Genre : Romance, horror, sad and last FAIL (?)
Rating : 17 +

 Kris Wu

"Susah diungkapkan, satu yang aku rasakan setelah meminum darah manusia..." Kris menggantungkan kata-katanya "Mwo?" , "Satisfied" Suara husky nya terdengar seduktif saat mengatakan kata itu. Aku jadi bergidik, dia mendekat ke telingaku "Kau setengah manusia" Bisiknya "You know what i'm thingking about..." Timpahnya. Aku langsung menolak dada bidangnya "Jangan menakutiku!" Dia terkekeh "Aku serius, jika seorang vampire kehausan. Dia akan memangsa siapa saja tanpa memikir siapa mangsanya. Seperti yang terjadi padaku kemarin" 

= = = = = = = = = =

Okay, sekarang sudah jelas. Aku setengah vampire keuntungannya menjadi setengah manusia setengah vampire bisa bertahan hidup dengan makanan manusia dan juga darah. Aku harus membuat tekad untuk tidak meminum darah! "Kau bisa, Camillete!" Aku bergumam sendiri "Bisa apa?" Seorang namja tinggi berambut pirang dan mempunyai mata panda menghampiriku "Ani.. hehe" Aku menggeleng dan tersenyum kikuk "T-tao" Dia tersenyum malu dan menyodor tangannya "Camillete" Aku menjabat tangannya tanpa ragu.

Sesaat aku merasa aneh, yang tadinya keadaan kafetria yang berisik oleh suara siswa sekarang mejadi hening. Aku melihat sekitar dan tercengang, mereka semua seperti patung! Tak bergerak sama sekali, aku langsung menoleh kearah Tao. Hanya dia dan aku yang masih bergerak, aku mendengar bisikkan-bisikan dari dirinya, apa ini yang disebut telepati? Membaca pikiran? Ahh! Entahlah.. "Apa kau yang melakukannya?" Dia mengangguk. Tao memejamkan matanya dan kemudian keadaan kembali seperti semula.

"Wow! Kau keren!" Aku mengagumi kelebihannya "Aniya.. Itu biasa saja" 

Setelah itu aku dan Tao menjadi teman, dia namja yang lugu dan manja. Tak sulit berteman dengannya. Dia mengajakku ketempat berkumpulnya anggota EXO. "Tao-ah, EXO itu apa? Sejenis geng? Persatuan kingka school? Atau organisasi?" Tao terkekeh tanpa meluputkan pandangannya kedepan "Semuanya benar.. Kau bisa membaca pikiran ku, kenapa kau masih saja bertanya?" , "Aniya, aku tak mau. Rasanya tidak sopan membaca pikiran orang tanpa meminta izin" Tao diam tanpa menanggapi jawabanku. Aku meliriknya berulang-ulang "Kenapa kau diam?" 

"Kau yeoja baik" Dia tersenyum hangat "Welcome to EXO's recident" Tao membuka pintu bermodel kuno itu. Tao melirik kedalam ruangan mengisyaratkan aku untuk masuk duluan, aku masuk dengan langkah lambat. Padahal aku tak membuat keributan atau apa pun, tapi semua namja yang berada diruangan ini berhenti dari aktifitas mereka dan menatapku tanpa berkedip "Omo! Camillete!" Suara husky sekaligus terdengar cute itu tak mungkin aku lupa, dia pasti Chanyeol. Dia berlari kearahku, dan berhenti tepat didepanku dengan senyum lebar.

Aku tahu bagaimana membuat warewolf ini senang, aku harus menjinjit untuk meraih kepalanya. Tapi berinisiatif dan sedikit membungkuk untuk menyamai dengan tinggi tubuhku. Ku belai dan mengacak rambutnya "Hey, isn't we just met couple hours ago? But it felt like couple days. I miss you" Prilaku Chanyeol tak bisa dikontrol, dia benar-benar seperti puppy. Dia memelukku "Okay, itu sudah cukup" Aku melihat Kris menarik kerah baju Chanyeol. Semua orang mulai tertawa melihat tingkah dua namja ini. 

Kris mengambil langkah mendekatiku, tubuhnya yang terlalu tinggi membuat aku harus mendangakkan kepala "Camillete, kau pasti kenal Kris gege. Dia ketua EXO" Tao memperkenalkan status Kris dalam perkumpulan ini. Tak heran dia berlagak sombong, dia kingka di atas kingka-kingka Monster Academy. "Aku yang menyuruh Tao membawamu kesini, ada yang perlu kita bicarakan bersama" 

- - - - - - - - - -

"Mwoya?!" Sebagian anggota EXO berteriak serentak setelah mendengar penjelasan Kris tentang apa yang terjadi pada kami kemarin "A-aniya... Aku.." Aku langsung berhenti berbicara, aku teringat akan kata-kata eomma. Aku harus merahasiakan identitasku, biarkan saja mereka mengira aku berubah karena Kris. Itu lebih baik "Kris" Ku panggil namanya, Kris menoleh dan memandangku. Ku sentuh tangannya, aku mencoba membuat kontak untuk berbicara melalui telepati. Kami saling berpandang untuk beberapa detik dan selama itu juga kami berbincang.

"Ehmm!" Mereka berdehem, aku sontak melepaskan kontak dengan Kris "Sesuai peraturan, aku bertanggungjawab atas Camillete. Mulai dari sekarang dia adalah pasanganku untuk selamanya" Mataku seperti mau copot keluar mendengar keputusan Kris. "Yahh! Aku keberatan! Kris, kau bahkan tidak meminta persetujuannya. Apa dia mau menjadi pasanganmu selamanya?" Chanyeol menyela "Chanyeol-ah, ini aturan dalam dunia vampire. Aku dan Camillete harus menjadi pasangan karena aku mengigitnya"

"Suka tidak suka kami harus menaatinya" Tambah Kris "Terus kenapa kau harus mengigitnya?" Celetuk Chanyeol dengan wajah kesal "Definitely jealous" Kris terkekeh dan diikuti dengan anggota lain "Jadi bagi vampire mengigit manusia sama dengan melakukan 'itu'?" Tanya namja berkulit sedikit hitam ketimbang anggota lain "Apa yang kau tanyakan ha?" Namja berparas cute, bermata bulat dan pendek berambut merah wine itu menjitak kepala namja berkulit gelap.

"Ahh, jinjja?! Jadi, Krith hyung thudah melakukan 'itu'??" Namja cadel berambut pelangi itu ternganga lebar sambil memandang hyung nya dengan pandangan tak percaya "Jadi kau mengkhinatiku hyung?" Tao memandang Kris dengan mata berkaca-kaca "Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?" Tanya namja berlesung pipi dengan wajah blank "Aish! Kenapa jadi begini? Ini ulah Kai" Namja berkulit putih susu itu mengacak rambutnya frustasi.

"Hey hey! Tenang" Hitungan detik semua anggota bungkam dan memerhatikan ketua mereka "Menggigit manusia tidak sama dengan melakukan 'itu'. Aku bisa saja melakukannya, karena Camillete sudah menjadi milikku dan itu sah dimata hukum vampire" Kris menyengir nakal kearahku, DUAAAKK!!! Refleks aku meninju pipinya Kris "Itu tidak akan pernah terjadi! Jangan pernah bermimpi, Kris Wu!" 

- - - - - - - - - -

"Kris! Kau tak pernah mengatakan hal itu sebelumnya padaku?" , "Yang mana?" Tanya Kris tanpa melepas pandandangan dari layar komputer "Saat kita di EXO recident!" Aku memberi clue "Hah?" Tanya "Argh!" Erangku frustasi, aku memutar kursinya "Kita pasangan selamanya?" Dia mengangguk dengan muta datar "Apa ada peraturan semacam itu?" Kris mengangguk lagi "Kau kira menyandang status sebagai pemimpin EXO hanya untuk pamor? Tanggungjawab dan wawasan menjadi prioritas kenapa aku menjadi pemimpin EXO" Kris menekan setiap katanya, matanya mengkilat seperti ada kebencian disana.

"Itu juga demi menutupi identitasmu... Jangankan untuk mempunyai perasaan padamu, mengenal kau saja tidak, tapi kau harus menjadi pasanganku. Kau hanya menambah bebanku saja" Matanya tajam bak sebilah pisau, kata-kata menghujam jantungku. Rasanya sakit, kasar sekali perkataannya. Dia berubah total saat kami membahas tentang tanggungjawab. "Maaf sudah menyusahkanmu" Aku keluar dari lab komputer.

__Camillete Naga POV end__

__Kris Wu POV__

"Hyung, tidak baik berkata kathar dengan yeoja mu" Sehun muncul begitu saja disampingku "Dia bukan..." , "Cobalah untuk menerimanya, ini bukan thalahnya tapi thalah hyung. Hyung yang mengigitnya dan itu thudah menjadi tanggungjawabmu. Thudah thaatnya hyung melupakan Jeththica" Sehun memotong seakan tahu apa yang akan kukatakan. Aku mencoba untuk berpikir lebih jernih dan meresap kata-katanya "Aku yakin dia tidak theperti Jeththica"

__Kris Wu POV end__ 

__Camillete POV__

Kris jahat! Menyebalkan! Aku duduk di bench taman kota sambil melahap satu mangkuk es krim berukuran besar. Ya, aku keluar asrama. Disana membosankan! "Dasar lidah tajam! Menyebalkan!" Ku tusuk-tusuk es krim dengan sendok. Perlahan langit mulai redup dan malam pun mengambil alih. Aku masih duduk di bench sendirian "Huh?!" Mangkuk besar yang tadinya berisi es krim sudah habis. Apa benar aku yang menghabiskannya? 

Aku buang mangkuk itu ke tong sampah dan meninggalkan taman. Aku menyusuri jalan menuju tengah kota "Kau tidak di izinkan untuk kesana" Seseorang menarik lenganku "Kris! Kau bisa melukaiku" Dengan cepat aku mengetahui siapa orang yang menarik lenganku karena dia melakukan sentuhan atau kontak langsung. Kris langsung melepaskan lenganku "Kenapa aku tak boleh kesana?" , "Terlalu panjang untuk dijelaskan"

Aku mendekati Kris "If you don't mind?" Dia tak menjawab, hanya diam. Tanganku menyentuh pipi tirusnya. Aku menyerap informasi yang ingin ku ketahui, alasan kenapa aku tidak diizinkan ke tengah kota "Kau tak mempertimbangkan spesiesku, Mr Wu. Kau lupa aku ini setengah manusia?" Dia memiringkan kepalanya, aku tetap kekeh dan berjalan menuju tengah kota "Jangan mencari masalah, Camillete! Ada waktunya jika kau ingin kesana" Kris memblok jalanku "Kapan?" , "Sebulan sekali, saat akhir pekan. Ayo pulang" 

__Camillete Naga POV end__

__Kris Wu POV__

"Mr Wu, sebelum saya yang berbicara ada yang ingin anda sampaikan?" Aku yakin tuan Choi Seunghyun sudah mengetahui hal itu "Maafkan aku tuan Choi, aku sudah melakukan kesalahan. Aku menyerang Camillete seminggu yang lalu, aku akan bertanggungjawab" , "Itu sudah semestinya. Kau salah memilih korban Mr Wu, dia adalah putri dari pangeran Kwon Ji Yong. Penoreh nama baik kerajaan Vampire South Korea" Aku tercengang atas pernyataan tuan Choi. Kenapa aku tak mengetahuinya? 

~ TO BE CONTINUE ~

Hehe.. hehe :D ada yang masih ingat saya? Maaf beribu maaf readers~ >< author kemarin ketimpa musibah #bukanbanjir -_- tapi jatuh sakit. Jadi lama bingit ga update hehe. Ditunggu next chapternya ya~~ :3

Kamis, 05 Desember 2013

[Chapter 3 / Special Halloween] Monster Academy

Title : Monster Academy 
Character : Kris Wu from EXO-M, Pyo Ji Hoon from BLOCK B, Park Kahi, Sandara Park from 2NE1, Kwon Ji Yong from BIGBANG, Bi Rain, Camillete Naga (OC), EXO boys and other characters.
Author : Ny. Wu Baby Fan 
Genre : Romance, horror, sad and last FAIL (?)
Rating : 17 +

Kwon Ji Yong


"APPOOO!!!" Ku biarkan teriakanku mengencang. Uratku menegang, aku meremas spray kasur dengan kuat. Sungguh, aku tak tahan dengan rasa sakit ini. Lebih baik ditembak mati ketimbang harus tersiksa seperti ini.

__Camillete POV end__

= = = = = = = = = =

__Kris Wu POV__
Aku sudah kehilangan akal sehat, rasa haus ini menguasai diriku. Sudah kepalang tanggung, aku menghisap banyak darah Camillete. Tangannya sibuk menjambak rambutku -- aku tahu dia sangat kesakitan, tapi aku tak perduli aku terus menghisap darahnya demi memuaskan rasa haus. 

Aku merasa sudah puas, kulepaskan dia. Tangannya sudah terkulai lemas, matanya semakin sayu -- sebutir cairan bening masih bertahan disudut matanya. Wajahnya pucat. Aku menggendongnya dengan hati-hati ke atas kasur. "M-mianhae" Hanya kata-kata itu yang bisa kuucapkan, aku tak menyangka akan terjadi seperti ini. Aku begitu kalap hingga tak tau apa yang harus kulakukan. 

Tiba-tiba matanya mendelik dan dia berteriak "ARRGH!!!" Aku tak tahu pasti apa yang terjadi padanya. Apa ini efek setelah aku menggigitnya? Biasanya efek itu terjadi sejam setelah digigit. Kenapa ini terjadi lebih cepat, bahkan belum sampai semenit. Dia merontak "AAARRRGGGHHH!!!" Geramnya. Aku mencoba untuk menahannya dan membuatnya tenang, tapi itu sepertinya percuma.

"APPOOO!!!" Pekiknya lebih kencang. Apa sesakit itu? Dia bergulat sendiri, meremas sprey kasur dan bahkan mencakar tanganku. Dadanya membusung keatas, kepalanya mendongak dengan mulut terbuka lebar "Camilette!" Aku memangku kepalanya dan menepuk pipinya. Selang beberapa menit, dia menghembus nafas panjang. Rasa khawatir mulai menyerangku, kupegang pergelangan tangannya untuk mengecek denyut nadinya. 

Pertama denyutnya masih kurasa tapi, lama kelamaan denyut itu perlahan mengecil dan hilang "Camillete!" Aku menepuk pipinya lebih kuat namun tak ada respon "Yahh!" Aku terus menepuk pipinya kuat -- nihil. Aku mulai frustasi, apa yang harus kulakukan?! Aku diam sejenak, menatap tubuh Camillete yang mungkin tak bernyawa lagi. Mungkin? 

Aku menatapnya dengan penuh harapan. DONG! DONG! DONG! Itu bunyi tower jam kuno. Setiap jam 12 malam jam itu berbunyi. Cahaya bulan masuk melalui jendela diiringi angin malam yang berhembus. Entah ini efek cahaya bulan atau apa, kulit Camillete berubah menjadi putih pucat, curve tubuhnya berubah lebih... Ahh! Apa yang aku pikirkan?! Aku menggelengkan kepala untuk membuyarkan pikiran kotor yang terlintas.

PIK! Matanya terbuka lebar 'Areumdawoyo' Itu yang terbesit dalam pikiranku. Pupil matanya berubah menjadi warna coklat terang, matanya tidak sipit dan juga tak besar kesannya tajam -- ditambah ada lingkaran hitam disekitar matanya membuat kesan dramatis. Aku suka. Dia duduk dan menatap kedepan dengan wajah tanpa ekspresi. Kulitnya berkilau karena cahaya bulan, cantik seperti diamond. Warna blonde terang menjalar dari pangkal kepala hingga ujung rambutnya. 

Ini pertama kalinya aku melihat perubahan manusia menjadi vampire yang cepat dan indah -- biasanya tak seperti ini. 

__Kris Wu POV end__

__Camillete Naga POV__

Rasa sakit itu berangsur menghilang, namun pengliahatanku semakin lama semakin meredup. Perlahan semakin meredup dan gelap. Rasanya badanku seperti melayang, seperti terjun dari bangunan pencakar langit -- tanpa ada dasar. 

"Camillete~ chagi~" Suara lembut itu menggelitik indra pendengaranku. Aku buka mata dan melihat seorang yeoja cantik berambut blonde tersenyum hangat padaku "Kau sudah besar" Seorang namja berwajah manis tapi terlihat tegas mengelus pipiku. Aku tak mengangkat bicara sedikitpun, I have no idea about this "Camillete-ah, eomma dan appa sangat merindukanmu" Mereka memelukku. Apa yang baru saja dia katakan? Eomma? Appa

"Kami menyayangimu~" Kata mereka serentak. Aku semakin tidak mengerti, mereka siapa? kenapa mereka menyebut diri mereka orangtua ku? Mereka melepas pelukan dan tersenyum padaku. Tubuhku tertarik keatas, ke pusat cahaya yang sangat terang. 

Ku buka mataku dan melihat langit-langit kamar. Ini kamarku, aku masih bernafas, tapi aku merasa berbeda dari sebelumnya. Aku duduk dan melihat kedepan, kaca rias itu memantulkan bayanganku. Apa ini aku? Kulitku pucat namun berkilau, pupilku berwarna coklat terang -- bukankah berwarna hitam? Rambutku! Kenapa menjadi warna blonde terang? Rambutku lurus dan sangat halus. Aku melihat Kris melalui kaca rias, dia duduk tepat dibelakangku.

Aku menoleh kearahnya, wajahnya tak berekspresi seperti biasa. Hidungku mencium bau darah, aku menghirup nafas dalam-dalam seperti tak mau menyisahkan sedikit bau darah itu. Mataku tertuju pada bibir, dagu, rahang hingga leher Kris yang dilumuri darah. Nafasku mulai berat dan tersengal, aku beringsut mendekatinya. Aku menyisahkan jarak satu senti dari hadapan wajahnya, gurat wajahnya biasa saja tapi dia tak tenang. Aku bisa melihat dari matanya.


Otakku sama sekali tidak bekerja, demi Tuhan! Aku tak meninginkan ini. Bibirku menyentuh bibirnya dengan lembut, lidahku menjilati darah yang masih menempel pada bibirnya, sudut-sudut bibirnya, turun ke dagunya, hingga ke lehernya. Aku berubah menjadi tak terkontrol dan liar, aku terus melakukannya walaupun darah itu sudah habis ku jilat. "Camillete!" Geram Kris, dia memegang lenganku -- menahanku untuk berbuat lebih.

"Mianhae" Aku merasa seperti yeoja murahan, apa yang terjadi padaku? Kenapa aku melakukan itu? Pandanganku mengabur karena airmata yang mengambang dipelupuk mata "Kris, apa yang terjadi padaku?" Isak tangisku akhirnya keluar. Dia tanpak kebingungan, tak ada jawaban darinya. Dia memelukku, sesekali mengelus pucuk kepalaku. Ya, aku merasa tenang hingga aku benar-benar berhenti menangis.

Kris adalah orang asing bagiku, tapi aku merasa dia sama sepertiku. Seperti ada ikatan, aku dan dia sama -- aku dan dia satu. Itu yang kurasakan. Aneh bukan? Aku masih berdiam diri dalam pelukannya, aku melihat kotak yang tergeletak dilantai. Aku bisa mencium bau eomma dari kotak itu. Dengan cepat aku melepas diri dari pelukan Kris dan memungut kotak itu.

Perlahan aku koyak bungkus kadonya dan melihat sepucuk surat diatasnya. Aku buka surat itu dan memulai membacanya dalam hati. 

Dear Camillete...

Pertama eomma ingin mengucapkan selamat ulangtahun padamu. Maafkan eomma menyuruhmu untuk sekolah di Canada pada saat menjelang ulangtahunmu. Eomma tahu benar perasaanmu. Kau sedih, begitu juga eomma dan Ji Hoon. Kami sebenarnya tak ingin melepaskanmu, tapi ada alasan yang kuat dibalik itu.

Sayang, mungkin saat kau membaca surat ini kau sudah 'berubah'. Itu alasan yang membuat eomma harus menyekolahkanmu disana. Maaf eomma sudah membohongimu. Kau bukan anak eomma, kau adalah anak majikan eomma. Tuan Kwon Ji Yong, dia seorang Vampire keturunan murni. Ibumu seorang wanita biasa, dia seorang manusia. Namanya Sandara Park.

Kau terlahir sebagai manusia tapi disaat usiamu menginjak 18 tahun kau akan berubah seperti appa mu. Tidak, bahkan kau lebih kuat darinya. Kau berbeda. Jika kau mau mengetahui tentang orangtua mu, minumlah sebotol kecil cairan yang ada dalam kotak itu.

Jaga dirimu baik-baik sayang... Jangan membuat kekacauan dan carilah teman yang mau menemanimu dalam keadaan apapun. 

Your mom,

Park Kahi

Aku langsung membongkar isi kotak itu mencari cairan yang eomma  maksud. Akhirnya aku menemukan botol itu -- cairan itu berwarna merah kental. Apa ini darah? Aku langsung membuka penutup botol itu dan meminumnya sampai habis. 

Tiba-tiba penglihatanku mengabur. Setelah itu aku seperti masuk dalam ingatan atau memori seseorang. 

o - o - o

Aku melihat namja yang ku mimpikan tadi "Tuan Ji Yong" Suara eomma. Eomma memanggil namja itu Ji Yong? Berarti dia appaku? Apa ini ingatan eomma? Kwon Ji Yong, itu nama appa. Dia seorang pangeran Vampire. Eomma adalah budaknya. Dimasa itu aku melihat banyak kekerasan, kekerasan yang dilakukan para Vampire pada budak-budaknya. Tidak ada kata-kata yang bisa ku utarakan tentang betapa kejamnya mereka. Tapi, appa  tak melakukan itu. Sebaliknya, dia sangat baik. Eomma beruntung menjadi budaknya. 

Memori ini kupercepat. Dimalam halloween, tepat tanggal 31 oktober 1995. Tanggal lahirku. Appa datang menggotong seorang yeoja cantik berambut blonde, dia tengah hamil besar. Dia eomma ku yang sebenarnya. Dia lebih cantik dari yang kubayangkan. Saat inilah aku dilahirkan dengan bantuan eomma angkatku.  

Seorang bayi perempuan lahir dan itu aku, Aku melihat eomma dan appa tersenyum bahagia menyambut kehadiranku. Tak lama eomma menghembuskan nafas terakhirnya. Appa terlihat sangat sangat terpuruk "Kahi-ah, aku perintahkan kau untuk menjaga anak ini" Itulah perintah appa pada eomma angkatku. Appa menggigit pergelangan tangan eomma angkatku. 

"Itu alasannya aku memerintahkan kau menjaga anak ini. Jaga putri kecilku, dia akan berhenti tumbuh di umur 18 tahun dan saat itulah dia akan berubah sepertiku. Bahkan lebih kuat" Appa memelukku dan mengecup keningku dengan penuh kasih sayang "Namanya Camillete Naga" 

"Camilette-ah, kau sudah tahu asal usul orangtuamu?" Aku mendengar suara eomma . Ini ingatan eomma, eomma pasti tengah berbicara sendiri. Ini pesan untukku. "Appamu meminta eomma untuk membesarkan mu karena dia tak bisa menjagamu. Setelah kau dilahirkan appamu dihukum mati oleh Raja. Raja tahu appamu menjalin hubungan diam-diam dengan seorang perempuan biasa dan dia juga tahu kalau appamu mendapat keturunan dari eommamu."

"Keberadaanmu disembunyikan, dia mencarimu. Appamu takut Raja akan membunuhmu juga. Dan sampai sekarang dia masih mencarimu. Berhati-hatilah, jangan beritahu identitas aslimu pada siapapun" 

o - o - o

"Camillete" Suara Kris menyadarkanku, menarik kembali jiwaku yang tengah melayang mengikuti alur memori eomma. "Kris, sekolah apa ini?" Aku langsung bertanya padanya "Akademi khusus untuk makhluk aneh" Jawabnya main-main, aku menatapnya tajam. Kris menghela nafas sebelum melanjutkan penjelasannya "Aku mengatakan hal yang benar, sekolah ini khusus untuk orang-orang aneh. Seperti aku, aku seorang Vampire" 

Kris menunjukkan taringnya "Banyak lagi jenis orang aneh yang belum kau ketahui disekolah ini. Chanyeol adalah warewolf. Kebanyakan Vampire disekolah ini, tapi mereka semua punya kelebihan" , "Kelebihan?" Tanyaku, Kris mengangguk "Contohnya aku, aku bisa terbang" Aku memandang wajah Kris dengan wajah blank dan akhirnya aku tertawa "Jangan bercanda, Kris" 

"Aku tidak bercanda" Bantahnya. Dia berdiri, peralahan tubuhnya naik dan melayang keudara "Kau masih tak percaya" Rahangku seperti tak bisa terkatup lagi, mulutku menganga lebar. Apa yang baru saja aku ihat itu nyata! "Baiklah, aku percaya sekarang. Kau seperti Peter Pan, dia juga bisa terbang" Dia menggeleng dan terkekeh geli "Dasar anak kecil!" Umpatnya.

"Berapa umurmu?" Tanyaku "23" , "Aish! Aku tak menanyakan umur mu yang dulu" , "30 tahun" , "Kau masih baru?" Dia mengangguk.

- - - - - - - - 

"Camillete, pay attention please" Kris mengetuk kepalaku dengan pena "Aish! Aku ngantuk, aku tak tidur semalam" , "M-mwo?" Kris mengeluarkan ekspresi kaget "Camillete, vampire tidak tidur" Aku bergumam menanggapinya, aku terlalu ngantuk. Beberapa detik otakku bekerja dan mencerna kata-kata Kris barusan "MWOYA?!" Pekikku "Ms. Camillete, is everything wrong?" Miss Jenny menatapku "I'm sorry Miss" Aku berdiri dan membungkukkan badan "Jadi aku bukan Vampire?" Bisikku sembari kembali duduk "Itu tidak mungkin, kau sudah kugigit"

* * * 

Ini masih teka-teki, aku ini apa? Manusia atau Vampire? Atau bukan keduanya? Atau setengah manusia setengah vampire? Aku putuskan untuk mencari tahu, mungkin perpustakaan akan membantu. 

"Hey" Kris tiba-tiba saja muncul dibelakangku "Hmm?" Dia terus mengikutiku sampai ke perpustakaan "Apa yang kau cari?" , "Jati diri" Jawabku enteng. Aku mengambil buku yang bersangkutan tentang Vampire. Aku duduk dilantai dan menyenderkan punggugku didinding, ku raih secarik kertas dan pensil "Bertaring CHECK! Respon terhadap darah CHECK! Berkulit pucat dan dingin CHECK! Mempunyai pupil atau warna rambut yang berbeda dari manusia CHECK! Mempunyai skill diatas rata-rata ermm CHECK! Tidak tidur... Tidak makan... Tidak mempunyai detak jantung..." 

Aku berhenti mencorat-coret daftar checklist yang kubuat. Tanganku mendarat diatas dada dan merasakan detak jantung "Aku masih bisa merasa ngantuk dan juga lapar..." Ku raih tangan Kris dan meletaknya diatas dadaku "Bisa kau rasakan itu?" Dia menatapku tak percaya "Tapi detak jantungmu tidak normal seperti manusia biasa" Ya detak jantung ini begitu lambat. Aku berfikir keras, mengingat tentang asal usulku. Aku menulis apa yang inginku katakan pada Kris, karena ini bersifat prive aku tak ingin mengatakan langsung padanya (?) . 

Kuberikan kertas itu pada Kris, dia membacanya dalam hati lalu menatapku dengan wajah tak percaya. Alis matanya bertaut, keningnya berkerut menandakan dia bertanya tentang keseriusanku "Aku serius, aku rasa itu keistimewahanku. Berjanjilah ini menjadi rahasia antara kau dan aku" Dia mengangguk, ku sodorkan kelingkingku "Pinky promise" Dia menautkan kelingkingnya dengan kelingkingku "And cross your heart" Aku menuntun tangannya, menyilangkan tangannya di atas dada bidangnya "Childish!" Dia menepuk kepalaku

* * *

"Apa kelebihanmu?" Kris bertanya padaku "Mana aku tahu, jadi vampire saja baru sehari" Aku mencebik sambil menendang-nendang batu dengan tumit "Kris, apa vampire bisa membaca pikiran?" Dia terkekeh sebelum menjawab pertanyaanku "Kau terlalu sering menonton twilight. Ya, kita bisa membaca pikiran. Tapi itu tak berfungsi untuk sesama vampire" Aku menganggukkan kepala tanda mengerti "Apa pernah kau meminum darah manusia?" Kris mengangguk "Apa reaksi setelah meminum darah?" Kris diam dan berfikir sejenak sebelum menajawab.

"Susah diungkapkan, satu yang aku rasakan setelah meminum darah manusia..." Kris menggantungkan kata-katanya "Mwo?" , "Satisfied" Suara husky nya terdengar seduktif saat mengatakan kata itu. Aku jadi bergidik, dia mendekat ke telingaku "Kau setengah manusia" Bisiknya "You know what i'm thingking about..." Timpahnya. Aku langsung menolak dada bidangnya "Jangan menakutiku!" Dia terkekeh "Aku serius, jika seorang vampire kehausan. Dia akan memangsa siapa saja tanpa memikir siapa mangsanya. Seperti yang terjadi padaku kemarin" 

~ TO BE CONTINUE ~

Senin, 02 Desember 2013

[Chapter 11 / SMartist FF] We're like dominoes

Title : We're like dominoes 
Character : Kris Wu from EXO-M, Amber Liu from F(x), Park Chanyeol from EXO-K, Lixui Liu (OC) and other support cast
Genre : Sad Romance or else? (?)
Author : Baby Krisses atau Ny. Wu Baby Fan (udah ganti nama author -_-")
Language : Indonesia, English (MIXED)
Rating : 17 or older

Amber Liu

We're like dominoes, i falling to you and you falling to anyone else. So ironic! 
 
= = = = = = = = = =

Aku kira aku sudah puas menangis, tapi buktinya air mata lolos dari pelupuk mata ku. Aku menundukkan kepala dan menangis sejadi-jadinya. Tao menarik tangannya dari wajahku. Dia pergi meningalkanku. Aku tak perdulikan itu, aku terlalu berlarut dalam kesedihan.

= = = = = = = = = =

Suara berisik mengusik pendengaranku, aku menoleh dan melihat Tao sibuk mengambil fotoku. "Yakk! Pabo! Andwae!!" Pekikku sambil menutup muka. Dia tak mengindahkan perkataanku, Tao tetap saja mengambil fotoku "Don't hide it, show your sadness" Tao menarik tanganku yang menutupi wajah, meraih daguku dan mengangkatnya. Ku gigit bibir bawahku untuk menahan tangis "Just let it out" Bisiknya. 

Aku mulai membiarkan air mataku jatuh yang diiringi isakkan. Tao terus mengambil fotoku "Curse you Hwang Zi Tao!" Aku melemparnya dengan bantal "Am I? Ohh, I am! Haha" Dia sengaja membuatku kesal agar aku terus berekspresi "AAAAAHHH!!!!" Pekikku frustasi, aku mencoba untuk mengeluarkan semua sedih dan kesalku.

"Wo zheng yao shou 'I LOVE YOU' gei ta.. (Aku ingin mengatakan 'I LOVE YOU' padanya)" Aku bergumam, sedikit kesulitan mengatur nafas karena menangis "Wo kan dao ta yu ta de nu pengyou, tamen jiewen.. (Aku melihat dia dengan pacarnya, mereka berciuman)" Aku sedikit menekan di kalimat terakhir. Sebenarnya sulit untuk mengatakan itu "Tamen jiewen... Jiewen" Lututku lemah dan akhirnya jatuh. Ku kepal tanganku diatas dada, mencoba untuk menghentikan rasa sakit yang sedari tadi menghujam dadaku.

"Wo shoushangle, jiu zai zheli (Aku merasakan sakit, disini)" Jari telunjukku menekan tepat di atas dada, dimana rasa sakit itu hidup. Sebenarnya bukan hanya itu, aku kecewa dengan keadaan. Ini terlalu pahit, kenapa yeoja itu harus Amber? Onnie ku, orang yang paling aku idolakan. Aku tak tahu harus bagaimana menyikapinya, apa aku harus membencinya karena memiliki cinta pertamaku? Aku bukan anak-anak lagi, seharusnya aku bisa bersikap dewasa. Ikhlaskan saja Kris untuk Amber. 

Terdengar bijak, dewasa dan simple. Namun susah untukku terima, sulit untuk kulakukan. Aku berdiri dan berjalan lambat menuju jendela. Mataku menerawang jauh ke pemandangan malam kota seoul yang tak pernah mati walau hujan badai menyerbu. Ratusan titik cahaya kuning menerangi Seoul, seperti bintang kecil. Mereka terlihat indah walau dalam keadaan hujan sekalipun. Setiap bulir air menempel dibalik kaca dan bergulir turun dengan pelan. Hujannya tetap sama, masih deras seperti yang tadi. 

Jari-jariku menyentuh kaca jendela, merasakan dinginnya kaca itu dengan kulitku. Ku pejamkan mata "Kris oppa, saranghaeyo~" Ku buka mataku dengan air mata yang mengalir bebas disela pipi. Aku balikkan badan, keningku menabrak dada bidang Tao yang dibalut kaos hitam "Tao..." Ku tarik-tarik ujung bajunya, dia hanya bergumam "Bent down" Pintaku.

Tao membungkuk, wajahnya tepat didepan wajahku. Ku kalungkan lenganku dilehernya "Gendong" Dia sempat terkekeh. Tao melingkarkan lengannya ditubuhku dan mengangkatnya. Ku lingkarkan kakiku dipinggangnya, ku biarkan daguku beristirahat dipundaknya "Aku lelah, boleh aku tidur?" Tao mengangguk. Kupejamkan mata dan mulai terlelap.

__Lixui Liu POV end__

__Hwang Zi Tao POV__

"Aku lelah, boleh aku tidur?" Aku hanya mengangguk. Aku mendiamkannya, membiarkan dia terlelap dengan sendirinya. 

Kris? Apa dia namja yang pernah kami temui di mall itu? Jadi dia namja yang Lixui suka? Aku akui dia lebih keren daripada aku, tapi apa dia punya koleksi Gucci sebanyak yang aku punya? Hahaha pasti tidak (?) Lixui, apa dia segitu berarti buat mu? Sebegitu berartinya dia sampai-sampai kau membiarkan dirimu hancur seperti ini? 

Lixui, apa kau pernah mencoba untuk melihatku? Perasaanku tak jauh beda dengan perasaanmu pada Kris.. Apa kau tahu itu? Setelah ini, apa kau akan membuka hatimu untuk mencintai orang lain selain dia? Biarkan aku masuk, biarkan aku menyusun kembali setiap serpihan cinta yang pecah itu. 

Lengannya mulai mengendur, kakinya terkulai dan menggantung. Dia pasti sudah tidur. Aku berjalan menuju kamar, kubaringkan tubuhnya di atas kasur. Aku berbaring disampingnya, ku miringkan badanku dan melihat setiap lekukan wajah manisnya dari samping "Goodnight princess" Ku peluk pinggangnya dan mencoba untuk tidur.

__Hwang Zi Tao POV end__

__Kris Wu POV__

Ku rebah tubuhku diatas kasur setelah membersihkan diri. Aku masih memikirkan hal tadi, aku penasaran. Apa yang maksud Lixui? Alisku bertaut, keningku berkerut karena terus berfikir keras. Sesekali aku menimang boneka yang diberikan Lixui. Ini boneka alpaca, dia lucu tapi sudah kotor. 

Aku memandang keluar jendela, hujan tak kunjung berhenti. Aku putuskan untuk tidur saja. 

- - - - - - - - -

Mataku terbuka dan langsung melirik jam dinding. Jam 7 pagi. Aku duduk dan merenung sebentar "Arrggh!" Ku acak rambutku, kenapa kejadian semalam tak hilang juga. Aku masih penasaran! Sangat penasaran! Ku ambil boneka Alpaca itu. 

Sebuah kalung melingkar di boneka ini "Ace" Terukir sebuah nama disana "Jadi nama mu Ace huh?" Aku berbicara dengan benda mati ini. Ku peluk boneka itu dan merasakan ada yang mengganjal didalamnya. Ku tekan bagian perutnya dan merasa ada sebuah benda keras didalam "Kris oppa, saranghaeyo~" Suara Lixui! Ku tekan lagi bagian perut boneka itu dan suara Lixui muncul. 

Mataku membelalak lebar. Jadi namja yang Lixui maksud adalah aku? Aku?! Seketika pikiranku jadi kacau. Aku merasa bersalah. Bagaimana bisa aku menjadi tidak begitu peka? Aku terdiam dan berfikir. 'Apa mungkin Lixui melihat aku bersama Amber semalam?' Tanpa berfikir lagi aku ganti baju dan keluar menuju kamar Lixui.

* * *

Ku ketuk pintu kamar Lixui "Lixui-ah, buka pintunya" lima detik ku tunggu tapi tak ada respon dari dalam. Ku ketuk lagi namun sedikit lebih keras dan tetap tak ada respon. Ku putar knop pintu dan pintunya terbuka. Entah mengapa, perasaan was-was mulai menyerangku saat tau pintu ini tak dikunci. Aku masuk dan tak melihat siapa pun didalam. Mungkin dia dikamar mandi, asumsiku. Aku mencoba mendekat kamar mandi dan mengetuknya. Tak ada respon, ku beranikan diri untuk membuka pintu kamar mandi, tak kutemui sosok yang kucari.

Kemana dia?? Aku mulai panik. Dengan cepat di sambar handphone dan mendial nomor Lixui "Li..." Suara operator, bukan suara Lixui. Aku mendecak dan menuju kamar Amber.

__Kris Wu POV end__

__Lixui Liu POV__

Aku bangun dan mendapatkan Tao tengah tertidur di sampingku. Tangannya melingkar ditubuhku. Aku mengangkat lengannya dari tubuhku dan menggantikannya dengan bantal. Aku beringsut menuju kamar mandi dan ganti baju. Aku berniat untuk pulang ke L.A sekarang juga. 

Ku raih koperku dan bersiap melangkah keluar "Kau tak tahu sopan santun ya?" Aku berbalik dan melihat Tao berdiri tak jauh didepanku "Aku hanya tak mau mengganggu tidurmu... Terimakasih atas semuanya ^^ I have to leave" Aku baru saja mengangkat satu langkah, Tao sudah berdiri tegak didepanku "Kau mau kemana?" Tanyanya "Aku mau pulang ke L.A" , "Wae?" Bibirnya mengerucut "Aku rindu dengan orang tuaku" Aku berjalan melalui Tao "Apa kau akan balik lagi?" Aku berhenti dan menoleh "Mungkin" 

"Biarkan aku mengantarmu" , "An..." , "Jangan menolakku!" Potong Tao. Ya, aku tak bisa menolak jika dia sudah berkeras. 

- - - - - - - - -

Aku memaksa diriku untuk senyum, Tao melambaikan tangan dengan wajah sedih "Aish! Apa sulit untuk tersenyum?" Aku berhenti dan menghentakkan kaki "Sulit!" Bibirnya mencebik "Jelek!" Pekikku, dia berlari kearahku dan memelukku dengan erat "We still friend, no matter how far we're live" Aku balas memeluknya tubuhnya "I'm just friend for u..?" Dia berbisik "Mwo?" Tao langsung melepaskan pelukannya "Aniya... Cepat check in! Have a safe flight immature model" Ejeknya. Tao mendorongku pelan dan tersenyum sambil melambai tangannya. 

__Lixui Liu POV end__

__Kris Wu POV__

Apa harus aku membicarakan masalah ini sekarang pada Amber? Tapi... Ahh! Nanti saja. Aku langsung menyambar majalah Syco dan menuju alamat kantor majalah tersebut.

* * *

"Maaf, apa Hwang Zi Tao ada ditempat?" Aku bertanya pada yeoja receptionist itu "Tuan Hwang Zi Tao sedang tidak berada ditempat, anda siapa? Boleh meninggalkan pesan?" , "Bilang padanya, Kris Wu ingin bertemu. Gomawo" Aku pergi meninggalkan kantor itu. Tak jauh meninggalkan gedung itu aku melihat Tao hendak masuk ke kantornya. Aku langsung berlari mengejarnya.

Dia sedang berbicara dengan yeoja receptionist itu "Hey!" Aku menepuk bahunya, dia berbalik badan dan menatapku datar "Wae?" , "Dimana Lixui?" , "Kita bicara diruanganku saja" Aku membuntuti Tao menuju ruangannnya. 

Kami sampai diruangannya, Tao duduk di sofa dan aku pun ikut duduk "Aku iri padamu Kris Wu. Dia sangat menyukaimu" Dia mengangkat bicara duluan sambil menatapku tajam "Tapi apa kau tahu dia begitu menyukaimu? Semalam dia ke apartemenku dengan keadaan basah kuyup, wajahnya pucat. Dia terlihat sangat kacau.. Bahkan dia tak berhenti menangis, ada beberapa kali dia menyebut namamu" Aku menundukkan wajahku, aku merasa sangat jahat. 

"Tak ada gunanya kau menyesal, dia sudah pulang ke L.A dan aku rasa dia akan kembali lagi" Tao berdiri dan menyambar map yang diletaknya tadi diatas meja. Dia mengeluarkan beberapa lembar foto dalam map itu, diperhatikannya foto itu baik-baik. Tao menaiki tangga dan menempelkan foto-foto yang ada ditangannya di dinding "Senyum yang ikhlas dan manis juga ditempa melalui duka dan rasa sakit" Kata Tao. 

Aku mendangahkan kepala dan melihat pemandangan yang menakjubkan didinding, potongan-potongan foto kecil bergabung menjadi satu potret wajah. Aku berdiri dan mengambil langkah mundur, potret wajah Lixui dengan senyum khas nya. Aku maju dan melihat lebih detail, kulihat potongan foto itu ternyata foto Lixui dengan berbagai macam gaya dan ekspresi "I like her.. really like her. But she fall to anyone else" Tao terkekeh getir "Ironic, the one she fall for has someone' already. What a cruel Mr Wu" Tao memandangku dengan senyum getirnya. 

I can't help it. I felt guilt to her. 'Lixui~ Please forgive me' Batinku.

~ THE END ~

Hahaha! Maaf the end nya ga enak pake banget -_-v Author udah ga tau lagi gimana cara the end yang enak (?) Ya, begitu lah. Sad ending TT TT biasanya juga author bikin happy ending, kali ini pengen bergalau-ria (?) . Gomawo buat semua reader yang udah bersedia membaca FF ini, author janji bakal nyelesai-in FF yang terbengkalai hehe. See you and annyeong!

Senin, 18 November 2013

[Chapter 10 / SMartist FF] We're like dominoes

Title : We're like dominoes 
Character : Kris Wu from EXO-M, Amber Liu from F(x), Park Chanyeol from EXO-K, Lixui Liu (OC) and other support cast
Genre : Sad Romance or else? (?)
Author : Baby Krisses atau Ny. Wu Baby Fan (udah ganti nama author -_-")
Language : Indonesia, English (MIXED)
Rating : 17 or older

Hwang Zi Tao

We're like dominoes, i falling to you and you falling to anyone else. So ironic! 
 
= = = = = = = = = =

"Oppa..." Kris berhenti berjalan dan membalikkan badannya "Ne?" Aku ingin sekali mengungkapkan perasaanku pada Kris, tapi... Aku tak punya keberanian "Ahh... Aku.." Otakku sudah menyeting kata-kata yang akan ku keluarkan namun mulut ku tak bisa bekerja dengan baik. Seperti ada sesuatu yang membuatnya tak bisa berbicara "Ck!" Aku mendecak kesal "Ada apa, Lixui-ah?" , "Hari ini aku senang ^^ xie xie" Aku mengumpat dalam hati, bodoh sekali! Kenapa aku tak mengatakannya? Aish! Dia hanya tersenyum, menepuk pucuk kepalaku sebelum pergi. 

Cuma begitu? Ahh! Apa kau dengar sesuatu yang pecah barusan? Itu suara hatiku yang pecah berkeping-keping (?) #Lebay . "Oppa, nan johahneun
= = = = = = = = = = =
Oke.. Hari ini! Hari ini aku bulatkan tekad untuk menyatakan perasaanku pada Kris. Aku harus bisa! Aku sudah mempersiapkan boneka alpaca untuk Kris. Aku melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan menunjukkan pukul 9.00AM. Apa masih terlalu pagi untuk menyatakannya? Haish! Aku terlau bersemangat eoh -_- gwaenchana... Kali ini tak boleh ditunda lagi.

Aku berkaca dulu sebelum keluar dari kamar, memastikan tidak ada sesuatu yang ganjal (?) "Hwaiting!"Aku melangkah keuar kamar, tak lama handphone ku berbunyi. Cepat-cepat aku mengangkatnya tanpa mellihat siapa yang menepon. "Yobseo" , "Ya! Aku di depan asrama... Kita ada pemotretan. Cepat keluar!" Tao langsung menutup teleponnya sebelum aku menjawab. "Aish! Kenapa kau selalu saja menggangu Hwang Zi Tao!" Aku mengurung niat untuk menemui Kris karena Tao.

Aku melihat mobil mercedes benz berwarna hitam mengkilat parkir didepan asrama, mungkin itu Tao. Aku menghampiri mobil itu dan jendela mobilnya terbuka. Tao mengenakan high class style duduk manis di kursi kemudi "Masuk" Aku hanya bisa mendecak kesal dan mengikuti perintahnya. Tanpa basa-basi Tao menginjak gas dan melaju. "Yakk! Seenak nya saja kau membawaku pergi! Aku ada acara" , "Cancel saja acara mu itu" Jawabnya dengan enteng. "Argh!" Menjengkelkan sekali! 

- - - - - - - - - -

Kali ini aku terpaksa menunda rencanaku. Ini semua gara-gara Tao! Dia selalu saja datang pada saat yang tidak tepat. Menyebalkan! Dia membawa aku ke studio pemotretan yang sudah didekorasi. Aku tak perduli dengan itu semua, yang ada diotakku sekarang hanya Kris.

"Lixui Liu, aku minta kau untuk senyum" Pinta Tao "Pabo! Aku sedang tersenyum sekarang" Tao mendecak dia menghampiriku dan menarik ujung bibirku membentuk senyum "Itu baru senyum" Aku sedang tidak mood untuk tersenyum, senyum dibibirku lenyap "Yahh! Kau ini susah sekali diatur!" , "Aku tak mau difoto" Aku duduk di latai dengan kaki selonjor seperti anak kecil yang sedang merajuk "Aish! Ayo lah~" Pintanya "Ani" Aku mencebik.

Dia malah ketawa dan mulai memfotoku "Apa yang kau lakukan?!" , "Mengambil foto dari model aneh yang bertingkah seperti anak-anak" Jawabnya tanpa berhenti memfotoku "Aniya! Aku tidak seperti anak-anak!" Tao terus mengambil foto disetiap gerak-gerikku. Akhirnya aku tertawa sendiri, dia memang menyebalkan tapi itu kadang-kadang yang membuat aku tertawa.

- - - - - - - - -

Aku sudah putus asa, sepertinya hari ini niatku tidak terlaksana. Ini sudah pukul 10 malam. Aku rasa Kris sudah tidur, atau dia masih diluar dengan teman-temannya. "Camillete-ah, gwaenchanayo?" Tao akhirnya membuka pembicaraan "Gwaencahana" Ku sungging senyum lemah. Aku kembali menatap keluar luar jendela mobil. 

Tao mengantarkanku sampai didepan asrama "Gomawo" Aku keluar dari mobilnya tak lupa membawa boneka alpaca yang ingin ku berikan pada Kris. 

Serasa cuaca tadi cerah saja, tanpa diketahui tib-tiba saja hujan. Aneh! Aku melihat dua orang tak jauh dari pintu kamar Amber. Koridor ini kurang pencahayaan aku tak bisa melihat dengan jeas siapa mereka. Aku menyipitkan mata dan melihat dengan benar. DEG!!! Kris dan Amber, mereka berdua sedang... Ciuman. Dengan respon cepat aku berbalik arah dan berlari tanpa membuat suara apa pun. Aku berlari dan berhenti diperempatan antara jalan arah dorm, sekolah, lapangan dan gerbang sekolah. 

Hujan menyerbuku, membasahi setiap inchi kulitku. Setiap tetesnya terasa sangat tajam menusuk kulitku. Hujan diiringi angin malam yang dingin, sepertinya akan ada badai sebentar lagi. Aku tak perdulikan itu. Aku terduduk dan menatap kebawah, tanganku merangkak naik ke dada. Rasanya sakit sekali! Sangat sakit! Bayangan Kris dan Amber tadi terus bermain di otakku. Tanpa ditahan, isak tangisku keluar begitu saja. Mengalir turun kepipiku bergabung dengan air hujan. 

Aku menatap boneka alpaca yang sudah kotor tergeletak di tanah. Aku memungutnya dan memeluk boneka itu dengan erat. Kris, you're my first crush. But why you broke my heart? "O-oppa, n-nan johahneun... Jeongmal! Oppa, neol saranghae! Jeongmal saranghaeyo!" Seseorang tiba-tiba datang menghampiriku "Oppa..." Aku tak bisa menyambung kata-kataku saat aku mendangah dan melihat Kris berjongkok didepanku. 

Tetesan air mengalir, menjamah dari ujung kepala hingga ujung kaki. Air yang mengalir dari atas kepalanya turun ke wajahnya menciptakan view yang sangat tenang walaupun gemuruh hujan dan angin mengusik. Dia terus menatapku dengan mata tajamnya disela derasnya hujan.



Aku tak berniat berhenti menangis. Dia duduk ditanah dan kembali menatapku, aku tak tahu apa yang dilakukan. Dia menarikku kedalam pelukannya -- membenamkan tubuhku dengan tubuhnya yang 2 kali lebih besar dariku. Tangannya mengelus rambut basahku. Aku tak merasa tenang, melainkan sebaliknya. Tangisanku semakin menjadi-jadi. 

"Oppa, nan jeongmal johahneun.. Oppa, jeongmal saranghae" Kata-kata itu terus ku lafalkan tanpa henti. Ku pejamkan mata, terus bergumam untuk meredam rasa sakit ini. 

__Lixui Liu POV end__

__Kris Wu POV__

"Thank you for today and for this cutie llama doll" Amber memainkan boneka llama yang ku berikan, aku terkekeh pelan "No biggie, llama addict" Ku cubit pelan hidungnya "Goodnight baby, sleep tight and dream about me" Amber hanye mengangguk. Aku cium keningnya lalu turun ke kedua kelopak matanya, ke ujung hidungnya dan dengan sedikit ragu ku cium bibirnya. Aku takut dia tak suka dan menolakku. Aku mengintip, ternyata matanya tertutup. She give me a chance! 

I break the kiss and stares at ther eyes, such a lovely view. I love to see her eyes "I love you" Kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutku "I love you too" Balasnya. Ahh! Aku tak tahu bagaimana menggambarakan kebahagiaanku hari ini. "Get in now" Amber langsung masuk ke kamarnya dan aku kembali ke kamarku. 

Tak lama hujan turun, aku masih berjalan di daerah koridor dorm yeoja. Cuaca susah ditebak, tadi tidak ada tanda mau hujan. Hujannya semakin deras, ditambah angin yang lumayan kencang. Aku berhenti berjalan dan melihat seorang yeoja duduk diatas tanah berhujan-hujanan. 

Ku pincingkan mata dan melihat seksama untuk mengnal siapa dia. Rambutnya pendek seperti Amber, memakai sweater rajutan berwarna abu-abu tua -- mengekspose bahu kanannya karena kerah yang besar. Memakai skinny jeans warna hitam yang koyak horizontak dari pangkal paha hingga bawah. Aku rasa dia adalah Lixui, apa yang terjadi? Aku keluar dari koridor berjalan mendekatinya.

Dia memungut sebuah boneka lusuh terbaring diatas tanah dan memeluknya erat "O-oppa, n-nan johahneun... Jeongmal! Oppa, neol saranghae! Jeongmal saranghaeyo!" Suaranya cukup jelas, suaranya terdengar gemetaran. Aku langsung menghampirinya "Oppa..." Lixui mendangah dan melihatku. Dia terdiam, matanya merah membengkak. Dia kelihatan kacau, suara nafasnya tersendat. Dia menangis -- namum matanya tak luput menatapku. Tubuhnya basah kuyup, bibirnya mulai memucat. 

Aku tak tahu harus bagaimana, aku tak tahu bagaimana cara membujuk yeoja yang menangis. Aku duduk bersamanya dan menatapnya lagi. Aku buka lenganku dan menariknya kedalam pelukanku. Ku elus rambut basahnya, isak tangisnya makin menjadi-jadi. Aku bingung, bahkan aku ak berani berkata apa-apa. Ku pererat pelukanku "Oppa, nan jeongmal johahneun.. Oppa, jeongmal saranghae" Gumamnya. Siapa yang dia maksud? Apa namja yang bernama Tao itu yang menyakitinya? 

Aku melepaskan pelukan dan memegang kedua pundaknya. Ku terawang jauh kedalam matanya "Lixui-ah, uljima" Ku pegang wajahnya. Tangan dinginnya menyentuh kedua tanganku yang berada dipipinya "Oppa, nan jeongmal johahneun.. Oppa, jeongmal saranghae" Dia mengulang kata-kata itu sambil menatapku. Mataku sedikit mendelik dan coba mencerna perkataannya dalam otakku. Dia memberikan boneka yang sudah lusuh itu dan tersenyum getir "Gomawo" Lixui bangkit dan berjalan menuju koridor yeoja

Aku masih terdiam ditempat, terus berpikir keras tentang perkataan Lixui tadi. Aku tak mengerti.

__Kris Wu POV end__

__Lixui Liu POV__

Kris, aku harap kau mengerti. Yang kumaksud adalah kau. Kau lah namja yang aku suka, kau lah namja yang aku cinta. Aku merasa sangat kacau! Tak ada yang kuinginkan sekarang, hanya satu yang kuinginkan sekarang, kembali ke L.A. Dengan cepat aku mengemas barang-barangku kedalam koper. 

- - - - - - - - -

Ku pencet bell apartement Tao. Bodohnya aku, sampai-sampai untuk ganti baju yang sudah basah kuyup pun aku tak ingat. Aku terus menggosok kedua telapak tanganku agara tetap hangat. Aku sudah tak tahan karena kedinginan. Pintu terbuka, Tao muncul dari balik sana dan menunjukkan ekspresi kaget "Omo! Kenapa kau tak menelponku untuk menjemputmu ha??" Tao mengambil koperku dan menuntunku masuk kedalam.

"Mandilah... Akan kusiapkan pakaian untukmu" Aku mengangguk. Tao keluar dari kamarnya, aku berjalan masuk ke kamar mandi dan membersihkan badanku. 

Setelah selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi. Sebuah kaos berwarna coklat dengan tulisan punggung TAO 70 di atas kasur, aku mengenakan kaos itu. Tak lama aku mendengar suara berisik dari dapur, aku pergi ke dapur untuk mngecheck apa yang Tao lakukan. Dia sedang sibuk membuat sesuatu "Andwae.. Aku tak mau dibantu. Kau duduk saja di ruang tengah" Paboya! Siapa yang mau membantunya? Aku berjalan ke ruang tengah dan duduk disofa, ku angkat kakiku dan memeluk lututku.

Tao duduk disampingku "Hey" Aku mengangkat kepalaku dan menoleh kearahnya. Dia memakaikanku topi rusia, dia menarik kakiku dan memakaikan kaos kaki. "Kau pasti lapar" Tao menyodorkan semangkuk ramyun dan hot chocolate diatas nampan. Aku diam seperti patung "Baiklah..." Dia meletakkan nampan itu diatas meja, mengambil ramyun itu "Aaaa..." Tao menyodorkan ramyun ke mulutku, aku menatapnya dan dia mengangguk.

Aku membuka mulut dan melahap ramyun dari suapannya. Dia menyuapku sampai habis "Cahh! Sekarang minum hot chocolatenya" Aku meminum hot chocolate yang dibuat Tao sampai habis. Tao terkekeh "Dasar anak kecil! Minum saja belepotan" Dia menyeka ujung bibirku dengan ibu jarinya. Rasa sakit itu datang menyerang hatiku lagi. Otakku masih memainkan potongan kejadian tadi diasrama. Sesak, dadaku sesak. Mataku mulai memanas.

Aku kira aku sudah puas menangis, tapi buktinya air mata lolos dari pelupuk mata ku. Aku menundukkan kepala dan menangis sejadi-jadinya. Tao menarik tangannya dari wajahku. Dia pergi meningalkanku. Aku tak perdulikan itu, aku terlalu berlarut dalam kesedihan.

~ TO BE CONTINUE ~